I'M RaKey

I'M RaKey
Part 7 (Flashback)



HAPPY RAEDING 😉


Flashback on


Di suatu taman yang berada di depan mansion yang begitu besar dan megah terdapat dua anak kecil yang memiliki wajah kembar tapi mempunyai mata yang berbeda warna sedang bermain bersama


" Kak El, Yssa mau ambil minum dulu trus panggil kak Al main juga " Ucap Rayssa ya 2 anak kecil itu adalah Rayssa dan Raella


" Bareng El aja kan harus nyebrang " Balas Rael


" Gak usah, Yssa bisa sendiri kok "  Tolak Rayssa


" Em...yaudah deh Yssa Hati hati ya liat kanan kiri " Pasrah Rael


" Iya Yssa tau kok " Rayssa mulai berjalan pergi meninggalkan Rael


Rayssa kini berada di pinggir jalan dan akan menyebrang, dia melihat kanan kiri seperti yang Rael bilang saat merasa jalanan telah aman dia pun menyebrang tapi tiba tiba ada motor yang datang dengan kecepatan diatas rata rata


Pip


Pip


Rayssa kaget dan tidak bisa menggerakkan kaki


Brukk


Rayssa membuka matanya dan mendapati dirinya telah berada di pinggir jalan


" Kok Yssa ada disini? "Gumamnya sambil melihat sekeliling dan terlihatlah Rael berada di tengah jalan sedang mencoba untuk berdiri


" Kak El kok ada disini? "Tanya Rayssa khawatir


" El tadi khawatir liat Yssa pergi sendirian jadi El ikutin deh hehe " Jawab Rael nyengir


" Kak El gak papa? Kok mukanya kea kesakitan gitu? "


" El gak papa " Rael menyembunyikan tangannya yang terluka karena menyelamatkan Rayssa tadi sehingga dia yang tersambar motor


" Hikss...ini salah Yssa kan? Kak El terluka kan? " Ucap Rayssa terisak dan masih duduk


" Gak, El gak papa kok. Udah Yssa ayo pulang jangan duduk mulu " Bohong Rael


" Tap- "ucapan Rayssa terpotong


Plak


" APA YANG KAMU LAKUKAN PADA ANAK KU? "Bentak mommy sehabis menampar Rael sehingga terjatuh


" El gak- " Ucap Rael terpotong


" DIAM PERGI KAMU, KAMU HANYA PEMBAWA MASALAH " Potong sang mommy


Rael hanya bisa menangis bukan karena kakinya yang sakit atau tangannya yang terluka dan pipinya yang ditampar hanya saja karena mommy nya tidak pernah menganggapnya Rael anaknya


" Mom, kak El tad- " Ucap Rayssa terpotong oleh mommy


" Rayssa, kamu gak punya kakak selain Alvi dan kakak kamu yang bersama daddy. Kamu juga gak punya kembaran, setelah kita ke rumah sakit mommy akan pindahin kamu ke Aussie. Kamu akan sekolah disana "ucap mommy membuat Rayssa kaget tak percaya


" Yssa gak mau, Yssa punya kembaran Ysaa mau bareng kak El " Rengek Rayssa tapi mommy mengangkat tubuh mungil Rayssa menuju mobil dan pergi ke rumah sakit meninggalkan Rael


" Hiks... El gak punya siapa siapa lagi hiks... El gak pantes ada disini " Ucap Rael terisak


Tiba tiba datanglah pria paruh baya


" Rael sayang, kamu ikut om gill ke london aja yah " Ucap pria itu


" Kita obatin luka kamu dulu, sini om gendong kaki kamu terluka " Lanjutnya


Flashback off


Rael pov


" Hosh..hosh... kenapa gue mimpi itu lagi sih? "Gumam gue terbangun karena seseorang


Drap... draap


" Tadi bang kai? Kok lari sih? " Tanya gue pada diri sendiri


" Au ah mending mandi dulu gue keringetan iyuwh lengket "


Gue pun langsung bergegas ke kamar mandi


Rael pov end


Kai pov


Gue dkk lagi di ruang tamu ceritanya mau ngerjain tugas OSIS tapi nyatanya kami malah sibuk dengan HP masing masing


" Oy kita udah sejam disini tapi tuh tugas belum kelar juga " Ucap Lewis


" Yee si ****** gimana mau kelar kalo kita aja dari tadi main HP mulu " Balas Gue


" Gimana mau kerja kalo laptop yang mau di pake aja gak ada " Ucap Glen tanpa mengalihkan pandangannya dari HP


