
"Siap-siap makan cabe ya" Kata Arka dengan santainya yang mengarah kepada Alicia yang sedang berjalan santai ke kelasnya.
Alicia menoleh ke arah datangnya suara tersebut. Ia melihat Arka yang sedang duduk santai di kursi.
"Nyantai aja kali. Palingan elu yang bakal lari di lapangan itu, " Kata Alicia sambil menunjuk ke arah lapangan basket yang tepat berada di depan mereka.
"Ih.. Pede banget sih? Belum tentu lu menang, "Cemooh Arka sambil mengangkat salah satu ujung bibirnya.
"Ya iya lah. Asal lu tau ya.. Gue tadi baru aja belajar bareng sama Erlan di perpus"
" baru belajar bareng aja bangga, " Tukas Arka dengan tampang wajah yang terkesan meremehkan.
"Biarin, yang penting ada kemajuan, " Sanggah Alicia sembari mendudukkan bokongnya di samping Arka.
"Ah! Pasti lu pura-pura mau belajar ya? Lu caper ya sama Erlan supaya bisa deket sama dia" Kata Arka sambil mengacak rambut Alicia.
"Ih! Gak usah pake ngacak-ngacak rambut segala bisa gak sih?! Lagian gue gak caper kok. Erlan nya sendiri yang mau ngajarin gue" Jawab Alicia dengan mengerucutkan mulutnya.
"Dasar modus!"
"Ih! Sirik aja sih lu" Bantah Alicia sambil gantian mengacak rambut Arka.
Alicia tertawa melihat tampilan Arka dengan rambut acak-acakannya. Arka jengkel, lalu ia menggelitiki Alicia sampai Alicia mengeluarkan air mata karena tertawa. Mereka berdua tertawa lepas saat itu. Arka melihat tawa Alicia yang sangat lepas dan seperti tanpa beban. Arka senang melihat Alicia tertawa seperti itu. Arka selalu berharap bisa melihat Alicia terus seperti ini, menampakkan tawa dengan lesung pipit di pipi kanannya.
~senyum mu indah...
Jangan berhenti menebar tawa...
Aku tak kan lelah...
Aku tak kan jengah...
Demi menghadirkan bahagia...
Aku rela terpanah...
Oleh tawa di sana...~
"Arka, Ini minum lu" Ucap Celina sambil memberikan sebotol air minum pada Arka.
"Thanks" Arka tersenyum memandang Celina. Celina juga tersenyum pada Arka.
"Eh, kalian lagi ngetawain apaan sih? Kok keliatannya seru banget?' tanya Celina saat melihat Alicia dan Arka masih menahan tawa.
" Nggak. Bukan apa-apa kok" Jawab Arka santai sambil membuka tutup botol minuman nya.
"Ya udah. Kalo gitu gue duluan ya" Kata Alicia sambil beranjak dari duduknya.
Arka dan Celina hanya mengangguk.
Dalam hati, Celina selalu bertanya-tanya, ada hubungan apa antara Arka dan Alicia? Mereka terlihat dekat layaknya orang yang menjalin hubungan serius. apakah mereka pacaran?
***
KKRRIIIINNNGGGGGGG..!!!!
Bel tanda pulang sudah berbunyi hari ini, tepat pada pukul 16.00
"Al, udah? Pulang yuk" Ajak Arka pada Alicia.
"Iya bentar nih, gue lagi beresin buku dulu" Jawab Alicia sambil fokus memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
"Ayo Al, gue udah siap nih" Celina tiba-tiba nyaut.
"Iya bentar dong" Alicia panik, takut di tinggal.
Plllaaakk..!!
Arka menepuk kening Alicia.
"Au! Sakit Arka! Kenapa di tepuk sih?!" Tanya Alicia jengkel sambil mengusap keningnya.
"Fuuhh! Ada nyamuk, " Kata Arka sambil meniup nyamuk yang menempel di telapak tangannya ke wajah Alicia.
"Udah belum? Lama banget sih?" Celina kesal.
"Udah. Yuk pulang" Timpal Alicia.
Mereka berjalan menuju keluar kelas. Alicia berada di posisi paling depan sedangkan Arka dan Celina dibelakangnya berjalan beriringan.
"Ayo cepetan! Lelet amat sih!" Gerutu Alicia sambil berjalan mundur kearah pintu keluar kelas dan tubuhnya menghadap ke arah Arka dan Celina.
Bbrukk..!!
Punggung Alicia menabrak seseorang. Alicia langsung membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang di tabraknya.
"Erlan.." Desis Alicia pelan.
