
Keesokkan harinya Alicia kembali ke sekolah nya dengan di antar supir pribadinya pak Budi.
Alicia selalu memperhatikan jalanan lewat jendela mobil nya. Rasanya senang bisa menghirup udara segar di pagi hari dengan ditemani sejuknya udara pagi itu.
***
Begitu Alicia turun dari mobil tanpa diselangi beberapa waktu, Arka datang lalu mendekatinya.
"Hai..." Sapa Arka.
"Hai..." Sahut Alicia pula.
"Eum.. Mau kekelas kan? Bareng yuk" Ajak Arka pada Alicia.
"ayuk!" Alicia mengangguk cepat dan berjalan beriringan dengan Arka menuju kelasnya.
Dalam waktu singkat Arka dan Alicia langsung bisa akrab. Maklum saja, Alicia belum mengenal siapa pun di sekolah ini, jadi ia berusaha berbaur dengan orang yang baru saja ia kenal agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru.
Pagi itu koridor sangat ramai. mungkin karena saat itu adalah jam-jam nya anak sekolah berdatangan.
Di salah satu koridor tiba-tiba Alicia berhenti berjalan dan melayangkan pandangannya pada sebuah kerumunan orang-orang.
"Eh..itu ada apa ya? Kok rame banget?" Tanya Alicia penuh penasaran.
"Gue juga gak tau, kita liat aja yuk!"
Arka dan Alicia pun segera pergi menghampiri kerumunan orang-orang itu.
Ternyata mereka sedang membaca tulisan di mading sekolah. Biasanya artikel yang di tempel di mading sekolah adalah mengenai isu yang sedang viral dan sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Rupanya artikel mading itu berisi tentang berita siswa baru yang ada di sekolah itu dan yang dimaksud adalah Alicia sendiri.
"Kok gue ada di mading sih?" Tanya Alicia heran sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Hmm... Mungkin karena lo cantik, jadinya kabar lo cepet nyebar di sekolah ini" Jawab Arka seraya melirik ke arah Alicia.
"Hah? Masa sih?"
Ya. Alicia memang sangat cantik, tak heran kalau berita ia masuk sekolah sebagai siswa baru di sekolah itu pun langsung viral karena kecantikannya. Dalam sekejap Alicia langsung jadi idola di sekolah itu dan banyak di puja para siswa laki-laki hingga mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Alicia.
"Alicia!! Kamu cantik banget sih!! Pacaran sama abang mau gak?!"
"Alicia! I Love You!!"
"Alicia jalan sama aku yuk!!"
Begitulah godaan yang selalu menghampiri telinga Alicia setiap ia melewati siswa laki-laki yang ada di sekolah itu. Alicia yang mendengar itu merasa risih dan tidak nyaman. Seumur hidup baru kali ini ia mendapat perlakuan seperti ini.
sepanjang koridor Alicia selalu mendengar para lelaki buaya menyebut-nyebut namanya. Mereka seperti baru pertama kali melihat cewek cantik saja. Alicia hanya menarik nafas jengah.
"Cie...ada yang jadi artis dadakan nih.." Ledek Arka pada Alicia.
"Ih.. Apaan sih?! Sebenernya gue gak nyaman tau di godain kaya gitu sama mereka"
"mm.. Tapi lo seneng kan? Secara sekarang lo udah terkenal di sekolah ini, siapa sih yang gak kenal seorang Alicia, anak baru yang cantiknya kelewatan dan bikin semua orang klepek-klepek"
"Ih... Jangan gitu ah!! Gue jadi malu" Wajah Alicia sedikit memerah karena terus di ledek oleh Arka.
Sejujurnya Alicia memang senang kalau dirinya sudah dikenal banyak orang, tapi ia juga merasa risih karena terus-menerus di goda dan di ledek oleh Arka.
***
Saat jam istirahat tiba semua siswa di persilahkan untuk istirahat dan makan siang. Tak terkecuali Alicia, ia juga turut pergi ke kantin untuk mengisi perutnya. Cacing di perutnya sudah demo meminta di beri makan.
