
Happy Reading Oncom :p
Rael sungguh bosan menatap papan tulis mana gurunya killer, pelajaran hari ini adalah Mat bukan karena tidak bisa mengerjakan tugas yang diberi hanya saja menurutnya itu hanya akan membuang tenaganya, kertasnya dan tinta pulpennya
Kapan kelarnya sih Batin Rael
Rael mulai menelungkup di lipatan tangannya yang berada di meja untung saja dia hanya duduk sendiri dan dia menyukai hal itu hehe
Pak Gary sedang menjelaskan tanpa sengaja dia melihat Rael
" Murid yang di belakang kalau kamu mau tidur jangan di kelas saya " Ucap Pak Gary kesal
Ck ganggu orang aja Batin Rael
Rael mengangkat kepalanya malas dan menatap pak Gary datar lalu menaikan satu alisnya seolah bertanya kenapa, seisi kelas melihatnya greget sendiri
" Kenapa tidur di saat saya mengajar? " Tanya pak Gary
" Saya gak tidur " Jawab Rael dan dia memang tidak tidur
" Kamu kerjakan soal ini dibuku sekarang " Tegas Pak Gary
" Ck pak ngapain di buku sih kan sayang kertas dan tinta saya " Balas Rael kesal
Berani banget Batin Mereka
" Lalu kamu mau pake buku dan pulpen kamu untuk apa " Marah Pak Gary
Semua murid hanya diam tidak bersuara sedangkan Rael selalu membalas perkataan Pak Gary
" Pak, saya kerja di papan saja " Ucap Rael
" Saya tidak tanggung jawab kalau kamu malu " Ejek Pak Gary tersenyum sinis
" Tapi kalau betul saya punya permintaan sama bapak " Ujar Rael
" Saya akan kabulkan "
Rael maju dan melihat soal yang akan dia kerjakan dia terkejut
" Pak ini..." Ucap Rael kaget
" Kenapa? Kamu udah nyerah padahal baru liat soalnya? " Ucap Pak Gary
" Gampang banget ini dikasih kesini trus yang ini dijumlahkan dengan ini...bla...bla..." Rael mengerjakan soal sambil menjelaskan caranya dengan jalan yang mudah
Seisi kelas langsung mengerti cara mengerjakan soal itu berkat Rael
" Well done " Ucap Rael menyimpan spidol
" Gak di periksa pak? " Tanya Rael
" Ini ini betul semua dan kamu mengerjakannya dengan cara yang mudah " Kaget Pak Gary
" Jadi bapak akan mengabulkan permintaan saya kan? "
" Iya janji adalah janji "
" Saya cuma mau bapak bersabar dengan sikap saya " Ucap Rael datar
" Maksud kamu? " Heran Pak Gary
" Saya akan berbicara terus terang yang ada di pikiran saya pada bapak jadi mohon bapak maklumi sikap saya karna saya gak suka bapak akan mengira saya Bad Girl " Balas Rael
" Hanya itu? " Tanya Pak Gary
" Iya eh pak materi ini kan udah selesai dan teman teman saya juga udah ngerti jadi kita boleh ke kantin kan " Ucap Rael diangguki oleh Pak Gary dan membuat seisi kelas senang
" Saya permisi pak " Pamit Rael menyalami pak Gary
" Dev, Dian gak makan? " Tanya Rael diambang pintu
" E eh makan kok " Ucap 2D dan ikut menyalim pak Gary begitu pun dengan yang lain
Di kantin Rael hanya duduk menatap 2D yang sedang makan
" Kenapa Ra? " Tanya Devi
" Makan aja dulu " Ucap Rael
" Lo gak makan? " Tanya Devi
" Nunggu kalian selesai " Jawab Rael
Rael berencana menyuruh Devi atau Dian menyuapinya makan karena tangan kanannya sakit lagi gara gara menulis tadi
Tiba tiba teman sekelas Rael mengerumuni Rael dan 2D
" Ngapain? " Tanya Rael datar
" Kita cuma mau bilang makasih berkat lo kita jadi free class " Ucap Seorang cowok yang Rael tau namanya Calvin
" Gue gak butuh rasa terima kasih kalian karna menurut gue kalo kita udah temenan gak ada rasa terima kasih diantara kita saat saling membantu " Ucap Rael membuat mereka senang dengan Rael
" Lo gak minta di traktir gitu? " Tanya Calvin mewakili mereka
" Gak, gue cuma mau kalian maklumi sikap gue " Jawab Rael
" Jadi lo pada makan sono dari pada ngumpul gak berfaedah gini " Lanjut Rael, temannya pun kembali ketempat mereka dan memesan makan
" Ra kita udah selesai nih lo mau ngomong apa? " Tanya Devi sambil membersihkan bibirnya dengan tisu
" Oh lo bisa gak sua- " Ucap Rael terpotong karena seseorang
" Lo gak usah belagu tadi cuma kebetulan aja lo bisa jawab soalnya " Ucap Cewek bernama Sesilia Putri Amber
" Serah lo " Ucap Rael datar
" Ck jelek aja belagu " Ucap Sesil melenggang pergi
" Thanks " Balas Rael
" Jadi gini sua- " Ucap Rael terpotong lagi
Perasaan omongan gue dipotong mulu Batin Rael
" El kok disini? " Tanya Kai dibelakangnya ada Gerald dkk
" Gak boleh? " Tanya Rael
" Kalian sekelas gak masuk? " Tanya kai lagi
" Free class " Jawab Rael
" Kakak ngapain disini? " Tanya Devi
" Sama kea kalian kita free class " Ucap Kai dan mereka duduk bersama Rael dkk
*posisi duduk
Warren-Devi-Dian-lewis
Kai-Rael-Gerald-Glen
" Kalian udah makan? " Tanya Warren
" Rara belum makan" Ucap Devi diangguki Dian
" Gue pesenin sekalian aja " Ucap Warren pergi memesan
Trus gue makannya gimana? Pake tangan kiri gitu? Batin Rael
Devi terus melihat Rael yang sedang berpikir
Rara kenapa sih? Batin Devi
" Ra " Panggil Devi
" Hm " Dehem Rael melihat Devi
Devi mengangkat satu alisnya seolah bertanya ada apa?
