I'M RaKey

I'M RaKey
part 13



Waktu kita terlalu singkat hanya untuk membenci, bahkan kita tidak bisa melihat hal indah yang berada di sekitar kita


Happy Reading


Brakk


Pintu terbuka dengan tidak santainya dan pelakunya adalah Rubin yang mengenakan jas putih serta stetoskop yang masih terpasang manis di lehernya


" MARGARET " Teriak Rubin melihat keadaan Rael dengan mata sembab dan tangan yang bengkak agak kemerahan


Rubin menghampiri Rael


" Apa yang terjadi? " Tanya Rubin 


" Kebentur doang kok " Bohong Rael


" Lo bohong Mar. SIAPA YANG BERANI MELUKAI DIA! " Bentak Rubin melihat semua orang dengan tatapan membunuh


Sedangkan Rael mengisyaratkan temannya untuk tidak memberitahu yang sebenarnya


" Rub lo mau ngebacot disini atau mau jemput gue sih " Ucap Rael mengalihkan topik


" Lo jangan ngalihin topik " Ucap Rubin marah


" RUBIN AVlORD " Balas Rael penuh penekanan Rubin hanya menghela napas


" Lo bantu gue angkat dia " Ucap Rubin menunjuk Rifki


Rifki langsung menggendong Rael ala bridel style


" Gue bisa jalan sendiri " Ucap Rael tidak suka


" Jangan dengerin dia, ikut gue " Ucap Rubin dan langsung keluar diikuti oleh Rifki yang menggendong Rael


Teman sekelas Rael masih berbincang di kelas


" Itu tadi kakaknya Olive kan? " Tanya Elvina


" Iya dan dia perhatian banget sama Rael " Balas Firda


" Dev, kita ikut sekalian bawain tasnya cici " Ajak Dian


" Kita pergi bareng aja, kita kan keluarga " Ucap Calvin diangguki semua


Mereka bergegas mengemasi barangnya dan mengikuti Rubin


Rael merasa risih si gendong oleh Rifki karena takut di lihat oleh Kai, tapi untung saja di koridor dan parkiran sepi


Sky's Hospital


Rubin memandu Rifki ke arah ruang pribadi untuk Rael, mereka memasuki ruang pribadi Rael yang begitu luas dan lengkap ada Tv, kamar mandi, Kulkas, AC dll


Teman sekelas Rael memasuki ruangan itu sambil melihat Rael di periksa


" Rub, kain " Ucap Rael


" Nih, jangan teriak terlalu keras " Ucap Rubin memberikan Rael kain untuk di gigit


Rubin mulai memeriksa tangan Rael yang begitu di sentuh akan terasa sangat sakit, teman Rael yang melihat itu hanya diam, ada yang nangis dan ada yang menutup matanya


Rael hanya berteriak kecil sehingga Rubin bisa fokus mengobati tangan Rael


35 menit kemudian


" Selesai, jangan di gerakin dulu " Ucap Rubin membuat mereka semua lega


" Rub gak usah pake gips nanti abang gue curiga " Ucap Rael


" Elvina gue tau lo mau nanya sesuatu, tanya aja " Ucap Rael melihat Elvina


" Emm... anu itu lo ada hubungan apa sama kakaknya olive? " Tanya Elvina


" Teman " Jawab Rael dibalas ber oh ria saja


" Lo pada pulang gih " Usir Rael


" Ngusir? " Tanya Calvin


" Iya, udah sana pulang di cariin bonyok baru tau rasa " Ucap Rael


" Yaudah kita pulang duluan bye Rael " Ucap Elvina dan mereka semua pulang termasuk 2D


" Bye, Eh eki lo bareng gue "


" Kenapa? "


" Rub, anterin gue ke sekolah " Ucap Rael


Rubin membantu Rael dan mereka menaiki mobil Rubin menuju sekolah


" Ella, ngapain kesini lagi? " Tanya Rifki


" Naik " Titah Rael dan langsung memasuki mobil pagani huayra BC


" Ini punya lo? " Tanya Rifki saat di dalam


" Rumah lo dimana? " Tanya Rael


" Di jalan ****, Kenapa? "


Rael mulai menjalankan mobilnya agak kesusahan karena hanya menggunakan satu tangan


Selama di perjalanan tidak ada obrolan, hanya kesunyian yang melanda


" Yang mana? " Tanya Rael


" Yang biru putih itu " Balas Rifki menunjuk Rumah yang begitu sederhana


Rael menghentikan mobilnya di depan rumah yang menurut Rael sangat tentram walaupun hanya sekali lihat