"Alicia... Kita ke kantin yuk! Gue laper nih" Ajak Arka.
"Ayuk!"
Di kantin ada beragam jenis makanan yang bisa mereka nikmati. Ada bakso, mie ayam, ea cendol, seblak, batagor dan soto. Alicia dan Arka memilih makanan batagor sebagai pengisi perut mereka.
"Arka, bentar ya.. Gue mau ke toilet dulu" Ucap Alicia.
"Iya, jangan lama-lama ya"
"Iya"
Sepanjang jalan, Alicia selalu bertemu dengan para siswa laki-laki yang selalu menggoda nya. Bahkan ada pula siswa yang nekad mengikutinya sampai ia masuk ke dalan toilet. Hal ini pun membuat Alicia makin kesal dan jengkel.
Mereka seperti tidak ada kerjaan saja.
"Aduh... Gimana nih? Mereka semua pada ngikutin gue lagi. Kalo kaya gini caranya mendingan gue jadi jelek aja biar gak ada yang ngikutin" Gerutu Alicia yang kesal sambil menatap cermin besar di depan wastafel toilet.
Alicia benar-benar tidak tau lagi harus berbuat apa agar orang-orang itu tidak lagi mengikuti nya. Apalagi sampai ke toilet seperti ini, semua ini benar-benar membuatnya tak nyaman.
Dari dalam toilet, Alicia mendengar suara riuh dari orang-orang yang tadi mengikuti nya. Orang-orang itu terus memanggil-manggil nama Alicia sambil sesekali menggedor pintu toilet.
Saking banyaknya orang-orang yang ada di luar toilet, membuat Alicia malah jadi takut, bagaimana kalau mereka nekad mendobrak pintu dan masuk kedalam toilet? Apa yang haru ia lakukan?
Di tengah kebingungannya itu tiba-tiba saja ia mendengar dobrakan pintu yang begitu kuat. Mula-mula Alicia hanya diam sambil memegang gayung di tangannya. Tapi tak lama kemudian dobrakan itu berhenti. Untuk mengecek keadaan, Alicia membuka pintu toilet dan melihat keluar.
Ternyata ada seorang pria yang berdiri tepat didepan pintu toilet itu, dengan spontan, Alicia langsung memukulkan gayung yang ada di tangannya kearah wajah si laki-laki itu hingga membuat dia hilang keseimbangan dan jatuh ke lantai.
Tak disangka, ternyata laki-laki itu adalah laki-laki yang kemaren dilihat Alicia di lapangan basket. Ya! Dia adalah laki-laki basket yang semalam membayang di pikirannya dan membuat Alicia penasaran.
Melihat laki-laki itu jatuh di hadapannya, Alicia jadi bingung harus berbuat apa. Apalagi ia tidak mengenal laki-laki itu, hal ini membuat Alicia semakin bingung.
"Erlan!! Ya ampun. Kok lo bisa kaya gini sih?!"
Tanya teman laki-laki itu.
Sambil memandang wajah Alicia laki-laki itu menjawab.
"Gue di pukul pakai gayung sama cewek ini" Ucapnya.
Tak mau disalahkan, Alicia pun membela diri dan berkata.
"Ya wajar aja gue pukul dia pakai gayung, dia ngintipin gue di toilet, pake gedor-gedor pintu segala lagi! Makanya gue pukul"
Laki-laki itu pun berdiri dari posisi awalnya sambil memegangi hidungnya yang tampaknya berdarah dan menatap Alicia dengan tatapan mata yang tajam.
"Heh!! Kalo ngomong jangan sembarangan!! Siapa juga yang ngintipin elo?! Gak usah Ge Er jadi orang!! Lagian yang salah itu elo! Ngapain lo masuk toilet cowok?!"
Mendengar perkataan laki-laki itu, Alicia langsung mengecek toilet tulisan yang ada di depan pintu toilet tersebut.
Ternyata benar, toilet itu memang toilet cowok. Rupanya Alicia terlalu gugup karena di goda banyak laki-laki hingga ia salah masuk toilet.
"Oh. Iya maaf, gue yang salah" Sesal Alicia.