Erlan diam saja. Alicia memandang ke orang di sebelah Erlan. Ada Rahcel dan Saga. Alicia tersenyum simpul pada mereka.
"Apa liat-liat?!" Kata Rahcel dengan ketusnya. Alicia menggeleng.
Sedangkan Saga? Dia hanya mengangkat sedikit ujung bibirnya saja sambil terus menatap Alicia dengan tatapan tajam.
"Jangan lupa kerjain tugas dari gue tadi," Erlan akhirnya buka suara.
"Iya lu tenang aja. Nanti gue kerjain kok, " Jawab Alicia dengan senyuman manis di wajahnya. Erlan mengangguk puas.
"Gue balik duluan ya. Sampe besok, " Lanjut Alicia. Erlan kembali mengangguk. Irit bicara ya.
Alicia berlalu meninggalkan rombongan Erlan. Dan Arka berjalan mendekati Erlan. Tatapan matanya tak biasa, ada kemarahan dan... Entah lah. Tatapan itu terlalu sulit untuk di deskripsikan.
"Udah Ar. Ayo kita pulang, '' Lerai Celina sambil mengusap-usap punggung Arka yang tampaknya sudah mulai emosi.
Tak ada percakapan penting disitu. Tapi dari tatapan Arka dan Erlan yang saling pandang memperlihatkan adanya amarah yang membara dari keduanya. Sama-sama saling diam, Sama-sama memandang tajam dan rahang mengeras. Sepertinya mereka sedang perang perasaan.
"Ayo pulang Ar. Erlan, Rahcel, Saga... Kita pulang duluan ya, " Celina tersenyum pada ketiganya dan mendapat anggukan dari mereka.
Celina tak mungkin membiarkan Arka terus beradu pandang dengan Erlan, mereka akan berkelahi jika itu di biarkan. Dengan cepat Celina membawa Arka pergi.
"Celina! Arka! Ngapain sih?! Ayo pulang!" Teriak Alicia dari kejauhan. Ia sudah hampir tiba di tangga menuju lantai satu.
Arka dan Celina pun segera menghampirinya.
"Ngapain sih?" Tanya Alicia saat Arka dan Celina sudah di dekatnya.
"Nggak ada apa-apa kok" Jawab Arka santai.
"Oh ya, tadi Erlan bilang nyuruh lu buat ngerjain tugas dari dia. Maksudnya apaan sih?!" Tanya Arka.
"Oh itu... Iya jadi gue itu sekarang belajar matematika sama dia. Ya kaya guru les privat gitu..."
"Belajar? Kenapa gak minta ajarin sama gue aja?!" Arka jengkel.
"Ih! Lu tu gimana sih?! Ini itu salah satu strategi gue buat bisa deket sama dia. Kan biar gue bisa menangin tantangan dari lu" Jawab Alicia santai sambil menuruni anak tangga.
"Tantangan? Tantangan apa?" Tanya celina yang masih bingung dengan topik pembicaraan mereka.
"Itu loh, Tantangan buat Pmmttthh....!!!" Belum sempat Alicia menjawab pertanyaan Celina, Arka keburu menutup mulut dan membawa Alicia menuruni tangga. Sedangkan Celina masih berdiri di anak tangga paling atas.
"Ish! Paan sih?! Kenapa gue gak boleh ngomong sama Celina?" Tanya Alicia saat sudah sampai di bawah.
"Eh, lu tu gimana sih?! Kok malah mau ngasih tau Celina soal tantangan itu?"
"Lah, emang kenapa kalo Celina tau?"
"Ya nggak boleh lah. Makin banyak yang tau makin ribet urusannya. Udah lebih baik kita aja yang tau. Orang lain gak perlu di kasih tau" Arka menjelaskan panjang lebar. Alicia mengangguk tanda mengerti.
"Ayo cel, pulang" Ajak Arka pada celina yang masih mematung di atas.
"Kalian ngomongin apaan sih?" Tanya nya saat sudah sampai di dekat Arka.
"Bukan apa-apa kok"
***
Malam ini malam sabtu. Besok sekolah libur, karena memang setiap sabtu dan minggu diliburkan. Untuk itu Rahuel berniat menghabiskan malam weekend nya bersama sahabatnya, Erlan dan Saga. Mereka mendatangi sebuah klub malam.
"Erlan.! Kenapa masih berdiri disitu? Ayo masuk!" Ajak Rahcel.
"Gue lagi gak pengen ke sini Hel, " Jawab Erlan.
