I'M RaKey

I'M RaKey
part 16



Happy Reading


" Apa yang terjadi? " Tanya Gerald panik


" Glen, kita ke mansion om Gill sekarang!! " ucap Kai, langsung melenggang pergi diikuti oleh Gerald dkk beserta 2D dan Sesil


Kai menaiki mobil bersama Glen, Gerald bersama Lewis dan Warren, sedangkan 2D bersama Sesil. Mereka melajukan mobil dengan kecepatan diatas rata rata.


Rael pov


Gue terbangun karena suara HP gue berisik banget dan gue liat bang Kai nelpon gue berkali kali


*Drrt...drrtt...


Unknow is Calling...


Siapa*?  Batin Gue


Gue langsung angkat aja


" Halo, " ucap Gue


" Al LO GAK PAPA? " teriak seseorang yang gue tau itu adalah Sesil


" Gak pa- Akhh TOLONG!! PERGI GAK LO! BUNDA TOLONGIN EL AAAA, " Teriak Gue, karena ngeliat ada kecoak di atas kasur, trus gue lempar dah tu kecoa pake HP gue.


Brukk


" Rael ada apa sayang? " tanya bunda panik saat liat gue ketakutan


" BUNDA ADA KECOA AAA!! " teriak Gue berlari memeluk bunda


" Ayo turun dulu, bunda akan suruh maid memusnahkan kecoa itu haha, " kekeh bunda


Gue dan bunda pun turun ke bawah menuju ruang tamu, gue nangis sambil memeluk bunda yang sedang duduk di sofa.


Brakk


Suara gebrakan pintu membuat gue dan bunda kaget


Rael pov end


" El kamu gak papa? " tanya Kai nyelonong masuk


" Gak papa, " jawab Rael dengan suara serak, masih memeluk bunda dan menyembunyikan wajahnya


" Tante apa yang terjadi dengan Cia? " tanya Glen, baru masuk di ikuti Gerald dkk serta 2D dan sesil


" El kenapa? " tanya Kai lembut dan menarik Rael ke dalam dekapannya


" Gak, " ucap Rael dan balas memeluk Kai, Rael menyembunyikan wajahnya karena dia tidak memakai lensa, kalo soal bedak hitamnya sih belum terhapus


" Tatap aku " Ucap Kai, Rael lalu mendongak dan menatap Kai


Gak pake toh Batin Kai


" El ke kamar dulu," Rael menarik tangan bunda dan meninggalkan mereka di ruang tamu


Di kamar


" Bun, soal perjodohan itu, tolong rahasiakan dari bang kai dan kak Kenzie yah, " pinta Rael memakai kembali lensa matanya.


" Baiklah, kalo gitu bunda istirahat dulu, " ucap Bunda dan langsung meninggalkan Rael


Gue juga pergi deh nanti tuh makhluk muncul lagi Batin Rael


Di ruang tamu


" Vi lo kok keliatan dekat banget sama Rael? " tanya Lewis


" Dia kan sahabat adek gue, tentulah gue deket trus dia tinggal disini, di mansion om gue, " bohong Kai


" Jadi lu gak ada hubungan dengan Rael kan? " tanya Gerald


" Lo cembukur ya Ge? " goda Lewis mencolek pipi Gerald


" Paan dah orang nanya doang, " ucap Gerald dan menepis tangan Lewis


" Gue ada hubungan sama El, " ucap Kai datar


" Gue juga ada, " timpal Glen tak mau kalah membuat Gerald kesal tapi dia menyembunyikannya


Gue juga mau punya hubungan sama Rael Batin Warren


" Jadi kalian ngapain kesini? " tanya Rael menuju mereka


" Kita khawatir tau gak? " ucap Devi langsung memeluk Rael, begitupun Dian dan Sesil


" Lo kenapa tadi teriak? " tanya Sesil melepaskan pelukannya


" Emm a anu itu, " Rael tidak menatap mereka dia mengalihkan pandangannya


Duuh malu gue kalo mereka tau gue kek gitu karena kecoa Batin Rael


" Rahasia, " Rael langsung duduk di sofa


Rael melihat mereka satu persatu lalu melihat jam tangannya


Masih jam 11, jangan jangan mereka bolos ooh gak bisa di biarin Batin Rael


" Maid! " panggil Rael, seorang maid pun datang


" Ya nona ada apa? " tanya maid itu


Rael berjalan ke arahnya dan membisikkan sesuatu, lalu maid itu mengangguk dan pergi.


