I trust you

I trust you
Tonjokan Fian



"Apa lo sekarang pacaran sama kak Arka"ucap Lia diseberang telfon dengan teriak.


"gak usah teriak juga kali.Budek nanti kuping gue"Fina kesal karena Lia dari tadi teriak terus.


"Kok bisa sih,lo itu dideketin sama dua cowok yang famous di sekolah.Gue jadi iri sam lo Fin"


"Ya gue gak tau lah.Tau-tau udah gitu aja".ucap Fina yang sudah capek berfikir tentang nasibnya ini.


"Memang udah nasib lo kali aja Fin."


"Kak Ghali terus di kemanain Fin"ucap Lia dengan nada menggoda.


"Au ah Ya,kalau gue cerita ke elo pasti kayak gini"Fina yang sudah kesal dengan Lia.


"Ya,Maap emang gue kayak gini"ucap Lia sambil tertawa di seberang.


"Udah ya,Gue mau nemenin kakak gue keluar.Dah Fina"sambung Lia sambil mematikan telfonnya.


Tlf Off


Malam hari di rumah Arka.


Arka yang baru pulang kerumah pun di cegat oleh kakaknya yang sudah lama sampai dari rumah.Kakaknya Arka itu gak tinggal di rumah tapi dia ngekost di Malang tempat kuliahnya,dan Fian pun jadi jarang bertemu dengan Arka dan Ayahnya.


"Dari mana kamu Ka"ucap bang Fian sambil berdiri di ambang pintu utama rumah.Fian sudah lama menunggu Arka pulang karena dia sudah tidak melihat adik nya itu cukup lama.


"Arka lo itu masih adik gue.Jadi,kalau lo kayak gini gue bakalan khawatir"Bang Fian yang sudah mulai kesal pun masuk ke rumah dan di susul oleh Arka."Pergaulan lo itu bebas,gue gak mau lo rusak"lannjut Fian yang masih kesal dengan sikap Adiknya yang tidak menghiraukannya.


"Lo gak usah sok tau tentang pergaulan gue.Urusin aja lo sendiri dulu,kayak hidup lu udah bener aja"ucap Arka yang kesal karena kakaknya selalu mencari kesalahannya terus.


Bughhh.....Fian memukul Arka karena sudah tidak bisa membendung kekesalannya.


"Dasar B*****t"ucap Arka yang sudah marah karena ditonjok oleh Fian.Fian yang mendengarkan itu pun terus memukuli Arka tanpa henti.Arka hanya melindungi dirinya dengan kedua tangan.Saat sudah cukup lama Arka mulai berbicara."Udah puas lo ngebukin gue An"ucap Arka pun membuat Fian berhenti.


"Lo udah seneng kan sekarang,lo udah puas belum ngebukin gue,kalau belum puas lanjutin-lanjutin aja gue kuat kok.Gue dah terbiasa di giniin ayah,malahan lebih parah.gue di jadiin pelampiaasan.ucap Arka yang sudah tidak bisa membendung rasa kesalnya itu."Emang lu pernah ha"Lanjut Arka yang masih agak terengah karena sudah lelah digebukin oleh kakaknya.Fian yang mendengarkan itupun terdiam,dia sudah mulai kehabisan kata mendengarkan kata-kata Adiknya.


"Gue itu cuman gak mau lo salah pergaulan"ucap Fian kembali mengatakan dengan merendahkan suaranya di depan Adiknya.


"Emang lu tau apa tentang pergaulan gue."ucap Arka yang tidak mau kalah.


"Lo itu katanya bibi sering pulang malem Ka dan tau-tau lo pernah dateng pagi dan babak belur juga,lo itu kemana emang.Pergaulan lo itu terlalu bebas.dan lo itu setelah masuk geng Vagos,lo jadi sering berantem,bolos,ngerokok,dan lo juga sering di panggil sama guru terus masuk BK.sebenarnya mau lo itu apaan Ka."ucap Fian yang.


"Lo jangan sotoy deh jadi orang,emang selama ini lo kemana waktu gue butuh.Ayah juga kemana waktu guru manggil dia kesekolah.Ha...kemana jawab."ucap Arka yang sudah tidak bisa membendung kemarahannya saat ini.


"Kita semua ada urusan sendiri-sendiri Ka"ucap Fian yang merasa kasian atas ungkapan Adeknya itu.


"Elo gak usah sok kasian gitu.Lo gak paham tentang apa yang pernah gue rasain,lo itu cuman anak manjanya ayah sama ibu.Asal lo tau gue iri sama lo An"ucap Arka membuat Fian terkejut.Fian yang hendak bicara pun tidak jadi karena Arka sudah pergi menuju kamarnya.Arka pun menutup pintu kamarnya dengan keras sampai terdengar sampai lantai bawah.


Memang sifat Arka dan kakaknya tidak terlalu jauh berbeda,mereka sama-sama keras kepala.Tetapi kalau Alfian keras kepala masih bisa sedikit di kondisikan,tetapi kalau Arka sudah tidak ada lagi yang bisa menghalanginya kalau sudah membuat keputusan.Sifat keras kepalanya itu mengikuti sifat dari Ayahnya.Tapi sifat sabarnya Arka itu mengikuti Ibunya.Setiap Arka melakukan sesuatu dia pasti bertanggung jawab dan sabar karena didikan keras oleh Ayahnya,dan itu yang membuat Arka benci kakaknya karena Fian tidak pernah di didik keras oleh Ayahnya.Malahan ibunya Arka lebih sering menghabiskan waktunya semasa hidup dengan Fian ketimbang Arka.Arka selalu memendam rasa kecewa terhadap ke dua orang tuanya dia tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya atas apa yang mereka lakukan terhadap Arka.Rasa sakit dan kecewa itu hanya di pendam oleh dia sendiri dan di jadikan kenangan yang tidak terlupakan dengan kedua orang tuanya.