Handsome Young Master

Handsome Young Master
Episode 73



Gisha masih dengan kerjaan nya ia masih sibuk dengan kertas-kertas yang ada di atas meja nya sedangkan gio masih menatap layar komputernya dengan sangat serius setelah gio menatap komputer nya ia pun beranjak dari tempat duduk nya dan ia pun ke toilet sebentar, sedang kan gisha ia tidak tau kalau gio keluar dari ruangan nya untuk ke toilet karena ia sibuk sekali dengan kertas-kertas yang ada di meja selang beberapa menit gio pun sudah kembali lagi ke ruangan nya gisha mau memberika beberapa berkas ke meja gio sesaat gisha merapihkan meja nya ia pun berdiri tanpa menoleh ke mana-mana mata nya hanya fokus ke kertas-kertas itu saat gisha berjalan menuju ke meja gio gisha bertabrakan lagi sama gio dan hampir saja gisha terjatuh.Dan dengan sigap nya gio menyangga tubuh gisha dan di situ lah mereka saling tatap-tatapan.


"Catik juga ini perempuan, " Gio berbicara dalam hatinya sambil menatap mata gisha.


"Ternyata tampan juga ini orang kalau tidak marah-marah dan nyebelin, " Gisha pun berbicara dalam hatinya dan mereka berdua saling tatap-tatapan sangat lama.


Kemudian datanglah sahabat gio siapa lagi kalau bukan radit ia datang di saat tidak tepat dan tidak biasanya radit tidak mengetuk pintu ia langsung saja masuk tanpa berdosa.


"Hmmm sory bro gue ganggu, "Radit pun meminta maaf kepada gio ia lancang masuk ke ruangan nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Gio pun replex langsung menjatukan gisha ke lantai.


"Ada apa bro" Gio langsung menanyakan kedatangan radit.


"Gue cuman mau memberikan berkas ini" Radit langsung menyodorkan berkas itu ke radit,dan radit bertanya kepada gisha kamu tidak apa-apa.


"Tidak ko pa, " gisha menjawab pertanyaan radit sambil tersenyum.


"Luh tega banget deh gio maen-maen jatuhin badan orang aja ke lantai, " Radit pun tidak tega melihat gisha aga ke sakitan.


"Ya suruh siapa lagi luh datang engga ketuk pintu dulu jadi kan gue replex, " Gio pun mengelak apa yang di bicarakan kan radit.


"Gue balik lagi ya ke ruangan gue, " Radit pamit untuk keruangannya.


"Hmmm" Gio hanya menucapkan hmmm saja.


Radit meninggal kan ruangan gio sedangan gisha masih terlihat ke sakitan karena ia di jatuhkan begitu saja ia pun pasang muka dengan sedikit cemberut,Sedangan gio bodo amat dengan gisha ia tidak peduli kepada gisha.


"Dasar cowo aneh bukan nya minta maaf udah jatuhin gue nah ini malah biasa aja, " Gisha ngomong dalam hati nya.


"Ahh gue kesel banget deh mana badan gue sakit lagi," Gisha menatap gio,dan gio pun tersadar bahwa dari tadi gisha menatap gio.


"Kenapa kamu ngeliatin saya begitu, saya emang tampan jadi engga usah gitu ngeliatin nya, " Gio ngomong dengan sangat pde nya kepada gisha.


"Iya tampan tapi sayang nya kasar, pemarah, jutek lagi, " Gisha ngomong panjang lebar.


"Apa tadi kamu bilang, " Gio mendengar nya namun tidak jelas.


"Engga ngomong apa-apa saya pak mungkin bapa salah dengar, " Gisha menceloteh sambil menatap layar komputer.


"Gio hanya melirik ke arah gisha, "


Jam makan siang telah tiba gisha langsung merapihkan kertas-kertas di meja nya dan mematikan layar komputer nya ia sudah tidak sabar ingin ke kantin karena waktu pagi ia belum sempat sarapan jadi ia ingin cepat-cepat makan karena cacing di perut nya sudah mulai demo,gisah melangkah kan kaki nya untuk keluar dan lagi-lagi gio berbicara ke pada gisha.


"Mau ke mana? " Tanya gio ke gisha.


