
Chapter ini lanjutan request yang tadi.
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆ ...
Weekend kali ini (Name) dengan Osamu berencana untuk menghabiskan waktu berdua saja atau dengan kata lain kencan.
Mereka ingin melepas stress setelah satu minggu penuh mereka harus belajar untuk tes masuk ke perguruan tinggi.
"Akhirnya selesai juga.” ucap (Name) sambil merenggangkan tubuhnya
"Belum! Kita masih harus menunggu pengumumannya."
"Maksudku kita sudah selesai untuk belajarnya. Karena tes sudah berlalu lebih baik kita mengistirahatkan pikiran sejenak kan!”
“Jadi karena itu alasanmu membawaku kesini?”
Saat ini Osamu sedang berada diruang tamu dirumah (Name), yup! Mereka sedang berkencan dirumah (Name).
“Habisnya mall dan bioskop masih ditutup, dan kita masih tidak boleh keluar rumah karena itu....
....Jreng jreng!! Aku mendownload banyak film untuk kita tonton hari ini. Ayo kita tonton bersama!"
"Kedengarannya menyenangkan. Film apa saja yang kau download?”
Osamu berjalan mendekati (Name) dan duduk disebelahnya.
"Ettoo... mari kita lihat."
...........
Setelah beberapa menit mereka akhirnya, memutuskan untuk menonton film horror.
Sebenarnya (Name) sedikit keberatan mengingat dirinya tergolong seorang yang penakut. Namun, (Name) merasa tidak enak terhadap kekasihnya, melihat Osamu yang sudah berbinar binar tidak sabar menonton film horror. Akhirnya (Name) hanya bisa mengalah.
..........
Disaat pertengahan film, (Name) sudah mulai merasa risau, karena adegan film sudah mulai berbau – bau akan memunculkan jumpscare.
(Name) memutuskan untuk memegang sebelah tangan Osamu untuk menenangkan dirinya.
Sementara itu Osamu sudah memunculkan semburat merah dikedua pipinya. Sepertinya pilihannya untuk menonton film horror merupakan pilihan yang tepat.
Sehingga ia bisa melihat wajah ketakutan (Name) yang dia pikir itu cukup imut.
Dan disaat adegan jumpscare muncul tentu saja itu membuat mereka berdua berteriak kencang karena terkejut. Karena reflek (Name) langsung memeluk Osamu.
"Akhhh.... Aku melihat hantunya... bagaimana ini!!! Dan itu akan selalu terngiang dikepalaku! Aku tidak akan bisa tidur dengan tenang nanti malam" seru (Name) sambil membenamkan wajahnya didada Osamu.
Hal itu tentu saja menimbulkan damage terhadap Osamu, akibatnya wajahnya saat ini sudah merah padam.
“Ki.. kita tonton saja hingga selesai, siapa tau kan masalahnya terselesaikan dan hantunya menghilang diakhir film"
"B.. baiklah"
Dan ternyata akhir film tidak berakhir dengan baik justru mendapatkan akhir yang buruk / bad ending.
"....."
"....."
"Osamu... sepertinya aku tidak akan tidur malam ini."
"Heh?!! Tidak boleh! kau harus istirahat."
"Aku tidak bisa menutup mataku dengan tenang jika wajah hantu tadi masih terngiang dikepalaku!! Dan diakhir cerita malahan ia berhasil membunuh pemilik rumah tersebut, sehingga hantunya masih berkeliaran menakuti orang-orang... sama sekali bukan akhir cerita yang menyenangkan."
"Sudah lupakan saja."
"Aku tidak bisa."
"Bagaimana kalau kita melakukan hal yang kau sukai."
"Emm...."
..._......_...
2 jam telah berlalu (Name) dengan Osamu asik memakan mie instan dengan porsi yang sangat besar atau dengan kata lain mereka berdua sedang mukbang bersama.
"Osamu sepertinya perutku... sudah diambang batasnya. kau saja yang menghabiskan!"
"Huh?! Aku mana mungkin bisa menghabiskan sebanyak ini!! Lagian kenapa kita memasak sebanyak ini sih?"
Osamu hanya bisa menepuk jidatnya, melihat kelakuan kekasihnya yang selalu bisa membuatnya menggeleng - gelengkan kepalanya.
Setelah melihat jam Osamu baru menyadari jika jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Karena dirasa hari sudah mulai larut dan sepertinya (Name) sudah melupakan kejadian film tadi akhirnya, Osamu memutuskan untuk berpamitan pulang.
"(Name) karena sudah malam aku harus segera pulang ke rumah."
"Ohh.. iya hati-hati dijalan yaaa! ucap (Name) dari dapur. Ia sedang membersihkan piring - piring bekas mukbang tadi.
"Bagaimana dengan kedua orangtua mu... kok mereka belum pulang?"
"Mereka akan pulang besok pagi, sepertinya mereka sedang lembur."
"Oooh... Souka!. Ja.. kalau begitu aku permisi- “
***Tep
Tiba - tiba listrik dirumah (Name) padam**.
"KYAAAAAAAAA!!!!"
"(NAME)!"
Osamu langsung mengurungkan niatnya untuk kembali pulang. Ia segera berlari ke arah dapur, untuk memastikan kondisi (Name).
"(Name) kau kenapa?! Ada yang terluka?" ucap Osamu sambil memeriksa sekujur tubuh (Name), Syukulah sepertinya tidak ada yang terluka
"Osamuuuu!!" ucap (Name) sambil memeluk tubuh pemuda bersurai abu-abu tersebut.
“Ada apa" Osamu pun membalas pelukan (Name).
Menginaplah disini... kumohon."
◕
◕
◕
◕
◕
◕
“HEEEH? Mana bisa!!" dengan cepat semburat merah muncul di kedua pipi Osamu.
"Tentu saja bisa! Digudang masih ada Futon yang tersisa."
"Bu.. bukan itu maksudku."
"Onegai! Osamu... karena listriknya padam aku jadi teringat adegan difilm horror tadi... dan kedua orangtua ku juga belum kembali, aku sangat takut... maka kumohon Osamu... menginaplah dirumahku!" ucap (Name) sambil menampilkan sepasang puppy eyes.
"B... baiklah hanya malam ini saja"
"Syukurlahhh.... Kalau begitu aku akan menyiapkan futon terlebih dahulu!"
"Iya.. aku juga akan menghubungi orang-orang dirumahku.”
Sepertinya Osamu masih tidak menyesali keputusannya untuk menonton film horror hari ini..
..._**THE END_...
.......
........
.........
...♡Bonus♡**...
..._Meanwhile dikediaman rumah Miya_...
"Atsumu, tolong kunci pintu kamarku. Dan tidak usah menungguku untuk pulang karena malam ini aku menginap dirumah (Name), tenang saja! aku sudah memberitahu ayah dan ibu soal ini."
Reaksi Atsumu saat membaca pesan dari Osamu:
Osamu dapet kesempatan nih ( ͡° ͜ʖ ͡°)