
Langkah kaki nya tak sabar ingin segera sampai di kelas. Berkenalan dengan teman baru, dunia baru, suasana baru, dan pengalaman baru.
Saat ibu guru mengumumkan bahwa ada siswa baru yang akan masuk ke kelas mereka para siswa lain pun bertanya-tanya dan juga penasaran, siapa yang akan jadi siswa baru di kelas mereka?
"Ayo masuk! " Kata bu Dona wali kelas mereka.
Seketika semua mata tertuju pada wanita yang baru saja masuk ke kelas itu, dia seorang wanita cantik dengan postur tubuh yang ideal.
"Perkenalkan nama saya Alicia..saya murid pindahan dari bandung" Ucap wanita itu sambil di iringi senyuman manis dari bibir nya.
"Nah.. Anak-anak, Alicia ini murid baru tang akan bergabung dengan kita untuk belajar di sekolah ini, ibu harap kalian bisa bekerja sama dengan Alicia ya.. Jangan di godain lho" Kata bu Dona.
Setelah selesai perkenalan ibu guru pun melanjutkan pelajaran.
Hari ini menjadi hari istimewa bagi Alicia, karena ia bisa masuk ke sekolah elit seperti BATAVIA HIGH SCHOOL merupakan suatu kebanggan tersendiri baginya.
***
Saat jam istirahat tiba Alicia pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkeliling dan melihat-lihat sekolah barunya itu.
Alicia begitu menikmati perjalanan mengelilingi sekolah dengan selalu memperhatikan semua fasilitas yang ada di sekolah nya itu. Namun pandangan nya terhenti kala ia melihat salah seorang pemain basket tengah memantul-mantul kan bola basket di lapangan.
Yang menarik perhatiannya adalah banyaknya kerumunan yang mengelilingi lapangan itu. Alicia pun segera menghampiri kerumunan itu. Alicia melihat pemain basket yang tadi ia lihat sebelumnya, ya. Pemain basket itu memang jago memainkan bola, menurut nya tak heran kalau banyak orang yang menonton aksinya di lapangan.
Alicia terus memperhatikan lelaki itu bermain dengan bolanya, hingga tanpa ia sadari kaki nya melangkah dan mendekati lapangan basket hingga kepalanya tak sengaja terkena bola basket dan membuatnya agak sempoyongan dan jatuh terduduk di lapangan.
" Sorry, are you oke? "
Tiba-tiba saja terdengar suara seorang lelaki mendekatinya dan menjulurkan tangan nya untuk membantu Alicia berdiri.
Alicia pun langsung melihat kearah datangnya suara itu, ia melihat seorang lelaki tampan menjulurkan tangannya kearah Alicia. Tanpa berfikir terlalu lama Alicia segera menyambut tangan lelaki itu dengan tangannya dan ia pun akhirnya mampu berdiri kembali.
"Thanks" Ucap Alicia.
"Lu gak papa kan? " Tanya pria itu pula.
"Iya, gue gak papa kok"
Setelah memastikan Alicia tidak apa-apa, lelaki itu kembali ke tengah lapangan dan bermain basket.
Alicia yang masih tak percaya dengan apa yang ia alami malah masih tertegun berdiri di posisinya. Ia masih terus membayangkan wajah lelaki tampan yang baru saja menolongnya dan menggenggam tangannya.
'Ya ampun.. Dia ganteng banget!!'
Ucap Alicia dalam hatinya.
***
Saat Alicia sedang berjalan di salah satu koridor menuju kantin tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Alicia..! Tunggu..!"
Ia pun langsung membalikkan tubuhnya dan melihat si pemilik auara itu.
"Lo manggil gue?" Tanya Alicia.
"Iya"
"Ada apa?"
Lelaki itu tidak langsung menjawab. Ia tampak kebingungan harus jawab apa, karena sebenarnya ia hanya ingin kenal lebih dekat dengan sosok Alicia. Wajar saja, Wajah Alicia yang cantik dengan bibir tipis nan merah muda itu tentu mampu memikat siapa saja yang melihatnya. Bahkan dalam sekejap, nama Alicia sudah dikenal oleh seluruh siswa karena kecantikannya. Ya! Bisa dibilang kalau Alicia jadi idola para siswa laki-laki di seluruh BATAVIA HIGH SCHOOL saat ini.
"Ada apa sih? Ngomong aja"
"Hm... Anu, nanti itu ada pelajaran kelompok IPA, nah lo kan belum punya kelompok nih, jadi bu Dona nyuruh gue buat ngajak lo sekelompok sama gue, karena salah satu anggota kelompok gue ada yang gak dateng hari ini"
"Oh.. Emang nya kita sekelas ya?" Tanya Alicia
yang belum tau kalau lelaki itu sekelas dengannya.
