
Happy Reading
Rael tidak makan malam bersama kai dan Glen, dia makan di kamar. Pagi ini juga dia tidak sarapan bersama dia berangkat lebih awal, siang juga dia tidak ke kantin hingga Kai menyusulnya ke kelas dan membuat semua heboh
" El kamu gak makan? " Tanya Kai duduk di samping Rael yang sedang menelungkupkan kepalanya
" El, kamu marah? " Tanya Kai lirih
" El, aku salah apa? " Tanya Kai
Dan lagi lagi Rael tidak menjawab karena...
Dia
Lagi bobo haha
" El kamu kok diemin aku? " Tanya Kai lagi dan mengguncang tubuh Rael lalu terdengar erangan
Rael mengangkat kepalanya sambil menetralkan penglihatannya
" Eh, ngapain disini? " Tanya Rael melihat Kai
" Kamu gak makan? Tadi aku ngomong kamu cuma diem, kamu marah? " Tanya Kai sendu
" Gak kok, tadi El ketiduran hehe " Ucap Rael nyengir
Ini nih yang bikin naik darah Batin kai
Sesil melihat kedekatan Rael dan kai benci
Ck tuh anak pake apasih kok bisa deket sama MW Batin sesil
Sesil berjalan mendekati Rael dan Kai dengan gaya yang angkuh
" Eh kak kai ngapain disini? " Tanya Sesil sok dekat
" Gak liat? " Ucap Kai dingin
" E eh k kok kakak deket sama tuh anak? " Tanya Sesil salah tingkah
" Masalah? " Balas Kai dingin
Bang kai kasar amat Batin Rael
Rael hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka yang unfaedah
" El, sini makan dulu " Ucap Kai lembut pada Rael membuat Sesil berdecak kesal dan pergi
" Yuk " Ucap Rael
Gerald Pov
Gue dkk lagi dikantin bareng 2 temennya Rael tapi dia sendiri gak ada gue baru mau nanya Eh udah keduluan sama si vian
" El mana? " Tanya Vian
" Di kelas " Jawab Devi
" Gue panggil El dulu " Ucap Vian langsung pergi
Ck perhatian ban***t Batin Gue
Kita udah selesai makan tapi Vian belum juga balik dan tiba tiba kantin menjadi heboh dan gue liat ternyata Vian lagi Jalan bareng Rael
Sok banget Batin Gue
Gerald pov end
Rael duduk di sebelah Gerald di depannya ada Warren sedangkan Kai sedang memesan makanan
Kai datang membawa bakso dan lemon tea untuknya dan untuk Rael
*Kai - Rael - Gerald - Lewis
Warren - Devi - Dian - Glen
" Dev, Tolong " Ucap Rael
" Masih ya? " Tanya Devi dibalas anggukan oleh Rael
Devi hanya mangut mangut dan menyuapi Rael lagi membuat yang lain heran kecuali Dian karena sudah tau dari Devi
Devi tersenyum melihat Rael menurutnya ini sangat menyenangkan, Warren terus mengamati mereka dan...
" Sini biar gue aja " Ucap Warren tertarik untuk merasakan sensasi menyuapi Rael
Warren mulai menyuapi Rael dan mulai menyinggungkan senyum menurutnya Rael sangat lucu bak anak kecil
" Ren biar gue " Ucap Gerald menarik mangkok bakso
" Ishh... lagi seru juga " Kesal Warren
Kai tidak berkomentar karena sedang makan sedangkan Rael hanya menerima suapan tidak peduli siapa yang menyuapinya, sedangkan Siswi yang lain menatap Rael iri dan marah
Gerald menyuapi Rael dan dia juga menikmati sensasinya tapi hanya tersenyum tipis, hal itu tak luput dari penglihatan Lewis
Kayaknya seru nih Batin Lewis
Lewis berpindah tempat dengan Devi dan merampas mangkok bakso dari tangan Gerald membuat Gerald marah
" Gue lagi " Ucap Lewis
" Ban***t lo " Balas Gerald marah
" Seru banget haha " Ucap Lewis sambil menyuapi Rael terkadang dia membuat Rael membuka mulutnya terlalu lama kadang juga dia menyuapi Rael hingga penuh, Tapi Rael tetap makan atau tidak sadar kalau dia sedang di jahili hehe
Kai sudah selesai makan saat sedang menyeruput minumnya dia melihat Lewis sedang menjahili Rael dan itu membuatnya kesal
Dikira adek gue mainan apa Batin Kai
" Lo kalo mau suapin dia gak usah jahil napa? " Kesal Kai merampas mangkok bakso
" Orang lagi seru juga " Marah Lewis
" Diem deh, El lagi makan " Balas Kai menyuapi Rael
Selesai makan mereka masih di kantin karena free class
" Dek, lo tau gak tadi tuh lo lucu banget haha " Ucap Lewis
" Kapan? Kenapa? " Tanya Rael heran
" Waktu gue suapin lo cuma nurut aja kaya anak kecil banget " Ucap Lewis
" Kapan? " Tanya Rael polos
" Lo gak sadar yang nyuapin lo itu gue, warren, Devi, gerald dan Vian " Ucap Lewis
" Gak tuh " Balas Rael
Drrt...drrt..