" Kalian berdiri di sini tanpa terkecuali, " tegas Rael, membuat mereka hanya patuh termasuk Gerald


" Kenapa dek? " tanya Lewis


" Lo kok nyuruh kita bediri? " tanya Dian


" Jam berapa sekarang? " tanya Rael dingin


" Jam 11:48 " jawab Kai


" Kenapa sih? " tanya Gerald


" Pulang sekolah jam berapa? " tanya Rael lagi


" Jam 2, " jawab Lewis


Maid itu datang kembali sambil membawa sebuah rotan, membuat mereka heran.


" C Cia itu untuk apa? " tanya Glen seakan menyadari sesuatu


" Dev, Di, Sil kenapa bolos? " tanya Rael sambil menatap mereka tajam


" K- kita khawatir s- sama l-lo, " ucap Dian


" Thanks but jangan diulangi lagi, kalian boleh duduk " Ucap Rael sambil memeluk mereka dan terdengar helaan napas lega dari 2D dan Sesil, entah mengapa mereka takut pada Rael


" Kenapa? " tanya Rael dingin pada Gerald dkk sambil memegang rotan itu


" Ki- kita juga k-khawatir El," ucap Kai


" Lo mau apa? " tanya Gerald


" Kalian OSIS kan? Anggota inti lagi, ketos kek gini waketos juga ck ck, contoh yang buruk, "


" Rael kita datang karena khawatir loh, " ucap warren


" Berbalik! " titah Rael


" Gak, " tolak Gerald


" Balik sendiri atau dibantu bodyguard, "


" Iya iya, " pasrah Gerald


Kini Gerald dkk membelakangi Rael


" Dek lo mau pukul kita ya? " tanya Lewis


" Iya " Jawab Rael enteng


" Iiih jangan keras keras, " ucap Warren


" Heee... " Rael menyentuhkan ujung rotan itu di bokong Gerald dkk satu persatu membuat mereka merinding


Rael lalu berbalik ke arah 2D dan Sesil mengisyaratkan mereka agar mendekat perlahan


" Naik ke lantai 2, trus masuk ke kamar yang pintu warna biru, " bisik Rael di balas anggukan, dan mereka berjalan pelan


" Hitung sendiri sampai 3, " ucap Rael pada Gerald dkk


" 1... 2... 3 " hitung Gerald dkk bersamaan


" Kok gak kerasa ya? " tanya Warren


Mereka pun berbalik dan tidak ada siapapun lalu terlihat Rael sedang berlari menaiki tangga


" EL/CIA / RAEL!! " teriak mereka, berlari menyusul Rael tapi Rael sudah masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam


" EL BUKA GAK! " teriak Kai, menggedor pintu


" Hahahaha, " terdengar suara tawa dari dalam kamar


" Berani banget ya lo pada, " kesal Lewis


" RAEL BUKA CEPAT!! " teriak Gerald tak terima di bodohi oleh mereka


Di dalam


" Buka gak nih? Mereka marah banget tuh, " ucap Dian masih tertawa kecil


" Bisa habis kita kalo buka pintu, " ucap Sesil menyeka air matanya


" Lo sih Ra, nakal banget, " ucap Devi


" Buka aja lah, palingan juga kita cuman di gelitikin, tapi nanti tangan gue gimana? "


" Ya gak gimana gimana, " balas Dian dengan watadosnya


Tak


Tak


Tak


Rael, Devi, dan Sesil menjitak kepala Dian membuat si empu meringis


" Sakit ****, " ucap Dian


" Gue buka pintunya lo pada siap - siap, " ucap Rael


Ceklek


Pintu terbuka, menampilkan wajah Gerald dkk merah padam karena marah


" Kenapa? " tanya Rael datar


" Ribut banget lo pada, " ucap Sesil


" Seneng ya ngerjain aku, " ucap Kai kesal


" Iya, " balas Rael enteng


Kai langsung berjalan ke arah Rael dan mengangkatnya lalu membuang Rael di atas kasur dan...


