I'M RaKey

I'M RaKey
Part 10



Kebohongan adalah kebahagiaan sementara


Key_AMD


HAPPY READING CURUUT 😂


Hari ini hari pertama sekolah bagi anak MOS yang sudah menjadi anak SMA di sekolah HENSEN begitupun dengan Rael yang kini sedang bersiap siap


Baju sekolah ✅


Lensa mata ✅


Bedak hitam ✅


Setelah itu Rael turun untuk sarapan, ternyata sudah ada Glen


" Kak, abang aku mana? " Tanya Rael duduk di sebelah Glen


" Dikamar " Jawab Glen datar


Laah dia ngapa dah datar amat Batin Rael


" Morning " Ucap Kai berjalan ke arah mereka


" Morning too " Balas Rael dan Glen


Setelah sarapan Rael beranjak meninggalkan kai dan Glen


" Bang, El pergi dulu " Pamit Rael hanya dibalas deheman kai


Loh abang juga? Datar amat mas Batin Rael


Rael pun melenggang pergi ke garasi tapi dia tidak memakai lamborghini melainkan Pagani Huayra Bc warna Maroon


Rael mengendarai mobil dengan kecepatan diatas Rata rata sehingga dia sampai di sekolah hanya memakan waktu 7 menit


Dia memarkirkan mobilnya di parkiran biasa dan terlihat masih sepi hanya mobil Rael yang ada bagaimana tidak ini baru jam 6:00


Rael berjalan di koridor kelas X sambil melihat nama nama yang tertempel di pintu kelas dan lucky namanya berada di kelas X Ipa 2 bersama dengan 2D


" Andai kelas ini seperti sekarang tenang " Ucap Rael dan mengambil tempat duduk di pojok belakang dekat dengan jendela


Rael menyimpan tasnya di meja dan dia duduk sambil menenggelamkan kepalanya dilipatan tangannya, jujur Rael lelah berusaha agar diakui mommynya, lelah dengan penyakit yang bisa merenggut nyawanya kapan saja dan lelah memainkan drama dengan fake smile padahal matanya siap untuk menumpahkan air mata


Tak terasa kelas sudah ramai dengan siswa siswi, Rael mengangkat kepalanya dan mendapati 2D duduk di depan bangkunya


" Oy Dev, Di " Ucap Rael membuat 2D menoleh


" Rara lo udah sehat? " Tanya Devi senang


" Dari 2 hari yang lalu sih tapi gue dilarang sekolah dulu hehe " Jawab Rael nyengir


" Ck enak banget lo dirumah, lah kita ikutan MOS " Ucap Dian


" Gak nanya " Ucap Rael membuat Dian mendengus kesal


" Oh iya nih buat lo berdua dari temen gue " Lanjut Rael menyodorkan paper bag


Dari gue sendiri sih tapi boong dikit gak papa lah Batin Rael


" Waahh... Jam Couple merk Rolex lagi " Kagum Dian


" Daebak... bilangin ama temen lo Thanks yah " Ucap Devi


" Udah pake gih gak usah diliatin mulu gue aja udah pake " Rael menunjukkan tangannya


Triiing...triiing (Bel masuk)


Datanglah guru wanita yang kelihatan lemah lembut dan seisi kelas langsung diam


" Pagi anak anak " Sapa Bu guru


" Pagi bu " Sahut semua murid


" Nama ibu Marlin Putri guru bahasa indonesia sekaligus wali kelas kalian, ibu harap di kelas ibu tidak ada perbedaan ya "


" Iya bu "


" Ibu ada kabar baik, karena ini hari pertama kalian jadi hari ini kalian free dan gunakan waktu kalian untuk saling berkenalan " Bu marlin pun keluar kelas


