I'M RaKey

I'M RaKey
Part 3



HAPPY READING 😆



" Mereka kok gitu? " tanya antek A



" Jangan jangan karena cewek yang tadi " balas antek B yang membuat semua kaget



" Cewek!! Yang mana? " tanya gabriel marah



" Itu yang baru aja pergi waktu kita datang "



" Hee...mereka belum tau siapa gue "ucap gabriel tersenyum smirk



" Kita Ajak main yuk "ucap Antek C



Gabriel dkk meninggalkan kantin dan mencari raela dkk untuk di ajak MAIN



Rael POV



" Males bet dah berurusan ama tante girang " ucap dian



" Kayaknya mereka liat wajah kita deh "ucap devi



" Dan kita dalam bahaya " gumam gue yang masih terdengar oleh 2D*dian devi



" Bahaya kenapa? " tanya 2D



" Mereka ada di belakang kita" bisik gue membuat 2D kaget



" Shit "umpat dian



" kita berhenti aja disini "



" Kenapa ra? "



" Tempat inKayakn banget dan jumlah mereka ada 4 jadi yaah pasrah aja "



" yaudah kita pasrah aja deh "



" Tenang aja palingan mereka nampar kalian 2 kali dan gue mungkin lebih trus kita di kurung di ruangan itu "jelas gue panjang lebar dan menunjuk gedung yang mirip gudang



" Hai adik adik lagi ngapain disini? "Tanya gabriel sok ramah



" To The Point "Ucap gue datar



" Ck belagu banget lo " ucap antek C



" Kenalin gue Gabriella cheesa Vans Anak dari kepala sekolah ini dan orang terkaya ke 10 di indonesia "



" Gue Annesya Lyns Doms terkaya ke 12 di indonesia "



" Gue Merlin Grasia Adiguna terkaya ke 13 di indonesi "



" And gue Falensia Vitaloka Bernad terkaya ke 17 di indonesia "



" Gak nanya " ucap gue dan yap hanya dua kata membuat muka mereka merah padam kayak nahan boker ehh salah nahan marah maksudnya :^



PLAK


PLAK



Dua tamparan diberikan pada pipi mulus gue men tapi bagi gue itu tidak sakit



" Langsung aja kita main, Girls bawa mereka ke ruang musik itu " ucap gabriel dan benar kata gue kita di bawa ke ruangan itu



Bruk


Bruk


Bruk



Etdah ni orang gak bisa santai dikit apa, eh kok gue santai ya? Batin gue



" Jangan pernah lo deketin Gerald dkk atau tidak " ucap gabriel menggantung perkataannya



" Apa? "Tanya gue



" Ini yang lo dapat " balas gabriel tersenyum smirk dan menampar gue



PLAK


PLAK



" Gab gue ambil yang kacamata yah " ucap annes menjambak rambut devi



" Shhh...kak sakit "ucap devi hampir nangis



" Gue ambil yang ini aja " ucap Merlin menampar dian



Plak



" Yaah gue yang mana dong?" Tanya Falensia sok sedih



" Fal kita berbagi aja " Ajak gabriel



BUGH


PLAK


PLAK


BUGH


BUGH



Gabriel dan Falensia menampar,meninju dan menendang gue bagaikan boneka. Sedangkan 2D mereka ditampar 2 kali selebihnya di jambak dan yap bibir kami robek dan mengeluarkan darah



" Ck capek gue udah yuk " ucap gabriel



" Eits kita ikat mereka dulu " ucap annes



" Ide bagus " ucap merlin



Gabriel dkk mengikat rael dkk membuat rael dkk saling membelakangi dan mereka mengunci pintu



" Njirr sakit banget kepala gue" ucap Dian



" Tapi Rara yang di bully paling parah loh " ucap Devi lirih



" Ci lo gak papa?"



" Hm "



" Ini Gudang ya? Debunya banyak banget lagi "



Ha? Debu Batin gue



" Shit mati gue "umpat gue



" Ci lo kenapa? Napas lo gak beraturan "



" Dian lo bisa gak ambil HP gue di saku rok? "



" Bisa tunggu ya....ngh....ah dapat nih "



" Oke...Dev lo liat yang gue buka, gue mau nelpon "



" Lo mau nelpon siapa? "



" My Prince Kai "



" Oh oke Turun lagi lagi lagi issshh...lagi ah itu "



" Heh! Bangsul cici gak bisa liat ogeb "



" Yang ini? "



" iya "



Tut...tut...tut...



" Halo el " ucap orang di seberang sana



" Kak...hahh...tolongin el...hah"ucap rael sesak



" Kamu dimana?"




" 2 menit "



Tuut...tut.. tut...



