
Nih yang versi Tsukishima.
Happy Read😊
...---------------------------------------------------------------...
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...
Senin pagi adalah hari yang dibenci oleh semua orang, karena pelajar harus kembali melaksanakan kewajiban mereka yaitu belajar di sekolah.
Tapi bagi Tsukishima sebenarnya hari senin tidak se-menyebalkan yang orang-orang rasakan. Namun, yanv membuat ia sedikit merasa kesal pada hari senin adalah.
Ia harus menahan sikap absurd (Name) disetiap minggunya. Tsukki terkadang merasa heran kenapa harus dia yang berurusan dengan teman sebangku yang memiliki tingkah sangat absurd. Padahal seingat Tsukishima, (Name) tidak pernah bersikap seperti itu pada siapapun.
Pintu kelas terbuka menampilkan sosok gadis dengan rambut (Haircolour) yang digerai, dan mengenakan sweeter (Favcolour) dengan ukuran oversize. Ia melangkah masuk dan langsung mendudukan diri ditempat duduknya, tidak lupa ia juga mengucapkan salam pada teman sebangkunya.
"Tsukkishima Selamat pagi" tak lupa (Name) juga menampilkan senyuman diwajahnya.
"Pagi..."
Setelah itu (Name) kambali sibuk dengan aktifitasnya untuk menyalin tugas.
Tsukishima sedikit terpaku, ia bingung dengan situasi yang baru saja terjadi. Matanya sedikit melotot menatap (Name) karena setengah terkejut dengan perubahan sikap (Name).
‘Ada apa ini? minggu ini dia terlihat normal... Justru itu lebih mengerikan!!!
Kini sebelah tangan Tsukishima bergerak memijat pangkal hidungnya yang terasa tegang, ia tidak terbiasa dengan sikap normal (Name).
Biasanya setiap minggu (Name) akan merubah penampilannya seperti merubah gaya rambutnya, mengganti model pakaiannya, bahkan (Name) pernah mengenakan tas berbentuk dinosaurus ke sekolah. Kemana semua tingkah aneh itu pergi?
*BRAK...
Tiba-tiba (Name) menggebrak mejanya sendiri, alhasil itu berhasil membuat Tsukishima terkejut.
“Oiya aku lupa!
Neee... Tsukki, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu”
“..... Apa itu? "
(Name) mengangkat kedua tangannya, dan sedikit menekuk jari – jarinya. Semburat merah sedikit terlihat dikedua pipinya.
"Tsukki... R- Rawrrr.." ucap (Name) sambil berpose ingin menerkam.
Semburat merah dengan cepat mucul di pipi mereka masing - masing.
"Ap-apa-apaan itu tadi?”
"Heh?! Tsukki k- kau tidak tau ya!"
“Tau apa!"
"Rawrrr!!"
"Kau ini kenapa sih?!"
"Kau sungguh-sungguh tidak tau!?"
"Sudah kubilang tau tentang apa? Aku tak mengerti."
"A-aaahh.... Lupakan saja, kau tak perlu mengerti kok. Ah?! Pelajaran akan segera dimulai, aku harus segera menyalin tugas ini!"
(Name) kembali menyalin tugasnya dengan senyuman tipis diwajahnya, tak lupa semburat merah masih menghiasi kedua pipinya. Tsukishima hanya terdiam terpaku dengan sedikit rona merah terlihat di pipinya.
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...
Oke...
Tsukishima menarik pemikirannya tentang bahwa minggu ini akan menjadi minggu yang normal. Karena...
"Tsukki.... Nee nee.. Tsukki Rawrrr~"
Ia harus mendengar kata-kata itu sebanyak 57 kali dalam sehari. Sepertinya minggu ini akan menjadi minggu yang paling merepotkan.
“Sudahlah hentikan itu!"
"Tidak mau karena ini menyenangkan~"
"Apakah semenyenangkan itu kau mengganguku!”
Dalam perjalanan pulangnya Tsukishima masih terus mendengar ocehan (Name), jika kalau bukan karena rumah mereka satu arah, Tsukishima tidak akan mau pulang bersama dengan wanita absurd ini.
