How Can I Not Love You?

How Can I Not Love You?
3-Nabrak Cogan



"Apa.?! Lo serius??"


Tanya Arka pada Alicia setelah ia mendengar penjelasan tentang apa yang baru saja ia alami di toilet.


"Iya.. Masa lo gak percaya sih??"


"Wah...berarti sekarang lo udah bener-bener jadi idola dong di sekolah ini..?"


"iya sih, tapi..." Ada kekecewaan di kalimat itu.


"Tapi apa?"


"Tapi gue ngerasa aneh deh"


"Lho.. Kenapa? Setau gue ya, semua orang itu pengen banget jadi idola di sekolah, tapi lo kenapa gak seneng gitu?"


"Gue juga gak tau kenapa gue ngerasa kaya gini. Yang jelas gue gak suka"


"Hm.. Terus lo mau gimana??"


" Auu... Ah! Gue laper"


Melihat hal itu, Arka hanya bisa tersenyum sambil ikut makan makanan yang sudah ia pesan.  Alicia itu perempuan yang unik, dia tau bahwa semua wanita sangat ingin berada di posisi nya sekarang, tapi Alicia malah berfikir sebaliknya, akan lebih baik jika ia menjadi siswa biasa layaknya anak-anak lain.


"Alicia, lo memang unik.. Menarik!"


Ucap Arka di dalam hatinya.


***


KKRRRINNG..!!!!


Bel pun berbunyi, seluruh siswa dipersilahkan pulang ke rumah mereka masing-masing.


Gedung sekolah pun kembali sepi seperti tiada insan yang menghuninya. Hari ini ada banyak cerita yang di buat anak-anak di sekolah nya, seperti Alicia yang bertemu lelaki sombong.


Begitulah sebutan yang ia sematkan pada Erlan, laki-laki yang ia temui di toilet.


Laki-laki sombong itu terus membayang di ingatan seorang Alicia, entah apa yang membuatnya selalu memikirkan lelaki itu yang jelas lelaki itu membuat Alicia penasaran akan kepribadian lelaki sombong itu.


"Alicia..! Gue anter pulang yuk"


Ajak Arka.


"Tapi gue biasanya di jemput sama supir gue.."


"Telpon aja, bilang sama supir lo, kalo hari ini lo pulang sama gue.."


"Ummm.. Gimana ya.??"


"Ayolah.. Gue pengen ngajak lo ke suatu tempat nih.."


"oke deh.. Gue telpon supir gue dulu ya," Jawab Alicia sambil memasang senyum kecil di wajahnya.


"Oke! Sip,"


Setelah memberi kabar pada sang supir, Alicia pun pergi bersama Arka dengan mengendarai motor sport berwarna Biru.


"Arka, kita mau kemana?" Tanya Alicia.


"Ada deh"


"Hm.. Gue kan pengen tau"


"Nanti juga lo tau"


Arka tetap melaju dengan sepeda motornya.


Karena belum terbiasa menaiki motor sport, tampak raut wajah ketakutan pada Alicia, hingga sesekali Alicia berkata pada Arka agar membawa motor dengan pelan.


"Arka.. Pelan-pelan dong! Gue gak biasa naik motor"


"Lo tenang aja.. Gue udah jago bawa motor kok"


Namun tetap saja Alicia merasa agak takut. Wajar saja, namanya juga baru pertama kali naik motor, apa lagi motor sport, posisi duduk nya yang tinggi membuat Alicia semakin was-was.


Ia ingin sekali melingkarkan tangannya untuk memeluk Arka, Tapi Alicia masih terlalu takut untuk bertindak. Ia belum terlalu kenal dengan Arka.


" kalo takut, Peluk aja" Ucap Arka sambil menarik tangan Alicia agar memeluknya.


Awalnya Alicia ragu-ragu untuk memeluk, namun karena terlalu takut, Alicia pun akhirnya memberanikan diri untuk memeluk Arka.


