HAIKYUU X READER~ ONESHOTS

HAIKYUU X READER~ ONESHOTS
[SEMI EITA]



...✧. ☪︎* ☁︎. . * ✰ .· ☁︎ . *  ✯☽ . ✧...


Langit senja kala itu menemani (Name) dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Sampai dirumah (Name) langsung disambut hangat oleh keluarganya.


"Tadaima... okaa-san!"


"Oooh...(Name) okaeri! Bagaimana dengan sekolahmu hari ini?"


"Biasa saja."


"Bagaimana dengan ulangan hari ini?"


"Aku mendapatkan nilai sempurna di bahasa Inggris, 95 di matematika, dan 90 di pelajaran penjas."


"Ooh Begitu... lain kali cobalah untuk mendapatkan nilai sempurna di semua mata pelajaran!!"


"Baik... okaa-san."


"Dengarkan kata ibumu (Name), ini semua untuk kebaikanmu." ucap ayah (Name) di ruang tamu.


(Name) hanya mengangguk patuh pada kedua orang tuanya, lalu dengan lesu (Name) berjalan menuju kamarnya. Sampai dikamarnya (Name) menunjukkan wajah aslinya.


Wajah murah senyum, serta ramah itu hanyalah sebuah topeng belaka. Wajah yang menunjukkan rasa sedih serta depresi ini lah sosok asli seodang (Name).


"Demi kebaikan ku huh?!! omong kosong!! bukannya igu semua demi kebaikan kalian!!" maki (Name).


(Name) pun berjalan menuju kamar mandi pribadinya untuk menenangkan dirinya. Segala hal yang membuatnya kesal ia larutkan bersma dengan air yang mengalir. Ini lah cara (Name) untuk mendinginkan pikirannya. Karena itu ia memiliki kamar mandi pribadi di kamarnya.


Jika ia menggunakan kamar mandi yang biasanya, maka kedua orang tuanya harus menunggu (Name) selama 45 menit lamanya.


Air panas yang digunakan (Name) untuk berendam sudah tidak panas lagi. Namun, (Name) tidak kunjung keluar dari bathtubnya, ia masih melarutkan diri dalam pikirannya. Segala ucapan di kepala (Name).


...◓...


...◒...


...◓...


^^^'*Kau harus bisa mendapatkan nilai sempurna!!'^^^


^^^.^^^


^^^..^^^


'Kau tidak boleh berteman dengan anak - anak seperti mereka.'


...


^^^'jangan berpacaran, fokuslah dengan pelajaranmu. Soal kekasih serahkan saja pada Ibu, Ibu akan menjodohkanmu dengan pria yang baik.''^^^


^^^...^^^


'Dari pada menggambar lebih baik kamu belajar.'


...


^^^'Kau harus rajin olahraga, lihat tubuhmu. Seorang wanita harus menjaga tubuhnya dengan baik.''^^^


^^^...^^^


'Kau tidak boleh pergi kerumah temanmu, bilang saja ada urusan keluarga. Belajar saja dirumah*.''


...


...'INI DEMI KEBAIKAN MU'...


...◓...


...◒...


...◓...


Setelah menenangkan diri, (Name) segera keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya. Ia segera belajar untuk ujian besok.


(Name) bukan termasuk orang yang pintar, sehingga ia harus belajar mati - matian untuk mendapatkan nilai sempurna.


(Name) termasuk anak yang patuh, ia menyayangi kedua orang tuanya. Karena itu (Name) tidak ingin mengecewakan mereka.


Namun, yang membuat (Name) kesal adalah mereka tidak pernah menghargai usaha yang dilakukan (Name).


Mereka terus menuntut (Name) untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Dan yang lebih membuat (Name) merasa kesal adalah.... Orang tua mereka yang mengatakan segala sesuatu itu demi kebaikan (Name). Tak lama kemudian bulir air mengalir keluar dari (Eyes colour) miliknya.


"Yang aku inginkan hanyalah, ucapan 'Kau sudah melakuk**an yang terbaik'


Hanya itu saja!! Bukankah itu tidak sulit... Ayah... Ibu..."


............


#KEESOKKAN HARINYA#


_Di sekolah_


"Ibu akan membagikan nilai ujian kalian hari ini, yang pertama skor terbaik diraih oleh (Name)(Lastname)-san."


(Name) hanya tersenyum senang dan berjalan mengabil nilai ujiannya. Meskipun mendapat nilai tertinggi, mungkin kedua orangtuanya akan mengomelinya dan menuntutnya untuk lebih baik lagi.


(Name) yang merasa lelah karena tadi malam ia belajar sampai larut malam, sehingga (Name) memutuskan untuk menghabiskan jam makan siangnya dengan tidur di atap sekolah.


