
Di rumah gisha
Gisha pun sudah bagun pagi-pagi sekali ia pun mengiapkan sarapan untuk ibu dan gisha sendiri ia pun memasak di dapur, dan tak lama kemudian ibunya pun bangu tidur dan menuju dapur.
"Ibu eh sha kamu udah ada di dapur aja"
"Gisha eh ibu baru bangun yah bu? "
"Ibu iya sha kenapa kamu yang bikin sarapan kan ini tugas ibu sha"
"Gisha engga apa-apa bu lagi pula aku bangunnya pagi banget ko jadi dari pada diem mending bikin sarapan kan"
"Ibu kenapa engga bangunin ibu sha"
"Gisha engga enak ah bu, ibu tidurnya pules banget jadi engga enak buat banguninnya"
"Ibu lain kali jangan gitu yah kalau kamu mau bangunin ibu bangunin aja"
"Gisha iya bu"
"Ibu sudah beres semua ini sha"
"Gisha udah bu tinggal ini aja"
"Ibu yaudah ibu bawa yah ke meja makan"
"Gisha iya bu"
Ibu pun membawa sarapan nya ke meja makan dan tak lama kemudian gisha pun menyusul ke meja makan.
"Gisha ibu engga mau mandi dulu"
"Ibu mau ko sha bentar dulu"
"Gisha oh iya bu, aku mau ke kamar dulu yah mau ganti baju"
"Ibu iya sha"
Gisha pergi ke kamar nya sedangan ibu pergi untuk mandi, tak lama kemudian ibu pun sudah selesai mandi dan sudah ada di meja makan, gisha menghampiri ibu.
"Ibu sudah siap sha, ayo kita sarapan"
"Gisha iya bu"
Mereka berdua pun sarapan dengan lahap tak lama kemudian gisha pun telah selesai makannya ia pun langsung pamit kepada ibu nya karena takut telat ke kantor nya.
"Gisha bu aku pamit yah mau ke kantor"
"Gisha iya sha hati-hati di jalan"
"Gisha iya bu" gisha pun sambil mencium tangan ibu nya.
Gisha langsung mengendarai sepeda motor nya ia pun langsung menuju kantor, dan untungnya gisha tidak terkena macet karena ia berangkat sangat pagi,tak lama kemudian gisha pun telah sampai di kantor.
"Tumben si lalapo belum keliatan batang idungnya"gisha ngomong dalam hati, yasudah lah aku langsung masuk aja.
Gisha langsung masuk ke gedung itu dan menuju tempat kerjanya, gisha harus naik lif terdahulu karena ruangannya ada di lantai atas dan tak lama kemudian gisha naik lif ternyata ada seorang lalaki yang ikut masuk ke lif juga berasama gisha di dalam lif hanya ada gisha dan dua orang lalaki, di dalam lif dua orang lalaki itu mengobrol sedangkan gisha hanya diam saja, pas gisha melihat ke arah dua lalaki-lalaki itu gisha pun teringat sama orang yang pernah ia tabrak di restoran.
"Itukan lalaki-lalaki yang pernah ribut sama gue pas waktu di restoran ko dia bisa ada di sini yah" gisha pun berbicara dalam hati nya.
"pokus gisha jangan sampe ada masalah lagi mungkin dia cuman ada ke perluan di sini" gisha pun meyakinkan dirinya.
"Eh kaya pernah liat kamu"gio pun menepuk pugung gisha.
"Gisha pun menoleh"
"Kamu di sini lagi ngapain jangan sampe yah kamu bikin sial saya lagi" gio pun berbicara kepada gisha.
"Hello yang ada situ kali yang bikin saya sial mulu "Gisha pun langsung menjawab.
"Kebalik kali, ngapain kamu di sini"tanya gio.
"Yang bener kamu kerja di sini"tanya gio.
"Iya lah kenapa emang? emang gue engga pantes yah kerja di sini" gisha pun aga kesal.
"Gio hanya tersenyum yaelah ini perusahaan ko bisa nerima karyawan pebawa sial gini"
"Eh hati-hati loh kalau ngomong " gisha pun aga sedikit emosi.
"Lah emang bener kan eluh pembawa sial" gio pun menjawab nya.
"Gisha terserah deh eluh mau ngomong apa juga gue engga peduli ya penting gue kerja dengan baik"
"Gio gue engga yakin"
Tak lama kemudian lif sudah menuju lantai atas gisha pun langsung keluar dan tidak mau menanggapi ocehan gio ia langsung pergi dan menuju ke ruangannya.
"Pagi-Pagi udah di bikin kesel aja" gisha pun ngomong sendirian,gisha pun tidak sadar bahwa ada karyawan wanita di situ yang bernama dara.
"Dara kenapa sha pagi -pagi udah ngomel aja"sambil tersenyum .
"Gisha engga ko mba biasa tadi ketemu orang aneh"
"Dara oh gitu"
Gisha memang orang nya cepet akrab dengan orang lain karena ia orangnya mudah bergaul jadi dia langsung dekat dengan mba dara salah satu karyawan di situ dara pun baik ke gisha kalau gisha engga ngerti suka di kasih tau sama dara, jam pun sudah menujukan waktuntmya masuk kerja namun lala belum ada di ruangan.
"Ke mana si lalapo tumben belum nyampe" gisha pun ngomong dalam hati nya, dan tak lama kemudian lala pun datang.
"Lala sha gue engga telat kan" sambil nada ngomong nya tidak beraturan sama nafasnya.
"Gisha engga ko tapi hampir aja eluh telat"
"Lala alhamdulillah untung engga"
"Gisha tumben banget eluh telat "
"Lala iya gue ke siangan bangun nya"
"Gisha gue mau cerita tau"
"Lala cerita apa"
"Gisha nanti deh sekarang mah bentar lagi juga masuk kerja"
"Lala okeh deh"
Dan semua karyawan pun berkerja karena sudah waktunya kerja dan sibuk masing-masing dengan kerjaannya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading☺🤗
Jangan lupa vote, like and comen😉