I'M RaKey

I'M RaKey
part 15



Happy Reading 😵


Ayah is Calling...


" Halo " Ucap Rael


" Don't forget our promise "


" I always remmeber that, What's wrong? "


" Mommy kamu yang mengatur pertemuan nanti "


" Don't lie to me " Ucap Rael dingin membuat yang lain menoleh padanya


Kai mengangkat satu alisnya seakan bertanya ada apa?


Rael hanya menggeleng dan menjauh dari mereka


"Rayssa juga akan ikut pertemuan itu "


Tuut...tuut


Rael mematikan sepihak karena ingin menenangkan pikirannya dia pun kembali ke meja


" El ada apa? " Tanya Kai


" Gak " Rael kembali menyeruput lemon tea nya


" Cia are you okay? " tanya Glen


" Hm " Dehem Rael


" Sakit? " Tanya Gerald


" Gak " Rael menyandarkan kepalanya di bahu Kai dan menggenggam tangannya


" Ra kenapa? " Tanya Devi cemas


" Besok gue izin gak sekolah " Ucap Rael dengan pandangan kosong


" Why? " Tanya Dian


" Secret " Jawab Rael dan...


Drrt...drrrt.


Ayah is Calling...


" Apa kamu pernah bertemu dengan seseorang bernama ian? "


Kenapa ayah tau? Batin Rael


" Emm... iya, Why? "


" Orang itu ingin melamar seseorang yang pernah bertemu dengannya "


Kini raut wajah Rael tak dapat diartikan membuat semua orang khawatir


" Dia jahat, bagaimana kalau dia pilih yssa? " Ucap Rael lirih


Rayssa? Batin Kai dan Glen


" Ini keputusan mommy kamu sayang "


" Kenapa bukan kak kenzie aja? Dan masih banyak teman kak kai kan? Kenapa harus dia? " Mata Rael kini berkaca kaca


" Pulanglah kesini kita bicarakan di sini, Ayah sudah mengirim bodyguard untuk menjemputmu di mall "


" Baik "


Tuut...tut...


" Cia kenapa? " Tanya Glen


" Apa maksud dari perkataan lo tadi? Teman kak kai kan banyak? " Tanya Gerald


" El ada masalah apa? " Tanya Kai


" Dek lo kenapa? Maksudnya kenapa harus dia itu apa? " Tanya Lewis


" i wanna die right now, " Ucap Rael datar membuat keadaan semakin tidak tenang


" Rael maksud lo apa ngomong gitu? " Kesal Warren


" Ci lo gila? " Ucap Dian


" Ra setiap masalah akan berakhir " Ucap Devi


" Gue balik duluan " Ucap Rael


" Naik apa? Tadi kan kita bareng " Ucap Kai


" Di jemput " Balas Rael singkat dan keluar dari mall


" Dia kenapa sih? Bikin khawatir aja " Ucap Warren


" Kai tadi gue denger ada nama Yssa " Ucap Glen


" Gue juga denger semoga ini bukan masalah lagi bagi El " Balas Kai


" Maksud kakak apa? " Tanya Devi dingin


" Ini urusan pribadi El kalian jangan ikut campur " Balas Kai


" Trus kenapa kalian tau? " Tanya Gerald kesal


" Bukan urusan lo " Balas Kai


" Kak kita balik duluan " Pamit 2D


" Hati hati " Ucap Lewis


" Tapi apa maksud dari perkataannya yang Kenapa bukan kak kenzie aja? Dan masih banyak teman kak kai kan? Kenapa harus dia? Itu seperti ada hubungannya dengan kita sebagai teman lo " Jelas Warren


" Gue juga gak tau " Balas Kai


" Sepertinya gue tau siapa Dia yang Rael maksud " Ucap Gerald


" Siapa? " Tanya mereka semua


" Orang yang pernah adeknya Vian bilang ke kita " Jawab Gerald


" Lo tau dari mana? " Tanya Glen


" Rael " Ucap Gerald


" Kena- " Ucap Kai terpotong oleh suar HP nya


My princess El is Calling...


" Halo kenapa? " Tanya Kai


" Jangan gibahin El "


" E eh g gak kok "


" Gibah dosa loh "


Tuut...tut...