***


"Kita dimana nih?" Tanya Alicia begitu mereka sampai di tempat tujuan.


"Kita di gunung" Jawab Arka singkat.


"gunung?" Alicia sedikit mengerutkan keningnya.


"Ya di air terjun lah.. Lo gak liat? Ini air segini banyak? Lo gak liat?? Wah.. Jangan-jangan lo rabun ya? Perlu di periksa nih mata lo" Cibir Arka.


"ye...enak aja, mata gue masih bagus kok!" Serah Alicia sambil menyenggol bahu Arka dengan pelan.


Arka terdiam sejenak sambil menikmati sejuknya hembusan angin di sekitar air terjun itu.


Melihat Arka terdiam, menimbulkan pertanyaan dalam benak Alicia, kenapa Arka tiba-tiba diam? Fikirnya.


"Lo kenapa diem?"


"Ssstt...." Ucap Arka sambil mendaratkan jarinya di bibir mungil Alicia.


" ih.. Apaan sih.?!" Alicia menepis tangan Arka.


"Diem dulu! Coba lo dengerin auara hembusan angin itu..merdu kan?"


"hembusan angin? Merdu?" Alis Alicia menyatu mendengar ucapan Arka. Ia sedikit heran.


Arka mengangguk pelan sambil menjawab, "Iya..."


"Ih.. Merdu an juga suara gue kali!" Bantah Alicia dengan mengeluarkan suara cempreng dan membuat Arka sedikit kesal.


sedari tadi Arka menyuruh Alicia untuk diam, tapi Alicia tak juga diam. Arka lantas membekap mulut Alicia agar gadis itu berhenti bicara. Arka ingin Alicia mendengarkan hembusan angin sore yang sejuk nan menenangkan itu sambil berkata.


"Ih.. Dari tadi disuruh diem kok susah banget sih..?"


Merasa tak terima dengan perbuatan Arka, Alicia pun menggigit tangan Arka yang membekap mulutnya hingga Arka kesakitan.


"Aaagghhh...!!! Sakit tau?!" Teriak Arka sambil menarik tangannya.


"Salah sendiri! Ngapain lo nutup mulut gue pake tangan lo?! Tangannya bau lagi"


"Hah?? Masa sih?? Gue udah cuci tangan kok tadi," Ucap Arka. Arka mencium tangannya dan tidak merasa ada yang bau.


"nggak kok! Nggak bau! Idung lo aja tuh yang mampet!!"


"Ih.. Enak aja!"


Begitulah kebersamaan yang tampak dari pertemanan Arka dan Alicia.


Mungkin memang ada pertengkaran kecil dalam hubungan mereka, namun itulah yang memperindah dan menghiasi kisah mereka.


Arka mampu membuat Alicia merasa nyaman dan aman didekat nya, bahkan Alicia kini sangat dekat dengan Arka hingga mereka selalu menceritakan apapun yang mereka rasakan, tak ada sebuah rahasia apapun diantara mereka, sekecil apapun hal itu selalu mereka bagi bersama.


***


Matahari pun kembali terbenam berganti dengan sinar rembulan yang cahayanya tak begitu terang tapi begitu berarti untuk menemani malam yang sejuk menyelimuti perjalanan pulang Arka dan Alicia dari air terjun.


"Arka, Makasih ya buat hari ini. Gue seneng banget bisa jalan sama lo" Ucap Alicia ketika sudah sampai di didepan rumahnya.


"Iya Sama-sama, gue juga seneng bisa jalan sama lo, lo gak marah kan sama gue?"


"Marah? Ya nggak lah. Kenapa gue marah sama lo?"


"Ya.. Mungkin gue nyebelin"


Alicia terkekeh geli mendengar nya.


"ya ampun.. Mana mungkin gue bisa marah sama lo, gue happy kok jalan sama lo, jadi gak mungkin gue marah sama lo"


"Syukur lah kalo gitu"


"Ya, gue masuk dulu ya"


"Iya"


"Lo hati-hati di jalan," Pesan Alicia.


