I'M RaKey

I'M RaKey
Part 5



HAPPY READING 😌



Selama 2 hari dirumah sakit Rael hanya ditemani oleh Kai dan Glen, terkadang 2D datang untuk menjenguknya tapi Rael masih menyembunyikan identitasnya. Sementara Gerald dkk? Mereka tidak pernah menjenguknya mungkin sibuk mengurusi kegiatan MOS



" Bang, El mau pulang " Pinta Rael



" Besok aja yah " ucap Kai



" Gak El maunya sekarang, El mau ikut MOS "



" Tapi kamu baru sembuh El "



" Kak Kenzie, El mau pulang "



" E eh... kita tunggu sampai infus kamu habis yah lalu kita pulang "



" Yeay tenkyuu El sayang kak Kenzie "



" Abang gak bolehin! Kamu harus nurut El " Tegas kai



Bang kai kalau udah kea gini pasti gak mau di bantah Batin Rael



" Hm baiklah " balas rael lesu



" Maaf El ini untuk kebaikan kamu "



" Iya "



Kai sebenarnya tidak tega melihat adiknya sedih tapi apa boleh buat ini untuk kebaikannya. Tanpa sadar kai sudah mendekap rael ke pelukannya



BRUK



" RAEL GUE DATENG LOH " Teriak Warren ya dialah yang membuka pintu dengan tidak santainya dibelakangnya ada lewis dan gerald



Yap mereka melihat kai sedang memeluk rael dengan begitu erat dan mesra (?)



" Kalian lagi ngapain? "Tanya lewis melihat kai masih memeluk rael



" Emm... kalian keluar dulu ya " ucap glen karena dia tau rael tidak memakai lensa dan bedak hitamnya itulah mengapa dia tidak melepaskan pelukannya dari kai



" Kenapa? "Tanya gerald tidak suka



Kenapa mereka masih berpelukan? Batin gerald



" Itu karena...karena ishh pokoknya ayo kita keluar dulu " jawab glen mendorong mereka keluar dan mengunci pintu dari luar



" Kenapa kita harus keluar Glen? " Tanya warren



" Sebentar doang kok "



" Ada hubungan apa mereka Glen? "Tanya gerald



" Tidak ada "



Mereka diluar sudah 10 menit tapi glen belum juga membuka pintunya



" Glen kita belum boleh masuk? " tanya lewis



Sepertinya dia sudah selesai Batin Glen



" Sudah ayo kita masuk " ajak glen membuka pintu



" RAEL GUE DATENG LAGI " Teriak warren berlari kearah rael



" Ribut " ucap rael



" Kok lo gitu sih "



" Jadi gue harus gimana? "



" Senanglah atau bahagia gitu "



Bahagia? Gue udah lupa kapan terakhir kali gue bahagia atau gue emang gak pernah bahagia Batin Rael



" Rael lo kok diem aja sih? " Tanya warren khawatir karena tatapan rael menjadi sendu



" El kamu gak usah khawatir abang ada disini untuk membahagiakan kamu, abang janji " Bisik kai seolah mengerti arti dari tatapan rael



" Thanks " Gumam rael



Tapi El gak butuh janji el hanya butuh bukti Batin rael



" Rael lo gak papa?" Tanya warren



" Iya gue gak papa " jawab rael



NYUT



Tiba tiba rael merasakan kepalanya sakit seperti di tusuk ribuan jarum



Sakit ini datang lagi Batin rael



" Oh iya kak kenzie udah dapat HP aku? " tanya rael



" Belum, jangan jangan HP kamu jatuh waktu kita kesini "



" Oh gitu "



Shit mana gue gak inget lagi nomornya si gadungan Batin rael



" HP Rael ada sama gue " ucap warren santai kea di pantai



" Kok ada sama lo? " tanya kai



" Karena memangnya " Jawabnya enteng dan memberikannya kembali pada rael



" Thanks kak " Ucap Rael



" Gak usah berterima kasih El " Ucap Kai tidak suka



" Sewot amat lo " Balas warren kesal tapi kai tidak mempedulikannya



" Rael gue udah tau hubungan lo sama si Vian dan glen " Bisik Warren di telinga Rael



" Ha?  Hu hubungan apa? " Tanya Rael gagap



" Lo sama mereka temenan kan dari kecil "



" Tau dari mana? "



" HP lo, banyak foto kecil kalian "



Untung aja gak ketahuan kalo gue dan bang kai sodaraan mungkin karena gue sering pake lensa dan bedak yah Batin Rael