"Ayo lah bro..! Udah lama kita gak ke sini men! Besok kan gak sekolah, kita happy-happy lah di sini" Saga nyaut juga.
Tanpa perlawanan Erlan menurut dan masuk ke dalam klub itu.
Memang sudah menjadi kebiasaan bagi mereka yang selalu mendatangi tempat terlarang itu jika ada waktu kosong. Minum bir dan berdansa dengan para wanita seksi di sana merupakan kesenangan bagi Saga yang tak ternilai harganya. Ia sering mendatangi klub malam itu bersama kedua temannya, Rachel dan Erlan.
Rachel sendiri sebenarnya tidak terlalu suka dengan tempat berbau alkohol itu, tapi ia tak bisa menolak jika Saga atau Erlan sudah mengajaknya ke sana. Ia hanya ingin menjadi teman yang selalu ada untuk mereka. Bersenang-senang dengan kedua lelaki itu adalah hal yang paling membahagiakan bagi Rachel, sekalipun di tempat seperti itu.
"Mbak, bir nya tiga ya" Pinta Rahcel pada penjaga bar.
"Nih.. Mendingan lu minum dulu. Biar lu bisa sejenak ngelupain masalah lu" Kata Rahcel sambil memberikan sebotol bir pada Erlan. Saat ini mereka sedang duduk di kursi sofa.
"Lu bener Hel, gue harus happy! Dan lupain semua masalah gue!!" Kaya Erlan. Ia bicara ngelantur setelah minum beberapa gelas bir.
"Bro.. Gue.. Gue kesana dulu ya. Ada cewek cantik tuh" Saga juga ngelantur.
"Oke.." Jawab Erlan yang sudah mulai mabuk berat.
"Erlan... Gue sayang sama lu! Gue cinta sama lu! Tapi kenapa lu gak pernah peka sama perasaan gue?" Rahcel ikutan ngelantur di pelukan Erlan.
Dosis alkohol yang sudah Rachel tenggak sudah membuatnya kehilangan kesadaran dan mabuk. Seperti yang kamu ketahui, jika orang dalam keadaan mabuk selalu bicara tidak jelas namun jujur. Itulah yang Rachel rasakan sekarang. mengungkapkan cinta pada Erlan tanpa kesadaran penuh.
"Gue udah suka sama lu sejak dulu Erlan... Sejak kita kecil gue udah suka sama lu. Sejak kita masih kecil Erlan... Lu gak sadari itu?" Lanjutnya.
"Gue belum bisa ngelupain dia Rahuel..." Kata Erlan sambil meneguk bir di tangannya.
Mereka mabuk dan tampak sibuk dengan ocehan masing-masing. Mereka tanpa sadar telah mengucapkan kata-kata yang sebelumnya mereka saling tutupi satu sama lain. Soal perasaan Rahuel pada Erlan, dan soal Perasaan Erlan pada entah siapa. Yang jelas mereka saling terbuka, namun mereka tak menyadari itu. Bagaimana tidak? Mereka sudah minum banyak sekali bir. Otomatis mereka dalam keadaan mabuk berat.
***
"Aahhgghh..." Arka hanya menggeliat di atas tempat tidur.
"Arka bangun sayang. Ada teman kamu tuh di depan. Ayo bangun"
Mendengar kata 'teman', Arka langsung duduk dan menatap perempuan itu.
"Siapa ma?" Tanya Arka.
"Liat aja sendiri. Mama keluar dulu yah.." Perempuan itu pun keluar dari kamar Arka.
Arka yang penasaran langsung saja keluar kamar tanpa bersih-bersih dulu.
"Aduh.. Celina. Ngapain sih pagi-pagi gini udah datang.. Hhuuwwwaaa" Kata Arka yang masih berada di ujung anak tangga sambil mengucek matanya.
Kesal. Mungkin itu yang dapat digambarkan untuk perasaan Alicia saat ini. Bagaimana tidak? Alicia yang sudah dari tadi pagi ada di situ menunggu Arka, tapi malah nama Celina yang di sebut oleh Arka.
'Celina? Kenapa Arka ngira kalo gue adalah celina?' batin Alicia jengkel.
Alicia berdiri dari posisi duduknya yang membelakangi Arka. Alicia membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Arka.
"Gue Alicia! Bukan Celina" Ucap Alicia dengan nada datar.
Mendengar kata 'Alicia' Arka langsung membuka matanya yang masih terpejam dan melihat ke arah Alicia.
"Alicia. Tumben lu ke sini. Ada apa?" Tanya Arka seolah tak mengerti kekesalan Alicia.