" Ella, thanks " Ucap Rifki hendak keluar tapi terhenti oleh ucapan Rael


" Lo jangan gantung dia mulu, gue tau lo ada rasa sama dia " Ucap Rael


" Lo tau? " tanya Rifki


" Iya, lo mau pulang atau mau gue bawa pulang " Ucap Rael dan rifki segera keluar


Rael langsung menancapkan gasnya meninggalkan halaman rumah Rifki


                   ----------------


" Assalamualaikum " Ucap Rael memasuki mansion


" Waalaikum salam " Balas Kai dan Glen yang berada di ruang tamu


" Baru pulang? Dari mana aja? " Tanya Kai


" Anterin teman " Jawab Rael sambil berjalan menaiki tangga


" Siapa? Devi atau Dian? " Tanya Glen


" Rifki " Jawab Rael agak teriak karena sudah berada dilantai 2


1


2


3


" COWOK?!! " Kaget Kai dan Glen


Mereka saling pandang dan langsung berdiri menuju kamar Rael sambil berlari


Drap...drap...drap


Brak


Kai membanting pintu kamar Rael hingga terlihat si pemilik kamar sedang membuka kancing bajunya


Rael berbalik melihat kai dan Glen kaget dan langsung melempari mereka bantal


" KELUAR " Teriak Rael sambil melempar bantal


" Maaf dek " Ucap Kai dan Glen kembali menutup pintu


" Untung aja gue pake baju dalem " Gumam Rael


Huaa... gue malu Batin Rael


Kai dan Glen kembali ke ruang tamu


" El bakal marah nih sama kita " Ucap Kai


" Lah kenapa? " Tanya Glen


" Lo gak liat tadi kita buka pintu kamarnya dan dia mau ganti baju " Jawab Kai


" Dulu aja kita sering mandi bareng dia gak marah "


" Serah lo deh "


Sudah lama mereka menunggu tapi Rael tidak kunjung keluar kamar


" Cia marah ya? " Ucap Glen


" Gak dia gak marah kok cuma " kai menggantung ucapannya


" Apa? "


" Cuma benci ama kita " Lanjut kai


" Kenapa? "


Untung sahabat kalo gak udah gue buang di kali Batin Kai


" KAK LILI!!! " Teriak Rael dari kamar


" El tumben banget teriak " Ucap Kai


" Iya biasanya dia kalo mau panggil maid dia sendiri yang samperin " Balas Glen


Lilian dan Vivi terlihat terburu buru menuju tangga, tapi di depan tangga Lilian tiba tiba berhenti dan berbalik ke arah Kai


" Jangan kepo " Ucap Lilian dan kembali berlari menaiki tangga


" Ck tuh maid tau aja " Decak Glen diangguki Kai


Rael pov


Gue malu banget gara gara tadi jadinya gue gak keluar kamar tapi gue keinget di perpus tadi gue mau baca novel tapi gak jadi padahal gue penasaran


" KAK LILI?!! " Teriak gue dari kamar


Ceklek


Pintu terbuka menampilkan 2 maid


" Tumben teriak non? " Ucap Vivi


Yang gue panggil satu eh datang nya dua Batin Gue


" Tolong beliin El novel yah " Pinta gue


" Novel apa? " Tanya Lilian


" Novel yang judulnya lovely princess " Jawab Gue


Gue berjalan ke meja dan mengambil dompet gue


" Nih beliin pake kartu gue jangan pake Gold card sekalian beli snack untuk El " Ucap gue memberi dompet gue


" Itu aja non? " Tanya Vivi


" Kalian beli deh kebutuhan kalian " Gue kembali merebahkan tubuh gue di kasur


" Gak papa nih non "


" Gak papa asal pake kartu El "


Mereka pun pergi, gue nunggu mereka sambil memainkan HP. Gue buka WA


Ren_Aritama 1 pesan


Aldy Lein 1 pesan


Gue gak mau buka pesan dari Yssa jadi gue buka yang dari kak Arren aja


**Ren\_Aritama**


Hoii


?


**Lg ap?


*Kepo*


Dihh kamvret ae lo


*Ssg*


Hp lo rusak ya? Singkat amat balesnya


*Trus gw hrus bales yg pnjang gtu*?