"Iya, Jadi gimana? Lo mau gak?"
"Eum..."
"Kalo gak mau ya udah gak papa, gue juga gak rugi kok"
"Oke"
Pria itu pun lalu pergi dari hadapan Alicia. Ia berjalan menuju kelasnya tanpa pamit dengan Alicia.
"Eh.. Tunggu!" Cegah Alicia.
"Apa lagi?"
"Mmm... Gue belum tau nama lo siapa"
"kenalin, nama gue Arka" ucap cowok itu sambil mengulurkan tangannya ke kepada Alicia.
"Gue Alicia" balas Alicia sambil menyambut uluran tangan Arka.
"udah tau kok" ucap Arka dengan segurat senyum kecil di bibirnya.
Tanpa basa-basi lagi, Arka pun pergi ke kelasnya meninggalkan Alicia yang agak kesal dengan sikap Arka.
***
Bel tanda masuk pun berbunyi. Dengan langkah kaki tergesa-gesa Alicia berlari menuju kelasnya. Saat ia masuk seluruh siswa sudah duduk di kursinya masing-masing.
Dari sudut ruang kelas tampak Arka melambaikan tangannya di untuk memanggil Alicia agar segera masuk.
Alicia mengerti panggilan itu, ia segera masuk dan duduk di kursinya sebelum guru datang dan memarahinya.
"Baiklah anak-anak, hari ini kota akan mulai pembelajaran di bab baru yah.. Jadi kita akan mulai dengan meneliti tentang rangsangan pada tumbuhan. Salah satunya adalah tumbuhan bunga putri malu. Untuk itu kita akan belajar di luar hati ini. Nanti tugasnya kalian mengobservasi reaksi bunga putri malu terhadap rangsangan yah.. Semuanya paham? "
Begitulah arahan yang diberikan bu guru Dona sebelum memulai observasi.
Seluruh siswa pergi ke taman sekolah untuk mencari tanaman bunga putri malu dan melakukan observasi sesuai arahan dari bu Dona.
Namun hal itu tak dilakukan oleh Arka yang terus memperhatikan Alicia yang sedang melakukan observasinya.
Alicia tampak begitu cantik dengan rambut hitam yang ia miliki. Terlebih lagi saat hembusan angin menerpa wajahnya dan membuat beberapa helai rambut menutupi wajahnya, hal ini membuat kecantikan Alicia tampak natural, apalagi melihat nya sambil berbaur dengan alam membuat Alicia semakin perfect di mata Arka.
***
Hari pun berlalu.
Alicia sangat menikmati hari pertama nya menjelajahi sekolah barunya, dengan bertemu orang-orang baru, teman baru dan suasana baru yang ia jumpai disana. Begitu banyak keunikan yang ia dapati, mulai dari guru yang mengajar sampai teman-teman yang memiliki karakter berbeda-beda.
"Gimana sekolahnya?" Tanya papih saat makan malam tiba
"Sekolahnya bagus kok pih, gurunya juga baik"
"Kalo temannya gimana? Baik gak?"
"Hm...Alicia belum dapat banyak teman pih, tapi tadi Alicia udah dapat kenalan satu orang, namanya Arka"
"Arka? Orangnya gimana tuh?"
"Arka baik kok, dia orang pertama yang ngajak Alicia buat sekelompok sama dia, Alicia seneng pih bisa kenal sama Arka"
Papih merasa senang bisa melihat putri semata wayangnya bahagia dengan sekolah barunya. Tadinya papih mengira Alicia tidak akan suka dengan sekolah baru karena ia sudah begitu nyaman dengan sekolah lamanya di bandung. Mengingat semua hal tentang bandung sudang melekat pada diri Alicia.
"Syukur lah kalo kamu suka dengan sekolah yang baru, papih harap kamu betah ya"
"Iya pih"
"Jangan lupa, kamu harus rajin belajar dan tidurnya jangan larut malam ya"
"Iya pih.."
***
Alicia kembali ke kamarnya dan membanting tubuhnya di atas tempat tidur. Entah mengapa ia selalu terbayang wajah lelaki yang tadi menolongnya saat kepalanya tak sengaja terkena bola basket. Wajah lelaki itu memang tampan. Hingga Alicia selalu mengingat nya dalam pikiran Alicia.
"Namanya siapa yah? "
Ujar Alicia dalam renungannya. Tak henti-hentinya ia memandang ke langit-langit kamarnya sambil membayangi wajah lelaki basket itu.
Dalam hati Alicia berharap suatu saat ia bisa berkenalan dengan lelaki itu.