Ice Boss

Ice Boss
6



'boss gila'


'boss stres'


'ganteng tapi otaknya geser, dia pikir nikah tuh gampang apa, nikah itu sakral woyy butuh modal juga. Gila emang' rutuk Zya sepanjang perjalanan pulang.


Zya masih tidak habis pikir dengan kelakuan bos nya itu, bisa bisa nya dia memberi kejutan yang membuat kepalanya terasa sakit.


Sesampainya di rumah Zya langsung bergabung dengan kakak dan adiknya yang sedang menonton tv di ruang keluarga.


"Kamu kenapa dek?" tanya Vahren.


Vahren memang sangat peka terhadap keadaan Zya. Dia adalah orang yang paling tau tentang Zya. Saat Zya bersedih atau bahagia maka Vahren lah orang pertama yang mengetahuinya.


"Aku tuh lagi kesel kak, gara gara bos gila itu" jawab Zya.


"Kenapa lagi dengan bos mu itu?" Zya sudah sangat sering bercerita kalau dia dikerjai bosnya.


"Kakak tau... masa dia ngajak aku nikah, gila nggak tuh?" kesal Zya mengerucutkan bibirnya.


Eno hanya mendengarkan dengan seksama percakapan kakak kakaknya itu, dia tidak tau apa yang mereka bahas.


"Kayaknya kamu memang harus perlahan membuka hati kamu deh dek, kakak nggak mau kamu kaya gini terus princess, kakak ingin melihat kamu bahagia" saran Vahren.


"Entahlah kak.. aku nggak tau, aku bakal punya keberanian buat menjalin hubungan atau tidak" jawab Zya.


"Ya sudah... lebih baik kamu bersih bersih lalu istirahat" perintah Vahren.


"Siap komandan" jawab Zya berlalu menuju kamarnya.


'Kakak akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia princess, kakak rindu senyuman ceria mu dahulu, kakak berharap bisa segera menyembuhkan luka di hati mu princess' batin Vahren melihat punggung Zya yang mulai menjauh.


--------------------------


RUMAH ORTU EL


Di sebuah kamar seorang pria tampan tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


'Aku sudah sering memenangkan tender besar tapi untuk mendapatkan gadis yang aku cintai tidak bisa. Aku benar benar merasa bodoh. Pendidikan sampai S3 yang aku tempuh di luar negeri jadi tidak berarti. Cinta memang aneh.' lamun El.


"Oke sekarang aku harus berjuang keras untuk mendapatkan gadis ku" ucap El menyemangati diri sendiri.


"El.. ayo kita makan malam nak, papa sudah menunggu di meja makan" ucap mama dari luar pintu.


"Iya ma..El akan segera turun" jawab El segera beranjak dari tempat tidur menuju meja makan di lantai bawah.


"Tumben kamu tadi pulang cepat El" papa meminta penjelasan saat El tiba di meja makan.


"Iya lah pulang cepet, orang habis di tolak mentah mentah" saut mama yang baru datang dari dapur.


"Mama........" kesal El.


"Apa... emang bener kan?" tanya mama.


El hanya diam tidak menanggapi karena apa yang di bilang mamanya memang benar.


"Whatttttt... serius kamu, bwahahahahh ternya ada ya perempuan yang nggak suka sama kamu" kaget Papa El yang diiringi tawa mengejek.


"Ck, papa kok malah ketawa bukannya prihatin aku ditolak, papa nggak jadi punya mantu kalau gini, mama juga, jahat emang" kesal El cemberut yang membuat orang tuanya semakin tertawa.


"Sudah... mending kita mulai makan malamnya oke tuan besar dan tuan muda" ucap mama El menengahi.


"Siap nyonya besar" jawab El dan papa serentak.


Mereka menikmati makan malam itu dengan hening. Hanya suara suara kecil dari alat makan yang terdengar.


Setelah makan mama dan papa El duduk di taman belakang rumah sedangkan El masuk ke kamarnya.


"Ma..anak kita sudah dewasa ya, dan sebentar lagi sepertinya kita akan memiliki menantu" ucap papa.


"Iya pa, waktu berjalan begitu cepatnya, kita sudah tua ternyata, bentar lagi dah mau punya cucu" timpal mama.


"Kita cuma bisa mendoakan semoga putra kita akan mendapatkan cinta sejati dan kebahagiaan yang abadi" ucap papa yang di setujui mama.