How Can I Not Love You?

How Can I Not Love You?
13-Kekesalan Alicia



"Jadi sekarang kita jemput Celina dulu?" Tanya Alicia pada Arka. Saat ini mereka ada di dalam mobil mama Arka. Arka sengaja memilih untuk mengendarai mobil karena ia akan jalan bertiga dengan Celina juga.


"Iya lah" Jawab Arka singkat.


"Rumah Celina jauh gak dari rumah lu?"


"Nggak kok. Bentar lagi juga nyampek"


Alicia mengangguk tanda  mengerti. Ia kembali menikmati perjalanan dari balik jendela mobil Arka.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Celina. Tampak dari kejauhan Celina sudah menunggu di depan rumahnya.


"Ayo Cel, masuk!" Aja Alicia. Celina mengangguk dan ia masuk ke dalam mobil, ia duduk di kursi belakang.


"Kita mau kemana?" Tanya Celina saat mobil sudah melaju.


"Kita mau ke taman" Jawab Arka sambil melihat Celina dari kaca spionnya.


"Mau kan?" Tanya Alicia pada Celina pula. Celina mengangguk dengan senyum yang terukir di wajahnya.


***


Alicia dan Celina langsung membuka pintu mobil dan keluar dari dalamnya sebelum Arka menginstruksikan. Saat ini mereka sudah sampai di tempat tujuan, yaitu taman kota jakarta.


Alicia tersenyum kala melihat gerbang masuk ke taman tersebut di hiasi dengan bunga. Tanpa menghiraukan Celina dan Arka, Alicia langsung masuk ke dalam taman.


Sedangkan Celina masih berdiri di dekat mobil dan berdiri pula Arka di sampingnya.


"Taman ini gak berubah ya Ar, " Gumam Celina pada Arka.


"Iya. Tapi gue denger-denger katanya taman ini di perluas lagi dan ada banyak tempat baru, "


"Oh, ya? Nanti kita  ke sana ya" Ajak Celina antusias. Arka mengangguk sambil mengelus pelan kepala gadis cantik yang berdiri di sebelahnya itu.


Alicia masuk dengan senyuman di wajahnya. Ia tak henti-hentinya memandangi sudut demi sudut taman itu. Ia sangat bahagia ada di taman yang begitu cantik dengan bunga-bunga yang berwarna-warni.


"Arka! Celina! Ayo masuk!! Ngapain masih di situ?!" Teriak Alicia dari ambang gerbang.


Arka tersenyum memandang Celina. Ia mengangguk seakan berkata 'ayo masuk' dan Celina juga mengangguk pada Arka.


"Arka.. Taman nya indah banget! Lu tau dari mana ada taman sebagus ini?" Tanya Alicia sambil terus menikmati keindahan taman.


"Ya tau lah! Apa sih yang gue gak tau?" Jawab Arka dengan sombongnya dan membuat Alicia mengerucutkan mulutnya, sedangkan Celina hanya terkekeh melihat tingkah laku temannya itu.


"Arka.. Lu masih inget gak taman ini tuh tempat pertama kali kita ketemu?" Tanya Celina saat Alicia mulai menjauh.


"Ya inget lah! Mana mungkin gue bisa lupa. Taman ini adalah saksi bisu pertemuan pertaman gue sama cewek cengeng kaya lu" Jawab Arka sambil mengacak rambut Celina.


"Ih! Nakal banget sih tu tangan!" Sanggah Celina.


"Haha.. Lu makin gemes aja. Masih suka cengeng nggak?" Arka kembali mengacak rambut Celina.


"Ya nggak dong. Gue kan udah gede, masa cengeng terus sih..." Jawab Celina sambil merapikan kembali rambutnya.


"Eh, Ar. Lu liat deh, itu kan ayunan kita dulu... Ayunan yang sering kita mainin setiap kali kita ke taman ini" Ujar Celina sangat antusias sambil menunjuk ke arah ayunan yang di maksud.


"Eh iya. Masih ada aja tu ayunan"


"Kita ke sana yuk!" Ajak Celina sambil menarik tangan Arka. Arka menurut dan ikut berjalan ke ayunan.


Celina duduk di salah satu ayunan yang dulu pernah ia duduki saat masih kecil. Begitu banyak kenangan dirinya dan Arka di taman itu yang tak bisa ia lupakan. Dengan ceria Celina mengayunkan tubuhnya di atas ayunan.


Sedangkan Arka? Dia dengan telaten mendorong ayunan yang di duduki Celina.


"Arka.. Tempat ini gak banyak berubah ya?" Ujar Celina.


"Iya.."


Celina dan Arka asyik berbincang-bincang dan bernostalgia dengan masa kecil mereka di taman itu. Sedangkan Alicia? Ia masih sibuk menikmati keindahan taman itu dan tanpa ia sadari, ia berada jauh dari teman-temannya.