HP Rael berbunyi dan tertera ayah, Rael menjauh untuk mengangkatnya
" Halo ayah " Ucap Rael
" Rael sayang senin depan kamu ke sini, ayah mau bicara "
" Baiklah "
Tut...tuut...
Rael kembali ke meja tapi baru saja dia duduk HP nya kembali bunyi
Ting
Ting
Banyak pesan Whatsapp masuk dan Rael membukanya
Yssa
Kak, Yssa akan ke indo loh😆
Kak El pasti kangen kan?
Rael tidak membalas chat dari Rayssa karena mommy selalu melarangnya berkomunikasi agar tidak mengganggu Rayssa, tapi di lubuk hatinya Rael sangat ingin berbicara dengan twins nya itu
Rael kembali menyimpan HP nya tapi lagi lagi HP berbunyi
Drrt...drrt...
Rayssa menelponnya tapi Rael tidak mengangkatnya sehingga HP nya terus berbunyi
" Dek angkat napa mungkin penting " Ucap Warren
Rael tidak menanggapi dia hanya berlalu pergi meninggalkan mereka
Perpus sebelah mana ya? Batin
Rael
Rael berjalan tanpa arah hingga sampai di depan ruang guru, dia terus berjalan hingga dia melihat seseorang yang tidak ingin dia temui baru keluar dari ruang kepsek, Rael segera berbalik dan berlari sampai menabrak seseorang
Brukk
Rael terjatuh tapi dengan cepat dia langsung berdiri dan melihat orang yang di tabraknya itu
" Ngapain disini? " Tanya Rael
" Lah lo ngapain disini? " Tanya Balik Gerald
Rael berbalik ke belakang dan melihat orang itu akan berjalan ke arahnya, dia segera menarik tangan Gerald pergi dari situ
" Mau kemana sih? " Tanya Gerald
" Perpus dimana? "Tanya Rael membuat Gerald menghela napas berat
Gerald lalu berganti posisi menjadi dia yang menarik Rael menuju ke perpus
Perpustakaan
" Ngapain sih kita kesini? " Tanya Gerald
" Kalo gak mau pergi aja, susah amat sih " Balas Rael meninggalkan Gerald di pintu
" Cuma dia yang berani ninggalin gue " Gumam Gerald dan mengikuti Rael
Rael sedang melihat lihat buku lalu dia tertarik membaca novel berjudul Lovely Princess. Dia mengambilnya kemudian duduk di dekat jendela perpus untuk membaca tapi setelah duduk dia hanya menaruh novel di meja dan melamun
Gerald heran dengan tingkah Rael mulai dari makan di suap, apa apa selalu melakukan dengan tangan kiri dan sekarang dia mengambil novel tapi hanya melamun
Sepertinya dia ada masalah, wait wait adeknya si vian juga kaya gini apa jangan jangan... Batin Gerald
Gerald memukul kening Rael hingga tersadar
" Lah lo masih disini? " Tanya Rael datar
Nih anak gak ada sopan sopannya Batin Gerald
" Lo dan adeknya vian jangan jangan... " Gerald menggantung ucapannya
Shit dia udah tau Batin Rael
" Lagi ada masalah ya? Kalian berantem? " Lanjut Gerald
Ck bikin panik aja Batin Rael
Rael sangat panik jika saja benar Gerald mengetahui kalau dia adalah keyla
" Kamvret lo " Ucap Rael tanpa sadar
" Apa lo bilang? " Tanya Gerald mengira dia salah dengar
" Ah sorry gak sengaja " Ucap Rael
Kan keluar deh Batin Rael
" Lo gak diajarin sama orang tua lo buat sopan sama yang lebih tua " Marah Gerald
" Sayangnya gue gak pernah di ajarin " Balas Rael dingin
Boro boro di ajarin, tau gue hidup aja mereka gak peduli ama gue tapi kok gue masih kangen yah Batin Rael
" Lo beda banget kalo ngomong ama gue dan ama vian atau Warren " Ucap Gerald
" Yang muda belajar dari yang TUA " Ucap rael menekan kata tua sambil menatap Gerald
" Diem gue mau baca novel " Ucap Rael mengangkat novel
" Lo kidal? " Tanya Gerald
" Gak " Balas Rael
" Tangan lo sakit kan? " Ucap Gerald
" Gak tuh "
Gerald berpindah tempat di samping kanan Rael