Kelas hening dengan suasana akward hingga ada cowok yang maju kedepan


" Kenalin gue Rifki Aillen Arizona " Ucapnya


" Gue harap kita semua bisa berteman baik walau kita semua belum saling kenal, kita semua sama jadi jangan saling merendahkan ataupun membully jadi jangan takut kita semua keluarga disini, kalau ada salah satu dari kita yang diganggu kita semua akan melawan, kita boleh membuat grup tersendiri tapi kita semua tetap satu " Jelas Rifki panjang kali lebar


" Baiklah kita mulai sesi kenalannya " Teriak Rifki membuat seisi kelas ricuh


Mereka semua saling kenalan kecuali Rael yang hanya menatap mereka sambil tersenyum tipis


Gue punya keluarga lagi Batin Rael


Rifki melihatnya dan berjalan ke arah Rael yang tidak sadar


" Hei, lo gak mau kenalan dengan kita? " Tanya Rifki


" Eh mau kok tapi semua lagi pada sibuk jadi gue tunggu aja " Ucap Rael kikuk


" Gue gak sibuk "


" Trus? "


" Lo gak mau kenalan ama gue? "


" Ngomong dong "


Dosa gak kalo gue bogem ni orang Batin Rifki


" Gue Raella Alicia lo bisa manggil gue ella "


" Gue Rifki Aillen Swinton " Mereka berjabat tangan


" Gue boleh panggil lo eki? "


" Kok eki? Gue bukan cewek "


" Udah bagus kok itu dan ingat hanya gue yang boleh manggil lo gitu "


Yee seenak jidat banget Batin Rifki


" Serah lo deh "


Rael tidak menyadari ada seseorang yang melihatnya dengan tatapan benci


Triiing....triiing


" Ra makan yuk " Ajak Devi


" Hm " Dehem Rael


Rael, Devi dan Dian pun menuju kantin mereka seperti biasa duduk di pojokan dan Devi pergi memesan makanan tak lama kemudian dia datang dengan membawa makanan


" Eh perasaan gue gak enak, Emm lo berdua jangan ikut campur yah ini masalah gue " Ucap Rael tiba tiba


Dan benar datang Gabriel dkk menggebrak meja


Brakk


" Lo masih berani masuk sekolah yaa? " Ucap Gabriel, Rael hanya diam menatap 2D bergantian


Ganggu waktu makan gue aja Batin Rael


" Heh lo budek ya? " Bentak Annes


Gabriel menarik kerah baju Rael dan menghempaskan Rael ke lantai membuatnya meringis, 2D hanya diam karena ucapan Rael tapi dalam hati mereka sangat ingin membantu Rael


Rael kembali berdiri dan menatap Gabriel dkk datar


" Ngapain natap gue hah? " Tanya Gabriel


" Serah gue lah yang punya mata juga gue " Jawab Rael santai membuat Gabriel semakin marah


" Lo nyari mati Hah!! " Bentak Gabriel


" Gak, gue nyari ilmu " Balas Rael kelewat santai


Ra pliss jangan ngomong lagi Batin Devi


Gas troos Ci Batin Dian


" BI**H !!! " Teriak Gabriel dan melayangkan tangannya kearah Rael


Tapi sayang tangannya tidak mendarat di pipi Rael karena ditahan oleh Rifki


" Kak jangan mentang mentang lo anak kepsek jadi seenaknya bully orang " Ucap Rifki menghempaskan tangan Gabriel


" Ck lo mau jadi pahlawan kesiangan hah? " Ucap Falen


Tiba tiba ada suara berat menghentikan perdebatan mereka


" Woi cabe mending lo semua pergi deh " Ucap Kai dengan wajah marah


" Iya tuh beb usir aja nih cabe ganggu mata aku aja " Ucap Annes bergelayut manja di tangan Kai


" Yang gue usir tuh kalian CABE " Ucap Kai menekan kata cabe tepat di depan Wajah Annes dan membuat seisi kantin menertawakan mereka


" Kok kita sih? Bebeb gerald belain kita dong " Ucap Gabriel menjijikan pada Gerald