" Ngapain sih bisik bisik lo pada " Tanya Lewis yang sedari tadi memperhatikan mereka



" Iya, Ren lo kok di situ mulu gak ada tempat lain apa " Ucap Kai marah



" Lo marah? Emang gue ganggu lo? Orangnya aja gak marah " Balas warren ikutan marah



Loh kok bertengkar sih Batin Rael



Wihh Seru nih Batin glen, lewis dan gerald



" Lo jangan sok dekat deh sama El, pertama kali ketemu aja lo mau ngasih hukuman ke dia " Sarkas kai



" Gak nyadar mas, yang pertama kali panggil mereka siapa? Yang nyuruh hukum mereka siapa? " Balas warren



Kesempatan nih usir mereka supaya gak liat gue diperiksa lagi Batin Rael



" Mending Lo berdua keluar deh gak usah ribut disini "Ucap Rael dingin



" Dia aja noh yang keluar " Bantah kai menunjuk warren



" Lah kok gue sih? Yang mulai kan elo " Kesal warren



" Lo pada yang keluar atau gue? "Tanya Rael sedingin es di kutub utara



" Dek- "Ucap Glen terpotong



" KELUAR GAK LO SEMUA "Bentak Rael



Lah kita kena juga? Batin Gerald



" Guys, kita keluar dulu " Pasrah Glen diangguki mereka semua



GERALD POV



Kami keluar dari kamarnya dan menuju ke taman untuk menenangkan pikiran yahh bagi si warren dan Vian aja sih. Tapi saat sampai kita jadi pusat perhatian karena ketampanan kami *Nyombong dikit gak papalah



Si vian kok kea sedih gitu semenjak kita diusir Batin Gerald



" Lo kenapa Vi? "Tanya gue kepo tapi gue gak dijawab dia hanya melamun bae



Eh gua di kacangin, glen langsung berbisik sesuatu ke vian dan terjadilah adegan bisik bisik antara mereka berdua. Tiba tiba...



" Ini semua gara gara lo tau gak? " Bentak kai



" ******* lo nyadar dong anjing lo yang mulai" Marah Warren



Etdah bertengkar lagi ni dua makhluk gesrek emang Batin gue



" Eh anjing itu juga karna lo deketin El mulu " Bantah kai



Gerald pov end



Kai pov



Yap kami sedang di taman, gue kepikiran banget tentang El karena baru kali ini dia ngebentak gue



" Lo kenapa Vi? "Tanya gerald tapi gue gak jawab gue terus berkutat dengan masalah tadi



" Kai udah jangan di pikirin " Bisik glen



" Gimana gak gue pikirin lah coba ini pertama kalinya El bentak gue pake lo - gue lagi ngomongnya " Balas gue



" Cia gak bentak lo, Cia bentak warren juga mungkin karna ada mereka dia jadi ngomongnya gitu "



Bener juga berarti ini semua karna warren Batin gue



" Ini semua gara gara lo tau gak? " Bentak gue sambil menunjuk warren



" ******* lo nyadar dong anjing lo yang mulai " Marah Warren



" Eh anjing itu juga karna lo deketin El mulu " Bantah gue



" Emang lo siapa ngelarang gue deketin Rael ha? "



" Gue a- "Ucap gue terpotong karena Glen



" Lo mau Cia tambah marah? "Bisik glen dan berhasil buat gue bungkam



" Lo gak bisa jawabkan karna lo bukan siapa siapanya Rael " Lanjut warren tersenyum sinis mengejek gue men



" Untuk sekarang gue emang bukan siapa siapanya tapi kedepannya gak ada yang tau " Balas gue



" Lo berdua gila ya, Hanya karna masalah kecil sampai bertengkar di sini. Gak malu apa diliatin "Bentak Gerald dan...