" Trus kenapa pake tangan kiri? " Tanya Gerald
" Serah gue "
Gerald memegang tangan Rael hingga Rael hampir berteriak
" Akh " Ringis Rael menarik tangannya
" Tuh kan sakit "
" Bukan urusan lo "
" Jadi ini alasannya lo di suapin mulu toh, gue bilang ke mereka ah " Gerald berniat pergi tapi tangannya di cekal oleh Rael
" Jangan " Ucap Rael
Gerald duduk kembali menghadap Rael
" Kenapa? " Tanya Gerald
" Rahasia, lo jangan bilang ke mereka " Pinta Rael
Kesempatan Batin Gerald
" Tapi lo harus jawab jujur pertanyaan gue " Ucap Gerald
" 1 aja " Balas Rael
" Lo tadi melamun karna apa? " Tanya Gerald
" Lo pasti taukan Key pernah ketemu cowok di mall? "
" Iya "
" Dan dia berharap gak ketemu lagi dengan cowok itu, Gue juga udah liat foto nya. key bilang ke gue untuk jauhin tuh cowok karna menurut key cowok itu berbahaya. Tapi gue baru tau kalo dia sekolah disini " Rael menghela napas kasar
" Jadi lo dari tadi ngelamunin cowok itu? " Tanya Gerald
" Hm " Dehem Rael
Unfaedah banget mending juga mikirin gue Batin Gerald
Rael kembali membaca novel itu dan menghiraukan Gerald
" Lo kok kacangin gue mulu " Kesal Gerald
" Bacot lo nyet " Ucap Rael memutar bola matanya malas
" Sopan dikit napa? Lo kalo bicara ama Vian dan Glen pake aku-kamu, kalo ama warren juga lo lembut kok gue kasar banget " Curhat Gerald
" Sifat gue kaya cermin jadi gue bicara persis seperti orang yang bicara ama gue " Ucap Rael tapi Gerald lebih mengartikan itu seperti sindiran
" Jadi maksud lo sifat gue itu sering ngacangin orang? " Tanya gerald
" Entahlah "
Drrt...drrt...
" HP lo bunyi tuh " Ucap Gerald sedangkan Rael hanya melihat HP nya saja
" Lo gak mau angkat? Sini biar gue yang angkat " Ucap gerald hendak mengambil HP Rael
" Bukan urusan lo " Balas Rael dingin sedingin dinginnya dan menatap tajam Gerald
Dia marah? Batin Gerald
Rael pergi meninggalkan Gerald menuju kelasnya
Rael memasuki kelasnya ternyata kelasnya masuk dan gurunya adalah Pak Gary
" Dari mana kamu? " Tanya Pak Gary
" Perpus " Jawab Rael dingin
" kamu tidak tau kalo kelas masuk? "
" Gak "
" Duduk dan salin ini cepat "
Rael hendak berjalan tapi berhenti karena ucapan seseorang
" Pak, dia kan telat kok gak di hukum " Ucap sesil
" Kami masih menoleransi karena kalian masih baru disini " Balas Pak Gary
Dimana mana ada aja orang ngebacot mulu Batin Rael
" Tapi Pak - " Rael memotong ucapan sesil
" Pak hukum aja saya ngelanggar peraturan " Ucap Rael
" Kamu hormat di depan tiang bendera " Balas Pak Gary
" Saya lari aja pak 5 putaran " Tawar Rael
" Yasudah cepat sana "Â Rael pun keluar kelas untuk menjalankan hukumannya
Selama mengelilingi lapangan Rael terlihat biasa saja karena dia sudah biasa melakukan pemanasan sebelum berlatih bela diri saat di london
Selesai menjalankan hukuman Rael berjalan santai menuju ke kelasnya kembali tidak menyadari ada banyak mata yang memperhatikannya
Gerald pov
Saat gue di tinggalin Rael gue nongkrong bareng sahabat gesrek gue siapa lagi kalo bukan Vian dkk. Kita lagi nongkrong di Gazebo sambil bercerita dll tiba tiba Warren menunjuk sesuatu
" Itu bukannya Rael? " Ucap warren menunjuk lapangan
Kami pun melihat arah yang di tunjuk warren dan melihat Rael sedang berlari di lapangan padahal sangat panas
" Dia dihukum? " Tanya Lewis
" Lo nanya kita trus kita nanya siapa ogeb? " Ucap vian
" Mukanya santai amat " Ucap Gue
" Iya " Balas Mereka
" Eh dia gak minum dulu baru masuk kelas? " Heran Warren
