
Sang mentari pun telah menyinari kamarnya gisha namun gisha belum juga bangun dari tempat tidur nya mungkin ia masih kelelahan karena jadwal dia tidak beraturan dan ibu pun membangunkan gisha.
"Tok tok tok sha bangun sudah siang loh, " Ibu mengetuk pintu kamar nya gisha namun gisha belum membuka pintu kamar nya lalu ibu pun langsung masuk ke kamar gisha untung saja kamarnya tidak di kunci oleh gisha.
"Bangun sha udah siang emang kamu engga bakalan ke kantor, " Ibu membangun kan gisha sambil menarik selimutnya gisha namun gisha malah menarik selimutnya kembali.
"Bentar lagi ya bu masih ngantuk, " Gisha malah tidur kembali."
"Jangan entar-entar kamu sha malah nanti ke siangan terus di omelin loh," Ibu pun meninggal kan gisha, namun gisha masih saja dengan selimutnya.
"Iya bu engga bakalan ko, " Gisha malah melanjutkan tidur nya.
Ibu pun kembali lagi ke kamar gisha dan gisha masih saja di tempat tidur nya ibu pun membangunkan lagi gisha.
"Sha bener kamu engga bakalan ke kantor, " Ibu membangunkan dengan nada lembut.
"Sudah jam berapa emang nya bu, " Tanya gisha kepada ibu karena ia mendengar kata ibu nya untuk ke kantor.
"Jam 7 pagi sha kenapa emang nya?" Ibu pun langsung heran dengan gisha.
"Ah aku sudah telat bu ya ampun, " Gisha langsung ke kamar mandi.
"Lah ini anak kenapa tadi di suruh bangun entar-entar katanya pas tau jam segini baru langsung ke kamar mandi, " Ibu langsung heran kepada anak nya sendiri.
Ibu pun keluar dari kamar gisha ia menyiapkan sarapan untuk gisha dan tidak lupa menyiapkan bekal untuk gisha, sedangkan gisha masih mandi gisha telah selesai mandi ia pun langsung siap-siap karena di sudah telat untuk ke tempat ia magang, tak lama kemudian gisha keluar dari kamarnya.
"Sarapan dulu sha, " Ibu menyuruh gisha untuk sarapan terlebih dahulu.
"Aku sudah telat bu nanti di sana saja aku sarapan nya, " Gisha sambil membawa tas dan memakai sepatu nya.
"Yasudah ini bawa bekal saja ibu sudah siapin tadi, " Ibu memberikan kotak makan kepada gisha.
"Iya bu makasih ya, aku pamit dulu, " Gisha berpamitan kepada ibu nya dan mencium tangan ibunya.
"Hati-hati sha jangan ngebut bawa motor nya, "
"Iya bu aku pergi dulu yah. "
Gisha pun langsung mengendarai sepeda motor nya ia pun memngendarinya dengan kecepatan sedang karena ibu masih melihat dia namun pas ke luar dari gang rumah nya ia pun langsung bawa sepeda motor nya dengan kecepatan tinggi, pas di jalan gisha pun terkena macet dan itu memperlamabat waktu sedangkan jam sudah mendekati waktu nya masuk ke kantor.
"Ah pasti gue telat deh, " Gisha mengoceh sendiri di motor nya.
Beberapa menit kemudian gisha pun telah sampai di kantor ia pun langsung bergegas ke lantai atas dan benar saja para karyawan pun sudah sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing, dan lala pun sudah ada di ruangan nya.
"Eh sha tumben luh jam segini baru ke kantor, " Tanya lala kepada gisha.
"Iya gue tadi bangun nya ke siangan, " Gisha menjawab dengan tergesa-gesa.
"Tumben banget luh," Lala pun heran kepada gisha.
"Iya nih biasa kecapean gue jadi lah ke siangan." Gisha dengan santai nya ngobrol dengan lala tanpa sadar di belakang gisha ada gio.
"Lala hanya tersenyum sambil memutarkan bola mata nya ke gisha dan lala tidak bisa bicara apa pun"
"Lala hanya tersenyum dengan ke gundahan"
"Kenapa sih luh la gue lagi cerita niih, " Gisha aga kesal dengan lala dan tak lama kemudian gio pun mendehem.
"Ekhemmm ini tuh udah waktu nya kerja bukan ngobrol, " Gio memperingati.
"Iya pak maaf, " Lala dan gisha meminta maaf.
"Ya sudah kembali lagi ke tempat masing-masing dan kamu langsung ke ruangan bukan malah di sini, " Gio berbicara kepada gisha.
"Baik pak, "
Gisha pun ke ruangan gio dan di susul oleh gio pun ke ruangan nya.
"Kenapa kamu telat hari ini, " Tanya gio kepada gisha dengan tatapan sinis.
"Tadi saya kena macet pak, " Gisha langsung memberikan alasan seperti itu.
"Kamu seharusnya tau bahwa sering kena macet kenapa kamu datang ke sini nya tidak lebih awal, " Gio berbicara kepada gisha dengan tegas.
"Ya gimana lagi pak kalau kena macet mah mau awal kalau siang juga sama aja macet, " Gisha pun mengelak.
"Kamu yah di bilangin kelak terus. " Gio mulai emosi.
"Saya bukan kelak pak tapi kenyataan nya gitu, " Gisha pun menjawab nya dengan santai tanpa rasa takut dan bersalah.
"Bener-bener yah ini orang di kasih tau malah ngeyel, "
"Yaudah pak lebih baik kerja dari pada ngomel terus, " Gisha dengan santai nya ngomong gitu.
"Apa kamu bilang saya bukan ngomel-ngomel ya cuman ngasih tau biar kamu tepat waktu giaman mau disiplin kamu kalau kaya gitu, " Gio tidak terima kamu dia tuh ngomel-ngomel kaya emak-emak.
"Yaudah ya pak terserah bapak saya mau lanjut kerja, " Gisha pun duduk yang di sedia kan oleh gio.
"Dasar orang aneh di kasih tau malah gitu,malah nyeramahin balik lagi." Gio aga kesal dan aneh nya gio selalu kalah debat dengan gisha biasanya gio itu engga pernah kalah debat dengan siapa pun.
Gio pun duduk di kursi direktur nya ia pun mengecek berkas-berkas dan membuka laptop nya,Sedangkan gisha fokus dengan kerjaan nya yang sangat numpuk itu.
.
.
.
.
.
Happy Reading☺🤗🤗
Jangan lupa vote, like and comen😉🙏