I Love You, Bule 2

I Love You, Bule 2
Ara & Al Bab 26



 


Gohan bisa tertawa bahagia di dalam sana karena akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan. Namun, tanpa disadari oleh Gohan dan seluruh anak buahnya jika saat ini diam-diam mereka sedang dipantau oleh sekelompok pasukan. Di luar sana, Dika yang merupakan anak buah Al sudah tiba dengan banyak pasukan yang siap membantu Al.


 


Al tak sebodoh itu, ia paham jika ia tak mungkin bisa melawan Gohan sendirian. Maka, sebelum ia berangkat menuju ke lokasi yang diberitahukan oleh Gohan, ia menemui Dika dan menceritakan semua yang terjadi pada Dika.


 


"Ka, aku butuh bantuanmu saat ini, seseorang telah menyandera kakek dan istriku. Aku tak bisa mengatasi ini semua sendirian," ucap Al.


 


"Siapa yang melakukan itu semua padamu, Bos?" tanya Dika.


 


"Pamanku sendiri, dia iri denganku karena Kakek memberikan sebagian besar harta kekayaannya padaku. Dan ia melakukan ini semua untuk mengancamku," sahut Al.


 


"Ini sungguh gila," ucap Dika tak percaya.


 


Mendengar cerita Al tentu saja Dika tak tinggal diam. Selama ini Al sudah bersikap baik padanya dan Dika ingin membalas semua kebaikan Al dengan bersikap loyal padanya. Dika segera memutar otak untuk menemukan cara membantu Al menyelamatkan Ekram dan Ara.


 


"Baiklah Bos, kau tak perlu khawatir. Aku siap mengerahkan pasukanku untuk mengepung dan menghabisi mereka semua," ujar Dika.


 


"Bagus! Kau harus berhati-hati jangan sampai mereka mengetahui pergerakan kalian," sahut Al.


 


Beberapa jam kemudian Dika sudah berhasil mengumpulkan pasukannya dan mereka semua segera menuju ke lokasi penyanderaan. Dika bergerak secara diam-diam sesuai dengan perintah Al. Pasukan yang dibawa oleh Dika tidak main-main. Pasukannya terdiri dari beberapa orang polisi yang bekerja diam-diam diluar institusi yang menaungi mereka.


 


"Baik, kita tunggu di sini sampai ada aba-aba untuk melumpuhkan target. Ingat, kita harus bergerak diam-diam jangan sampai mereka mencium pergerakan kita," ujar Dika mengingatkan.


 


"Siap, Bos!" sahut pasukannya serentak.


 


Beberapa menit kemudian Dika mendengar sebuah pesan peringatan dari Al untuk segera masuk. Dika kemudian memberikan kode pada pasukannya melalui gerakan tangan. Mereka segera mengenakan masker dan topi dan perlahan turun dari mobil. Mereka berjalan menyusuri jalan melewati pinggiran gudang untuk mengelabui para anak buah Gohan yang berjaga di depan pintu gudang.


 


"Baiklah, aku akan membagi pasukan ini menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, kalian harus melumpuhkan para penjaga yang ada di depan. Dan sisanya, kalian ikut aku masuk ke dalam untuk membantu Bos melumpuhkan target," ucap Dika memberikan pengarahan.


 


Setelah mendapat pengarahan dari Dika mereka mulai menjalankan aksinya. Mereka berhasil melumpuhkan orang-orang Gohan yang berjaga di luar. Perlahan, Dika membuka pintu gudang dan menyusup masuk ke dalam.


 


"Siapa kalian?" teriak Gohan terkejut saat melihat pasukan berpakaian serba hitam mengepung mereka.


 


"Kau tak perlu tahu siapa kami!" sahut Dika.


 


Tanpa basa-basi Dika dan pasukannya menodongkan pistol ke arah Gohan dan anak buahnya. Gohan dan pasukannya yang tak bersenjata seketika menciut dan tak bisa berkutik. Al memanfaatkan keadaan itu untuk melepaskan Ekram.


 


"Al, ada apa ini?" tanya Ekram yang masih belum mengerti dengan ini semua.


 


"Kakek tenang saja mereka ada dipihak kita dan mereka akan membantu kita menyelamatkan Ara," sahut Al.


 


"Semuanya merunduk! Jangan ada yang berani bergerak!" teriak pasukan itu.