" Haha geli stop haha El nyerah haha, " Kai menggelitik Rael


" Enak banget lo bilang nyerah, " ucap Gerald


" Lo semua berdiri di situ, " tegas Glen menyuruh Rael dkk


" Gak ah " Balas Rael dkk


" Berdiri atau kita ikat, " ancam Lewis membuat Rael dkk bergegas berdiri


Kesempatan Batin Rael


" Bun hiks mereka jailin El dan sahabat El hiks, " akting Rael mendramatisir dan menunjuk Gerald dkk


" Iya mereka bakal ikat kita kalo gak nurut, " timpal Devi


" Apa itu benar Kai? Glen? " Tanya Bunda tertipu sambil berjalan membelakangi Rael dkk


" G- gak tan mereka bohong, "


" Iya, tadi kan El yang jahilin kita, " timpal Kai


" Tan mereka yang nakal, " tambah Gerald


" Bun hiks El gak hikss bohong, " Rael mengeluarkan air mata buaya


Jago banget aktingnya Batin Gerald dkk


Mantap Batin Rael dkk


" Sayang jangan nangis, bunda akan hukum mereka, " ucap Bunda berbalik ke arah Rael dkk


" Peluk, " ucap Rael bunda pun memeluknya


Tapi, Rael melihat ke arah Gerald dkk dan mengejeknya begitupun dengan sahabatnya


Tunggu pembalasan kita Batin Gerald dkk


Bunda lalu melepaskan pelukannya, menatap tajam ke arah Gerald dkk


" Kenapa jahilin Rael? " tanya Bunda


" Rael yang mulai, " ucap warren


Bunda lalu mendekati Gerald dkk lalu menjewer mereka satu persatu, membuat mereka meringis


" Bun jangan " ucap Rael menggantung


" El kamu mau nolongin aku? " harap Kai


" Gak, maksud aku tadi, Bun jangan terlalu cepet jewernya, " balas Rael datar


2D dan Sesil sudah tidak dapat menahan tawanya


" Haha ngarep lo, " ucap Sesil


" Haha duh perut gue haha, " Dian memegangi perutnya


" Kocak lo haha, " ucap Dian


" Bun udah, El mau bicara dulu, " ucap Rael serius dia pun keluar di ikuti Bunda


Rael pov


Gue ngajak bunda ke kamarnya, sesampainya disana gue...


" Bun maaf El bohong, El yang jailin mereka bun " Ucap Gue


" Gak boleh gitu lagi sayang sini bunda jewer kamu juga " Bunda langsung menjewer gue dan itu sakit banget tau gak


" Bun udah ihh sakit tau, " rengek gue ke bunda


" Jangan berisik lagi, bunda mau bocan dulu, " usir bunda


Gue langsung ke kamar gue kembali dan gue lihat sahabat gue sedang berperang dengan Gerald dkk


Rael pov end


" Bagus, " ucap Rael dingin dari pintu


Mereka langsung melihat kearah Rael sambil meneguk salivanya


" Enak banget ngancurin kamar orang ya, "


Rael menelusuri setiap sudut kamarnya yang sudah berantakan dan mendapati makhluk terkutuk di dekat kasurnya, wajah Rael menegang membuat mereka heran


" Kenapa dek? " Tanya Lewis


Biasanya dia kek gini karna makhluk itu Batin Kai dan Glen


Kai langsung melihat ke arah yang Rael lihat dan Gotcha, dia melihat makhluk itu


" Glen balas dendam, " ucap kai tersenyum smirk


Glen berjalan ke arah Rael, tanpa Rael sadari karena terlalu fokus pada makhluk terkutuk. Glen lalu mendorong Rael masuk dan mengunci pintu kamar


Kai berjalan ke arah makhluk itu lalu berpura pura menangkapnya, padahal dia mengusirnya, Kai berjalan ke arah Rael


" Pergi gak, " ucap Rael


Glen memegang pundak Rael lalu...