"Arka, Celina kita ke situ—" Alicia tak menyelesaikan ucapannya karena menyadari Arka dan Celina tak ada di dekatnya.


"Lho.. Mereka kemana?" Pikir Alicia bingung.


"Alicia!! Sini!" Teriak Celina yang masih di ayunan.


"Sini Al..! Main ayunan" Teriak Arka pula.


Alicia memutar bola matanya malas. Walaupun begitu, Alicia tetap datang dan ikut main ayunan juga. Alicia duduk di ayunan tepat di samping ayunan Celina.


"Kalian di sini? Hhuuffft... Mana gak ngajak-ngajak lagi" Dengus Alicia kesal.


"Elu nya sih! Jalan sendirian entah kemana.. Gak bilang-bilang lagi, " Sanggah Arka. Celina lagi-lagi terkekeh dengan tingkah laku mereka.


"Al.. Lu tau gak? Taman ini adalah tempat gue ketemu sama Arka untuk pertama kalinya" Ucap celina.


"Oh ya?" Tanya Alicia antusias.


"Iya.. Dan waktu itu gue nemuin dia lagi nangis di pojok situ tu" Arka tiba-tiba nyaut dan menjawab pertanyaan Alicia.


"Masa sih?" Tanya Alicia masih tak percaya.


"Iya Al. Kalo gak percaya tanya aja sendiri sama orangnya. Nih si cengeng namanya" Arka kembali menjawab pertanyaan Alicia yang kedengaran sedikit merendahkan Celina.


"Bener Cel?" Alicia makin penasaran.


"Iya.. Waktu itu boneka gue di ambil sama anak laki-laki yang main disini... Terus gue nangis di pojok situ" Jawab celina sambil mengacungkan jari telunjuknya  ke arah pojok taman, dimana di sana terdapat bangku besi berwarna biru.


"Dan Arka datang nolongin gue, dia ngambil boneka itu dari anak laki-laki yang udah ngambil boneka gue" Lanjut Celina.


"Dan sejak itu kita temenan, Sampai sekarang. Iya kan Cel?" Sambung Arka. Celina mengangguk membenarkan ucapan Arka.


Alicia hanya mengangguk pelan. Entah kenapa perasaan kesal menghampiri batin Alicia. Jengkel? Tentu saja. Siapa yang tidak jengkel melihat orang yang kita sayangi tertawa bersama orang lain? Meskipun ada yang bilang kalau kit harus bahagia saat orang yang kita sayangi bahagia, tapi tetap saja Alicia merasa jengkel, apa lagi Celina menceritakan itu dengan antusias dan terkesan pamer pada Alicia. Hal ini membuat Alicia makin kesal.


Beralih dari ayunan, saat ini mereka sedang berjalan-jalan mengelilingi taman. Tak lupa pula mereka mengambil gambar di spot foto yang menarik. Jangan lupakan perasaan Alicia, ia masih kesal. Meskipun begitu, Alicia tetap tersenyum. Ia tak mau membuat teman-temannya kehilangan mood karena melihatnya cemberut. Terlebih lagi taman itu sangat indah, sayang kalau harinya hanya di habiskan untuk kesal pada Celina bukan?


"Arka.. Liat!! Itu perosotan yang sering gue naikin dulu. Masih ada aja ya? Gue pengen naik perosotan lagi deh" Ucap celina girang saat melihat perosotan favoritnya.


"Heh! Kalo lu naik perosotan itu, yang ada bakalan pecah itu perosotan tau gak? Lu kan udah gede, gendut, berat lagi" Gurau Arka pada Celina.


"Ih! Gue gak gendut kali, " Sanggah Celina.


Celina mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Namun itu membuatnya semakin terlihat menggemaskan.


"Terus apa dong kalo bukan gendut? Gemuk?"


"Ih! Lu makin ngeselin yah.." Celina mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Arka hanya terkekeh melihat sahabatnya itu.


Alicia yang melihat hal itu hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Ia kemudian mendekat pada gerombolan bunga mawar yang berada tak jauh dari Arka dan Celina berdiri. Alicia mencium harumnya bunga mawar itu. Ia mencoba memetik salah satu tangkai bunga mawar itu, namun tanpa ia sadari ada duri di batang itu dan alhasil duri itu melukai tangannya.


"Aauu!!" Teriak Alicia kesakitan.


Arka dan Celina langsung mendekat. Alicia memegangi ujung jari nya yang terluka dan mengeluarkan darah. Tanpa ba-bi-bu lagi, Arka langsung menghisap jari Alicia yang terluka itu.


Deg.!


Seketika Alicia terpaku melihat tindakan Arka. Alicia menggigit bibir bawahnya dan berusaha menahan senyum.


'Arka, apa lu khawatir sama gue? Sampe segitunya... Entah kenapa gue ngerasa seneng sama semua ini' batin Alicia.