" Iya juga ya, Ren lo ambil laptop gue dikamar gih " Titah Gue kea Raja


" Lah kok gue sih? " Tanya Warren tanpa menoleh


" Cepetan aja sono " Ucap Gerald


" Lo aja ge sono " Ucap Warren menyuruh Gerald


" Mlz " Tolak Gerald


Mantep Ge Batin Gue


" Ck " Decak Warren berdiri dan berjalan menuju tangga


" REN JANGAN MASUK KAMAR YANG PINTUNYA ABU ABU " Teriak gue


" Tuh anak denger gak sih? " Tanya gue ke mereka


" Denger kali " Balas Gerald


Kai pov end


Warren pov


" Ck nih tangga kok panjang amat sih " Ucap gue melihat sekilas ke tangga dan kembali melihat HP gue


Gue berjalan menaiki tangga dan sampai lah


" Si vian tadi ngomong apa ya? " Tanya gue


" Abu abu? Hm apa ya? Oh mungkin laptopnya di kamar yang pintu abu abu itu " Ucap gue dan berjalan menuju kamar itu


Gue buka kamar itu dan dalamnya yah lumayan rapi, bersih dan suasananya kea tenang gitu. Gue masuk untuk mencari laptop


" Laptopnya mana sih? "Gerutu gue karena laptopnya gak ada


Gue melihat lagi ke sekeliling dan mata gue tertuju ke kasur disana kea ada orang, gue mendekat dan benar itu orang


" Cantik amat kea boneka aja " Puji gue


" Ernghh "


" Eh mimpi buruk ya gelisah banget " Ucap Gue melihat orang itu mukanya pucat


Gue coba colek pipinya dan eh dia agak tenang tapi dia gelisah lagi


" Kata mami kalo gue mimpi buruk harus di cium. Em gue cium gak papa kali ya? " Ucap gue


Cup


Gue cium puncak kepalanya supaya dia tenang eh dia malah kebangun ya gue kaget jadinya gue langsung lari deh.


Gue keluar dari kamarnya dan lari menuruni tangga untung aja gak jatuh, gerald dkk ngeliat gue heran pasalnya gue gak bawa laptop si Vian dan gue kea orang di kejar setan


" Ren lo kenapa? Laptop gue mana? " Tanya Vian


" Tunghu dhulhu 10 menhit " Ucap gue ngosngosan dan terbaring di lantai


10 menit kemudian


" Vi itu siapa? " Tanya gue sambil mencoba untuk duduk


" Siapa apa? " Tanya balik Vian


" Yang lagi tidur dikamar lo "


" Kamar gue? Emang lo masuk di kamar yang pintu warna apa? "


" Warna abu abu yang ada tulisan Masuk tanpa izin? Siapkan mental anda "


" Oh yaudah siapin aja mental lo " Si vian kembali memainkan HP nya


" Emang kenapa sih? " Tanya lewis


" Anu itu... Tad- "ucap gue terpotong karena ada suara


" Abang tadi ngapain? " Tanya orang itu sambil berjalan ke arah kita


Warren pov end


Rael pov


Sehabis mandi gue berjalan ke walk in closet untuk mengambil pakaian, gue pake sweater warna Navy dan celana Jeans. Selesai itu gue keluar karena mau nanyain bang kai tadi kenapa lari


Gue berjalan menuruni tangga dan terdengar suara berisik


Ada tamu ya? Batin gue


Gue lihat ternyata itu sahabat bang kai


" Abang tadi ngapain? " Tanya gue sambil berjalan ke arah bang kai


" Abang dari tadi disini " Balas Bang kai


Rael pov end


" Yang tadi ke kamar aku siapa? "  Tanya Rael


" Dia " Kai menunjuk warren yang masih duduk di lantai dengan wajah ketakutan


Hee kurang ajar banget ni makhluk Batin Rael


" Tadi ngapain di kamar gue? " Tanya Rael berubah drastis menjadi dingin


Warren bikin masalah sama si Cia? Batin Glen


El kok kea marah banget Batin Kai


Wih cantik tapi serem amat Batin Lewis


Cantik Batin Gerald


" M mau ngambil l laptopnya Vi vian " Jawab Warren gagap


" Kenapa masuknya di kamar gue kalo mau ngambil laptop abang gue? "


" Gue gak tau kalo itu kamar lo dan vi vian t tadi b bilang tentang ka kamar abu abu jadi gue kira laptopnya ada disitu "