Angin sejuk mulai menghembuskan surai (Hair colour)nya dan sinar matahari yang tidak begitu terik menyambut wajah mungil (Name). Suasana ini cocok untuk beristirahat.


Tanpa basa basi lagi (Name) segera mencari tempat untuk tidur, dan mendudukkan dirinya.


Tak lupa ia memasang alarm.


Tak butuh waktu lama, dalam beberapa menit (Name) langsung tertidur.


...•...


...◕...


...✺✺✺...


Alarm pun berbunyi menandakan bahwa sebentar lagi bel masuk berbunyi, meskipun hanya tertidur sebentar tapi itu sudah cukup untuk (Name) memilihkan tenaganya.


Saat itu (Name) baru menyadari bahwa ia tidur di bahu seprang laki-laki. (Name) yang hampir beryeriak karena terkejut pun langsung membungkam mulutnya, karena ia tidak ingin membangunkan laki-laki tersebut.


(Name) memandangi wajah laki - laki tersebut. Wajahnya sangat damai saat tertidur, dan terlihat sangat tampan, serta tubuhnya yang sangat kekar, serta rambutnya yang berwarna abu - abu.


Tanpa disadari (Name) memandangi laki - laki itu dalam waktu yang lama.


"Wahh rambutnya sangat indah" (Name) yang penasaran dengan tektur rambut bersurai abu - abu tersebut, ia pun langsung mengelusnya.


"Wahh... lembut sekali, seperti seperti kelinci."


"Siapa yang kau bilang seperti kelinci, Huuhh?!!"


"WHOAAAAH!!!!"


Laki - laki tersebut terbangun dan mengusap - usap mata kanannya.


"Ternyata kau jahil juga yah?!!" kini wajahnya menampilkan seringai jahil.


"Anoo.... ma maaf aku tidak sengaja, ... Lagi pula bukannya kau yang lebih tidak sopan, kenapa kau tidur di sebelahku, kan masih ada tempat lain."


"Ah!! Anoo... itu...!!"


*Kriiinggg*


"Aaahh!! Bel sudah berbunyi, aku harus kembali ke kelas, Selamat tinggal!!" Ucapnya sambil berlari meninggalkan (Name).


"Heyy!!... kau curang, jangan melarikan diri!!"


...◕...


...◕...


...◕...


...◕...


Dalam perjalanan pulangnya, (Name) tidak bisa mengalihkan pikirannya mengenai kejadian di atap siang tadi. Meskipun hanya bertemu sebentar (Name) merasa bahwa pertemuannya tadi cukup terasa menyenangkan.


(Name) tersenyum - senyum sendiri ketika memikirkan hal itu. Sesampai dirumah (Name) langsung disambut oleh kedua orang tuanya.


"Tadaimaa okaa-san!!"


"Okaerinasai... hmm? Ada apa (Name) tumben wajahmu terlihat begitu senang?!!"


"Anone... Okaa-san akhir mengalami kejadian lucu hari ini."


(Name) pun menceritakan kejadian di atap tadi dengan semangat.


"Namun saat kutanya dia malah kabur dengan alasan bel sudah berbunyi... dia pria yang lucu ya okaa-san."


"Iya dia sangat lucu, tapi jangan terlalu dekat dengannya ya. Okaa-san sudah pernah bilang jangan terlalu dekat-dekat dengan laki-laki."


"Ayolah okaa-san, aku hanya bertemu dengannya satu kali. Masa aku tak boleh bertemu dengannya, aku hanya ingin berteman dengannya."


"(Name) sudah ibu bilang jangan berteman dekat dengan laki-laki ataupun berpacaran, fokus saja dengan pendidikanmu."


"Iya okaa-san, dan ini hasil ujian hari ini." (Name) memberi kertas ujiannya kepada ibunya.


(Name) lalu pergi ke kamarnya, ia tak ingin mendengar tanggapan ibunya mengenai hasil ujian tersebut. Karena (Name) sudah mengetahui apa yang aka dikatakan ibunya.


Senyuman tulus diwajah (Name) telah hilang akibat ucapan ibunya tadi. (Name) kembali merenungkan dirinya dikamar.


Setelah selesai mandi (Name) segera memakai bajunya. Namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"(Name).... apa kau didalam?"


"Iya okaa-san, tunggu sebentar."


(Name) pun segera membuka pintu kamarnya. Ibu (Name) segera masuk ke kamarnya dan duduk disalah satu sisi kasur, (Name) pun duduk di sisi kasur yang lain.


"Ada apa okaa-san?"


