I trust you

I trust you
dua puluh delapan



" Tenanglah , aku berjanji aku dan kakak ku Ale akan menjaga mu seperti adikku sendiri " ucap Rico


" Terimakasih " balas Caca


" Sekarang jangan menangis , aku tau Caca adalah orang yang kuat " ucap Rico


Caca mengangguk dan tersenyum


" Nah gitu dong kan kalau senyum cantik jadinya " ucap Rico sembari membalas senyuman Caca


Mereka bercanda terus sampai Caca berhenti menangis dan melupakan ayah dan ibunya sejenak


Ale dan Anisa datang dan langsung menghampiri Caca dan Rico , senyum Anisa dan Ale pun mengembang melihat Caca dan Rico yang tengah tertawa


" Nak " panggil Anisa


" Tante " balas Caca


" Mah " balas Rico


" Gini dong ketawa , kan kalau ketawa jadinya cantik " ucap anisa sembari mengelus pipi Caca


" Benar itu , Caca memang semakin cantik kalau tertawa " ucap Ale


" Emm aku harus memanggil kalian dengan sebutan apa ? " Tanya Caca pada Ale dan Rico


" Panggil saja kami berdua dengan kakak " jawab Ale


" Baik kak " balas Caca


" Sekarang bersiap lah kita akan segera pergi " ucap anisa


" Pergi ? , Kemana ? " Tanya Caca


" Kita akan ke France " jawab Rico


" Kau akan tinggal bersama kami , mau ya " sambung Ale


Caca mengangguk


Di tempat lain


" Kenapa sejak kemarin Caca tak datang kemari ? " Tanya niguel


" Apa ?! " Ucap Javier terkejut


" Ada apa ? " Tanya niguel


" Bos berarti kemarin nyonya tidak menemuimu ? " tanya javier


Niguel menggeleng


" Kemarin nyonya kemarin " balas Javier


" Apa !! " Ucap niguel terkejut


" Ya bos kemarin Javier menceritakan kepada ku , kalau nyonya datang kemari dan Javier kira ia habis menemuimu , tapi ada yang aneh nyonya Caca menangis dan saat hendak keluar ia berpapasan dengan Javier dan mengobrol sebentar lalu nyonya mendapatkan telpon dari nomor tak di kenal dan setelah itu pergi " jelas Bernard


Niguel menepuk jidatnya


" Cepat cari dia ! " Titah niguel


" Kemarin Luna datang kemari dan mungkin Caca melihat ku dan Luna " Jawab niguel


" Apa ! " Ucap Bernard


" Ayo sekarang kita cari ! " ucap leo


Bernard , Leo dan Javier pun langsung pergi untuk mencari Caca


" Dimana kita mencari nya ? " Tanya leo


" Kerumahnya dulu saja " jawab javier


Mereka bertiga menuju ke rumah Caca dan saat sampai di sana sudah terlihat rumahnya kosong


" Kok kosong " ucap Bernard heran


Javier mengetuk pintu rumah Caca berkali kali tapi tak ada jawaban , tak lama ada seorang wanita yang menghampiri mereka bertiga


" Permisi tuan tuan , cari siapa ? " Tanya wanita itu


" Kami cari Caca " jawab leo


" Oh Caca , Caca sudah pergi " balas wanita itu


" Apa ! " Ucap ketiganya terkejut


" Apa kalian tak tau ? " tanya wanita itu


Leo Javier dan Bernard menggeleng kan kepala


" tuan sebastin dan anatasya meninggalkan dalam sebuah kecelakaan saat berada di Bandung " jawab wanita itu


Ketiganya hanya diam mematung , mereka langsung pamit kepada wanita itu dan langsung kembali ke rumah sakit


Saat di rumah sakit tak ada satupun dari ketiganya mau berbicara


" Apa kalian bisu ? " Tanya niguel


" Bo bos begini " ucap leo


" Bicara yang benar " tegas niguel


" Caca sudah pergi bos " ucap Bernard


" Apa !! Tidak mungkin !! Tidak !! " Teriak niguel


" Bos tenang dlu , Caca pergi bukan karena kau tapi ia pergi karena ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di sini , ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan saat di Bandung " jelas Bernard


Niguel tak mempedulikan ucapan Bernard ia melepaskan paksa impusan yang ada di tangan nya dan pergi , tapi niguel berhasil ditahan oleh javier


" Bos tenang " ucap Javier


Niguel akhirnya tenang setelah leo menyuntikkan obat bius


" Jika aku tak bisa memiliki mu , maka aku akan slalu mengenang mu di dalam hati ku " --charissa sebastin--


Tunggu kelanjutannya ya.......