"Siap boss..!" Jawab Arka sambil menempelkan tangannya ke dahi seperti sedang hormat bendera.


Alicia hanya menanggapinya dengan senyum manis.


Arka terus memandangi Alicia sampai ia benar-benar masuk ke dalam rumah dan hilang di balik pintu.


~Matamu memikat...


Tawamu mengikat...


Bohong!! Jika aku tak terpikat~


Begitulah ungkapan kata-kata yang di ucapkan Arka sebelum ia menancap gas dan pergi meninggalkan rumah Alicia.


Ya! Arka memang sudah jatuh cinta pada Alicia sejak awal Alicia masuk ke sekolahnya. Mereka buta jika tidak melihat kecantikan Alicia yang amat luar biasa, cantiknya bukan hanya diluar saja, tetapi juga di dalamnya, Alicia memang cantik.


Alicia memiliki bola mata yang besar, dengan bulu mata lentik, pipi yang agak chubby, bibir kecil nan imut, dan tatapan matanya yang indah. Wajar saja kalau ia jadi idola satu sekolah, pikir Arka.


***


Sejak awal Alicia memasuki gerbang sekolah, ia sudah di perhatikan oleh banyak pasang mata.


Langkahnya pun terus diikuti oleh para laki-laki yang mengidolakannya sampai ia masuk ke gedung Sekolah.


Perasaan waspada pun menghampiri gadis berambut panjang tersebut. Sesekali ia tampak melihat ke arah belakang untuk memastikan situasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Hai.. Cantik..?"


"Pagi cantik"


"Alicia.. I Love You!!"


Begitulah ucapan yang terdengar dari orang-orang yang mengikutinya. Alicia pun mempercepat langkahnya Agar segera sampai di kelas. Namun tiba-tiba saja ada salah satu dari penggemarnya yang berjalan di sisiNya dan berkata.


"Alicia, mau gue temenin gak?"


"ng–ggak usah, makasih" Jawab Alicia gugup.


"Gak papa Al, Gue temenin sampai ke kelas ya,"


"Gak usah!"


Alicia semakin mempercepat langkahnya agar ia bisa menghindar dari orang-orang itu.


Begitu ia sampai di kelas, Alicia langsung duduk di kursinya dan berdiam diri.


Sementara itu para lelaki yang tadi mengikutinya masih tetap mempertahankan nya di luar pintu. Hal ini tentunya membuat Alicia semakin tak nyaman dan gelisah. Untungnya Arka segera datang.


Arka yang melihat banyak orang di depan pintu kelasnya pun merasa heran. Ia berjalan mendekati mereka. Setelah mengintip dari jendela, Akhirnya Arka tau penyebab mereka semua berkumpul di depan kelasnya.


Dengan emosi, Arka menendang pintu sambil berkata.


"apa-apaan ni?! Ngapain lo semua pada ngumpul di depan kelas gue?!"


Bentak Arka pada orang-orang itu dan membuat semua orang yang mendengarnya kaget, termasuk Alicia.


"Bubar! Bubar!!" Perintah Arka dan langsung di turuti oleh mereka.


"iya-iya, Biasa aja kali"


Ucap salah satu dari rombongan laki-laki yang tadi mengikuti Alicia. Dengan perlahan Arka melangkah masuk ke kelas, hal ini ia lakukan agar Alicia tidak merasa ketakutan melihat nya, karena ini pertama kalinya Arka berlaku kasar pada orang lain di depan Alicia.


Alicia perlahan berdiri dari duduknya, matanya tampak merah seperti ingin menangis dengan tubuh yang gemetaran Alicia menatap laki-laki yang ada di hadapannya itu.


Alicia pun langsung memeluk Arka begitu arka sampai di samping tempat Alicia berdiri. Alicia tampak begitu ketakutan dan gelisah.