" Siapa? Kenapa? " Tanya Lewis


" El, dia bilang jangan gibahin dia " Ucap Kai


" Kok dia tau? " Tanya Glen dibalas gelengan oleh kai


Di mansion Gillbert


" El datang " Ucap Rael masuk ke mansion


" Sini sayang " Panggil Ayah


" Ayah, El pernah ketemu Dia tapi saat itu El pake lensa dan bedak hitam gimana kalau nanti Dia milihnya Yssa " Ucap Rael mulai menitikkan air mata membuat sang bunda tak kuasa melihatnya dan langsung memeluknya


" Lalu kamu akan bilang kalau itu kamu? Kamu bilang dia jahat tapi kenapa kamu lebih memilih agar Rayssa tidak di pilih olehnya? " Tanya Ayah


" El sayang Yssa jadi El akan jujur dan gak akan biarin Yssa terlibat dengan dia walau nyawa El taruhannya " Ucap Rael


Ayah dan bundanya sangat kagum dengan Rael walaupun tau itu bahaya tapi kalau menyangkut keluarganya dia akan mempertaruhkan nyawanya


" Rael sayang kamu ke kamar dulu ya istirahat " Ucap Bunda dan Rael melepas pelukannya lalu pergi ke kamar yang disiapkan untuknya


" Mengapa Rania tega membuang anak seperti Rael? " Ucap Bunda sambil terisak


" Kenapa dia tidak bisa membiarkan Rael hidup tenang " Marah Ayah


                   ____________


Hari ini adalah hari pertemuan itu Rael berangkat bersama ayahnya menuju ke mansion keluarga Dalton, dia masih memakai lensa dan bedak hitamnya penampilannya hari ini sedikit tomboy


Mansion keluarga Dalton


Rael memasuki mansion yang begitu banyak kenangan pahit di dalamnya


" KAK EL!!! " Teriak Rayssa menghambur pelukan pada Rael


" Rayssa jangan dekat dekat dengannya " Ucap Mommy menatap Rael tak suka


" Yssa denger kata mommy kamu " Ucap Rael sendu


" Mommy Yssa juga mommy Kak El " Kesal Rayssa


Ting tong


" Jangan pernah kamu membuat wajahmu mirip dengan anak saya dan buka lensa kamu " Ucap Mommy sebelum membuka pintu


Rael melepas lensanya lalu duduk di ruang tamu bersama Ayah di depannya ada Rayssa yang berpakaian feminim


" Silahkan duduk " Ucap Mommy lalu duduk bersama Rayssa membuat Rael menatap mereka sendu


" Mom dia siapa? " Tanya Rayssa


" Dia adalah Brian Falerio Swinton " Jawab Mommy


" Saya disini untuk mewakili orang tua tuan muda saya yang ingin melamar putri anda nyonya " Ucap Seorang pelayan paruh baya


" Putri saya hanya Rayssa seorang " Ucap Mommy membuat Rael luka tapi tak berdarah


" Ini putri saya, Sayang perkenalkan nama kamu " Ucap Ayah lembut


" Raella Alicia " Ucap Rael singkat membuat ayah dan Rayssa kaget


" Maaf nyonya menurut yang kami ketahui Nona Raella adalah anak anda juga " Ucap Pelayan itu membuat Mommy bungkam


" kepala pelayan sopanlah sedikit " Ucap Seseorang yang bernama Ian itu


" Maaf nyonya "


" Tidak apa apa "


" Tante, saya ke sini datang untuk menjemput calon tunangan saya, bolehkah? " Ucap Ian


" Tentu saja boleh saya sangat setuju kamu dengan Rayssa " Ucap Mommy senang


" Mungkin anda salah paham, tuan muda ingin melamar Nona Raella " Ucap Pelayan membuat Mommy Marah sedangkan Rayssa sedikit iri


" Rael senang bertemu denganmu lagi " Ucap Ian tersenyum


Rael hanya diam menatapnya


" Maaf nyonya hanya ini yang ingin kami beritahu, tuan tidak memiliki banyak waktu "


" Maaf tante saya harus segera pergi, acaranya akan diadakan bulan depan tepatnya 22 hari lagi "


" Terserah kalian saja " Mommy malas membicaran ini


Mommy mengantar Ian dan pelayannya keluar


" Kak El pernah ketemu dia? " Tanya Rayssa


" Di mall " Ucap Rael lalu menyenggol ayah seakan pertanda ingin meninggalkan mansion ini secepatnya


" Rayssa, om ada pekerjaan jadi kami pulang dulu " Ucap Ayah


" Kak El kan gak sibuk jadi boleh kan temenin Yssa " Ucap Rayssa


" Gak, dia gak boleh deketin kamu, dia bahkan mengambil calon tunangan kamu. Rayssa, dia itu jahat, " Ucap Mommy dari belakang sambil berjalan menuju Rayssa


" Kak, kami pamit dulu " Ucap Ayah agak kesal


" Cepatlah saya gak mau melihat dia terlalu lama " Mommy menatap Rael seakan menatap hama


