
Dua jam perjalanan akhirnya Caca , Ale , Rico dan Anisa sampai di bandara Soekarno-Hatta , saat baru sampai seorang pria menghampiri mereka
" Anisa " panggil pria itu
" Sayang " balas Anisa
" Papah " panggil Ale dan Rico
Pria itu memeluk Anisa , Ale dan Rico pun ikut memeluk pria itu
" siapa dia kenapa Tante , kak Ale dan kak Rico memeluk nya dengan hangat , apa dia papah nya kak Ale dan kak Rico ? " batin Caca
Melihat keponakan nya yang sedang bingung , Anisa langsung menarik Caca dan memperkenalkan pria itu
" Sayang kenalin ini eleatial suami nya Tante , om kamu " ucap anisa
Caca mengangguk dan tersenyum hangat
" Hai om " sapa Caca
Eleatial tak menyapa balik melainkan langsung memeluk Caca
" kamu anak yang kuat " ucap eleatial
Caca melepas pelukannya
" Ia om Caca anak yang kuat " jawab Caca
" Eh sudah sudah mau sampai kapan berpelukan , gak mau pulang ? ayo ! " ajak Rico Yang langsung menggandeng tangan Caca dan beranjak pergi
" Ehhhh ricooo kau tidak boleh menyentuh tangan adikku " teriak Ale
" Dia juga adikku " balas Rico
Ale yang sedikit jengkel pada Rico pun langsung mengejarnya , Anisa dan eleatial yang melihat kejadian itu hanya tertawa geli
" Mereka langsung akrab " ucap eleatial
" Ia , kn memang dari dulu Ale dan Rico slalu menginginkan adik perempuan " balas Anisa
" Ayo susul mereka " ajak eleatial
Anisa mengangguk , mereka pun pergi untuk menghampiri anak anak yang sudah lebih dulu pergi
" Mah nanti kalau udah nyampe rumah , Rico pengen makan masakan mamah sekalian Caca rasain makanan mamah yang super enak " ucap Rico yang diangguki Anisa
Beberapa saat kemudian Mereka berangkat ke France menggunakan jet pribadi , di dalam pesawat Caca Rico dan Ale tak henti hentinya bercanda, tertawa dan memainkan permainan permainan
" Ah sial aku kalah lagi " ucap Rico
" Gak adil pasti kakak curang " tambahnya
Ale menjewer telinga rico
" Hey kau ini udah tau kalah masih tidak mau nerima " ucap ale
" Awww kak , sakit lepas kak , ia ia Rico minta maaf " ucap Rico
Beberapa jam kemudian mereka semua sampai di salah satu bandara di Paris , setelah mendarat mereka langsung di jemput oleh seorang supir dan beberapa pria berjas hitam dan kacamata hitam
" Jangan takut mereka semua orang orang yang bekerja di rumah " ucap Ale merangkul pinggang Caca
Caca mengangguk dan tersenyum manis , mereka pun masuk ke mobil yang terpisah , Anisa , eleatial dan satu supir di mobil pertama sedangkan Ale , Rico dan Caca di mobil kedua , Rico menyetir mobil sendiri
Mereka pun sampai di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah , Caca sangat kagum melihat rumah itu
" Hey jangan bengong itu ngeces loh " goda Ale
Caca langsung mengelap mulutnya namun tak ada apa apa , ia pun jengkel
" Ikh kak Ale apaan sih " ambek Caca
" Heheheh maaf maaf lagian bengong " balas Ale
Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk rumah itu , banyak sekali pelayan yang menyambut kedatangan mereka
" Ale Rico anter Caca ke kamarnya ya , mungkin dia cape biarkan dia istirahat " ucap eleatial
Rico dan Ale mengangguk , Anisa dan eleatial langsung beranjak pergi ke kamar
" Ayo ca " ajak Rico dan Ale secara bersamaan
Caca mengangguk dan mengikuti kedua orang di depannya
" Ini kamar Caca , di sebelah kanan kamarnya Rico dan di sebelah kiri kamarnya Ale ok " ucap Ale
" Ok kak , Caca masuk dulu ya " balas Caca yang langsung masuk ke dalam kamar
Ale pun langsung beranjak pergi juga menuju kamarnya namun entah kenapa Rico mengikuti nya
" Hey ada apa kau mengikuti ku ? " Tanya Ale
" Kak aku mau tidur sama kakak semalem aja " Jawab Rico
" Ada apa ? Apa kau takut ? " Goda Ale
" Bukan aku gak takut siapa yang takut coba ikh " jawab Rico
" Kamu ! Kamu yang takut " balas Ale
" Ya udah deh kakak rese aku tidur sendiri ajah , udah sana masuk kamar " ucap Rico yang pergi meninggalkan Ale
" Dasar bocah " batin Ale , ia pun juga langsung masuk ke dalam kamar nya
Di dalam kamar Caca berbaring di ranjang , ia masih tak percaya dengan apa yang dialami oleh dirinya
" Aku ingin balik ke awal dimana ayah dan ibu tidak pergi meninggalkan ku " ucap Caca
" Dan niguel ku harap kau bahagia dengan nya " tambahnya
Ia pun memejamkan mata nya dan tertidur
" Dimana pun dan kapan pun aku pasti akan memiliki mu " --niguel Olivera alenta--