"Hei, Tenang, semuanya udah aman kok" Ucap Arka untuk menenangkan Alicia.


"Gue.. Gue takut Ar" Ucap Alicia dengan suara bergetar.


"lo takut kenapa?" Tanya Arka pelan seraya mengelus pucuk kepala Alicia.


"Mereka ngikutin gue tadi. Gue gak tau apa yang mereka mau. Gue bener-bener gelisah Arka"


"Tenang, Kan ada gue yang selalu jagain lo"


Alicia melepaskan pelukannya dan menatap Arka yang juga menatapnya teduh. Perasaan Alicia sudah sedikit membaik sekarang.


"makasih ya. Gue gak tau kalo gak ada lo nasib gue bakalan kaya gimana, gue bener-bener gak nyaman sama situasi tadi.."


"Hu'um, Ya udah, jangan takut lagi" Balas Arka.


Tak selang beberapa lama, mulailah berdatangan para siswa-siswi yang sekelas dengan Arka dan Alicia, yaitu kelas XI. MIPA 2.


"Ehem..ehem! Ingat ya, Ini sekolah, bukan hotel"


Kata seorang siswa wanita yang batu saja masuk ke kelas itu.


"iya iya!" Timpal Arka dan langsung pergi menuju tepat duduk nya yang berada di belakang tempat duduk Alicia.


***


KKKRRIIINNGGG!!!


"Baik Anak-anak, kita sudahi dulu pelajaran pada hari ini ya, jangan lupa PR nya di kerjakan"


"Iya pak!"


Belum sempat pak guru mengucapkan selamat siang, para murid malah audah berhamburan keluar kelas menuju tempat istirahat yang berbeda-beda.


Begitu juga dengan Alicia. Hari ini ia ingin sekali makan Bakso, apa lagi cuaca pada hari itu cukup dingin.


"Lo mau makan apa?" Tanya Alicia.


"Lo sendiri mau makan apa?" Arka balik bertanya.


"Gue pengen makan bakso nih"


"Hm.. Ya udah, gue samain aja sama kaya lo"


"Oke!"


Sesuai keinginannya dan Arka, ia pun memesan bakso dua porsi untuk dirinya dan Arka.


"Nih.. Jangan makan duluan! Gue mau ambil punya hue dulu" Kata Alicia saat mengantar pesanan Arka.


Rupanya bakso pesanan Arka datang lebih dulu, hingga Alicia harus kembali ke kasir untuk mengambil baksonya.


Saat telah mendapat bakso pesanannya, Alicia segera pergi ke mejanya untuk makan bersama dengan Arka, namun karena ia tak ingin di tinggal makan oleh Arka, Alicia pun jalan dengan cepat meniju meja makannya, tapi karena hal itu ia sampai tak sengaja menyenggol seseorang hingga bakso yang ada di tangannya tumpah dan membasahi baju orang yang ia senggol itu.


Alicia langsung panik seketika.


"Aduh... Ya ampun, maaf maaf, gue gak sengaja" Ucap Alicia sambil mengelap baju orang yang baru saja ia senggol dengan sapu tangannya.


"Elu?!"


Suara itu terdengar tidak asing di telinga Alicia. Untuk memastikan kalau insting nya tidak salah Alicia pun melihat wajah orang yang baru saja terkena tumpahan kuah bakso dihadapannya.


"Eh, Elu kan?–"


Ucapan Alicia terputus karena langsung di selangi oleh laki-laki itu.


"Hadeuh... Lu lagi! Lu lagi! Kenapa sih lo gak berhenti cari masalah sama gue?!" Kata Cowok yang tak sengaja di senggol Alicia dengan ketusnya.


Alicia berusaha mengingat wajah cowok jangkung itu.


'Dia kan cowok sombong yang kemarin' Ucap Alicia dalam hati.


"Heh!! Malah diem lagi! Panas tau" Omel Cowok itu sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah Alicia.