" Ra tadi itu siapa? " tanya Devi tapi tidak ada sahutan dari rael



" Ra jangan nakutin kita!!! Lo kok diam sih? "Teriak Devi mendorong badan rael tapi nihil rael sudah tidak sadarkan diri



" Dian...hiks...rara pingsan hiks" ucap devi terisak



" Dev lo tenang dulu oke " ucap dian panik tanpa sadar matanya mengeluarkan air bening juga



BRAK



Rael POV END



Kai POV



Saat kami meninggalkan gabriel dkk kami menuju ke aula dan menyuruh para anak MOS berkumpul



" Perhatian semua!!!Para anak MOS silahkan berkumpul kembali ke aula. saya ulangi para anak MOS silahkan berkumpul di aula " ucap lewis menggunakan mic



" sepertinya sudah ada semua, saya ingin menyampaikan bla...bla...bla..." ucap lewis menjelaskan kegiatan selanjutnya



El mana yah? Batin gue



" Ren lo liat Rael dkk gak? "Tanya gue pada warren



" Gak, emang kenapa? "



" Kok gue gak liat mereka yah"



Drrrt...drrrt...drrtt



" Halo el " ucap gue



" Kak...hahh...tolongin el...hah"



" Kamu dimana?" Pekik gue




" 2 menit "



Tuut...tut...tut



" kenapa lo? "Tanya warren



" Mereka di ruang musik ren glen ikut gue " jawab gue panik



Gue langsung lari menuju ke ruang musik yang terbengkalai bahkan gue banyak menabrak orang



" terkunci " ucap warren



" Dobrak aja " balas glen



Kami pun mendobrak pintu



BRAK



Gue terkejut melihat adek gue pingsan dan temannya udah menangis



" Ellll " teriak gue dan langsung berlari ke arah mereka



" Kak...hikss hikks...rara pingsan " ucap Devi



" Kita buka dulu ikatannya yah " ucap warren membuka ikatan yang ada di tangan mereka



" Glen Ren kita antar mereka ke RS sekarang " Ucap gue panik



Gue pun mengangkat El ala Bridel Style, banyak yang memandang kami heran tapi kami tidak menghiraukannya



SKIP RS



" Dok tolong rawat dia secepatnya "teriak gue dan datanglah perawat membawa brankar



Rael sudah masuk di ruang UGD tapi dokter yang memeriksanya belum juga keluar dan gue hanya mondar mandir di depan pintu



" Vian lo bisa tenang gak sih " bentak warren yang pusing melihat gue



" Gue gak bisa tenang sebelum gue tau el baik baik aja " ucap gue sarkas



Kemana 2D? Mereka sedang diobati juga dan ditemani oleh Glen



Akhirnya lampu UGD mati dan keluarlah pria paruh baya mengenakan jas putih



" Dok bagaimana keadaannya? " tanya gue gak sabaran



" Keadaan pasien baik baik saja untung debu yang masuk ke paru parunya tidak banyak tapi dia belum bisa pulang dulu sampai 2 hari kedepan dan jangan sampai dia menghirup debu lagi "balas dokter itu



" Terima kasih dok, boleh kah kami melihatnya? "



" Boleh tapi Kami akan memindahkannya ke kamar inap dulu, kalau begitu saya permisi "



Setelah brankar rael di pindahkan gue menyuruh perawat untuk memasukkannya di kamar VVIP



Gue, Glen, Warren dan temennya Rael sudah berada di ruangan rael. Gue mendudukan pantat gue di kursi samping brankar rael sedangkan yang lain duduk di sofa dekat pintu



Gue gak tega banget lihat El seperti ini sudut bibir yang robek dan pipinya yang merah bekas tamparan



" El bangun dong jangan tidur terlalu lama kamu gak kangen aku? " ucap gue lirih dan mencium punggung tangannya lama



Kai POV END



" Heh! Bangsul lo ngapain cium tangan anak orang? "Teriak warren



" Kai dia cia kan? " tanya Glen tiba tiba



Gue kasih tau glen gak ya tapi nanti El marah Batin kai



" ******* GUE NANYA DIA CIA KAN? " bentak Glen menarik kerah baju kai



" KALO IYA KENAPA? " tanya kai sarkas dan menepis tangannya



Glen? dia malah berjalan mendekati wajah El dan semakin dekat



" LO NGAPAIN ANJING "teriak kai tidak terima



" Bisa diem gak sih gue cuma cek matanya doang kampret "


Ucap glen malas kembali melihat mata rael dan ternyata lensanya masih terpasang



" Kai lo gak mau lepas lensa cia? " tanya glen sambil duduk di brankar rael yang lumayan besar dan muat untuk 3 orang



" Lo buka gih trus tutup matanya pakai dasi lo " balas kai



Glen melakukan apa yang di katakan oleh kai sedangkan Warren dan 2D? Mereka masih bingung dengan perkataan mereka



" Kalian kenal Rael? "Tanya warren membuat kai dan glen menegang



" Eh...mm...k kenal " ucap kai gugup



Saat mereka akan bertanya lagi tiba tiba kai merasakan jari rael bergerak dan terdengar erangan



" Eeerrnghh "



" Dek kamu udah sadar? "Tanya kai langsung memeluk rael dan menyetel brankar rael agar dia bisa bersandar



" Kok gelap yah? "Tanya rael celingak celinguk



" Karena kak glen menutup matamu dengan dasinya "jawab devi yang sudah berada di dapan rael



TBC