Nah gitu dong kan jadi samyang gw😙


*Gembel lo ah😂*


Gombal sayang😑


*Oh udh ganti ya? Sejk kapn*?


Sejak ngra api menyerang


*O*💩**


Gue berhenti chattan sama kak Arren karna Lilian dan Vivi udah dateng


" Non ini novel dan snacknya " Lilian menaruh snack gue di atas kasur


" Dompetnya saya taruh di meja " Ucap Vivi


Mereka pun keluar dan gue mulai baca novelnya


Rael pov end


Rael terus berada di kamar, makan juga di kamar, sesekali dia memainkan HPnya kadang juga dia lanjut baca novel seperti itu terus sampai terlelap


                ----------------------


Seorang cewek cantik bak dewi yunani sedang duduk di kelas seorang diri sambil memandang keluar jendela dia adalah Rael


Dia memakai aerphone dan mendengarkan lagu My Love - Westlive, dia lalu melihat jam tangannya


" 6:02 " Gumamnya


Rael berangkat terlalu pagi karena tidak ingin bertemu dengan Kai dan Glen atau lebih tepatnya malu


Rael menelungkupkan kepalanya dia merasa masalahnya terus saja bertambah dan tidak pernah selesai


Mati aja kali ya? Batin Rael


Tak terasa kelas sudah penuh, tapi mereka tidak bersuara mereka hanya memperhatikan Rael


" Ci lo tidur? " Tanya Dian tapi tidak mendapat jawaban


" Rael lo sakit? " Tanya Elvina


" Dihh kacang " Ucap Elvina


" Ella oy lo ngapa dah? " Ucap Rifki menepuk pundak Rael


Rael mengangkat kepalanya sambil melepas aerphone nya


" Kenapa liatin gue? " Tanya Rael


" Kita ngomong lo diem ae bikin khawatir eh ternyata lagi dengerin lagu " Ucap Dian


" Raella lo gak izin aja? " Tanya Inggrit


" Bosen di rumah " Jawab Rael


Percakapan mereka terhenti oleh bel masuk, Pelajaran pertama adalah bahasa indonesia


" Ibu akan membagikan kelompok, 1 kelompok terdiri  2 orang bla...bla...bla " Bu Marlin sedang membagikan kelompok, Rael bersama dengan Sesil sedangkan 2D satu kelompok


" Jadi sekarang kerjakan soal di halaman 14 dikumpul hari ini " Ucap Bu Marlin


" Gue kerja sendiri lo juga kerja sendiri " Ucap Sesil sedangkan Rael hanya mengabaikannya


Bukannya kelompok tapi kerja sendiri ck ck Batin Rael


Tanpa melihat buku paket Rael sudah bisa menjawab, hanya saja dia masih memperhatikan Sesil yang kesulitan bahkan Sesil belum menjawab satu soal pun. Rael menghela napasnya dia mulai menggerakkan tangan kanannya


Tahan aja El lo pasti bisa Batin Rael


Rael mengambil buku Sesil dan menjawab soal tanpa sepengetahuan Sesil bahkan dia meniru tulisan Sesil walau tidak mirip mirip amat. Selesai itu dia mulai menulis di bukunya juga bahkan waktunya bersamaan dengan saat Bu Marlin menghentikan gerakan mereka


" Waktunya telah habis silahkan bukunya di kumpul berdasarkan kelompoknya " Titah Bu Marlin


Shit gue belum jawab apa apa lagi Batin Sesil


Rael mengambil bukunya dan buku sesil lalu membawanya ke meja guru. Bu Marlin lalu memeriksa buku satu per satu


" Semuanya menjawab dengan benar hanya saja kalian tidak dapat menemukan inti dari soal yang terakhir, kecuali untuk 1 kelompok yang berhasil menjawab dengan benar dan mendapat nilai A+ " Ucap Bu Marlin


" Siapa bu? " Tanya Devi


" Mereka adalah Raella dan Sesilia " Jawab Bu Marlin membuat seisi kelas kaget termasuk Sesil yaah kecuali Rael


Kok bisa? Batin Sesil


" Baik, pelajaran hari ini selesai semoga kita bertemu di lain waktu, selamat siang semua " Ucap Bu Marlin