" Pembalasan, " bisik Glen tersenyum


" Woy saatnya balas dendam! " ucap kai pada Gerald, Warren dan Lewis


Gerald dkk langsung mengepung Rael, kecuali Lewis, dia hanya diam ditempat sedangkan 2D dan Sesil duduk di atas kasur menonton


" Wihh seru nih, " ucap Dian


" mantap, " ucap Devi dan Sesil


" Ren jangan biarin dia lolos! " ucap Kai


" Vi sini cepetan! " panggil Gerald


" Ikat aja gue, asal buang makhluk itu, " Rael terus menghindari mereka


Dia berlari ke arah Lewis dan langsung memeluknya


" Huaa kak tolongin El hikss El hikss gak akan hikss nakal hikss, " pinta Rael sambil memeluk Lewis, walaupun hanya tangan kirinya yang memeluk Lewis


Kasian juga nih anak Batin Lewis


" Wis tangkep dia!! " seru warren


" Lo pada nyadar gak, yang lo semua lakuin itu berlebihan, ini cewek bro lo semua buat dia nangis! " ucap lewis bijak membuat mereka bungkam


Rael masih terisak dalam dekapan Lewis


" El lepasin dia! " marah Kai


" G-gak, " tolak Rael sesegukan


" El lepas " Tegas Kai


Rael hanya menggeleng dan tetap nemeluk Lewis


" Kak, keluar yuk, " ajak Rael


Lewis pun keluar bersama Rael menuju ruang tamu


" Dek ini telinga ngapa merah dah? " tanya Lewis


" Di jewer bunda, " Rael menghapus air matanya


" Kenapa? "


" El ngaku ke bunda kalo El tadi bohong di jahilin kalian "


Jujur amat neng Batin Lewis


" El, " panggil Kai berjalan ke arah mereka diikuti dengan yang lain


" Hm, " Dehem Rael tanpa menoleh


" Al ini HP lo kan? " Sesil menyodorkan Hp dengan layar yang retak, tapi hanya bagian atas saja


" Wahh masih nyala, " ucap Rael datar sambil menyalakan HP nya


" Banyak banget panggilan gak terjawabnya, dari siapa dek? " Tanya Lewis


" Entah eh dia nelpon," ucap Rael


" Hoi "


Kek kenal Batin Rael


" Siapa? " Tanya Rael dingin


" Ian, gue lagi di luar "


" Gue gak di rumah, " bohong Rael


" Bohong, lo gak mau mereka liat gue kan? "


" Iya "


" Keluar bentar aja gue mau ngomong, gue gak macem macem kok cuma "


" Cuma? "


" Cuma satu macem aja, "


Inginku berkata kasar Batin Rael


" Mati aja sono, "


" Bercanda, cepetan keluar atau mau gue yang masuk? "


Rael tidak menjawab, dia langsung mematikan sepihak lalu berjalan keluar


" Mau kemana? " tanya kai tapi di hiraukan


" ****** lo pada, Rael udah benci ama lo semua haha, " tawa Lewis


" Diem deh lo, " marah Gerald


" Vian sih, ngapain pake ngajak gue, " gerutu Warren


" Siapa suruh lo ngikut? "


" Malah ngebacot, mending lo semua pikirin cara buat Rara gak marah lagi, " lerai Devi


" Tapi, gue penasaran deh siapa yang nelpon Cia, " ucap Glen


" Mau ikut gak? " ajak Dian berdiri dari duduknya


" Kemana? " tanya Sesil


" Ngintip Cici, " jawab Dian dengan wajah jahilnya


Mereka semua ikutan mengintip lewat jendela


" Mana? Gak ada orang, " ucap Warren


" Eh itu mobil siapa? " tanya Sesil


" Entah, " jawab Mereka serempak


" Jangan - jangan dia lagi di mobil itu, " ucap Warren


16 menit kemudian


" Lama banget keluarnya, " ucap Dian mulai lelah


" Tuh dia keluar, " tunjuk Lewis


" Perasaan gue aja atau dia emang lagi ngeliat kita? " tanya Devi


" G- gue mau k- kedalam dulu, " Glen meninggalkan mereka


" Gue juga, " Ucap yang lain dan mereka pun kembali duduk


Tbc