Ucapan laki-laki itu kembali mengundang keramaian dan mengerubungi Alicia dan laki-laki yang tengah bermasalah dengannya.


"Eh, Gue minta maaf, gue bener-bener gak sengaja" Sesal Alicia.


"Maaf maaf! Apa cuma kata maaf aja yang bisa lo sebut?"


Alicia tampak tak menghiraukan ucapan cowok itu. Ia melirik baju seragam cowok itu yang basah akibat ketumpahan kuah bakso. Alicia tau itu pasti panas.


"eh.. Itu pasti panas ya? Sini sini gue bersihin" Alicia menarik tangan lelaki itu dan berniat mengajaknya duduk untuk membersihkan bajunya.


"Udah gak usah!"


"Jangan kaya gitu dong. Gue tau gue salah, makanya gue bersihin bajunya, lagian itu kuah baksonya panas, nanti kalo kulit lo melepuh gimana? Ntar yang ada gue juga yang di salahin"


Cowok jangkung itu menghela nafas kasar. "Oke Oke!"


Akhirnya lelaki itu menurut untuk di obati oleh Alicia.


Alicia mengambil sapu tangan yang ada di kantong bajunya dan membersihkan baju lelaki yang terkena tumpahan kuah dengan sapu tangan itu.


Dengan perlahan Alicia membersihkan baju itu. Sesekali ia melihat wajah lelaki yang ada di hadapannya itu lalu kembali mengelap bajunya


"Apa liat-liat??!" Ucapnya sewot.


"Nggak kok, ge er banget sih"


Suasana hening seketika, sampai akhirnya Alicia meminta laki-laki itu untuk membuka bajunya agar Alicia bisa melihat kondisi kulit nya yang terkena kuah panas.


"Kita ke UKS yuk"


"Ngapain?" Tanya laki-laki itu dengan raut wajah heran.


"Gue mau liat, kulit lo yang kena air panas melepuh apa nggak" Ujar Alicia ragu-ragu, takut kalau cowok itu menolak ajakannya secara kasar. Namun dugaannya salah.


Tanpa perlawanan laki-laki itu menuruti kemauan Alicia.


Setelah sampai di UKS barulah laki-laki itu membuka setengah bajunya dan memperlihat kan dadanya yang terkena air panas.


Alicia terdiam seketika kala ia melihat dada bidang yang dimiliki laki-laki itu. Dadanya begitu bidang dan berotot, tampaknya laki-laki itu sering berolahraga dan tubuhnya bugar, hingga membuat Alicia menelan ludah dan begitu kagum melihat otot-otot itu.


"hei..! Buruan!" Tegur Cowok itu sambil menjentikkan jari di depan Alicia dan membuatnya langsung tersadar.


"Ah.. Iya iya"


Sambil memandangi otot kekar itu Alicia mengompres dada lelaki itu. Alicia begitu menyukai dada bidang lelaki itu sampai-sampai ia tak menyadari kalau bibirnya mulai senyum-senyum dengan sendirinya.


"Alicia"


Ucapan lelaki itu tiba-tiba menyadarkan nya dan langsung memandang lelaki itu.


"Hah? Lo tau nama gue?!"


"heh.. Siapa sih yang gak tau nama lo, ALICIA!! cewek paling populer di BATAVIA HIGH SCHOOL" Kata cowok itu sambil memasang senyum sinis.


"sebenarnya gue gak ngarep buat jadi idola di sekolah ini" Alicia tertunduk malu.


Mendengar jawaban Alicia, lelaki itu pun heran dan kembali bertanya.


"Kenapa?"


Alicia menghela nafas berat. Alicia merasa tak suka dengan beberapa anak lelaki yang selalu menggoda dan menggombali nya. Itu benar-benar membuat Alicia merasa tak nyaman.


"huhh.. Udahlah! Gak usah bahas soal itu"


"Kenapa?"


"Gue gak mau!"


