I trust you

I trust you
tiga puluh enam



***AWAS !!!


ALUR BERANTAKAN , TYPO MERAJALELA


MOHON YANG MEMBACA MEMAKLUMI***


********


Sesampainya di kantor Caca , Mark dan Lucas langsung menuju ke ruang mereka , di dalam ruangan Caca menyuruh Mark duduk di sofa dekat meja Caca , sedangkan Caca dan Lucas sedang sibuk mengurus berkas berkas


" Lucas antar berkas ini ke kak Rico " titah Caca yang langsung dilaksanakan oleh Lucas


Sejam sudah Caca menatap leptop nya , Caca pun melihat Mark yang sudah tertidur pulas di sofa itu


" Lucas urus dulu berkas berkas itu "


" Baik nyonya "


Caca pun langsung menghampiri Mark tertidur , ia membelai lembut wajah Mark dan tersenyum , karna kaget dengan tangan Caca yang ada di pipinya Mark pun langsung membuka matanya


" Maaf kau jadi bangun "


" Gak apa apa mah , lagian Mark udah cukup tidur "


" Anak pintar "


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Caca


" Siapa ? " tanya Lucas


" Ini saya Mattia " jawab Mattia , Mattia adalah asisten Ale


" Silahkan masuk " balas Lucas


" Ada apa ? " Tanya Caca


" bos menyuruh saya membawa Mark keruangan nya " jawab Mattia


" Hah ? Kenapa ? " Tanya Caca


" Kata bos , ia sudah kangen dengan Mark " jawab Mattia


" Oh baiklah " balas caca


" Mark , kamu ke ruangan kak Ale dulu ya , nanti mamah nyusul ke sana kalau nggak nanti kamu minta om Mattia buat anter ke sini lagi ya " ucap Caca pada mark , Mark pun mengangguk


Setelah Mattia membawa Mark pergi Caca pun langsung kembali fokus pada pekerjaan nya


" Apa nyonya menyukai anak-anak ? " Tanya lucas


" Tentu saja , kenapa ? "


" Tak ada , saya hanya bertanya "


" Ah , Lucas " panggil Caca


" Ada apa nyonya ? "


" Jam berapa sekarang ? "


" Sudah hampir jam makan siang nyonya " jawab lucas yang masih menatap jam tangan nya


" Saat jam makan siang , bisa tolong belikan aku makanan ? "


" Tentu nyonya "


Beberapa saat kemudian telpon di atas meja berbunyi , Caca meminta Lucas yang mengangkat


" Permisi , ini dari resepsionis "


" Iya ada apa " balas lucas


" Baik saya akan turun ke bawah "


Lucas langsung mematikan telpon itu dan pergi memberitahu Caca


" Nyonya , ada orang yang ingin bertemu dengan mu "


' mungkin itu Leo dan kawan-kawan nya ' batin Caca


" Ajak mereka masuk ke sini , berarti beli makannya 5 ya "


" Banyak sekali nyonya "


" Iya kan aku , kamu dan ketiga orang itu "


" Baiklah nyonya , saya turun dulu "


" Ok "


Beberapa menit kemudian leo , Javier dan Bernard mengetuk pintu ruang Caca


" Permisi "


" Silahkan masuk "


Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan caca


" Jangan berdiri saja , ayo duduk " ucap Caca sembari mempersilahkan ketiganya duduk di sofa


" Lucas ambilkan minum untuk mereka " titah Caca pada lucas


" Baik nyonya "


" Permisi nyonya Caca " ucap Bernard dengan nada canggung


Caca tertawa kecil mendengar Bernard yang berbicara canggung padanya


" Kenapa kau begitu canggung pada ku ? " Tanya Caca masih dengan tawanya


" kalian tidak perlu canggung , bahkan kalian boleh memanggil ku dengan Caca jangan pake nyonya , hanya Lucas yang boleh memanggilku seperti itu " tambahnya


" Baik " balas Bernard sembari tersenyum


" Apa kalain sudah makan ? " Tanya Caca


Ketiganya menggeleng kan kepala secara bersamaan , melihat itu Caca pun tersenyum dan tak lama Lucas kembali


" Lucas " panggil Caca


" Iya nyonya ? " Balas Lucas


" Apa Jeremy sedang sibuk ? " Tanya Vika ,


Author numpang lewat :


Jeremy adalah asisten pribadi elsetial , ela , Rico dan juga Caca , kenapa Jeremy baru muncul ? Karna biasanya Jeremy slalu berada di rumah membantu eleatial mengurus berkas yang ada di rumah , tapi hari ini ia di kantor untuk membantu Rico yang tengah menangani suatu proyek


" Seperti nya tidak nyonya " jawab lucas


" Telpon dia , suruh belikan makanan " titah Caca


" Baik nyonya "


Lucas langsung menelpon Jeremy dan menyuruh nya membeli makanan tepat seperti apa yang caca suruh


" Nyonya , Jeremy bilang makanan nya akan datang dalam waktu 10 menit "


" Baik , Lucas ayo kemari bergabung " ajak Caca


" Baik nyonya "