" Siang bu " Sahut semua murid


" Dan ketua kelas bukunya tolong di bagi " Ucap Bu Marlin


Ketua kelas atau Rifki mengembalikan buku masing masing temannya


" Lo berdua hebat " Puji Calvin mendatangi Rael dan Sesil


" Iya gue aja gak bisa jawab soal terakhir " Timpal Dian


" Jawabannya apa gue penasaran banget? " Tanya Calvin


" Siapa yang jawab? " Tanya Rifki


" Kelompok " Ucap Rael singkat


" Udah baikan nih? " Goda Rifki


Sesil hanya diam tak menanggapi


" Tapi Rael kan gak bisa nulis secara tangan kanannya gak bisa gerak, trus siapa yang nulis? " Tanya Elvina


" Menurut lo? " Ucap Rael menaikan satu alisnya membuat mereka semua melihat ke arah Sesil dan tersenyum


" Nah gitu dong Sil, kita kan keluarga jadi harus saling tolong ya gak? " Ucap Dian diangguki mereka semua


Rael keluar meninggalkan mereka tapi dia diikuti oleh sesorang


" Ngapain lo bohong? " Tanya orang itu


" Lo cenayang ya? " Tanya Rael berbalik ke arah orang itu


" Ra, lo sengaja kan kea gitu biar Sesil gak di benci sama kita? " Ya orang itu adalah Devi


" Nah itu tau " Ucap Rael santai


" Trus yang nulis juga elo? "


" Hm "


" Lo gila? Gerak dikit aja tangan lo sakitnya minta ampun dan sekarang lo nulis jawaban yang begitu banyaknya bahkan punya Sesil juga, orang yang udah jahatin elo " Marah Devi


" Gue gak papa " Ucap Rael


" Gak papa gimana? Tuh liat aja tangan lo gemetar mulu " Devi menunjuk tangan Rael


" Kenapa gak lo balas aja sih Sesil? " Lanjut Devi


" Trus apa? Kita saling balas dendam gitu? Gue gak akan balas menggigit anjing yang udah menggigit gue " Ucap Rael


" Tapi gak gini juga caranya Ra " Bantah Devi


" Waktu kita terlalu singkat hanya untuk membenci bahkan kita tidak bisa melihat hal indah yang berada di sekitar kita " Bijak Rael


Tanpa sadar pembicaraan mereka telah di dengar oleh seseorang


" Dev mending kita makan " Ajak Rael mengakhiri perdebatan mereka


" Tunggu gue panggil Dian dulu " Devi segera berlari kekelas


" Lo berdua dari manasih? " Cemberut Dian


" Dari bumi " Ucap Rael santai


" Dev, cukup lo aja ya "Ucap Rael


" Kenapa? " Tanya Devi


" Gue gak mau nambah masalah gue. Tapi pasti setiap hari masalah gue nambah hehe " Jawab Rael bercanda(?)


" Ngomongin apa sih? " Kesal Dian


" Gak " Balas Rael dan Devi


Mereka sudah sampai kantin tapi Rael tiba tiba berhenti


Ck murid baru cepet banget masuknya Batin Rael


" Gue balik " Ucap Rael berbalik arah


" Lah kenapa? " Tanya 2D


" Males bet dah gue liat Dia " Jawab Rael melenggang pergi


Rael berjalan sendirian eh gak deng dia udah di tahan sama mak lampir Gabriel dkk. Mereka membawa Rael ke toilet cewek


Brukk


Annes dan merlin melempar Rael layaknya karung beras


" Heh lo itu jelek jadi gak usah sok deketin Gerald dkk " Ucap Gabriel


Ini pembullyan yah? Batin Rael


" Gatel banget lo jadi cewek atau emang lo murahan " Ucap Falen tersenyum sinis


" Pasti nyokap lo juga murahan kan haha " Ucap Gabriel


" Situ gak nyadar? Nempel mulu sama gerald dkk dan Nyokap gue gak ada hubungannya dengan masalah ini " Ucap Rael dingin


" Berani ya lo sama kita " Ucap annes kesal


" Oh seriouly? Emang lo siapa? Mafia? Algojo? Kuntilanak? Pocong? Gue gak peduli serius deh " Ucap Rael malas


" Miskin aja belagu lo, lo itu gak selevel dengan kita. Orang miskin itu gak pantes sekolah disini " Ucap Gabriel


Brukk


Bilik toilet terbuka dan menampilkan seorang wanita


" Lo pada beraninya keroyokan aja, belagu banget jadi orkay " Ucap orang itu


Rael kaget melihatnya karena dia tidak seharusnya ikut campur


Dia kenapa keluar sih Batin Rael


Tbc