Ayah segera merangkul Rael dan berlalu keluar dari mansion tapi ternyata diluar masih ada Ian


" Om, bolehkan saya yang mengantar Rael? " Tanya Ian sopan


Anak ini sopan, apa Rael salah sangka? Batin Ayah


" Iya boleh, saya juga harus segera ke kantor " Ucap Ayah membuat Rael kaget


" But- " Ucap Rael terpotong


" Ayah pergi dulu sayang " Pamit Ayah langsung meninggalkan Rael


" Ayo " Ajak Ian


Rael hanya pasrah memasuki mobil itu


" Pelayan lo mana? " Tanya Rael


" Udah pulang duluan " Jawab Ian


Rael hanya memandang jalan yang menurutnya akan ia ingat selamanya


Drrt...drrt


My Prince Kai is Calling...


" El kamu dimana? "


" Jalan ke Mansion Ayah "


" Sama siapa? " Rael melirik ke Ian yang sedang fokus ke depan


" Aku sendirian " Bohong El sontak membuat Ian kaget


Aku? Ke gue aja gak pernah ngomong gitu Batin Ian


" Udah dulu ya, jangan bolos loh " Rael mematikan sepihak dan kembali memandang keluar jendela


" Siapa? " Tanya Ian, Rael hanya diam


Drrtt...drrt...


Kenzie lovely is Calling...


" Halo kak " Ucap Rael


" Cia kamu dimana? "


" Jalan, sendirian bye " Rael lalu menutup telepon


" Kenapa bohong? " Tanya Ian


" Bukan urusan lo " Balas Rael datar tanpa menoleh


" Lo tunangan gue, jadi urusan lo urusan gue juga " Ucap Ian


" Gue ga- " Ucap Rael terpotong


Drrrt...drrt...


My curut Dian is Calling...


" Kenapa? " Tanya Rael langsung


" Lo gak skull? "


" Gak dan gue masih di jalan, sendiri " Ucap Rael walaupun tidak ditanya


" Devi mana? " Tanya Rael


" Ini gue kenapa? " Ucap Devi


" Gak kok, mana sesil? "


" Tunggu gue panggilin, Sil lo di cariin Rara"


" Al kenapa? "


" Sil lo gak bilang tentang hal itu pada orang lain kan? "


" Gak kok tenang aja "


" Thanks, udah dulu bye "


Tuut...tuut...


" Banyak banget yang nelpon lo " Ucap Ian


" Gue minta batalin tunangan ini " Ucap Rael


" Kenapa? " Kesal Ian


" Kare- " Ucap Rael terpotong lagi


Drrt...drrt...


Devil is Calling...


" Napa? " Ucap Rael dingin


" Lo dimana? " Tanya Gerald


" Bumi, Kak Ewis mana? "


" Kenapa Dek? Kangen ya? " Goda Lewis


" Iya kangen " Balas Rael datar


Ian mendengar hal itu langsung menghentikan mobil mendadak


Bughh


" Akhh... " Ringis Rael


" Dek lo gak pa- "


Tuut...tuut...


Rael menutup telepon dan membenarkan posisi tangan kanannya yang terbentur


" Lo gila? " Ucap Rael melihat Ian sambil memegang tangan kanannya


" Tadi itu siapa? " Tanya Ian marah


" Bukan urusan lo "


" Maksud lo apa hah? " Ian marah besar


" Ini alasannya gue gak mau ketemu dengan lo lagi " Ucap Rael ingin keluar dari mobil tapi tangannya di cekal


" Akhh... don't touch me " Ucap Rael dingin


" Lo milik gue " Ucap Ian meremas tangan kanan Rael


" Lepas "


" Gak sebelum lo janji gak keluar dari mobil " Cekalannya tambah kuat


" IYA GUE JANJI JADI LEPAS " Bentak Rael mengeluarkan air matanya


" Maaf " Ian melepaskan cekalannya dan terus menatap Rael yang sedang mengapus air matanya


Drrt..drrt...


My prince Kai is Calling...