"Kenapa?"


"Ih.. Kalo gue bilang gak mau! Ya gak mau!"


"Maksud gue, kenapa lo selalu bikin masalah sama gue?"


Alicia terperanjat mendengar itu.


"gue gak bermaksud buat bikin masalah kok, gue itu cuma–"


"Ah, Udah lah..! Capek gue ngomong sama lo, gak bakal ada ujungnya"


Alicia terdiam. Ia sendiri tak tau kenapa ia selalu ada masalah dengan lelaki itu, lagi pula siapa juga yang sengaja mencari masalah dengan lelaki itu, dia sendiri pun sudah memiliki masalah, kenapa harus mencari masalah dengan orang lain.


"udah lah. gue mau balik ke kelas, dada gue juga gak kenapa-kenapa kok" Kata cowok itu sambil kembali mengancing bajunya.


"eh.. Tunggu!" Cegah Alicia sambil memegang tangan cowok itu.


"Apa lagi sih??"


"Lo beneran udah gak papa?"


"Beneran! Paling dada lo aja tuh yang kenapa-kenapa"


Alicia menatap cengo cowok jangkung itu. Apa maksudnya dada nya yang kenapa-napa? Memangnya ada apa dengan dadanya.


"hah? Makasud nya?" Tanya Alicia dengan raut wajah penuh tanda tanya.


"Iya, lo liat aja tuh dada lo benjol!" Ketus cowok itu yang masih berdiri di ambang pintu UKS.


Mendengar perkataan itu pun membuat Alicia kesal dan ingin menjambak rambut lelaki itu.


Oh astaga, Ini bukan benjol. Tapi sudah kodratnya perempuan tau.


"Ih! lo tu gak sopan benget sih.!" Kesal Alicia sambil berusaha menarik rambut cowok mesum itu. Namun karena badannya yang tinggi, Membuat Alicia jadi sulit meraih kepala cowok itu. Cowok itu juga selalu bisa menghindari jangkauan tangan Alicia yang hendak menjambak Rambutnya.


"Iya, Iya sorry!"


Setelah berkata sorry pada Alicia, lelaki itu langsung pergi sambil merapikan rambutnya yang agak acak-acakan.


"Erna tunggu!" Ucap Alicia.


Cowok itu menoleh dan mendapati Alicia yang masih bediri di dekat pintu. sedangkan cowok itu sudah berjalan beberapa langkah darinya.


"heh! Nama gue itu Erlan, bukan erna!" Bantah Cowok sombong.


Oh. Ya, Alicia baru ingat kalau nama lelaki itu adalah Erlan, tapi karena namanya agak susah di sebut membuat lidah Alicia keseleo saat menyebut namanya.


"Ya maaf, gue salah sebut nama lo. Habisnya nama lo susah banget di sebut sih..!"


"Hah? Susah di sebut? Heh! Satu sekolah juga tau nama gue Erlan, gak ada yang salah sebut tuh.."


"Gue kan udah minta maaf, lagian gue baru denger nama lo kemaren, wajar lah kalo gue salah sebut"


Erlan pun memaklumi perbuatan Alicia dan memaafkannya.


"Ya udah, gue maafin."


Hanya itu ucapan singkat yang dikatakan Erlan pada Alicia, lalu ia pergi meninggalkan Alicia sendiri di ruang UKS.


Bukannya turut keluar dari UKS, Alicia malah sibuk membayangkan dada Erlan yang tadi ia kompres. Dadanya begitu bidang hingga sulit melupakan gambaran dada itu dari ingatannya


"Ya ampun. Dadanya itu lho!! Bidang banget!"


Tanpa sadar Alicia mengucapkan kalimat itu dan di dengar oleh guru petugas UKS yang tiba-tiba ada di belakangnya.


"Dada siapa yang bidang?"


Tanya guru tersebut hingga membuyarkan lamunannya mengenai dada bidang milik Erlan.


