HAIKYUU X READER~ ONESHOTS

HAIKYUU X READER~ ONESHOTS
[HINATA SHOYO]



"Minnaaaa... Aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian." ucapan Hinata dengan penuh semangat saat memasuki gedung gym.


Atensi orang - orang di dalam gym langsung tertuju padanya, melihat Hinata berjalan dengan riang sambil menggandeng tangan seorang gadis, karena penasaran mereka pun mulai berjalan mendekati pemuda bersurai orange itu.


"Hinataa... Kau terlambat, segera berbaris dan lakukan pemanasan."


"Maaf kapten aku sedikit terlambat karena kesulitan membawanya kesini." Hinata pun semakin menatik tangannya kedepan, sehingga kini gadis tersebut berada di samping Hinata.


Gadis tersebut saling mentautkan tangannya di belakang tubuhnya guna untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Anoo... Hinata-kun sudah kuduga ini sedikit memalukan lebih baik kau saja yang mengatakannya."


"Heehh... Baiklah kalau begitu. Semuanya perkenalkan dia adalah (Name)(Lastname)."


"Mi...minna... yoroshiku," ucap (Name) sambil membungkuk 90°.


"Yoroshikuu onegaisimasu..." Ucap mereka serentak.


"Dan...








dia adalah pacarku..." sambung Hinata.


"HAAAAAAAAAAAAHH??!!!"


Sontak seluruh teman di dalam gym itu berteriak terkejut penuh tanda tanya.


Bahkan saking nyaringnya suara teriakan teman - temannya itu membuat (Name) dan Hinata harus menutup telinganya selama beberapa detik.


"Oy, Hinata apa benar dia itu pacarmu?" ucap Kageyama sambil menunjuk gadis yang dimaksud.


Gadis dengan perawakan tubuh mungil dengan tinggi yang tak jauh dati Hinata, (Hair colour) yang digerai, serta (Eyes colour) yang sangat indah terlihat pas untuk wajahnya yang cantik. Sontak Kageyama pun dibuat iri oleh Hinata


"Kenapa?... Kau iri ya karena kau tidak punya pacar?" Saat itu juga simbol perepatan pun langsung muncul di dahi Kageyama, reflek ia pun langsung memukul kepala Hinata.


"Bogel Hinata Boge. Aku tidak iri, hanya saja aku tidak percaya kalau gadis itu pacarmu."


"Heeeeh... kalau tidak percaya coba tanyakan langsung padanya."






Atensi kedua pemuda tersebut kembali fokus pada (Name) yang berdiri tidak jauh dari mereka.


(Name) yang mendengar percakapan mereka, Kemudian berjalan mendekati Hinata dan bersembunyi di belakangnya.


"Uhmm, apa yang di katakan Hinata-kun benar, kami b...berpacaran." (Name) pun semakin menenggelamkan wajahnya di punggung Hinata untuk menyembunyikan semburat merah di kedua pipi nya.


"HUWOOOOOOO!!!!"


Sekali lagi teman - temannya itu berkoar tidak jelas. Suara mereka memenuhi seluruh gym sehingga, teriakan pelatih ukai membuat mereka kembali senyap.


"HOOII, KALIAN CEPAT KEMBALI LATIHANN!!!"


Mereka pun kembali melakukan aktifitas mereka masing - masing.








Setelah selesai latihan Hinata dan (Name) pun pulang bersama mengingat rumah mereka satu arah. Mereka berjalan beriringan dengan Hinata yang menuntun sepedanya.


Keheningan di antara mereka pun terpecah ketika (Name) menghela nafas.


"Haaahh... Perkenalan ke anggota voli tadi tidak sesuai dengan dugaaan ku."


"Memangnya kau membayangkan perkenalan yang seperti apa?"


"Tentu saja yang lebih normal."


Hinata hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti maksud kata'normal' yang dikatakan oleh (Name). (Name) yang langsung mengerti kenapa Hinata mengeluarkan reflek seperti itu hanya bisa kembali menghela nafasnya.


"Haah... yang kumaksud normal itu reaksi mereka yang terlalu heboh, seharusnya kan mereka tidak perlu berteriak seperti itu."


Hinata yang mengerti yang (Name) maksud langsung ber oh-ria.


"Padahal hanya perkenalan namun reaksi mereka itu terlalu berlebihan, dan membuatku tubuhku kaku." ucap (Name) sambil meregangkan badannya.


Hinata yang mendengar (Name) mengeluh capek langsung menaiki sepedanya.


"Ayo naik."


"Hinata sudah kubilang aku tidak mau kau memboncengiku saat selesai latihan, Aku tahu kau itu sudah sangat kelelahan tadi, mengingat pelatih Ukai tadi sedikit menambahkan menu latihan karena tadi kalian membuat keributan."


Sebenarnya (Name) juga merasa tidak enak mengingat dirinya dan Hinatalah penyebab kegaduhan tadi.


"Sudahlah tidak apa - apa, lagi pula aku ini masih mempunyai banyak sisa tenaga lhooo... Biasanya di jam segini aku masih berlatih bersama Kageyama." ucapan Hinata sambil menunjukan seringai di wajahnya.


(Name) pun dibuat merona oleh Hinata. Sebenarnya (Name) juga tau bahwa kekasihnya ini memiliki stamina yang luar biasa berbeda jauh dengan dirinya.