"Gue cuma mau nganterin ini" Jawab Alicia ketus sambil meletakkan serantang kecil makanan di meja.
"Oh.. Ya udah kita makan bareng yuk" Kata Arka saat sudah tiba di samping Alicia.
"Gak usah. Gue udah makan dirumah tadi. Gue mau pulang aja" Ketus Alicia sambil berjalan dengan cepat ke arah pintu keluar, namun Arka mengejarnya dan menahan tangan Alicia di genggaman Arka.
"Eh, tunggu..!" Cegah Arka.
"Apa lagi sih?!" Alicia masih kesal.
"Lu marah ya sama gue?" Tanya Arka ragu-ragu.
"Gak" Jawab Alicia singkat.
"Yang bener? Kalo nggak, kenapa itu muka merah kaya lagi marah?" Goda Arka pula.
"Ya pikir aja sendiri. Mana ada cewek yang gak marah kalo namanya salah di sebut" Alicia makin jengkel. Ia melipat kedua tangannya di dada.
"Iya iya.. sorry. Gue minta maaf. Gue gak tau kalo lu itu Alicia. Gue pikir Celina"
"Kenapa lu bisa mikir kalo gue itu celina? Atau jangan-jangan lu habis mimpiin dia ya? Makanya lu sampe kebawa-bawa dunia nyata?!" Ucap Alicia makin jengkel.
"Ye.. Siapa juga yang mimpiin Celina. Orang gue habis mimpiin elu kok" Jawab Arka santai.
'Hah? Arka mimpiin gue?' batin Alicia senang.
Entah mengapa Alicia merasa bahagia saat mengetahui ia ada dalam mimpi Arka. Senang? Sudah pasti. Di mimpikan oleh orang yang kita suka sudah tentu menjadi kesenangan tersendiri untuk Alicia.
"Beneran lu mimpiin gue? Mimpinya kaya gimana?" Tanya Alicia penasaran.
"Gue mimpi pagi ini gue ketemu sama elu dan liat lu lagi ngambek sama gue. Terus pipi lu makin tembem karena lu manyun terus. Nih kaya gini nih" Arka mempraktekkan wajah Alicia dalam mimpinya.
Ia memonyongkan bibirnya dan memasang raut wajah kesal. Alicia yang melihatnya jadi ikutan kesal, tapi juga menahan tawa karena raut wajah Arka yang lucu.
"Hahah..! masa gue kaya gitu sih?! Jahat banget lu" Kata Alicia sambil menyenggol bahu Arka.
Arka tersenyum puas melihat Alicia kembali tersenyum.
"Nah.. Gitu dong. Kalo lu senyum kan makin cantik"
Senyuman Alicia makin mengembang kala ia di katakan cantik oleh Arka.
"Ah, lu bisa aja" Jawab Alicia malu-malu.
"Udah jangan senyum mulu. Ntar di kerubungin semut lho"
"Lho.. Kenapa?" Tanya Alicia heran
"Karena senyum lu manis, "
Alicia makin senang di puji Arka. Wajahnya menampakkan raut wajah malu yang membuat pipinya merah merona. Alicia berusaha jaim di depan Arka. Tapi tak bisa. Ia tak bisa menahan senyum yang ingin ia pancarkan, alhasil ia kembali tersenyum lebar dan menampakkan lesung pipitnya.
"Nih, makan dulu. Udah gue bikinin nasi goreng sepesial ala chef Alicia" Kata Alicia membanggakan diri sambil membukakan rantang bawaannya. Saat ini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu Arka.
Arka pun langsung menyantap nasi goreng itu hingga ludes tak tersisa.
"Al, ada nasi ya di bibir gue?" Tanya Arka ketika ia menyadari ada sebulir nasi di bibirnya.
"Iya" Alicia mengangguk pelan.
"Elapin dong"
"Lu kan ada tangan. Lap aja sendiri" Jawab Alicia ketus sambil memainkan hpnya.
"Ya nggak bisa lah. Tangan gue lagi repot nih" Kata Arka. Tangan kanannya memegang sendok sedangkan tangan kirinya memegang rantang berisi nasi goreng.
"Ish.." Walau kesal, Alicia tetap menuruti kemauan Arka.
Alicia mengambil tisu yang ada di meja dan mengelap bibir Arka dengan kasar.
"Ih! Manja banget sih" Jengkel Alicia sambil mengelap bibir Arka.
"Emangnya cewek doang yang boleh manja? Cowok juga boleh kali"
"Terserah. Udah buruan itu di abisin"
Arka kembali melahap nasi goreng nya.
