
Fina merasa semua orang yang ada di sama sedang memandanginya terutama Arka yang dari awal sudah mengeryitkan kening mendengar perkataan Fina.
"Tau dari mana lo tentang Arka"Tanya Arka kepada Fina yang masih fokus ke kakinya yang diinjak oleh Lia,memang sebenarnya injakan Lia tadi cukup keras,makannya Fina masih merasa kesakitan.
"Ya tau dari guru,sama anak-anak yang kesehariannya gosipin Arka"ucap Fina masih tidak menghiraukan ekpresi Lia yang sudah mulai pucat.
"Menurut gue ya Arka itu anaknya sok,belagu,dan sombong banget"lanjut Fina masih dengan menatap Arka.
Teman-teman Arka yang mendengar itu pun ada yang melongo dan geleng kepala karena mendengarkan ucapan Fina.
"Lo berani bilang kayak gitu sambil teriak ke Arka"ucap Arka santai sambil melihat Fina.
"Ya beranilah gua bakalan teriak'Arka orang yang sok,belagu,dan sombong' ucap Fina dengan berteriak di kata terakhir.
"Oh,itu yang mau lo omongin sambil teriak kalau Arka ada ketemu sama lo.Oh iya selamat ya sebab..."Arka menggantungkan ucapannya.
"Atas apa kak"ucap Fina tidak mengerti.
"Atas elo udan ngomong sambil teriak di depan seorang Arka ketua Ravegar".Ucap Arka yang membuat Fina tersentak agak mundur ke belakang.
"Kenapa mundur,takut"ucap Arka dengan nada meremehkan Fina.
"Ngapain gue takut,kan kita sama-sama makan nasi,dan juga.."ucapan Fina terpotong oleh Jeje yang nyeluk ikut bicara.
"Eh Ka udah gak usah didengerin nanti lo marah lagi,kan jadi masalah"ucap Jeje sambil memandang tangan Arka yang sudah mulai mengepalkan tangannya.
"Lo,gak usah ikut-ikutan Je.Ini urusan gue sama cewek belagu ini."
Saat beberapa detik berlalu Fina tersadar bahwa sekarang dia sudah berurusan dengan ketua Vagos.
"Dan juga apa,lanjutin dong kalau ngomong"ucap Arka sedikit membentak yang membuat Fina sedikit membeku.
"Ya..ya bagus dong kalau gue dah ngomong ke elo.Jadi,gue gak usah ngomong-ngomongin lo lagi"ucap Fina sedikit gugup dengan apa yang ia katakan.
"Iyalah"Ucap Fina yakin dan tidak bohong karena dia juga sering ikut nimbrung bareng teman-teman di kelasnya menggosip .
Arka pun memberikan bukunya ke Fina tapi dengan menjatuhkannya.
"Ambil tu buku lo,tadi dikasihin ke gue sama bu Emi"Ucap Arka kepadan Fina.Fina yang melihat itu pun memandangi Arka tidak suka.
"Kenapa lo jatuhin ha.."ucap Fina sambil mengambil bukunya.Arka tidak menghirukan ucap Fina dan pergi.
"Dasar ****"ucap Arka sambil pergi meninggalkan Fina.
"Kalau ngomong tu didepan gue,jangan di belakang"ucap Fina dengan keras agar Arka mendengarnya.
"Dasar Pengecut"Lanjut Fina dengan berteriak yang buat Arka berhenti berjalan.
Arka pun yang mendengarkan itu berbalik menghadap Fina.
"Bilang apa lo tadi!Pengecut"ucap Arka yang sudah berada di depan Fina.
"Iya,emang benerkan Pengecut"sambil menunjuk ke Arka.
"Lo itu jangan banyak bacot deh"ucap Arka dengan menaikkan suaranya.
"Heh,liat diri lo dulu dong,dari tadi lo juga banyak bacot"ucap Fina yang ikut naik darah karena ucapan Arka.
"Udah Fin mending lo cepetan minta maaf,biar kita cepat pergi"ucap Lia yang udah lemes mendengarkan kalimat-kalimat yang di lontarkan oleh kedua orang di depannya.Fina pun hanya melihat ke Arka dengan melemparkan pandangan tidak suka.
"Untung Lo cewek kalau cowok lo udah gue habisin dari tadi"ucap Arka.
"Lo takutkan makanya gak berani sama gue"ucap Finapun membuat Arka Mengepalkan tangannya ke depan wajah Fina yang membuat Fina mulai takut.
"Urusan kita belum selesai,gua bakal cari lo lagi"ucap Arka sambil memajukan jari telunjuknya ke depan wajah Fina,dan Arka pergi meninggal kan tempat itu.Fina hanya membeku di tempat dengan Lia yang udah lemes dan sudah tidak ada lagi selera untuk pergi ke kantin.