Rael hanya berbicara tanpa suara mengatakan tangan gue sakit lo suapin yah. Devi mengerti dan hanya mengangguk
Datanglah warren membawa bakso untuknya dan untuk Gerald dkk+ Rael
Devi mengambil bakso milik Rael
" Ra pake sambel? " Tanya Devi
" Hm " Dehem Rael
" Kecap? "
" Gak "
" Dev lo ngapain ambil bakso Cici? Lo mau suapin dia? " Tanya Dian
" Iya " Jawab Devi dan mulai menyuapi Rael
Sedangkan Gerald dkk hanya heran menatap mereka
" Makan sendiri napa? " Sewot Lewis
Rael hanya diam dan terus menerima suapan dari Devi hingga selesai, Rael minum sendiri menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya dia taruh dibawah meja
" Manja " Ucap Gerald saat Rael selesai makan
" Siapa? " Tanya Rael
" Lo " Jawab Gerald
" Yang peduli " Mereka semua tertawa mendengar ucapan Rael membuat Gerald mencubit tangan kanan Rael
Rael serasa ingin berteriak dan menangis
" Mati aja lo " Ucap Rael meninggalkan mereka
El aneh banget Batin Kai
Dia marah? Batin Gerald
Tiba tiba HP devi berbunyi diapun membuka Line ternyata pesan dari Rael
Rara
Dev izinin gw
Kenapa?
Gw mw plg tgn gw skit bgt
Lo naik ap plgx?
D jmpt, oh y jgn blg ttg tgn gw kecuali Dian
Ok Gws Ra💩
Devi menyimpan kembali HP nya dan mengajak Dian ke kelas meninggalakan Gerald dkk
Rael pov
Selesai chat si Devi gue langsung panggil Rubin buat nganter gue untuk di periksa
Rubin udah periksa tangan gue dan ternyata tangan gue cuma geser aja dikit tulangnya, dia bilang suruh aja Bi Tami pijat tangan gue jadi dia nganter gue pulang pake mobil gue trus dia balik lagi naik taksi
" KAK VIVI, KAK LILI " Teriak gue dari ruang tamu
" Ribut amat sih non " Ucap Vivi
" Ada apa non? " Tanya Lilian
" Panggilin Bi Tami, El tunggu di kamar GPL " Ucap gue dan pergi ke kamar
Sekarang tangan gue lagi di pijat Bi Tami, gue hanya bisa nangis dan kadang teriak. Kak vivi dan kak lili kasihan ngeliat gue, selesai gue di pijat Kak vivi bantu gue lepas lensa, jam tangan, sepatu dan mereka keluar biarin gue istirahat
Rael pov end
Rael tidur selama 4 jam dia terbangun dan menyadari dia belum mengganti bajunya jadi dia beranjak dari kasurnya untuk mandi
Setelah bersusah payah memakai baju dia akhirnya selesai lalu turun kebawah mencari makan
" Kak vivi kak lili " Panggil Rael dari tangga
Vivi dan lili segera menuju ke Rael
" Ada apa? " Tanya Lilian
" El laper masakin dong " Renger Rael
" Okedeh cus kita ke dapur " Ucap Lilian
" Emm non di bawah ada temen tuan, nona yakin mau turun dengan mata yang sembab " Tanya Vivi
" Biarin aja El laper " Rael lalu menuruni tangga diikuti vivi dan lilian di belakangnya
Rael berjalan seolah tidak tau dengan kehadiran Gerald dkk
" Kekey, lo mau kemana? " Tanya Warren membuat kai menoleh ke belakang
" Dek, kamu habis nangis? " Tanya Kai khawatir
Rael tetap berjalan tanpa menghiraukan mereka, sehingga Vivi menjawabkan Rael
" Nona mau ke dapur " Ucap Vivi dan kembali berjalan
Lilian tiba tiba berhenti
" Jangan mengikuti nona " Ucap Lilian dan mereka pun ke dapur
" Kai tumben banget cia di kawal sama tuh dua maid " Ucap Glen curiga
" Iya, dan tadi matanya sembab banget " Balas Kai
" Kekey ada masalah ya? " Tanya Warren kepo
" Maybe, karna gak biasanya dua maid yang tadi ngawal adek gue " Jawab Kai
" Maid tadi tau banget ya kalo kita tadi mau ikut ke dapur " Ucap Lewis
" Hm " Dehem Gerald
Rael pov
Kak lili lagi masakin gue chiken original, selesai masak gue di suapin kak vivi
" Kak, soal tangan El rahasia in yah " Pinta Gue
" Kenapa? " Tanya Lili