Padahal gue baru aja mau ngasih dia minum
Gerald pov end
Saat di kelas Rael tidak mendengarkan penjelasan Pak Gary dia hanya memandang kelangit
" Raella kamu gak mendengarkan saya lagi? " Tanya Pak Gary
" Caper dia pak " Sahut Sesil
Rael hanya memandang sesil sekilas dan kembali menatap Pak Gary
" Gak pak " Ucap Rael
" Kerjakan soal ini sekarang " Titah Pak Gary
Ck gue mau makan aja susah lah ini disuruh lagi ngerjain soal Batin Rael
" Jawabannya 67,7% Pak jadi saya gak usah nulis di papan yah " Ucap Rael sekali lagi membuat pak Gary takjub karena dia hanya melihat soal itu sekilas tapi dia udah tau jawabannya
" Palingan juga dia ngasal pak " Ucap Sesil lagi
" Lalu jawaban yang tepat apa sesil? " Tanya Pak Gary
" Eeh em... saya belum dapat pak " Balas sesil
" Raella saja yang baru masuk langsung mendapatkan jawabannya kamu yang dari tadi di kelas ngapain aja " Kesal Pak gary
" Tapi jawaban dia salah kan pak mendingan juga saya pak gak ngasal "
" Jawaban Raella betul padahal baru masuk, bapak ingatkan kalian bapak tidak suka dengan tong kosong nyaring bunyinya " Tegas Pak Gary membuat Sesil malu hingga wajahnya memerah
Pak Gary kembali menjelaskan soal hingga bel berbunyi
Triing...triiing
" Baik kita lanjutkan besok dan tugasnya jangan lupa di kerjakan " Ucap pak gary
" Baik pak " Sahut Para murid
Pak Gary keluar dan seisi kelas sedang membereskan barang barang mereka
Sesil mendatangi meja Rael dan menggebraknya hingga mereka menjadi pusat perhatian
" Heh lo jangan belagu deh " Ucap Sesil
" Serah lo " Ucap Rael datar dan masih sibuk membereskan bukunya
" MATI AJA LO SANA " Bentak sesil sambil memukul tangan kanan Rael
Bugh
" SESIL " Bentak 2D marah
Rael sedang berusaha untuk tidak menangis dan terus memainkan dramanya
" Lo mending pergi sekarang " Usir Rifki
Sesil keluar dengan perasaan marah dan dendam pada Rael sambil menutup pintu dengan kasar
" Ella, lo gak papa? " Tanya Eki mewakili mereka
" Gak, kalian pulang aja " Ucap Rael datar tapi tanpa sadar matanya meneteskan air bening
Teman sekelasnya berpikir Rael sedang berusaha tegar tapi fisiknya tidak dapat menahan rasa sakit
" Ci, lo gak bisa bohong " Ucap Dian ikut menangis begitu pun teman sekelasnya yang cewek
" Gak kok " Bantah Rael masih mengeluarkan air mata
" Rael, lo tau kita bisa ngerasain apa yang lo rasa " Ucap Feby menangis
" Hikss... iya gue bohong hiks... tulang di tangan gue geser hiks... jadi gue gak bisa pake tangan kanan gue dan itu sakit banget tapi gue masih bisa tahan hikss... tapi akibat pukulan Sesil rasa sakitnya bertambah dan gue gak bisa tahan huaaa... " Tangis Rael pecah Devi langsung memeluk untuk menenangkan Rael sedangkan yang lain juga menangis begitupun dengan yang cowok termasuk Rifki
" Ella, gue anter ke rumah sakit yuk " Ajak Rifki
" Gak usah " Tolak Rael
" Lo itu udah sakit masih mau pergi sendiri, nurut dikit napa sih " Kesal Rifki
" Ogeb lo, siapa juga yang pergi sendiri? Trus gue nyetir pake kaki gitu " Ucap Rael berhenti menangis
Rael mengeluarkan HP nya dan menelpon Rubin
" Ada apa mar? "
" SMA HANSEN right now X Ipa 2 " Ucap Rael dengan suara serak dan langsung mematikan sepihak
" Lo semua pulang aja " Ucap Rael
" Gak " Tolak mereka semua membuat Rael bingung
" Kenapa? " Tanya Rael polos
" Lo lagi sakit ya kali kita ninggalin lo " Ucap Elvina
Rael hanya diam menunggu Rubin, tak lama kemudian terdengar langkah orang berlari dan...
Brakk
TBC