"Mau makan lah pak kan ini udah waktu nya jam makan siang, " Gisha menjawab.


"Saya aja belum keluar masa kamu sudah kelaur duluan, "Gio berbicara tanpa melihat gisha.


"Terus saya harus nunggu bapak gitu, "Gisha menatap ke arah gio.


"Tidak sih hanya kurang sopan saja masa atasan belum keluar bawahan sudah keluar, " Gio berbicara dengan santai.


"Baiklah apakah bapak mau makan siang bareng dengan bawahan bapak" Saking kesal nya gisha ia berbicara kaya gitu.


"Sudah kamu keluar saja dari ruangan saya " Gio mengusir gisha.


"Diih aneh bener tadi di suruh nunggu sekarang di suruh keluar, "


Gisha keluar dari ruangan gio ia menuju ke tempat kerja nya lala, lala masih membereskan meja nya gisha memanggil lala.


"Lalapo udah beres belum, " Gisha memanggil lala sambil menepuk pundak lala.


"Eh sha tumben luh udah keluar duluan aja biasanya kan harus gue wa dulu, " lala aga heran.


"Gue udah engga tahan perut gue udah keroncongan, " Gisha sambil mengelus perut nya yang rata itu.


"Engga tadi kan gue kesiangan la" Gisha menjelaskan.


"Yaudah yuk kita ke kantin kantor" lala mengajak gisha.


"Yuk"


Lala dan gisha menuju kantin kantor ia pun berjalan sambil menobrol santai, beberapa menit kemudian mereka sampai di kantin itu lala memesan makan setelah memesan makanan mereka berdua duduk di bangku dan mengobrol.


"Hari ini gue kesel banget deh la, " Gisha mulai menceritakan.


"Kesel kenapa luh, " Lala menjawab sambil minum.


"Tadi pagi gue kesiangan terus tadi gue kan jatuh tapi engga jatuh, "Gisha menceritakan ke jadian tadi.


"Giamana sih luh jatuh tapi engga jadi jatuh, " lala sambil memainkan sedotan di minuman nya sambil minum menyedot nya lagi.


"Ia tadi gue engga sengaja mau jatuh terus engga sengaja tuh pak direktur nangkap tubuh gue pas sahabat nya datang gue malah di jatuhin aja kan badan gue pada sakit sekarang, " Gisha ngomong panjang kali lebar.


"Uhuk uhuk, " Lala tersedak minuman nya.


"Kenapa luh sampe tersedak gitua, " Gisha sambil menepuk punggung nya lala.


"Kaget gue seorang di direktur kaya dia bisa juga romantis, " Lala malah ngomong gitu.


"Romantis apa nya la, " Tanya gisa dengan kerheranan.


"Ia dia dengan sigap nya menahan tubuh luh, " Lala smabil meledek gisha.


"Romatis apaan masa gue di jatuhin gitu aja kalau niat tolongin mah engga gitu juga, mending gue jatuh sendiri kali, " Gisha kesel dengan ke jadian tadi.


"Ya setdiak nya sha luh menang banyak dari pada cewek - cewek di kantor ini yang mengidolakan dia namun tidak di respon, " lala menceloteh.


"Maksud luh la? " Gisha heran karena tidak tahu gosip-gosip semenjak dia di ruangan gio.


"Ia tiap hari cewek - cewek di sini ngomong tuh bapak direktur sampe-sampe gue bosen apa lagi tadi pas keluar dari ruangan nya beuh, " lala menceritakan.


"Apa istimewanya itu orang, " Gisha hanya mengangkat bahu nya.


"Kenapa luh diem, "


"Engga udah ah ngomongin kaya gitu mulu, tuh makan nya udah datang, "


"Kiarian luh ke sambet"


"Ke sambet pengen ngabisin makanan gue, " Gisha sambil tertawa.


"Dasar luh"


"Makan yok" Gisha mengajak makan ke lala.


Mereka berdua pun makan dengan lahap sekali apa lagi gisha ia makan udah kaya orang kelaparan banget sampe-sampe lala melihat nya sangat aneh.


.


.


.


.


**Maaf author baru up lagi soalnya lagi ada halangan πŸ™πŸ™


Happy Reading β˜ΊπŸ€—


Jangan lupa like and comenπŸ˜‰πŸ™**