Shit gue gak tahan lagi Batin Rael


" Ck Menjijikan " Ucap Rael dingin dan menatap Gabriel jijik


Mantap Ra/Ci/Ella Batin Rifki dan 2D


" HEH BI**H NGOMONG APA LO HAH " Teriak Gabriel


" Budek? " Tanya Rael


Gabriel berlari kearah Rael berniat ingin memukul Rael tapi Rael menghindar dan menjegal kaki Gabriel hingga Gabriel jatuh


" USIR " Ucap Rael dingin dan menatap tajam Kai


" Gab lo gak malu atau emang gak punya malu? " Ejek Kai membuat Gabriel merah padam menahan malu


Gabriel di bantu berdiri oleh antek anteknya dan pergi meninggalkan kantin


" Hm, Thanks ki " Ucap Rael tersenyum pada Rifki 


Nih curut siapa lagi? Batin Kai


" sama sama, oh iya lo gak papa? " Balas Rifki memegang pundak Rael


" Gak usah megang juga kali " Kesal Kai


Rifki langsung mengangkat tangannya


" Sorry la, gue gabung yah? "


" Hm " Rael kembali duduk dan bersiap menyantap baksonya


" RAEL LO DATENG JUGA KANGEN GUE " Teriak Warren dari kejauhan di belakangnya ada Glen dan lewis


" Berisik woi " Kesal Kai


Kini Rael dkk + rifki dan Gerald dkk berada di satu meja sedang makan dengan tenang


* posisi mereka kayak gini


Warren-lewis-devi- dian


Rifki-Rael-kai-Glen- gerald


" Ahh... Kenyang juga " Ucap Warren


" Dek dia siapa? " Tanya Lewis menunjuk Rifki yang duduk disamping Rael


" Rifki teman sekelas " Ucap Rael sambil memainkan HP nya, Dia sedang berkutat dengan berkas berkas yang ayahnya kirim lewat email


" Rael kok jam itu udah ada ama lo? " Tanya warren menyadari jam yang di pakai Rael


" Kemarin key datang ngantarin punya gue dan temen gue " Jawab Rael tanpa menoleh


" Heh kalo ada orang ngajak bicara itu diliat orangnya bukan HP " Tegur Rifki membuat Rael menyimpan HP nya


El gue nurut gak gak ini gak boleh Batin Kai


Kenapa dia sok dekat dengan Rael Batin Gerald


Kai tidak suka dengan kehadiran Rifki sehingga tanpa sadar dia menggenggam tangan Rael kuat di bawah meja


" Akhh " Ringis Rael menarik perhatian mereka


" Kenapa? " Tanya mereka


Sedangkan Kai kaget dan langsung melepas genggamannya tapi rael kembali menggenggam tangan kai dengan lembut sambil menutup matanya untuk menetralkan rasa sakit


" Ra lo kenapa? " - Devi


" Lo sakit ci? " - Dian


" Dek kenapa? " - Lewis


Rael membuka matanya dan menggeleng pelan sedangkan kai merasa bersalah


" El maafin abang " Bisik Kai hampir menangis


Yang ngerasain gue kok yang mau nangis abang sih aneh Batin Rael


" Kita balik dulu " Ucap Rael meninggalkan kantin diikuti Rifki dan 2D


Kai pov


Gue **** banget sampai kasarin Rael padahal kan dia gak salah apa apa Batin Gue


Gue kecewa aja dengan diri gue sendiri, gue bahkan membenturkan kepala gue di meja kantin


Brukk


Brukk


" Vi lo gila ya? " Tanya warren


" Iya gue gila, ****, kasar " Jawab gue mengacak acak rambut gue


" Kai kenapa? " Tanya glen mengerti kenapa El meringis tadi


" Dia punya gue, gue gak mau dia di rampas orang " Jawab Kai


" ****** lo " Ucap Glen dan ninggalin gue


" Lo pada ngomong apa sih? " Tanya lewis


" Aneh " Ucap Gerald


" Kelas kuy " Ucap Gue ngalihin pembicaraan


Kai pov end


Rael pov


Gue dikelas duduk aja sambil menenggelamkan kepala dilipatan tangan gue


Sakit sakit sakit Batin gue


2D khawatir dengan gue tapi gue selalu nunjukin fake smile dan bilang gue fine aja, tapi sebenarnya tidak tangan gue sakit banget gue pengen banget teriak sekarang