"Nee Tsukishima-kun mau temani aku sebentar? Aku ingin membeli es krim."
"Pergi saja sendiri!"
"Aku akan membelikanmu es krim. kau mau?”
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...
Tunggu disini ya aku ingin ke toilet sebentar. Ucap (Name) sambil berlari meninggalkan Tsukishima yang menunggu didepan toko.
Sambil menunggu (Name), Tsukishima membuka es krim pemberian dari (Name) dan memakannya, ia mendudukan diri disebuah bangku yang ada depan toko sembari menikmati es krim vanilla miliknya.
Barang – barang (Name) diletakan dibangku kosong yang berada tepat di sebelahnya. Posel, tas dan sweeter miliknya diletakannya secara sembarangan. Tsukishima kembali mengalihkan pandangannya untuk menatap langit malam yang yang baru saja tercipta.
Sebuah cahaya kecil muncul dari balik tumpukan sweeter milik (Name). layar ponsel milik (Name) menyala menampilkan adanya pesan yang masuk.
Tsukishima memutuskan untuk memeriksa pesan tersebut, siapa tau itu merupakan pesan yang penting.
Dan dugaan Tsukishima tepat sasaran. Pesan masuk yang diterima ponsel (Name) adalah dari ibunya, ia menanyakan kemana ia pergi karena belum kunjung pulang juga kerumah padahal hari sudah mulai gelap.
Tsukishima memutuskan untuk membalasnya dengan mengatakan bahwa (Name) sedang pergi membeli camilan disupermarket.
Namun, disaat Tsukishima ingin membuka pesan dari ibunya, matanya menangkap sebuah nama yang tidak asing berada didalam daftar riwayat obrolan sms milik (Name).
...‘Yamaguchi Tadashi’...
Sejak kapan (Name) menjadi dekat dengan sahabatnya, bahkan ia tidak pernah melihat (Name) berbicara dengan Yamaguchi selama disekolah. Apakah mereka memiliki hubungan rahasia?
Keringat dingin muncul dipelipis Tsukishima, jari – jarinya dengan sedikit gemetaran namun tetap mengeklik obrolan itu dengan mantap. Jari – jari nya terus bergulir membaca setiap isi dari obrolan mereka.
Dan saat itu juga Tsukishima membelalakan matanya karena terkejut mengetahui isi pesan tersebut.
..............
Yamaguchi (Sent at 22:15, March 22th)
[Bagaimana hari ini (Lastname)-san, apa kau berhasil?]
^^^(Name):^^^
^^^[Tidak! Sepertinya tidam berhasil! Padahal aku sudah mengubah gaya rambutku tapi tetap saja Tsukki tidak memperhatikankuuuu.....]^^^
Yamaguchi:
[Ohh, Bagaimana dengan tas dinosaurus. Meskipun ini sedikit kekanak - kanakan tapi kau tidak perlu memaksakan diri.]
^^^(Name):^^^
^^^[AKU AKAN LAKUKAN!!!]^^^
...******...
^^^(Name)(Sent at 19:42, March 24th):^^^
^^^[Percuma saja... Dia tetap tidak memperhatikanku. Apa Tsukki tidak menyukai ku?]^^^
Yamaguchi:
[Aku pikir dia hanya menyembunyikan perasaannya, mengingat dia sangat memiliki harga diri yang tinggi.]
^^^(Name):^^^
^^^[Hiks* Apa aku menyerah saja yaa?]^^^
Yamaguchi:
[Jangan begitu (Lastname)-san... masih terlalu cepat untuk menyerah.]
[Souudaaa! Bagaimana kalau kau mengungkapkan perasaanmu?]
^^^(Name):^^^
^^^(eh-EEEEHHH!! Itu terlalu mendadak, dan... aku belum siap...]^^^
Yamaguchi:
[Bagaiman kalau begini.]
[Kemarin aku menemukan cara yang bagus untuk mengungkapkan perasaan seseorang.]
[Ini dia!!]
*Yamaguchi sent a picture
[Bagaimana kalau kau mencobanya?!]
