
Gisha dan lala sudah selesai makan siang nya dan jam istirahat pun sudah hampir sudah selesai namun gisha enggan untuk berdiri karena ia masih kekenyangan makan.
"Sha ayo kita masuk ke ruangan lagi, " Ajak lala ke gisha.
"Benatar la gue masih enggap nih, " Gisha sambil mengelus perut nya.
"Makanya kalau makan seperlu nya jangan kaya tadi kaya engga pernah makan aja luh, "Lala ngomong panjang lebar.
"Abisnya gue laper banget jadi gitu deh, "Gisah sambil berbicara sekalian gue ngumpilin tenaga.
"Kumpulin tenaga buat apa sha kan luh kerja pake otak bukan otot, " Lala nyerocos.
"Gue mah harus extra la luh sih enak cuman fikiran doang lah gue plus-plus deh, "
"Sabar sha bentar lagi juga kita bebas ko dari sini, " Lala sangat kasian kepada gisha.
"Aamiin semoga aja cepat-cepat deh gue udah engga betah kalau bukan karena tugas kampus gue udah nyerah deh, " Gisha mengeluh juga.
"Iya aamiin sha udah kan luh, "Lala bertanya kepada gisha.
"Udah apaan lalapo, "Gisha malah baik nanya ke lala.
"Perut luh udah kan kekenyangan nya dan udah bisa jalan kan, " Lala pun menjelas kan.
"Hehe udah ko tumben luh pengen cepat -cepat ke ruanga," Tanya gisha ke heranan biasanya kan lala yang susah banget kalau di ajak masuk ke ruangan.
"Kerjaan gue masih banyak dan gue juga waktu ke maren di tegur mulu karena belum beres-beres, " Ternayata lala di tegur sama salah satu karyawan di situ.
"Siapa lah yang negur luh? " Tanya gisha sangat penasaran karena setau gisha kalau di ruang itu kalau salah suka di kasih tau baik-baik apa lagi mba dara.
"Cowok sha gue sebel deh kan gue engga sengaja tuh mainin handphoe sebentar eh dia malah negur gitu, "Lala aga kesal.
"Oh begitu yasudahlah la namanya juga kita kerja, " Gisha menyemangati lala.
"Tapi engga gitu juga kan sha, " Lala aga megelak.
"Yasudah mending kita masuk aja yuk dari pada kena semprot lagi, " Gisha mengajak lala.
"Yaudah yuk" Lala pun mengiya kan.
Mereka berdua pun meninggal kan kantin kantor ia pun menuju lif untuk ke ruangan paling atas gisha memencet tombol dan lif pun terbuka lala dan gisha masuk dan pas gisha mau memecet tombol tak lama kemudian ada gio yang langsung masuk ke dalam lif, dan mereka bertiga ada di dalam lif tidak ada sedikit pun suara di dalam lif itu, tak lama kemudian lif pun terbuka di lantai atas gisha,lala dan gio ke luar dari lif gisha langsung pamit ke lala.
"Gue duluan ya masuk ke ruangan, " Gisha berbicara kepada lala.
"Iya sha, nanti pulang mau bareng engga, " Lala mengajak gisha pulang bareng.
"Nanti gue wa aja luh kalau engga luh tunggu gue aja di parkiran, " Gisha pun berbicara kepada lala sambil berjalan.
"Okeh deh, "
Mereka pun berpisah gisha masuk ke ruangan gio sedangan lala masuk ke ruangan di mana karyawan yang lain pun berkerja, Gisha masuk ke dalam ruangan gio ia langsung duduk di meja dia yang di sediakan oleh gio ia langsung menyalan kan komputer sambil mengecek kertas-kertas tadi yang tadi di tinggal kan oleh gisha. Gisha menatap layar komputer dengan serius sedangan gio kerja sambil memainkan handphoe nya,gisha hanya terdiam dan tidak berbicara ia hanya ingin selesaikan kerjaanya biar bisa pulang tepat waktu.
"Ekhhhhmmm, " Gio mendehem.
Namun gisha tidak memperdulikan nya ia hanya fokus ke dalam komputer dan kertas yang di pegang di tangannya,Gio berjalan ke arah gisha namun niat nya tidak berhasil jadi ia mengalihkan langkah nya ke depam jedela dan memandangi sebuah gedung-gedung yang tinggi sambil membawa secangkir kopi di tangannya dan tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu.
"Masuk saja, " Gio pun mempersilahkan untuk masuk.
"Ini pak ada berkas-berkas yang harus bapak tanda tangan, " Siska seketaris gio pun berbicara.
"Baik taro saja di meja saya, "Gio berbicara tanpa menoleh ke arah siska.
"Baik pak, " Siska pun langsung menaruh nya di atas meja gio.
"Hmmm" Gio mengucapkan kata hmm saja.
"Permisi pak saya kembali lagi ke tempat saya, "Siska dengan sopan nya.
"Iya silahkan, " Gio menjawab dengan singkat.
Siska pun berjalan menuju keluar gisha menoleh ke arah siska sambil tersenyum kepada siska ,siska pun membalas senyuman gisha dan ngomong perlahan.
"Semangat sha, " Siska sambil mengakat tangannya.
"Semangat juga mba, " Gisha sambil tersenyum kepada siska.
Siska pun keluar dari ruangan gio gisha pun berfikir mba siska emang baik tapi kenapa dapat bos seperti dia yang acuh kepada seketarisnya sendiri padahal kan dia engga ngapain-apain tapi sikap nya gitu, gue ngga kebayangan kalau jadi mba siska gue aja di sini beberapa bulan saja sudah mau stres gisha melamun kan yang tidak-tidak tanpa di sadari gisha ternyata gio memperhatikan gisha yang sedang melamun.
"Hey kamu bukan nya kerja malah melamun, " Gio berbicara.
"Seketika gisha terkejut dan ia pun langsung berbicara siapa yang melamun orang tidak, " Gisha mengelak.
"Kalau engga ngelamun ngapain kamu tidak kerja dari tadi. "Gio sedikit menyelidik.
"Ini juga lagi kerja pak, " Gisha menjawab terus.
"Dasar, apa yang kamu lamunkan tadi, "Gio bertanya.
"Saya tidak melamun pak, " Gisha bersih keras bahwa di tidak melamun masa iya harus jujur.
"Okeh kalau gitu, lanjut lagi kerjaan kamu, " Gio tidak mau berdebat.
Gisha hanya diam saja batin gisha ah rasanya gue pengen jabak tuh orang dikit-dikit baik dikit-dikit galak dasar aneh jangan sampe deh nanti pas gue lulus kuliah ketemu ini orang lagi.
.
.
.
.
.
Happy Reading☺🤗🤗
Jangan lupa vote, like and comen😉🙏