" Abang gak ngasih tau dia kalo itu kamar aku? " Kesal Rael


Seram amat Batin Mereka


" Abang udah ngasih tau, kan? " Ucap Kai diangguki oleh mereka (- Warren)


" Tuh udah di kasih tau, trus ngapain masuk? " Tanya Rael menaikkan satu oktaf suaranya


Seru nih Batin Gerald dan Lewis


" Gue gak denger "


" Gak punya telinga hah atau mau gue potong tuh telinga " Ancam Rael dengan aura yang menakutkan


Untung bukan gue yang diposisi itu Batin Lewis


" Ci- " Ucap Glen terpotong karena tatapan Rael seperti mengatakan *Jangan panggil nama gue


" Iya gak usah emosi segala " Timpal kai


" Gimana gak emosi kalo dia dengan seenak jidatnya masuk kamar aku tanpa izin, colek colek pipi aku trus cium aku " Balas Rael dingin


Mendengar itu membuat mereka semua kaget terutama Kai


" ******* LO BERANI BANGET " Bentak Kai berdiri dari tempatnya dan mencengkram baju warren


" Vi gue gak sengaja " Ucap warren mengangkat kedua tangannya


" GAK SENGAJA ATAU EMANG LO MESUM ******* " Teriak kai mengepalkan tangannya


****** dah si warren Batin Gerald, lewis dan glen


" Gue gak mesum tadi gue liat dia gelisah tidurnya jadi gue kecup aja kepalanya eh dia malah bangun " Balas Warren cepat


Bener juga yang bangunin gue dari mimpi buruk kan kak arren, kasian juga kalo dipukul ama bang kai Batin Rael


" NGELES AJA LO " Bantah mengangkat satu tangannya untuk memukul warren


" VIAAN GUE GAK SENGAJAAA " Teriak warren sambil menutup matanya


" Eh kok gak sakit? "Gumam Warren mulai membuka matanya


Rael menahan tangan kai tepat di depan wajah warren


" Bang udah gak usah main pukul " Ucap Rael menurunkan tangan kai


" Dek nih ******* harus di beri pelajaran " Balas kai


" Bang aku gak papa " Ucap Rael lembut dan tersenyum tipis


Malaikat Batin Mereka


" Selamat lo kali ini " Ucap kai melepaskan cengkramannya


" Huaaa... dek lo baik banget " Ucap warren memeluk Rael dan membuat kai semakin marah


Warren **** banget - lewis


Kok gue cemburu - Gerald


******* lo Ren - Glen


Mati aja deh kak arren - Rael


" Ren lo cari mati ya? " Tanya kai dingin tak lupa dengan tatapan tajam


" Gue salah apa lagi? " Tanya warren ****


" Lo meluk gue di depan abang gue dan lo mati aja dah "  Balas Rael


" Itu refleks Vi " Ucap warren melepaskan pelukannya


Bugh


Rael memukul perut warren tapi tidak terlalu keras membuat si empu meringis sambil terduduk memegang perutnya


" Dek kok kamu pukul dia? " Tanya kai heran


" Daripada abang yang pukul dia mending aku aja gak keras juga kok " Jawab Rael enteng


Gak keras tapi kok si warren kesakitan Batin mereka


" Dek ini sakit banget loh " Ucap Warren


Rael berjongkok melihat keadaan warren dan langsung memeluknya


" Cup cup cup masa gitu aja sakit " Ucap Rael memeluk warren sambil menepuk nepuk kepala warren


Kok senang gitu yaa hehe Batin Warren


Gerald dkk merasa iri melihat itu


" Dek kok kamu peluk dia sih? " Tanya kai tak terima


" Iya kan gak adil " Timpal glen


" Jealous? " Tanya Rael


" Gak " Jawab kai dan glen


" Oh " Koor Rael


" Vi ini adek lo? " Tanya Lewis menunjuk Rael yang masih memeluk warren


" Iya kenapa emang? "


" Cantik ae " Lewis menaik turunkan alisnya


" Mau di tampol mukanya " Kesal kai


Sedangkan Rael masih menenangkan warren yang berpura pura kesakitan karena masih nyaman dengan pelukan Rael


Drrt...drrt...drt


HP Rael berbunyi dia mengambilnya dan menjauh dari Gerald dkk, dia melihat nama yang tertera ayah


" Halo yah kenapa? " Ucap Rael


" Rael sayang, ayah dan bunda lagi di indo loh "


" Serius, kalian dimana? " Tanya Rael semangat


" Di mansion ayah, kamu tau kan? "


" El kesana sekarang "


