
Gio pun memeriksa dokumen yang di kerjakan gisha dengan sangat teliti gio membulak balikan dokumen itu,namun di saat gio memeriksa nya ternyata dokumen itu tidak ada yang salah sedikit pun namun ia sengaja bahwa dokumen itu salah biar gisha mengerjakan nya lagi.
"Ini tu masih salah tolong perbaiki lagi" gio mengarah ke meja gisha sambil menyodorkan kan dokumen itu.
"Baik pak saya akan perbaiki lagi dan bagian mana pak yang harus saya perbaiki " gisha menjawab.
"Semuanya kamu perbaiki lagi" gio pun berkata.
"Apa pak " gisha pun kaget.
"Iya perbaiki semua dokumen nya" gio berbicara tegas kepada gisha.
"Baik pak saya akan kerjakan lagi, dan saya minta untuk di ajarkan biar saya mengerti "
"Apa kamu minta di ajarkan ke saya"
"Abisnya sama siapa pak"gisha aga kesal.
"Saya juga banyak kerjaan masa saya harus ngajarin kamu dulu"
"Ya kata bapak tadi saya salah terus dan saya engga salah kan saya minta di ajarin terlebih dahulu "
"Baik saya akan ajar kan" gio pun mau mengajarkan gisha.
"Dari tadi aja pak mau ngajarin mah engga usah debat dulu "
"Siapa yang ngajak debat "
"Engga pak" gisha menjawab dengan singkat.
Gio pun mengajarkan gisha padahal itu tadi nya ia ingin ngerjain gisha namun gisha lebih pintar beradu omongan jadi gio kalah dalam hal itu, lagi pula gio juga tidak bisa menuntut anak magang harus bisa kecuali karyawan tetap di kantor itu baru dia bisa ngomong kaya gitu gio menjelaskan satu persatu dan gisha pun mengerti.
"Sudah mengerti kan" gio berbicara kepada gisha.
"Sudah pak mnegerti" gisha menjawab dan gisha pun berkata dalam hatinya padahal sama aja sama yang gue tadi bikin tapi tetep aja salah.
"Yasudah kalau mengerti saya mau kerja lagi"
"Baik pak silahkan" gisha menjawb.
Gio kembali ke meja kerja nya ia pun sibuk dengan beberapa lembar kertas di mejanya sedang gisha sibuk dengan kerjaannya, jam makan siang pun sudah menujukan namun gio tidak beranjak dari tempat nya gisha pun ragu ingin keluar nya,gisha memaminkan handphone nya ia sedang whatsapp dengan lala karena lala mengajak makan siang bareng dan gisha memberanika diri untuk berbicara kepada gio.
"Permisi pak ini sudah waktunya makan siang boleh saya keluar " gisha berbicara kepada gio.
"Emang sudah waktunya makan siang"gio bertanya balik ke gisha karena pandangan gio tertuju kepada lembaran kertas.
"Iya pak sudah waktunya makannya" gisha menjawab.
"Keluar saja" gio pun tanpa basa-basi.
"Permisi pak"gisha langsung ke luar dengan wajah aga kesal.
Gisha ke luar dari ruangan gio ternyata lala dan dara sudah menunggu gisha keluar dari ruangan gio.
"Cie cie yang satu ruangan sama bos" dara ngeledek gisha"
"Ekhhmm kayanya ada yang seneng nih" lala pun sama seperti dara.
"Apaan sih yuk ah nyari makan udah laper nih" gisha mengalihkan pembicaraan lala dan dara.
"Yaudah ayo"lala menjawab.
"Gimana sha tadi di ruangan pak gio" dara pun mulai kepo karena dia berfikir bos nya itu jarang sekali ingin satu ruangan sama cewe kalau bukan seketarisnya.
"Engga gimana-gimana mba malah aku engga betah di ruangan itu" gisha menjawab denga raut wajah aga kesal.
"Kenapa bisa gitu sha kan orang nya tampan pasti betah lah" dara pun kepo.
"Ah mba belum satu hari aja udah gitu apa lagi beberapa hari ke depan" gisha lesu.
"Lala dan dara emang kamu dia apain"
"Gisha masa tadi di suruh bikin dokumen tapi salah terus"
"Lala ko bisa gitu perasaan luh pinter deh kalau dalam hal itu"
"Gisha engga taudm deh gue"
"Dara mungkin pak direktur lagi kesem-sem sama cewe" dara sebener nya sudah menebak bakalan ada yang suka etah itu dari gio atau gisha.
"Gisha apa hubungan nya mba sama saya dia yang suka ke cewe ko aku yang ribet sih"
"Dara ah kamu mah engga bakalan ngerti, tau engga kamu tuh sama pak gio kayanya bakalan jatuh cinta deh"
"Gisha amit-amit mba jangan sampai deh jatuh cinta sama orang kaya gitu"
"Dara kenapa orang nya tampan punya perusahaan lagi udah mapan jug"
"Gisha kalau sikap nya kaya gitu mah ogah mba"
"Lala ngobrol mulu kapan makan nya tuh makanannya udah ada" lala ngomong dengan wajah sudah ke laparan.
"Gisha tuh mba dara ngajak ngobrol mulu mana ngomongin itu mulu lagi"
"Dara abisnya pak direktur mah bikin orang -orang kelepek - kelepek sih"
"Lala inget mba yang di rumah" lala terawa hahah.
"Dara ya ampun iya yah" dara juga tertawa.
"Gisha yaudah makan yuk nanti di lanjut lagi ngobrol nya"
"Dara dan lala yuk"
Mereka bertiga pun makan dengan lahap tanpa sedikit suara tak lama kemudian jam makan siang telah habis mereka pun langsung ke ruangan nya masing-masing.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading☺🤗
Jangan lupa vote, like and comen☺🙏