"Begini (Name), okaa-san sangat senang kau mendapatkan nilai tertinggi di ujian kali ini. Karena itu okaa-san akan memberimu hadiah."


Meskipun (Name) tak mengharapkan hadiah, namun ia cukup senang karena ibunya memberinya perhatian seperti ini.


"Okaa-san sudah membicarakan hal ini dengan ayahmu, maka mulai besok kau akan bertemu dengan tunanganmu, Okaa-san akan menjodohkanmu dengan anak dari teman ka-san. Kebetulan ayahnya juga bekerja di perusahaan ayahmu."


"BUKAN ITU YANG KU INGINKAN .... OKAA-SAAN!!!"


*Sreaming inside."


"Kenapa (Name) kau tidak senang?!"


"Aku senang okaa-san perhatian dengan ku, tapi..."


"Ini demi kebaikanmu sayang."


*DEG...


"I iya okaa-san."


...◕...


...◕...


...◕...


...........


#HARI PERTEMUAN.#


"Terimakasih sudah memenuhi ajakan kami. Ooh! putri anda cantik sekali nyonya (Lastname)."


"Ooh terima kasih banyak, ayolah (Name) ucapkan salam."


"Konnichiwa."


..........


Meskipun pertemuan sudah berlangsung selama 10 menit namun, sosok laki-laki yang akan dijodohkan dengan (Name) belum muncul juga. Karena (Name) sudah merasa bosan dia memutuskan untuk berkeliling restoran.


(Name) merasa restoran ini tempat yang cocok untuk mengadakan pertemuan ini, mengingat desain interiornya yang sangat aesthetic.


Disaat (Name) ingin kembali ke kedua orang tuanya ia melihat sesosok pria bersurai abu - abu. (Name) pun sangat yakin bahwa laki-laki itu adalah orang dia temui di atap sekolah tadi siang.


(Name) berusaha mengejarnya. Namun sialnya, gaun yang digunakan (Name) sangat panjang sehingga disaat ia berlari, ia tak sengaja menginjak gaunnya dan terjatuh.


(Name) memejamkan matanya bersiap menerima rasa sakit di tubuhnya. Namun, bukan rasa sakit yang dirasakan (Name) saat ini, melainkan sebuah tangan hangat yang melingkari pinggangnya.


"Kau jangan berlari dengan gaun panjang! Tadi itu bahaya banget lho!"


"Ahh! I... iya aku minta maaf."


"Kenapa kau meminta maaf?"


(Name) mulai mengangkat kepalanya dan melihat sosok laki-laki yang menyelamatkannya.


"AAH! KAU YANG DIATAP TADI SIANGKAN?!!"


"I...iya aku yang di atap tadi, kamu gidam perlu berteriak heboh seperti itu, orang - orang melihat kita."


"Ma...maaf."


"Ayo kita cari tempat yang sepi!" tiba - tiba pria itu menggenggam dan menarik tangan (Name).


"Tu..tunggu kita mau pergi kemana?"


"Sudah kau lihat saja nanti."


(Name) memperhatikan sosok pria yang menarik tangannya. Entah kenapa... meskipun hanya bertemu 2 kali, namun disetiap pertemuan itu membuat jantung (Name) berdegup kencang.


Mereka berhenti disebuah taman dekat restoran, meskipun gelap dan sepi. Namun ada sedikit lampu warna-warni yang menghiasi taman itu.


"Woaah, cantik nya" (Name) pun dibuat kagum.


"Indah bukan!" seru pria itu sambil tersenyum.


(Name) dibuat merona olehnya, sepertinya (Name) telah mengalami love at first sign. Akhirnya mereka berdua asik mengobrol ditaman tersebut, hingga tanpa disadari waktu telah berlalu.


"Astaga!! Sudah jam segini!, aku harus segera kembali!” disaat (Name) ingin kembali sebuah tangan menahannya.


"Sudahlah tunggu disini saja! Aku sudah menghubungi kedua orang tuamu."


(Name) yang tidak mengerti apa yang diucapkannya hanya bisa memiringkan kepalanya. Tiba - tiba saja sebuah klakson mobil berbunyi, dan menampilkan sosok kedua orang tua (Name) didalamnya.


"Oh.. (Name) ternyata kau sudah bertemu dengan Semi-kun rupanya."


"Huuh? Semi? Dare?”


"Itu namaku!" ucap Semi sambil berjalan disamping (Name).


"Maaf karena belum memperkenalkan diri, namaku Semi Eita" tiba -tiba Semi berjongkok didepan (Name) sambil menggenggam tangan kanannya, dan mengecupnya pelan.








“Dan aku adalah tunanganmu!”


..._THE END_...