"Al, kita jalan yuk. Mumpung lagi weekend kan?" Ajak Arka.
"Ayuk! Kemana?"
"Ke taman mau?"
"Boleh. Ya udah, sekarang lu mandi dulu gih! "
"Oke"
Arka naik ke lantai dua rumahnya. Sedangkan Alicia menunggu di bawah.
Dddrrrttt.... dddrrrrtttt....
Hp Arka berbunyi. Alicia melihat siapa yang menelpon Arka. Tertera di layar hp arka ada nama penelpon yang bertuliskan 'Celina'
"Ck, celina? Ngapain sih dia nelpon Arka?" Decak Alicia kesal.
"Angkat gak ya? Kalo di angkat.. Kesannya gue gak sopan main angkat-angkat telpon orang. Kalo gak di angkat, nanti kalo penting gimana? Ah. Gue anterin aja deh langsung ke kamarnya Arka"
Alicia pun memutuskan untuk mengantarkan langsung hp Arka ke kamarnya.
Saat ini ia sudah sampai di depan kamar Arka. Dari mana ia tau itu kamar Arka? Ya karena ada tulisan 'Arka' di depan pintunya.
Tanpa ba-bi-bu lagi, Alicia langsung saja masuk ke dalam.
"Aaaaa..!!! " Alicia berteriak kala ia melihat Arka sedang bertelanjang dada. Rupanya Arka sedang ganti baju.
"Eh, ngapain lu masuk-masuk ke lamar gue?!" Tanya Arka kaget saat melihat Alicia ada di ambang pintu.
"Gue cuma mau ngasih ini. Tadi bunyi terus" Kata Alicia sambil memberikan hp Arka dengan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya di pakai untuk menutup matanya.
"Celina? "
Arka mengangkat telpon dari celina. Ia berjalan ke balkon kamarnya.
'Ih! Kenap mesti jauh-jauh sih ngangkat telponnya? Kaya sama siapa aja' gerutu Alicia jengkel.
Alicia terus memperhatikan gerak-gerik Arka saat bicara di telpon dengan celina. Rasa kesal terus merambang di dadanya.
"Sorry Al, kayaknya kita gak jadi jalan berdua deh" Kata Arka lirih saat ia sudah kembali dari balkon.
"Lho, kenapa? Lu gak kasian sama gue? Udah datang pagi-pagi, bawain lu sarapan, nungguin lu mandi. Tapi sekarang malah gak jadi jalan gitu?! Ish..! Jahat banget sih lu" Dengus Alicia kesal sambil melangkah keluar kamar Arka.
"Eh... Maksud gue itu kita gak jadi jalan berdua. Jadinya jalan bertiga, karena celina mau ikut jalan sama kita katanya... " Kata Arka sembari menahan pergelangan tangan Alicia.
"Celina mau ikut sama kita?"
"Iya. Gue tu sebenernya kasin tau sama dia. Dia itu udah gak punya siapa-siapa lagi, bokap nyokap nya udah gak ada dan dia tinggal sendirian di rumah. Pas weekend gini dia pasti kesepian, jadi gak papa ya kalo dia ikut kita" Jelas Arka.
"Ya gak papa. Gue pikir kita gak jadi jalan" Jawab Alicia canggung.
"Ya nggak lah..."
"Ya udah kalo gitu lu pake baju dulu sana! Risih gue liat nya" Pinta Alicia dengan wajah yang mulai memerah karena menahan malu.
Arka yang kala itu baru saja membuka pintu lemarinya, lantas menoleh dan menatap Alicia dengan tatapan heran sekaligus menggoda. Senyum konyol terbit begitu saja dari bibirnya.
Merasa di perhatikan oleh Arka, Alicia akhirnya buang muka.
"Kenapa? Terpesona ya liat dada bidang gue?" Tanya Arka dengan bangganya.
"Idih! Pede banget lu. Dada pas-pasan aja bangga"
"Dada pas-pasan aja lu suka! Apa lagi kalo bidang. Pasti lu makin klepek-klepek sama gue! Iya kan?!"
Alicia tak bisa menahan senyuman nya lagi. Tanpa ia sadari mulutnya sudah mengukir senyum di wajahnya. Cantik, mungkin itu yang dapat tergambarkan di wajah Alicia saat ini. Wajah sempurna tanpa polesan make up sama sekali dan membuat Alicia tampak cantik natural.
Arka tersenyum juga kala ia melihat gadis di depannya tersenyum. Sangat mudah bagi Arka untuk mengontrol perasaan Alicia saat ini.
'Dasar cewek tengil' batin Arka.