" El, kamu gak papa? Kamu dimana? Aku kesana sekarang " Kai terdengar panik


" Gak papa kok, tenang aja " Rael tidak bisa menahan air matanya


Hup


Ian memeluknya dari samping sambil mengelus kepala Rael. Rael mematikan telepon


" What are you doing? " Tanya Rael


" I'm Sorry " Ucap Ian


" Lepas " Ucap Rael dingin dan mencoba mendorong Ian


" Gak "


" Lo jahat hikss... gue gak mau ketemu lo lagi hikks " Isak Rael membalas pelukan Ian


Iya gue jahat dan semoga lo bisa buat gue berubah Batin Ian


Rael tertidur dalam dekapan Ian


" Tidur? " Ucap Ian memeriksa Rael


Ian melepaskan pelukannya dan melajukan mobil menuju mansion Gillbert


Sesampainya disana dia mengangkat Rael dan menyuruh maid menunjukkan kamar Rael setelah itu dia pamit pulang


Di sekolah


" Gimana? Rael kenapa? " Tanya Lewis


" Dia bilang gak papa tapi gue gak yakin dia gak papa " Balas Kai


" Huftt... semoga Cia gak terluka " Ucap Glen khawatir


" Dian sini deh " panggil Lewis ketika melihat 2D masuk ke kantin


2D berjalan menuju meja Gerald dkk dan ikutan nimbrung


" Rael ada nelpon kalian gak? " Tanya Warren


" Tadi sih kita nelpon dia " Ucap Dian


" Dia bilang apa? " Tanya Gerald


" Tadi sih gue nanya dia gak sekolah trus dia jawabnya Gak dan gue masih di jalan, sendiri gitu aja " Balas dian


" Gak ada lagi? " Tanya kai


" Dia nyari gue pas gue tanya kenapa dia bilang Gak kok, mana sesil? Jadi gue ngasih ke sesil trus gak tau apa yang mereka omongin soalnya sesil menjauh dari kita " Jelas Devi


" Siapa Sesil? " Tanya Kai


" Musuh Rara " Ucap Devi datar


" Itu sesil " Dian menunjuk Sesil yang sedang duduk bersama Firda dan Elvina


" Panggil trus tanya dia aja " Ucap Warren


" Sil, Sesil sini sini " Panggil Dian


Sesil mendatangi mereka


" Kenapa? " Tanya Sesil


" Duduk gue mau nanya apa yang terjadi kemarin " Ucap Devi dingin


" Kemarin itu gue dan Al bla...bla...bla... " Sesil menceritakan kejadian yang di toilet walaupun ada yang dia hilangkan


" Jadi penyebabnya adalah kalian " Ucap Devi menunjuk Gerald dkk


" Kita? " Tanya Lewis


" Gak usah dekat dengan kami kalo punya pacar mak lampir " Balas Devi


Tunggu aja lo Gabriel Batin Kai dan Glen


" Mereka bukan pacar kami " Bantah Glen


" Trus Cici ngomong apa sama lo tadi? " Tanya Dian


"  Dia cuman bilang, Sil lo gak bilang tentang hal itu pada orang lain kan? Hanya itu kok " Ucap Sesil


" Hal itu maksudnya apa? " Tanya Gerald


" Itu rahasia " Ucap Sesil


" Emang kenapa nanya tentang Al? " Lanjut Sesil


Dian menceritakan semuanya dan terlihat Sesil sedang memikirkan sesuatu tiba tiba matanya membelalak


" **** banget sih lo berdua " Ucap Sesil melihat 2D


" Ngomong apa lo " Kesal Devi


" Al bilang lagi di jalan sendirian **** " Ucap sesil


" Itu gu- Akh gue **** banget " Ucap Devi menyadari maksud Sesil


" Apaan dah lo berdua " Ucap Warren


" Iya Dev emang napa? " Tanya Dian


" Rara tangannya sakit dan dia nelpon sambil nyetir masa " Bisik Devi


" Iya juga ya " Ucap Dian


" Telpon lagi aja " Usul Sesil


Kai langsung mengeluarkan HPnya lalu menelpon Rael tapi nihil tidak ada yang mengangkat


Triing...triing...


" Kita masuk dulu trus istirahat kedua kita ngumpul disini lagi " Ucap Glen diangguki mereka


Skip


Sekarang adalah istirahat kedua dan Gerald dkk, 2D dan Sesil ngumpul lagi dan masih membicarakan tentang Rael


" Dari tadi gak diangkat mulu telpon gue " Ucap Kai


" Ck ck jangan ditiru, guru lagi menjelaskan dia malah main HP " Ucap Lewis lebay


" Kak, boleh minta nomor Al gak? " Tanya Sesil pada Kai


" Boleh " Kai langsung mengetikkan nomor Rael di HP Sesil


Sesil mencoba menelpon Rael dan...


" Halo " Ucapnya dengan suara serak


" Al LO GAK PAPA? " Teriak Sesil membuat yang lain kaget dan penasaran


" Sil speaker " Ucap Devi dan Sesil langsung mengeraskan speakernya


" Gak pa- Akhh TOLONG!! PERGI GAK LO! BUNDA TOLONGIN EL AAAA  " Teriak Rael lalu


Brukk


Tuut...tuut...


Sambungannya terputus membuat mereka panik


Tbc