" Ayah tunggu "


Rael mematikan dan menyimpan HP nya lalu pergi untuk pamit pada Kai


" Dek, mereka mau kenalan " Ucap Kai saat Rael baru datang


" Buat apa kenalan kalo ujung ujungnya dilupain juga " Ucap Rael datar


Dia gak mau kenalan dengan kami? Batin Gerald


" Gak boleh gitu dek " Peringat glen


" Bang, aku keluar dulu yah " Ucap Rael


" Kemana? " Tanya Kai


" Kepo, Kunci mobil aku dimana? "


" Di gantungan noh " Kai menunjuk gantungan kunci dekat pintu


" Aku pergi dulu babay " Pamit Rael tak lupa mencium pipi Kai dan menyempatkan diri untuk mengacak rambut Warren


Gerald pov


Gue liatin adeknya si vian kea udah dekat banget dengan si warren ya gue sih sedikit cemburu ingat cuman sedikit


" Namanya siapa? " Tanya gue


" Adek gue? " Tanya balik Vian


" Hm " Dehem gue


" Emm... tanya aja sama orangnya sendiri " Balas Vian


Ck harus banget ya Batin Gue


" Vi, kok gue kea nyaman gitu ya? " Ucap Warren duduk di sofa


" Nyaman gimana? " Tanya Vian


" Pelukannya kea beda gitu bikin nyaman banget " Jawab Warren


" Pantesan lo diem aja di peluk " Ucap lewis


" Emang nyaman banget pelukannya gue aja betah " Ucap Glen


" Lo pernah di peluk juga? " Tanya warren


" Sering malah kan kai? " Ucap glen diangguki Vian


Ck ck rupanya adeknya si vian cabe Batin Gue


" Dih cabe " Cibir Gue


" Ge lo kalo gak tau soal adek gue gak usah ngebacot deh " Kesal vian


" Fakta " Balas gue


" Ge dia gak gitu, gue udah bilang pelukannya beda dan yang gue rasa bukan nyaman yang nyaman karna dia cabe bukan, yang gue rasa itu kea hangat dari orang yang paling mengerti rasa sakit gitu dan orang yang mati didalam " Bantah Warren bijak


" Itu cuma perasaan lo " Balas gue


" Serah lo deh ge " Ucap Vian diangguki mereka


Gue gak salahkan? Batin gue


Gerald pov end


Rael pov


Saat gue keluar gue menuju ke garasi dan berjalan menuju ke mobil Lamboghini avantador warna abu abu milik gue


Gue menjalankannya dengan santai karena masih di pekarangan mansion, setelah keluar dari gerbang dan udah agak jauh gue mulai menjalankannya dengan kecepatan diatas rata rata. Jangan salah paham gue bukan queen of racing dan gue gak pernah ikut balapan, setelah 15 menit gue udah sampai didepan mansion. Gue memarkirkan mobil gue didepan dan berjalan memasuki mansion itu


" Assalamualaikum bunda, ayah El dateng loh " Ucap gue begitu memasuki mansion


" Rael kamu datang? Ahh bunda kangen " Ucap bunda yang baru turun dari tangga dan langsung berlari memeluk gue


" Bunda El juga kangen " Gue balas memeluk bunda


" Kita baru aja gak ketemu 2 minggu udah kea gini haha " Bunda terkekeh dan melepaskan pelukannya


" Ayah mana bun? "


" Di ruang kerja, kesana gih bunda mau beberes dulu "


Gue pun langsung menuju ke ruang kerja ayah


Tok


Tok


Gue langsung masuk tanpa menunggu jawaban yaah udak kebiasaan


" Ayah, El udah dateng " Ucap gue


" Sayang ayah kangen " Ucap Ayah sambil memeluk gue dan gue pun balas juga


" Ayah dan bunda mau tinggal disini? " Gue melepaskan pelukan


" Duduk dulu sayang ayah mau bicara " Gue pun duduk di depan ayah


" Ada masalah apa? "


" Mommy kamu tau kalau kamu tinggal dengan Abang kamu jadi mommy kamu nyuruh ayah untuk memantau agar kamu tidak menyulitkan atau membuat masalah untuk abang kamu " Jelas ayah


Artinya mommy agak khawatirkan dengan keadaan gue kan kan? Batin Gue berharap


" El gak akan nyusahin abang kok " Balas gue


" Ayah tau itu dan ada satu hal lagi yang ayah ingin bilang "


" Apa? "


TBC


jgn lupa vote, komen, like yaaah😙