 


"Kalian sudah dikepung sekarang, jadi menyerahlah!" timpal Dika


 


Rupanya panggilan video yang dilakukan oleh Gohan masih tersambung pada Tuba. Dika merebut ponsel dari genggaman Gohan. Ia memanfaatkan situasi itu untuk mengancam balik pihak lawan.


 


"Hentikan perbuatanmu sekarang, kalian sudah dikepung!" ucap Dika memperingatkan.


 


"Siapa kalian?" tanya Tuba dengan panik.


 


 


Tuba dan anak cucunya seketika panik karena Dika menunjukkan pada mereka jika Gohan dan anak buahnya sudah berhasil dilumpuhkan. Erce semakin panik karena ia tak mau bernasib sama seperti Gohan.


 


"Kita harus pergi dari sini," ucap Erce panik.


 


"Tidak! Kita akan tetap di sini! Mereka hanya berusaha menggertak kita," sahut Tuba yang masih bersikukuh dengan keinginannya.


 


"Pasukan mereka banyak, kita hanya tinggal bertiga di sini," timpal Burcu.


 


Dika mendengar apa yang diucapkan oleh Tuba, seketika ia mengarahkan pistol ke kepala Gohan. Ia mengancam akan menembak keluar isi kepala Gohan jika mereka tak juga menyerah.


 


Tuba tak tinggal diam, dia membalas itu dengan balik mengancam mereka. Tuba mengarahkan pisau ke leher Ara, membuat Al dan Ekram semakin panik.


 


"Kau pikir hanya dirimu yang bisa mengancam kami? Di sini ada nyawa yang jauh lebih berharga. Jika kau berani menarik pelatuk itu, maka aku tak segan-segan menggorok leher wanita ****** ini!" bentak Tuba.


 


"Jangan melakukan hal yang nekat, Nyonya," ujar Dika memperingatkan.


 


"Lepaskan dulu Gohan!" tutur Tuba.


 


Situasi menjadi semakin memanas, Dika memandang ke arah Al seolah mempertanyakan apa yang harus ia lakukan. Al masih diam tak berkutik berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan Ara.


 


Di sana Ara terlihat sangat lemah, wajahnya pucat dan kepalanya terasa pusing karena Erce yang berulang kali menamparnya. Namun ia  diam-diam masih berusaha membuka ikatan di tangannya.


 


"Aku harus bisa melepaskan diri dan balik melawan mereka," ucap Ara dalam hati berusaha menyemangati dirinya sendiri.


 


Tuba dan anak cucunya masih sibuk dengan video call untuk bernegosiasi agar mereka melepaskan Gohan. Ara memanfaatkan momen itu untuk mempercepat membuka tali yang mengikat tangannya.


 


Kebetulan pisau yang digunakan Erce untuk mengancamnya barusan jatuh tepat di depan kaki Ara. Sekuat tenaga Ara meraih pisau itu dan akhirnya ia mendapatkannya. Disaat keadaan di dua tempat itu tengah genting, Ara berhasil melepaskan diri dari ikatan itu.


 


"Hentikan semuanya!" teriak Ara mencoba melawan sambil mengacungkan pisau ke arah Tuba.


 


"Dasar ******! Sekarang kau mencoba mengancam kami, hah?" bentak Tuba.


 


"Aku bahkan tak segan-segan membunuhmu, Bibi Tuba," sahut Ara yang sudah hilang kesabaran.


 


Tetapi tanpa Ara sadari dari arah belakang sana Burcu datang menusuk punggungnya hingga membuat Ara jatuh tak sadarkan diri. Burcu bagaikan orang yang kerasukan setan hingga berani melakukan itu semua. Tuba dan Erce saling memandang dan terkejut dengan pemandangan di depan matanya. Al dan Ekrem yang menyaksikan lewat panggilan video berteriak.


 


" Tidak! Ara!" teriak Ekrem dan Al bersamaan.


 


"Segera cari di mana mereka! Aku yakin mereka masih berada di kawasan ini!" teriak Dika memerintahkan pasukannya.


 


Sebagian pasukan Dika berlari keluar dan mencari di mana titik Ara berada. Sementara sisanya masih berada di sini menahan Gohan dan anak buahnya. Seketika Ekrem berteriak karena menahan sesak di dadanya. 


 


"Akh! Dadaku sakit," ucap Ekrem sambil memegang dadanya.


 


"Kakek! Apa kau tidak apa-apa?" tanya Al cemas.


 


Ekrem tak menjawab dan hanya terus berteriak kesakitan. Perlahan pandangannya menjadi buram lalu tak sadarkan diri karena penyakit jantungnya.