
HAPPY READING
Pagi hari yang cerah membuat seorang gadis kecil terusik dari tidurnya yang lelap. Setelah terbangun dari tidurnya ia mengusap matanya yang masih setengah terbuka dan segera mengambil handuk untuk melakukan ritual mandinya
"Hah...hari yang menyebalkan datang lagi"ucapnya mulai berjalan menuju kamar mandinya.
-------------------------
Setelah selesai berpakaian ia mulai menaburkan bedak hitam di wajahnya dan memakai lensa warna hitam karena manik matanya berwarna biru laut itu sudah menjadi kebiasaanya dimanapun dia berada
TOK
TOK
"Non sarapan sudah siap"ucap seorang pembantu
"Iya bi, bentar lagi rael turun" balasnya datar
Gadis itu tidak dingin hanya saja sejak kejadian yang menimpanya saat dia masih kecil dan tidak tahu apa apa membuatnya jadi gadis pendiam dan orang mengiranya dia dingin, tapi saat berada di sekolah dia akan bertingkah seolah kehidupannya biasa saja
" Sweety!! Kita akan terlambat kalau kamu gak turun sekarang" teriak seorang pria yang tengah duduk di meja makan
"Iya iya "ucap rael alias RAELLA ALICIA MARGARETHA DALTON
"Senyum dikit napa! Muka kamu udah kea tembok tau gak"
" bangkai tenang aja di sekolah nanti berubah kok"
"Panggil nama abang gak usah segitunya juga kali"
"Emang salah? Itu kan emang nama abang"
"Bacot! cepetan makannya nanti telat di hari pertama MOS "
Ya pria itu adalah kakak raella, namanya adalah RENKAI ALVIAN DALTON.
-------------------------
Kini rael dan kai sedang menuju sekolah menggunakan mobil Mclaren navy milik kai
" El, kamu gak capek pura - pura bahagia terus?" Tanya kai tiba tiba
" Emang kenapa?" Bukannya menjawab rael malah balik bertanya
" Abang gak tega liat El kea gitu, Dari dulu sampai sekarang gitu mulu"
Rael tidak menjawab dia hanya memandang keluar jendela. Kai sangat khawatir melihat rael yang selalu tersenyum palsu hanya untuk menutupi lukanya.
------------
Kai memarkirkan mobilnya di tempat pribadinya, kai merupakan MOST WANTED BOY di sekolahnya.
"Waaah...suami idamanku"
" Gak kuat adek liatnya"
"Beruntung gue dateng pagi"
"Suamiku tunggu aku"
"Kakak itu ganteng banget"
Begitulah sekiranya tanggapan mereka tentang kai, ya bagaimana tidak kai memiliki wajah asia yang mirip orang korea, hidung mancung bagaikan perosotan dan dia adalah wakil ketua OSIS di SMA HENSEN.
"Bang, kenapa mereka liatin el kea gitu?" Tanya rael melihat banyak orang tengah menatapnya sinis, iri dan marah.
" Muka kamu mirip kadal afrika sih" jawab kai terkekeh dan mendapat balasan cubitan di lengan oleh raella
"Sakit vangke!"
"Rasain tuh nyet"
" ooh...berani ya kamu , tunggu aja pembalasan abang di MOS"
"Baperan nyet"
"Aku abang kamu, bukan monyet"
" Bang, el punya permintaan. Boleh gak?"
" Boleh asalkan abang bisa"
Rael diam sejenak dan ragu untuk mengatakannya
"El bilang aja"
"Bang, bisa gak nanti jangan bilang ke orang orang kalau kita saudaraan" ucap keyla agak pelan
" hmm " kai hanya berdehem dan mulai mempercepat langkahnya
bang kai pasti marah yah Batin rael
''''''''''
Tibalah mereka di sebuah aula yang sangat besar dan megah itu, bagaimana tidak ini adalah sekolah yang sangat terkenal dan hanya orang orang elit saja yang bersekolah disini, karena biayanya yang mahal.
" El kesana gih "ucap kai datar sambil menunjuk barisan anak baru
" Hmm " dehem rael dan meninggalkan kai
Rael menuju barisan dan berbaris di belakang seorang wanita berambut pendek dan memakai kacamata
Sepertinya dia anak baik baik Batin rael
" Hai " ucap rael menepuk pundak wanita itu
" eh ah ... hai " balas wanita itu berbalik ke arah rael
" Kenalin nama aku Raella Alicia M D "
"Mmm... aku Devita Harsella C "
" Hari ini kita jadi teman yah "
" Baiklah "
"Para peserta MOS!! Baris yang rapi! yang telat cepetan baris, hari ini kalian masih di ampuni " teriak seorang wanita dari toa sekolah. Yang tadinya berisik langsung diam setelah melihat sudah ada osis di depan.
" Perkenalkan, kami OSIS di SMA HENSEN. Kami yang akan membimbing kalian selama MOS berlangsung " ujar pria bertubuh tinggi dan berkulit putih
Rael tidak pernah suka dengan yang namanya MOS karena menurutnya itu sangat membosankan dan membahayakan(?)