Tak


Tak


Tak



Si Glen menjitak gue, warren dan gerald membuat kami meringis dan heran kenapa kami di jitak



Kai pov end



" Lo pada gila ya bertengkar di sini. Gesrek lo semua "Ucap glen datar




" Masnya gak nyadar juga, lo tadi bentak mereka pake teriak teriak lagi. Trus lo kata mereka gak malu situ apa kabar "Sinis Glen capek dengan tingkah mereka



Lewis? Dia hanya menonton tanpa berniat melerai sahabatnya, baginya itu sangat seru



" Haha... kocak lo pada " Tawa lewis pecah melihat ekspresi mereka akibat glen



" Nih anak gila ya? "Tanya warren diangguki oleh mereka   (-lewis)



" Lebih baik kita balik ke kamar Rael trus lo berdua minta maaf, gak usah gila disini " Ucap Lewis menunjuk kai dan warren



" Ayo, pasti dia udah tenang juga " ucap kai semangat



Skip kamar Rael



" Rael kita balik lagi " Ucap warren sembari membuka pintu



Mereka sangat terkejut saat melihat Rael tidak berada di dalam



" El!!! El KAMU DIMANA?!!? "Teriak kai menelusuri semua tempat



" Cia gak ada di toilet juga " Ucap glen



" Woy liat infus Rael terlepas " Ucap lewis



" ARGHH !!! DIA DIMANA SIH?!! " Teriak kai menarik rambutnya sendiri



" AKHH Gue gak guna amat ya " Bentak Gerald



Bugh



Gerald memukul tembok hingga hancur dan tangannya juga berdarah. Yang lain juga terlihat frustasi karena mengira ini salah mereka



Rael pov



Gue udah usir mereka tinggal panggil si gadungan dulu, gue pun mencari nomornya lalu menelponnya



" Lo bisa kesini sekarang? "Tanya gue



" Dimana? " Tanya orang itu



" Sky's Hospital kamar VVIP No.49 " jawab gue



" Lo di rumah sakit gue? Kok gu- " Ucapnya terpotong karena gue matiin sepihak



Gue nungguin dia 5 menit, lama banget huftt *Trus yg lama biasa aja itu hnya 1 mnit😑



Datanglah seorang wanita yang kelihatan masih muda mengenakan jas putih masuk tanpa mengetuk pintu



" Lo kok bisa ada disini? "Tanya wanita itu



" Masalah? "Tanya gue sambil menaikan satu alis



Laah kumat deh penyakitnya Batin wanita itu



" Jadi lo manggil gue untuk apa? "Tanya wanita itu



" Kepala gue sakit lagi, kali ini lebih parah " Jawab gue memegang kepala gue



" Kita pindah ke kamar pribadi lo dulu, soalnya gue gak bawa alat hehe " Balasnya sambil nyengir



" Lepas dulu infusnya udah abis juga masa di pake mulu " Ucap gue, diapun lepasin jarumnya trus kita pergi deh ke kamar pribadi gue



Gue di periksa oleh dokter pribadi gue ya dia adalah si gadungan itu nama aslinya adalah Rubin Avlord, dia adalah pemilik dari SKY'S HOSPITAL. Gue juga lupa kenapa gue panggil dia gadungan padahal dia kan ahli banget dalam ilmu kedokteran bahkan kalo gue berobat dia sering ngajarin gue tentang kedokteran jadi yaa gue tau lah sedikit. Gue kenal dia di london karena dulu gue pernah tolongin dia dan adiknya waktu mereka hampir mati gara gara rumah mereka kebakaran yaah gue terobos deh api trus keluarin mereka. Jago banget gue, trus gue beliin mereka rumah dan si Rubin bilang dia mau kerja dia gak mau repotin gue jadi yaah gue suruh aja dia bangun sesuatu sesuai keahliannya Eh tau tau dia bisa ilmu kedokteran jadi yaah dia bisa sampai sekarang karena usahanya sendiri dan soal jadi dokter pribadi dia sendiri yang mau. Gue juga udah anggap dia kakak gue dan kenapa dia bisa ada di indo yaa karena dia ngikut gue



Back To Topic



" Mar, lo jarang minum obat yang gue kasih kan? "Tanya Rubin saat selesai memeriksa gue



" Hm " Dehem gue



" Mar penyakit lo itu bukan hanya satu atau dua tapi lebih bahkan ada penyakit yang sangat berbahaya di tubuh lo " Jelas Rubin



" Gue gak yakin bisa sembuh "



" Lo harus yakin dan gue janji bakal sembuhin penyakit lo. Lo juga harus punya motivasi dan kita berjuang bersama "



" Lo bukannya tau motivasi gue itu agar bisa di akui oleh mommy gue " Ya Rubin tau masalah gue tapi tidak dengan adiknya



" Gimana caranya lo bisa di akui mommy lo kalo lo punya penyakit yang batasin lo ngelakuin apa aja Ogeb " Kesal Rubin



" Iya juga ya " Gue nyengir gak jelas



" Kita balik ke kamar lo aja, abang lo ada disini kan? "