"Lu gak papa kan?" Tanya Arka. Ia sudah melepas jari Alicia dari mulutnya. Alicia mengangguk.


"Lain kali hati-hati.. Apa lagi sama bunga mawar" Lanjut Arka.


Alicia mengernyitkan dahinya. Ia tak begitu mengerti dengan maksud Arka.


"Emang kenapa dengan bunga mawar?" Tanya Alicia heran.


Alicia tersenyum mendengar kata-kata itu. Arka juga tersenyum. Sedangkan Celina? Ia berjalan meninggalkan Arka dan Alicia.


"Makanya lu jangan deket-deket deh sama si mawar ini" Lanjut Arka.


"Mendingan lu suka nya sama bunga melati aja deh" Lanjut arka.


"Kenapa?"


"Karena walaupun sederhana, tapi melati itu istimewa. Dan warnanya putih, yang Melambangkan kesucian"


"Iya deh.. Gue nurut aja, "


"Anak pintar" Arka mengacak rambut Alicia. Alicia hanya bisa diam sambil bertahan dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


"Arka!! Alicia!! Ke sini deh..! Tempatnya bagus nih" Teriak Celina yang belum terlalu jauh meninggalkan Arka dan Alicia.


Tanpa berlama-lama, Arka dan Alicia langsung mengikuti instruksi dari Celina.


Mereka saat ini sedang duduk di bawah batang pohon yang begitu rindang, tepatnya di sebuah kursi panjang dibawah batang pohon tersebut.


"Ar, Cel.. Kalian tau gak? Hari ini itu gue bahagia tau bisa jalan bareng sama kalian" Kata Alicia sambil memakan cemilan yang baru saja mereka beli.


"Ya iya lah.. Kan jalannya bareng gue. Makanya lu bahagia" Arka mulai lagi sombongnya.


"Ih!! Atas dasar apa lu bilang gue bahagia kalo jalan sama lu?!" Alicia merasa tak terima.


"So pasti! Kalo gak jalan sama gue, belum tentu lu bahagia. Iya kan? Apa lagi kalo jalan sama Erlan. Heh udah pasti garing dah tu..."


"Ye.. Sombong banget sih lu"


"Kalo gak sombong bukan Arka namanya" Celetuk Celina yang dari tadi hanya ngunyah cemilan sambil sandaran di bahu kanan Arka.


"Eh, ada tukang es krim tuh!" Alicia tiba-tiba ngagetin Arka dan Celina yang udah keasyikan ngemil.


"Lu mau?" Tanya Arka. Alicia ngangguk aja.


"Lu? Mau gak?" Tanya Arka yang kali ini di tujukan untuk Celina. Celina juga ngangguk.


Arka pun bergegas membeli es krim untuk para teman wanitanya itu.


"Alicia..." Kata celina lirih saat Arka sudah menjauh. Alicia memandang Celina tanpa menjawab.


"Gue hari ini bahagia banget bisa jalan sama lu dan Arka. Udah lama gue gak liat senyuman Arka. Setiap gue liat senyum dia, gue ngerasa ada semangat baru dalam diri gue, gue serasa di semangatin gitu" Ujar Celina sambil memandangi punggung Arka.


"Senyum Arka ajaib ya?" Ucap Alicia asal-asalan, biar Celina gak ngerasa di abaikan. Padahal Alicia sebenarnya malas menanggapi itu, apalagi soal Arka.


"Iya. Senyum Arka ajaib banget. Gue suka"


"Suka sama senyum-nya apa suka sama orang nya?" Alicia mulai jengkel.


"Dua-duanya" Jawab Celina santai.


"Lu suka sama Arka?!" Alicia kaget saat mendengar itu.


"Menurut lu? Mana ada cewek yang gak suka sama Arka. Arka itu cowok yang baik. Sekalipun dia ngeselin, tapi ngangenin. Iya gak?"


"Iya sih..."


Mulai. Alicia mulai kesal. Rasa dongkol datang ke hatinya. Apa tafi ia tidak salah dengar? Celina menyukai Arka? Oh my god! Berarti yang suka pada Arka bukan hanya dirinya. Otomatis dia ada saingan untuk mendapatkan Arka.


'Isshh...! Apaan sih?!' batin Alicia kesal.


"Nih, es krim nya" Kata Arka saat ia sudah kembali pasca membelikan es krim untuk Alicia dan Celina.


Arka pun kembali duduk di antara Alicia dan Celina. Untung saja Arka cepat datang. Kalau tidak mungkin hati Alicia sudah terbakar. Ia cepat-cepat memakan es krim nya agar dapat memadamkan api cemburu di hatinya.


"Pelan-pelan kali. Kaya gak pernah makan es krim aja" Tegur Arka yang dihiraukan Alicia.