Terkadang (Name) dibuat bingung, sebenarnya dimana semua stamina tersebut berasal.


"Baiklah kalau begitu, t tapi cuma kali ini saja."


(Name) pun menaiki sepeda Hinata dengan hati - hati sambil melingkarkan lengannya dipinggang Hinata, dengan cepat semburat merah muncul di pipi Hinata.


(Name) yang dibuat bingung oleh Hinata karena pemuda tersebut tidak bergerak sedikit pu selama beberapa detik.






"Hinata doushitano?"


"Hah... ah aaa tidak apa-apa kok." Hinata pun langsung melajukan sepedanya.


...✺✺✺...


Angin malam pun berhembus dengan lembutnya menerbangkan sedikit rambut (Hair colour)(Name). Dan malam ini terbilang cukup dingin sehingga tubuh (Name) sedikit mengigil, sehingga ia semakin menguatkan pelukannya.


Hinata yang merasakan pelukan dipinggangnya semakin menguat hanya bisa menahannya dan semburat merah kini kembali muncul diwajahnya bahkan mungkin saat ini wajahnya sudah semerah kepiting rebus.






Sesampainya di depan pintu gerbang rumah (Name), (Name) pun berpamitan kepada Hinata dan tidak lupa berterima kasih karena telah mengantarnya pulang.


"Terima kasih banyak Hinata-kun, karena sudah mengantarkanku sampai rumah."


"Sama - sama, lagi pula ini adalah pekerjaanku sebagai kekasihmu untuk mangantarmu pulang kerumah dengan selamat." Ucap Hinata disertai dengan seringai di wajahnya.







Semburat merah langsung muncul dipipi (Name).


"Jaa sampai jumpa besok Hinata-kun."


Disaat (Name) ingin membuka gerbang rumahnya tiba-tiba Hinata menarik tangan (Name) hingga (Name) pun tenggelam didalam pelukan Hinata.


"Aku tau kau tadi sempat mengigil saat perjalanan pulang tadi, jadi biarkan aku menghangatkan mu."


Positif thinking aja maksud menghangatkan itu bukan yang begitu - begitu loh ya ( ͡° ͜ʖ ͡°)


oke lanjut ceritanya.


"Eeeh... ti tidak apa - apa kok Hinata-kun, la... lagi pula aku bisa menghangatkan diriku didalam rumah."




Hinata semakin memeluk (Name) dengan erat, kemudian mencium kening (Name) dengan cukup lama, sontak hal itu membuat wajah (Name) memerah dengan cepat.


"Nee... (Name) aku memiliki satu permintaan padamu boleh kah?" (Name) yang masih tertunduk sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya langsung menoleh ke Hinata.


"Aku ingin kau memanggilku dengan nama depanku."


"Eeh ta...tapi itu memalukan."


"Tapi aku memanggilmu dengan nama depanmu, seharusnya kau memanggilku 'Shoyo'..."


"Gomen sepertinya akan ku lakukan besok saja."


"Heeh... tapi aku ingin sekarang, baiklah kalau kau tidak ingin melakukannya sekarang aku akan menciummu tepat disini." ucap Hinata sambil menyentuh bibir (Name) menggunakan jari telujuknya.






"EEEHHHH?!!"


Lagi-lagi wajahku memanas mungkin saat ini wajahku sudah semerah kepiting rebus.


"Maaf tapi aku tidak bisa."


"Baiklah kalau begitu..."


Hinata pun semakin mengikikis jarak diantara mereka. Saat dirasa wajah Hinata semakin mendekat (Name) pun sedikit berteriak.


"Baiklah... Baiklah... aku akan melakukan nya!, jadi tolong menjauhlah sedikit. S... shoyo aku tidak bisa bernafas."


Hinata yang mendengar (Name) memanggil nama depannya pun langsung melompat - lompat dengan gembira.


"Yaattaa... (Name) memanggil nama depanku."


(Name) hanya bisa sweetdrop melihat tingkah Hinata.


Dan sekali lagi Hinata pun kembali memeluk (Name), dan (Name) pun membalas pelukannya.


Sungguh malam itu malam yang paling hangat yang pernah mereka rasakan.


...***♔END♔...


...◓...


...◒...


...◓...


...◒***...


..._♡Bonus♡ _...


"Nee Hina... eehh Shouyo-kun hanya perasaanku saja atau memang kau sedikit berubah malam ini?"


Hinata hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti apa yang dimaksud (Name).


"Maksudku sifatmu itu sedikit berubah saat tiba - tiba kau mengancam ku bahwa kau akan me...me...menciumku di bibir agar memanggil nama depanmu, itu terlihat seperti bukan dirimu yang biasanya."


Hinata hanya ber oh-ria mendengar maksud dari pertanyaan (Name).


"Bokuto-san pernah bilang 'jika kau ingin kekasihmu memanggil dengan nama depanmu kau harus mengancamnya dengan ciuman' begitu katanya" ucapan Hinata dengan polosnya.


aku hanya menghela nafas kasar sembari mengeluarkan telfon ku.


"Ne nee (Name) apa yang kau lakukan?"


"Mencoba menghubungi akaashi-san agar menjaga peliharaan nya agar tidak menodai kekasihku."


...◓...


...◒...


...◓...


...◒...


...Rasanya (Name) ingin mencegah Hinata untuk bertemu dengan si Burung Hantu untuk selamanya......