^^^(Name):^^^
^^^[Emmm... Aku tidak yakin, bukankah Tsukki suka dinosaurus? Sudah pasti dia akan langsung mengerti artinya.]^^^
Yamaguchi:
[Tenang saja! Tsukki itu orang yang jarang menyukai hal seperti ini. Aku yakin dia tidak akan tau!]
^^^(Name):^^^
^^^[Baiklah. Kalau begitu aku akan berusaha (๑ง‘・ω・’)ง]^^^
...............
Pesan telah berakhir. Namun, kedua atensi Tsukishima masih terfokus dengan layar ponsel milik (Name), terutama dengan gambar yang dikirimkan oleh Yamaguchi.
"Tsukki~ maaf membuatmu menunggu.”
Dengan cepat Tsukishima meletakan kembali posel (Name), dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa – apa.
"Emm Tsukki doushita no? wajahmu memerah.”
"Bu- bukan apa – apa! Lagipula ayo kita segera pulang kerumah, sepertinya ibumu tadi mengirimkan sms."
"HEH! SERIUS! Gawat! Aku harus segera pulang kerumah... gomen Tsukki... aku pergi dulu."
Ucap (Name) sambil melangkah pergi meninggalkan Tsukishima sembari melambaikan tangannya. Sementara itu (Name) tidak menyadari jika semburat merah sudah menghiasi kedua pipi pemuda itu.
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...
Seperti biasa pagi hari yang cerah disekolah. (Name) dengan semangat paginya pergi melangkah memasuki kelas dengan mantap.
Disaat itu pula (Name) melihat seorang pemuda bersurai blonde ash sedang bertompang dagu menatap bisu keluar jendela. Dengan ceria (Name) menyapa Tsukishima, tidak lupa dengan senyuman khas miliknya.
"Tsukki~ ohayouu~"
"O-ohayou."
"Nee nee... Tsukki~"
(Name) mendudukan diri menghadap Tsukishima dan memasang pose andalannya saat ini.
"Rawrrr!! xixixi" (Name) terkikik karena merasa lucu mengatakan hal itu, mengingat Tsukki belum mengetahui makna tersirat dari kata itu.
Sementara itu pemuda bersurai blonde ash itu hanya terdiam terpaku dengan semburat merah dipipinya.
Tiba-tiba saja kedua tangannya terangkat dan ia melebarkan tangannya didekat masing - masing telinganya.
“R- Rawr!"ucap Tsukishima dengan pose ingin menerkam seperti yang biasa (Name) lakukan.
Sedangkan (Name) terdiam seribu bahasa melihat respon dari Tsukishima.
"O-oi apa kau mendengarkanku?”
Tsukishima melambai - lambaikan tangan dihadapan (Name), karena dirasa gadis dihadapannya ini masih belum menunjukan respon gerak selama 3 menit lamanya.
(Name) 404 server not found. Bad Gateway.
Setelah (Name) tersadar, semburat merah dengan cepat memenuhi wajahnya.
"Tsukki.. kau tadi bi- bilang apa?”
"Aku bilang Rawr bodoh!" ucap Tsukishima tepat dihadapan (Name).
(Name) yang sudah kembali ke alam bawah sadarnya langsung membelakangi tubuh Tsukishima. Kedua telapak tangan (Name) sibuk menutupi wajahnya karena malu.
Asap mengebul dengan tebal diatas kepala (Name) dengan wajah yang sudah semerah tomat. Ia tidak menyangka jika Tsukishima sudah mengetahui makna sebenarnya dari ucapannya itu.
(Name) masih menutupi wajahnya yang terasa sangat panas. Ia sedikit merutuki dirinya kenapa ia harus mengucapkan kata itu hari ini. Namun, mau bagaimana lagi (Name) sudah terlanjur mengatakannya.
Tiba-tiba saja, sepasang tangan melingkari tubuh mungil (Name) dari belakang, dan lagi (Name) bisa merasakan jika ada sebuah kepala bertopang dipundaknya. (Name) juga bisa merasakan deru nafas Tsukishima yang berada tepat ditelinganya, sepertinya ia ingin membisikan sesuatu.
..."Now you are mine, my little dino"...
END.