Dengan wajah ketus laki-laki itu masuk ke dalam toilet sembari menyenggol tubuh Alicia yang masih berdiri di depan pintu toilet itu.
Dengan wajah malu Alicia menatap satu persatu laki-laki yang berada di sekitar toilet itu. Mereka tampak bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
"Makanya, jadi anak baru itu jangan songong!! Giliran salah masuk toilet aja malu kan lo?!!" Tegur teman laki-laki tadi pada Alicia.
Tak lama berselang laki-laki itu pun pergi bersamaan dengan rombongan laki-laki lain meninggalkan Alicia di depan pintu toilet itu.
Alicia merasa sangat bersalah karena sudah melakukan hal yang kurang pantas pada laki-laki basket itu. Maka dari itu, Alicia memutuskan untuk menunggu laki-laki itu keluar dari toilet dan ingin mengobati hidungnya yang tadi mimisan karena pukulannya.
"Lo ngapain masih disini?!"
Tanya laki-laki itu saat ia sudah keluar daru toilet.
Hidungnya sudah tak mengeluarkan darah lagi. Tapi masih terlihat sedikit merah. Mungkin masih terasa sakit.
"Mm...gue cuma mau minta maaf, gue tau gue—"
Belum sempat Alicia menyelesaikan kalimatnya, laki-laki itu malah memotong ucapannya dan berkata.
"Ah.!! Udah lah gue males berdebat sama lo, ntar yang ada hidung gue makin parah tau?!"
Alicia melihat hidung laki-laki itu, ia melihat ada darah yang kembali mengalir keluar dari hidungnya. Sebagai rasa tanggung jawab Alicia berniat untuk mengobati hidung laki-laki itu yang baru saja ia pukul.
"Eh, Hidung lo berdarah! Gue obatin ya.."
"Gak perlu! Gue bisa ngibatin sendiri" Ucap laki-laki itu dengan ketusnya sambil mengelap darah yang baru saja keluar dari hidungnya dengan jari.
"Iya gue tau, tapi seenggaknya biarin gue bertanggung jawab sama lo, buat nebus kesalahan gue"
"Gak usah!! Gue gak perlu pertanggung jawaban dari lo"
Laki-laki itu tetap bersikeras tidak mau di obati oleh Alicia. Tapi Alicia tetap ingin mengobati laki-laki itu. Jadi agar mereka tidak berdebat lebih lama, Alicia segera menarik tangan laki-laki itu dan membawanya ke salah satu koridor dan mengobati hidungnya yang mimisan.
"udh sini biar gue obatin" Kata Alicia sambil menarik tangan laki-laki itu ke kursi yang ada di koridor terdekat.
Tanpa perlawanan laki-laki itu menurut dan diam sambil menikmati pengobatan dari Alicia.
Tampak sesekali laki-laki itu menatap mata Alicia, namun karena Alicia kembali menatapnya, laki-laki itu pun melempar pandangannya ke arah lain guna menghindari pandangan Alicia.
"Nah... Udah selesai kok, hidung lo udah gak mimisan lagi"
Tanpa mengucapkan terima kasih atau apa pun laki-laki itu langsung pergi meninggalkan Alicia.
"Ih, Bukannya bilang Terima kasih, malah main pergi gitu aja" Ketus Alicia yanga agak kesal menerima perlakuan laki-laki basket itu.
Alicia pun terdiam sambil menatap tubuh laki-laki itu sampai ia menghilang di kejauhan. Seketika ia pun teringat bahwa Arka sudah menunggunya di kantin sekolah yang dari tadi ia tinggalkan.
" ya ampun.. Gue lupa, Arka kan masih di kantin. Aduh dia pasti nungguin gue nih" Ucap Alicia sambil menepuk jidatnya saat menyadari kesalahannya.
Alicia pun bergegas pergi menuju kantin untuk menemui Arka. ia khawatir Arka akan ngambek kalau ia berlama-lama meninggalkan cowok itu.
.
.
.
.
.
Jangan lupa voment nya!!!
Klik vote di bawah kalo mau cerita ini tetap lanjut!!
See you next time!!!