" kita kenalan satu satu aja dulu yah. Nama gue LEWIS ADRIAN PRATAMA jabatan gue sebagai sekretaris di osis yang paling kece sejagat raya " ujar lewis sok ganteng dan mendapat teriakan dari siswa siswi di sana
" Untung ganteng, kalau ngga udah gue cincang " ucap seorang wanita di sebelah rael dan membuatnya menoleh
" Hai kenalin gue DIAN ARIANA W " ucap wanita itu menjulurkan tangannya kepada rael
" Eh... gue RAELLA ALICIA M D " ucap rael membalas juluran tangannya
Kai melihat rael yang tengah berbicara sambil memegang tangan seseorang
Kerjain ah Batin kai
Kai berjalan menuju Lewis yang memegang mikrofon
Sontak Dian dan Rael pun menyadari kalau mereka yang sedang di tunjuk
" Iya kalian berdua, cepetan sini " lanjut kai
Mereka berduapun langsung menuju kai dengan perasaan yang tidak enak
" Udah berasa jago ya, kak lewis sedang perkenalan kalian malah ngobrol di belakang " bentak kai
" ****** tuh sok cantik "
" Cabe banget "
" Palingan modus tuh "
" Dihh caper sama kakel "
" Palingan juga misquen haha "
Begitulah cibiran yang mereka dapat dari semua orang yang berada di aula
" gak kak " ucap Dian takut
" udah tau salah malah gak mau ngaku "
Rael tidak berbicara, dia hanya melihat kai dengan wajah datarnya
" kasih hukuman aja Vi. Mereka udah gak sopan " ucap pria di sebelah kai
" Yaudah, ren lo kasih mereka pertanyaan kalau gak bisa jawab terserah lo mau apain mereka " balas kai tegas lalu meninggalkan mereka
" kalian berdua ikut gue " ucap pria yang di panggil ren itu
Mereka menuju ke belakang barisan agar tidak mengganggu proses MOS
" kalian udah tau nama gue? " Tanya orang itu
" Belum kak " ucap dian
" Belumlah orang kita baru masuk " Balas Rael santai
"Gue WARREN PRAYUDA ARITAMA"
" Sekarang coba beritahu gue siapa yang memahat patung liberty " lanjutnya
" Kak, emang itu ada hubungannya dengan kesalahan yang kami lakukan? Bahkan yang kami lakukan hanyalah kenalan " bukannya menjawab rael malah balik bertanya
" Kakak sengaja bertanya yang susah agar kami gak bisa jawab kan? Trus kakak akan menghukum kami " lanjutnya kesal
" Lo ngelawan sama gue "
" Gak. Tapi apa kakak sendiri tau jawabannya? "
" Lo ngeremehin gue, inget lo masih anak baru disini jadi gak usah belagu "
" Ingatlah gue anak baru ya kali gue kakel "
Dian tidak berbicara sebaliknya rael malah biasa biasa saja membalas ucapan Warren
" Sok jago banget lo. kalau kalian gak bisa jawab, hukumannya adalah jalan jongkok keliling aula lima putaran "
" kalau kami bisa jawab apa keuntungan yang kami dapat? "
" Gue akan bebasin kalian dari hukuman yang anak OSIS berikan "
" Hee menarik juga Kalau begitu pemahat patung liberty adalah FREDERIC AUGUSTE BARTHOLDI "
Mendengar jawaban rael yang tiba tiba, membuat warren dan dian kaget tak percaya.
" Jadi kami bebas kan kak? Kalau begitu kami permisi "
Rael langsung menarik tangan dian dan kembali ke barisan meninggalkan warren yang masih bengong
" Ci lo pinter banget. Kok lo tau sih tentang patung liberty? " tanya dian tak percaya
" Entahlah " jawabnya datar
" ih... kok gitu sih "
" kenapa sih? "
" Gue kan pengen tau "
" ok...ok... Gue tau karena dulu pernah belajar tentang patung itu "
"Oh... trus kenapa lo gak jawab dari awal aja?"
Rael tidak menanggapi pertanyaan dian
'''''''''''''''
Warren tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya saat berkumpul dengan anak OSIS lainnya
" Ren lo kenapa? " tanya kai
" Gak papa "
" jadi tu anak lo kasih hukuman apa? "
" Gak ada "
" Emang lo tanya apaan sama mereka? "
" Pemahat patung liberty "
" Oh... Pantesan " Kai mulai mengerti mengapa rael tidak terkena hukuman
" Vi gue punya janji dengan mereka "
" janji apa? Kenapa? "
" Gue janji kalo mereka berhasil jawab gue bakal bebasin mereka dari hukuman anak OSIS "
Ini pasti perbuatan El haha Batin Kai
" Oh kalo gitu lo semangat gue gak bisa bantu " Kai langsung meninggalkan Warren
" Para peserta sekalian! Sampai disini dulu pelajarannya, kalian boleh beristirahat atau makan " ujar Lewis
" Ci makan yuk! " ucap dian yang hanya dibalas anggukan pelan rael
" Dev kok diem aja? Ayo " ucap rael menarik tangan devita tanpa menunggu jawaban darinya
SKIP
Di kantin mereka duduk di pojokan karena terlalu banyak kakak kelas yang sangat merepotkan, begitulah menurut rael. Devi dan Dian pun sudah berkenalan
" Ci lo dingin juga ya " ucap dian tiba tiba membuat rael kaget dan tersedak
"Uhuk...uhuk..."
TBC