I trust you

I trust you
Jelasin



Fina yang mendengar bel rumahnya berbunyi pun hendak keluar rumah untuk membukanya sekalian berpamitan dengan bundanya untuk berangkat sekolah.


"Bun Fina berangkat ya,sekalian itu Fina bukain pintunya"ucap Fina sambil mendekati ibunya dan menyalimi tangan ibunya.


"Iya,hati-hati ya Fin,belajar yang bener ya"ucap Bunda Arin ke Fina yang pergi menuju pintu rumahnya.Saat Fina membuka pintu,dia sempat tersentak kaget.


"Pagi,yang ku"ucap Laki-laki di depannya yang tidak lain pastinya si Arka.Arka yang sedang melihat pintu rumah di bukapun menghampiri pintunya untuk mengageti Fina,dan kebetulan juga Fina yang membukanya.


Fina sempat nge bluss karena mendengar ucapan Arka dan senyum Arka yang mengembang di bibir Arka yang senyumannya sangat manis membuat pipi Fina memerah."Ngapain pagi-pagi lo ke rumah gue ha.."ucap Fina yang agak kesal karena di kaget kan oleh Arka.


"Pakek nanya juga.Ya pastinya jemput pacar biar berangkat bareng lah"ucap Arka dengan santainya."Ibu sama ayah lo ada ngak biar gue pamitan sekalian"ucap Arka yang selihat ke dalam rumah.


"Oh Ayah gue udah berangkat ke kantor dari tadi pagi,dan ibu gue sekarang lagi beres-beres rumah."ucap Fina santay.


"Eh..Ngapain lo nanya-nanya orang tua gue,gak usah sok deket ya"ucap Fina yang baru sadar atas pertanyaan Arka.Bunda Fina pun menghampirinya karena suara mereka terdengar dari dapur.


"Siapa Fin tamunya"ucap bunda menghampiri mereka.Bunda yang melihat seragam Arka sama dengan Fina pun mengira itu hanya temanya Fina.


"Ini temanya Fina ya"Tanya Bunda Arin lembut dengan tersenyum,membuat Arka ingat dengan Almarhum ibunya.Fina yang menyadari Arka melamun pun menyenggol Arka sedikit keras.Arka yang tersadar dari lamunannya pun melirik Fina dengan senyuman miringnya.


"Iya Tan saya temenya sekaligus pacarnya"ucap Arka terang-tetangan kepada Bunda Arin.Fina yang mendengar kan itu pun menjadi antara malu dan kaget.


"M*mpus gue,bunda sih"ucap Fina dalam hati.Fina yang sufah menduga-duga apa yang akan di lakukan Arka pun tersadar saat Arka berbicara lagi.


"Ghali itu bukan pacarnya tan,dia itu cuman temenan sama Fina aja"ucap Arka mencoba tetap sopan di depan bundanya Fina.Sebenarnya Arka sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran ke Fina.


"Oh ternyata gitu toh,yaudah ya nak Arka kan namanya"ucap bunda.Arka hanya mengangguk dan senyum kepada bundanya Fina."Nak Arka jagain Fina ya,Anaknya emang kaya gini.Kapan-kapan mampir lagi ya sama.."ucap bunda terpotong oleh Fina yang sudah tidak kuat lagi mendengarkan Bunda dan Arka mengobrol.


"Bun udah ya,Fina pamit"ucap Fina sambil menarik Arka yang sedang menyalami dengan bundanya.Bunda hanya mengangguk dan melihat Fina dan Arka keluar dari Gerbang rumahnya.


Saat di perjalanan Arka mengemudikan montor dengan cepat,serasa dia sedang membelah jalan menuju sekolahnya.Fina hanya diam dan memegang jaket yang di gunakan Arka.Dan akhirnya merekapun sampai sekolah dengan cepat.


"Ngapain masih duduk,cepetan turun"ucap Arka sambil melepas helm yang di gunakannya.Fina pun turun dari montor Arka.setelah itu pun Arka langsung menarik Fina pergi ke gedung Belakang Sekolah.


Saat sudah berada di Belakang sekolah Arka langsung mendorong Fina ke diding sedikit keras"Lo mau njelasih kapan ha"ucap Arka.


"Jelasin apa emang!"ucap Fina yang kaget saat Arka langsung mengunci gerakan di dengan memepetkan Fina ke dinding dan di kunci oleh tangan Arka yang berada langsung di samping lengan nya.


"Lo masih nanya!Pokok nanti habis pulang sekolah lo harus langsung pergi ke sini,sendirian"ucap Arka"Lo harus jelasin semuanya ke gue kalau ngak lo dapet hukuman."ucap Arka dengan tersenyum miring ke Fina dan ber jalan pergi menuju arah ke kelas meninggal Fina disana.


"Mamp*s gue"Fina sambil menendang sebuah kaleng dan langsung menyusul untuk pergi ke kelasnya