"Arka.. Lu tau gak kenapa gue suka sama yang berbau coklat?" Tanya Alicia saat kesalnya mereda.


"Gak tau. Gue cuma tau kalo lu itu suka coklat. Kan lu sendiri yang bilang sama gue waktu di air terjun. Iya kan?" Timpal Arka.


"Iya. Gue suka coklat karena coklat itu manis. Gue berharap kalo hidup gue bakalan semanis coklat. Dari kecil gue suka makan coklat. Papih gue bilang, nama gue Alicia... Yang artinya manis. Dia bilang gue akan jadi anak yang mania dan di sukai banyak orang" Alicia menjeda ucapannya.


"Saat gue ulang tahun, gue gak pernah minta apa-apa, gue cuman minta di beliin coklat doang dan papih selalu ngasih coklat di hari ulang tahun gue. Gue selalu bahagia kalo di kasih coklat sama papih. Menurut artikel yang gue baca, coklat bisa ngembaliin mood seseoarang. Jadi pas gue lagi ngambek sama papih, papih pasti selalu ngasih gue coklat. Pokoknya gue selalu suka coklat" Lanjut Alicia panjang lebar.


"Wah... Filosofi yang keren!" Ujar Arka.


"Kalo kalian tau gak kenapa gue suka es krim rasa taro?" Celina nyaut lagi.


"Emangnya kenapa?" Tanya Alicia penasaran.


"Karena taro itu warna ungu. Gue juga suka warna ungu, dan taro itu rasanya gak pernah berubah.. Gue harap semoga kelak orang yang gue sayang punya rasa yang sama kaya taro, gak berubah. Dan dia akan selalu sayang sama gue" Jelas Celina.


"Kalo lu Ar? Kenapa lu suka mocca?" Tanya Alicia pada Arka.


"Nggak tau. Gue suka aja" Jawab Arka simpel sambil mengangkat bahunya.


"Ah, dasar cowok. Gak asik!" Ujar Alicia.


"Iya, gak ada filosofinya banget!" Sambung Celina.


"Ye... Kalo makan ya makan aja kali. Gak usah pake filosofian segala" Sanggah Arka. Celina dan Alicia hanya memutar bola matanya dengan malas.


Selepas makan es krim. Mereka kembali mengelilingi taman itu. Walau hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, mereka masih belum lelah. Taman itu mungkin tidak akan habis jika untuk di kelilingi dalam satu hari. Luasnya saja mencapai 1 hektare, mana sanggup mereka mengelilinginya.


Alicia menghampiri rumpunan bunga melati. Saat ini mereka sedang berada di area kebun bunga. Alicia menghirup harumnya bunga melati sambil menghayati perkataan Arka tadi. Seketika senyuman tergambar di wajahnya.


Sedangkan Celina? Ya dia sibuk selfie-selfie dengan Arka di deretan bunga anggrek yang berwarna ungu.


Alicia juga mengeluarkan ponselnya dan mengambil selfie  dirinya bersama bunga melati di belakangnya.


"Ekhheemm... Selfi terus!!!" Kata Arka mengagetkan Alicia hingga HP nya hampir terlepas dari tangannya.


"Arka! Ngagetin aja sih"


Arka terkekeh melihat raut wajah Alicia yang seketika berubah jadi jengkel.


"Gak mau ngajak gue selfi? Ntar rugi lho.." Arka kembali bersuara.


"Hm.. Bilang aja lu yang mau gue ajak selfi, tapi lu gengsi mau ngajak gue duluan. Iya kan?" Alicia tau taktik Arka.


"Ya kalo lu gak mau juga gak papa. Gue gak maksa" Kata Arka sambil melangkahkan kaki beranjak pergi. Sebelum itu, Alicia sudah menahan pergelangan lelaki berbaju abu-abu itu.


"Eh, jangan pergi dong! Gue mau kok selfi sama lu. Sini.. Sini... Deketan sama gue"


Mereka pun mengambil banyak gambar diri mereka bersama bunga melati itu. Sesekali mereka tertawa kala melihat hasil jepretan mereka yang tampak lucu.


"Ih! Norak banget sih gaya selfi lu ar.." Kata Alicia.


"Eh.. Jangan salah! Ini itu gaya selfi yang lagi nge-trend tau"


"Terserah lu aja lah.. "


Mereka kembali selfi dan beralih tempat ke rumpunan bunga tulip. Lagi-lagi mereka tertawa saat melihat hasil selfi yang terlihat aneh, tapi itu menjadi keseruan tersendiri bagi mereka.


Di saat sedang asik-asiknya tertawa, Tiba-tiba saja ada suara perempuan berteriak menyebut nama Arka.


"Arka..!!! Arka...!!!"


Arka dan Alicia saling pandang satu sama lain.


"Celina?!" Ucap Arka dan Alicia bersamaan.