Gue lagi nunggu bel pulang gue udah gak tahan lagi pengen teriak


Triingg....triingg


Akhirnya bunyi juga tuh bel tapi gue gak langsung pulang gue nunggu sekolah sepi baru gue pulang


" Sepi juga akhirnya " Ucap Gue mengambil tas dan berjalan keluar


Skip mansion


Gue berlari masuk menaiki tangga dan memasuki kamar lalu menguncinya


Gue gigit bantal dan berteriak


" Arrghh "


Selesai berteriak gue tiduran tanpa mengganti baju


" Hikss...sakit...hikss " Isak gue


Rael pov end


Kai pov


Gue udah pulang bareng Glen tapi El belum juga kelihatan jadi gue masuk ke kamar gue


" Argh bodoh banget sih gue " Ucap gue


Gue lagi merutuki kebodohan gue tiba tiba gue dengar suara langkah kaki cepat, gue segera keluar dan ternyata itu El dia langsung masuk kamarnya


Gue berhenti di depan pintunya karena suara teriakan yang ditahan lalu suara isak tangis, gue mau masuk tapi pintunya di kunci. Gue langsung ngambil kunci cadangan dan begitu gue masuk gue liat El di atas kasur menutupi mukanya pakai bantal


" El " Panggil gue lirih


" Hm " Dehem El


Gue tau dia lagi hapus air matanya lalu bertingkah seolah dia baik baik saja


Kai pov end


" El kamu nangis kan? " Tanya Kai duduk di tepi kasur


" Gak kok, abang keluar deh El mau mandi " Rael langsung menyambar handuknya dan lari masuk ke kamar mandi


El maafin abang Batin Kai


Cuma butuh 15 menit Rael pun keluar dari kamar mandi dengan handuk membaluti badannya, dia berjalan memasuki walk in closet untuk berpakaian


Susah juga pake baju dengan satu tangan Batin Rael


Setelah mengeringkan rambut Rael menuju ke kasur dan terkejut melihat kai yang masih duduk di tepi kasur sambil menatapnya lekat


" Abang tadi gak keluar? " Tanya Rael


" Gak " Jawab Kai


" Trus tadi abang liatin El mondar mandir pake handuk doang? " Tanya Rael


" Iya, kenapa? " Ucap kai


Jadi tadi bang kai liat gue mondar mandir cuma pake handuk Batin Rael


" Kamu malu abang liat tadi cuma pake handuk? " Tanya kai terkekeh Rael tidak menjawab


" El kamu pake blush on yaa? " Tanya Kai tertawa


" Isshh... abang kenapa gak keluar sih? " Ucap Rael berlari memeluk kai dan tingkahnya itu membuat kai gemes


Adek gue gemesin banget Batin kai


" Kok malu? Dulu aja kita pernah mandi bareng haha " Kai menidurkan Rael di sebelahnya dan memeluknya


" Huaa... El kan udah besar " Rael menenggelamkan wajahnya di dada bidang kai


" El tangan kamu masih sakit? " Ucap Kai serius


Banget Batin Rael


" Gak kok " Bohong Rael padahal tangan kanannya masih sakit


" Abang gak mau kamu di ambil orang dan ninggalin abang " Ucap Kai memeluk Rael erat


" El gak akan pergi kalo bukan abang yang usir El " Balas Rael seadanya


" Gak mungkin abang ngusir El " Ucap Kai


Kebohongan adalah kebahagiaan sementara Batin Rael


Rael tidak menanggapi perkataan Kai dan memilih untuk tidur agar tidak merasakan sakit di tangannya


TBC