"Hah? Bukan dada siapa-siapa kok buk, kalo gitu saya permisi keluar dulu ya buk"


Alicia buru-buru keluar UKS untuk menghindari pertanyaan yang lebih dalam dari guru UKS itu.


Alicia berjalan di Koridor menuju kelasnya sambil terus tersenyum mengenang peristiwa yang baru saja ia alami tadi.


Erlan. Laki-laki yang baru 3 hari ia kenal, ternyata mampu membuat ia terus kepikiran padanya. Alicia sendiri heran kenapa ia bisa seperti ini, padahal Erlan bukan laki-laki yang baik baginya, apalagi cara bicaranya yang cuek dan sombong membuat Alicia seketika ilfil pada sosok Erlan.


Disaat Alicia hendak memasuki ruang kelas, Tiba-tiba saja ia di kejutkan oleh Arka yang bersembunyi di balik pintu.


"Arka..?"


"Dari mana aja lo?! Ninggalin gue makan sendirian di kantin lagi..."


"Sorry, gue tadi–"


"Tadi apa?? Habis berdua-duaan sama Erlan?!"


Mata Alicia membulat mendengar itu. Bagaimana Arka bisa tau soal kejadian itu.


"hah? Lu tau kejadian itu?" Tanya Alicia.


"Ya tau lah. Satu sekolah juga tau kok"


Alicia makin heran. Secepat itukah kabar menyebar di sekolah? Atau sekolah itu memang mempunyai mata-mata?


"Kok bisa secepat itu sih nyebarnya berita itu?"


"Ya jelas lah! Elo cewek paling populer di sekolah ini, sedangkan Erlan cowok populer juga. Gimana gak cepet tu berita nyebarnya?!"


Alicia terdiam, ia berfikir kalau semua ini ada baiknya juga, jika orang-orang tau kalau ia dekat dengan Erlan, cowok paling populer di sekolah ini, pasti para lelaki yang mengidolakannya akan mundur dan tidak lagi mengejarnya. Apalagi Erlan sepertinya sosok laki-laki yang kasar, pasti orang-orang itu akan menjauhinya dengan sendirinya.


"Lho.. Bagus dong kalau orang-orang udah pada tau!" Kata Alicia.


"Bagus? Bagus dari mananya sih?"


Tanya Arka yang masih kurang mengerti dengan apa yang di maksud oleh Alicia.


"Ya bagus.. Kalau orang-orang tau gue deket sama Erlan, mereka pasti gak bakal berani lagi ngejar-ngejar gue kan? Iya gak??"


"Alicia! Lo itu gak ngerti, deket sama Erlan itu banyak resikonya.."


"Resiko? Resiko apa?" Tanya Alicia tak mengerti.


"Al.. Erlan itu gak baik buat lo"


"Kenapa Lo bilang kaya gitu?"


"Al, Asal lo tau ya, Erlan itu punya temen cewek, namanya Racgel, nah.. Dia itu posesif banget sama Erlan, karna mereka udah temenan dari kecil, makanya Rachel selalu ngawasin Erlan, kalo lo deket sama Erlan, pasti lo bakalan kena batunya deh.."


Alicia melongo mendengar apa yang baru saja ia dengar dari Arka, Alicia benar-benar tak mengerti apa yang di maksud oleh Arka. Teman cewek? Rachel? Posesif? Apa maksud semua itu? Alicia benar-benar tidak paham sama sekali.


"Maksud lo?" Tanya Alicia lebih lanjut.


"Maksud gue–"


KKKKRRRIIINNNGG!!!!!


Belum sempat Arka melanjutkan perkataannya, bel masuk telah kembali berbunyi dan menghentikan pembicaraan mereka hari itu.


Awalnya Arka berjanji akan menjelaskan itu semua pada Alicia saat jam pulang nanti, tapi ia malah lupa dan Alicia juga lupa. Hingga tak ada lagi yang membahas masalah itu