" Lupa gue, tadi gue usir abang gue dan sahabatnya karna gue mau nelpon lo "



" Yaudah yuk balik nanti mereka khawatir loh "



Gue dan Rubin kembali ke kamar VVIP gue Eh pas di depan pintu kamar ada suara yang bikin kita kaget



Bruk



Rubin bukain pintu dan terlihat abang dkk mukanya merah



Kriieet (Suara pintu😅)



" Kalian kenapa? Tu muka kenapa merah? Tembok kok retak? Tangan lo berdarah? Rambut sendiri kok di jambak? " Tanya gue bertubi tubi



Mereka ngeliat gue kaget kayak liat setan aja emang gue seram yah dan...



"EL / CIA / RAEL / DEK /LO " Teriak mereka bersamaan dan berlari sambil merentangkan tangannya kearah gue



" Ngapain lo semua? Mau peluk? Peluk tuh tiang di luar " Ucap Rubin menahan mereka



" El kamu dari mana aja? "Tanya Bang kai



" Jalan jalan bareng Rubin " jawab gue santai



" Minggir napa lo semua mau dia berdiri sampai kapan? " Kesal Rubin karena abang dkk menghalangi jalan gue mau ke brankar



" Sewot amat lo " Ucap Warren pada Rubin



" Yah ada serangga halangin jalan " Balas Rubin sinis



Untung ni kamar kedap suara Batin gue



" Gue capek minggir " Ucap gue menerobos menuju brankar



" lo gak papa? "Tanya gerald lembut



Wow bisa lembut juga ni batu Batin gue



" Hm " Dehem gue sambil mencari posisi nyaman



" El aku minta maaf " Ucap bang kai sambil menundukan kepalanya



" Gue juga minta maaf Rael " Timpal warren



" For what? "Tanya gue bingung



" Tadi kita udah buat lo marah "Jawab warren



" Iya kita malah bertengkar di depan kamu " Tambah Bang kai



" El gak marah " Balas gue singkat



" Serius? "Tanya bang kai dan warren



" Hm "Dehem gue



" Rub, tolong obatin tangannya " Pinta gue sambil menunjuk tangan gerald yang berdarah



" Oke gue bawa ni makhluk dulu " Balas Rubin membawa gerald



" Ciee perhatian "Goda lewis



" B aja " Balas gue



" El kenapa dokter pribadi kamu ada disini? "Bisik bang kai



" Ya karna El yang panggil " Balas gue enteng



" Maksud abang kenapa kamu panggil dia? "- Kai



" Abang tau sendiri kan kalo El gak suka badan El di sentuh cowok walaupun dia dokter " - Gue



" Maaf waktu itu abang gak panggil dokter kamu malahan dokter lain cowok lagi " - Kai



" Woi Kutil anoa ngapain lo pada bisik bisik? " Ucap Warren



" Kepo " Balas bang kai



Warren tidak mempedulikan bang kai dia hanya berjalan dan tujuannya adalah duduk bareng gue lagi sedangkan bang kai dia duduk di kursi samping brankar gue, lewis dan kak kenzie duduk di atas brankar yang satu lagi. Oh gue belum bilang ya disini ada dua brankar berukuran sama.



Rael pov end



Kini Rael berusaha untuk tidur tapi lagi lagi ada saja yang mengganggunya



Ting



Rael pun mengambil HPnya dan membuka Line ternyata ada chat



Ren_Aritama



Oy



Siapa? Aritama? Oh gue tau Batin Rael



Kak arren?



Yaah cepet banget lo tau



Duduk bersampingan gini pake ngechat segala Batin Rael



Lo udah makan?



Blm



Makan gih lo tuh ya udah kurus jadi gak usah pengen diet segala



Bct



Yee si kutil anoa gak bisa dibilangin



What the? Ni orang hina gue mulu Batin Rael



Rael mematikan HPnya dan menaruhnya diatas meja



" Kak, El mirip kutil anoa ya? " Tanya Rael pada kai



" Eh... Gak lah " Jawab kai heran



" El kurus yaah? "Tanya Rael lagi



" Body Goals gitu dari mananya kurus " Jawab kai



Si Rael ngapain nanya ke vian sih Batin Warren



" Ngapain nanya yang jawabannya udah jelas El? "Tanya kai heran



" Em... Soalnya aku dibilangin kutil anoa dan kurus " Jawab Rael



" Siapa? "




TBC