" El gak mau nyusahin abang " Jawab Gue
" Tangan non kok bisa gitu sih? " Tanya Vivi
" Kebentur tembok " Bohong Gue
" Lain kali hati hati dong " Ucap Vivi
" Bilang ke Bi tami juga yah " Ucap Gue di angguki LiVi *lili dan vivi
" Kak kita ke kamar El, El mau ngomong dan tolong bawain minum " Kak lili mengambil satu gelas air minum dan kami pergi menuju kamar gue
Sampai di kamar gue suruh kunci pintu
" Kak ambilin obat di laci, kuncinya dekat lampu " Ucap gue sambil duduk di kasur
" Non, ini obat apa? banyak banget " Kaget vivi melihat obat gue
" Kalian janji gak boleh bilang ke orang lain baru El jawab " Ucap Rael
" Iya kami janji akan merahasiakan ini " Ucap LiVi
Guepun memberitahu mereka soal semua penyakit gue dan gue sempet curhat soal masalah keluarga gue bahkan mereka sampai nangis
" Nona tegar banget " Ucap Lili masih menangis
" Kok kalian nangis sih? El aja gak tuh " Ucap Gue
" Nona percaya aja sama kita, kita bakal dukung nona " Ucap Vivi
" El gak butuh itu El hanya mau kalian percaya dengan El itu aja " Balas gue
" Saya akan percaya dengan nona dan akan selalu mengikuti nona " Ucap Vivi langsung peluk gue
" Non saya akan buktikan kalau saya setia sama nona dan akan selalu percaya " Lili juga ikut peluk gue
" Thanks dan bisa lepas El gak? El mau minum obat " Ucap Gue dan mereka melepas pelukannya
Selesai minum obat gue nyuruh mereka keluar karna gue mau bocan dan bilang jangan ganggu gue, bangunin gue kalo makan malam aja mereka pun pamit keluar. Jadi gue bocan dulu
Rael pov end
Vivi dan lili turun ke bawah untuk melanjutkan tugas mereka
" Apa yang terjadi dengan adek gue? " Tanya Kai melihat maid itu turun dengan mata habis nangis
" Maaf tuan, kami tidak bisa memberitahu " Tolak Vivi sopan
" Gue yang gaji kalian, tapi kalian patuhnya hanya pada adek gue. Kalian minta di pecat " Marah Kai
" Kai, ini keinginannya. Sepertinya ini masalah pribadi adek lo " Ucap Glen
" Nona hanya tidak ingin menyusahkan tuan " Ucap Lilian dan mereka masih didepan tangga
Masalah pribadi? Menyusahkan? Apa ini ada hubungannya dengan mommy? Batin kai
Kai langsung berdiri dan berlari menuju kamar Rael tapi di tahan oleh Vivi dan lilian
" Tuan ingin ke kamar nona? " Tanya Vivi datar
" Berani banget lo hadang jalan gue " Kesal kai
" Kami hanya melakukan perintah nona " Ucap Lilian dingin
Berani banget tuh maid Batin Warren
" Tuan masalah ini tidak ada hubungannya dengan tuan " Ucap Vivi
" Gue mau ketemu adek gue jadi lo MINGGIR " Bentak Kai tapi itu tidak membuat Vivi dan Lilian takut
" Tuan ingin mengganggu nona istirahat? Nona hanya butuh waktu untuk tenang dan kalaupun tuan masuk lalu mengetahui masalah nona apa yang akan tuan lakukan? Memberi semangat? Hanya itu? Sedangkan masalah nona kali ini butuh lebih dari itu " Ucap Lilian dingin panjang lebar membuat mereka semua kaget termasuk Vivi
Si lili serius ngomong gitu ke tuan oh my berani banget tapi dia menunjukkan kesetiaan yang dia janjikan ke nona Batin Vivi
Warbyazah Batin Warren dan lewis
Wagelaseh Batin Gerald
Butuh lebih dari itu? Batin Glen
" Gue cuma mau pastiin keadaan adek gue pliss " Mohon kai yang notabene nya seorang tuan memohon pada maidnya
" Nona akan bangun saat makan malam " Ucap Vivi dan menarik Lilian pergi
" Kai, Dia cuma butuh waktu " Ucap Glen
" Tenang aja Vi " Ucap Warren
Kai memilih untuk pergi ke kamarnya sedangkan Gerald dkk masih bersama Glen tak lama kemudian mereka pulang dan Glen masih di ruang tamu memikirkan perkataan Lilian hingga tertidur di sofa
TBC