
Ini request udah dibuatin, Happy Read.
Disini (Name) jadi salah satu manager di Karasuno.
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...
Setelah pertandingan melawan Tim Karasuno, Inarizaki harus terpaksa pulang di babak pertama. Tidak ada yang tahu takdir bukan?
Tim rubah yang memiliki kemampuan sangat kuat ditambah kapten mereka yang cukup hebat, tidak menampik kemungkinan jika Inarizaki kalah oleh tim pendatang baru dari Miyagi.
Wajah kemenangan dari Karasuno sangat mengena hati bagi mereka, apalagi Miya bersaudara yang selama pertandingan paling bersemangat dan mengerahkan semua kemampuan serta kerjasama antara saudara kembar.
" Setidaknya, sebagai kapten aku sangat puas
Kata seorang kapten Inarizaki yang mau tidak mau harus menyerahkan jabatan kaptennya karena ia sudah kelas tiga artinya ia tidak boleh lagi mengurusi klub.
Lolos sudah air mata mereka, seorang laki-laki tentu saja bisa menangis. Termasuk Miya bersaudara sangat mengagumi Kita Shinsuke. Sekuat tenaga mereka menahan tangisan atas kekalahan mereka di pertandingan nasional.
Shinsuke berjalan kembali meninggalkan lapangan stadion, apa Shinsuke tidak merasakan kekalahan? Memang sang kapten Inarizaki sangat tegar, tidak seperti Miya bersaudara dan bahkan Suna pun yang biasanya berwajah datar ikut-ikutan menahan tangisannya.
......
Beda lagi dengan Tim Karasuno, dengan wajah berbinar nan kelelahan akibat mengerahkan semua kemampuan mereka. Mereka kini membereskan barang-barang.
Terutama dua pasangan gila voli yang merupakan senjata pamungkas Karasuno, terlihat sangat lelah.
"Ada ingin ku bantu Tsukishima-kun?"
"Tidak ada." Jawab singkatnya. Pecinta dinosaurus ini pun pergi meninggalkan mu.
Kamu tersenyum tipis, mengendikkan kedua bahu dan mengikuti dari belakang
"Aaaa!!!!" Teriak Hinata tiba tiba. "Jangan berteriak di telinga ku boge!! " Kageyama menutup telinganya setelah Hinata berteriak.
Tanaka menghampiri adik kelas kesayangannya itu " Ada apa Hinata? Apa yang terjadi padamu? Apa kau melupakan sesuatu?" Tanya beruntun darinya.
Hinata memasang wajah panik" Se-sepatu ku ketinggalan di sana!!"
"Lagi?" Tanya Tsukishima disertai menaikan satu alis, Yang lain berekspresi facepalm seakan sudah biasa akan kecerobohannya Hinata.
"Ah! Kalau gitu biar aku saja yang mengambilnya!" Usul mu sambil mengacungkan satu tanganmu, Hinata membungkukkan badannya." Terimakasih banyak [Name] san!! Maafkan aku merepotkan mu!!"
Kamu mengibaskan kedua tanganmu " Tidak tidak, tidak apa Hinata. Yasudah aku cari dulu ya. Aku akan menyusul kalian nanti!" Kamu berlari kembali kesana untuk mencari sepatu pemuda orange itu.
Dua manager karasuno lainnya sedang sibuk mengurus perlengkapan yang mereka bawa , kamu hanya menjadi manager sementara sekaligus sebagai perwakilan sekolah untuk pendukung tim voli putra Karasuno.
.....
Keramaian yang cukup membuatmu kesusahan mencari sepatu yang Hinata lupa bawa, kamu berlari mencari dan juga bertanya pada beberapa orang.
Kamu berhenti ketika merasa dirimu membutuhkan pasokan udara "Tidak mungkin kan dibawa orang? Tapi bisa saja sih Arrgh! Pokoknya cari saja dulu!!" Rutuk mu pada diri sendiri.
Kedua netra mata mu menoleh, meniliti dan memperhatikan stadion. Kamu yang terlalu fokus mencari sepatu Hinata tanpa sadar menabrak seseorang didepan mu
Bruk!
"Aw-" Kamu menabrak punggung seseorang, orang yang kamu tabrak pun menoleh belakang. Kalian saling terdiam, mata nya juga mengikat tatapan mata mu itu.
"Maaf."
Satu kata terlontar di bibir nya "Eh? A-aku tidak apa-apa! Maafkan aku!!" Spontan saja kamu membungkukkan badan, namun pupil mu melebar melihat jaket yang orang kamu tabrak itu .
Inarizaki
Tidak ingin menambah masalah ,kamu berjalan membelakangi salah satu Miya bersaudara yang kamu tabrak tadi. Kalau dilihat sekilas, ia adalah setter dari Inarizaki. Miya Atsumu.
Hampir semua isi stadion kamu telusuri, lapangan stadion yang sempat menjadi saksi mata kemenangan kalian tadi pun nihil adanya sepatu pemuda orange tersebut.
Kini, kamu duduk dan mengirim pesan pada Yachi bahwa kamu belum menemukan nya.
"Dimana ya? Tadi juga tidak ada di lapangan. Apa benar-benar dibawa orang?"
"Hei , sendirian saja? "
Kamu menoleh pada beberapa pemuda yang kamu yakini mereka salah satu tim bola voli dari sekolah mereka. Kamu berpura-pura tidak melihat maupun terlibat pada mereka.
Ingin rasanya beranjak kamu dari tempat istirahatmu namun kamu sudah merasa lelah, jadi kamu hanya terdiam berpura-pura mereka tidak ada didepanmu.
Satu dari mereka kembali mengajak mu mengobrol "Hey, kau berpura-pura tidak melihat kami ya? Kami hanya ingin berkenalan saja pada mu."
" Huh? Eh-?! Dia dari tim karasuno! "
"....Kau Benar!!"
Mereka menyadari jaket yang kamu pakai. kamu tidak ingin menambah masalah dengan mereka. Kamu pun beranjak dari tempat duduk mu hingga tangan mu di tahan oleh salah satu dari mereka.
"Hey! Le–"
"Lepaskan dia."
Kepala mu menuntunmu untuk melihat siapa yang memberikan perintah pada mereka.
Kamu merasakan tangan mu dilepaskan oleh salah satu dari mereka, lalu pergi begitu saja diiringi dengan gerutuan mereka. Lagipula siapa yang mau berurusan dengan seorang Kita Shinsuke
Gimana? Siapa tadi?
Ya. Kita Shinsuke. Kapten Inarizaki
Ada apa dengan hari ini? Setelah Karasuno menang dari Inarizaki, kamu malah bertemu dengan mereka. Apa sebuah takdir? Atau katakan saja sebuah kutukan karena mengalahkan tim yang kuat di nasional? Ah, tidak mungkin.
"Apa yang dilakukan manager karasuno disini?" Tanya Shinsuke pada akhirnya , pemuda ini juga berpikir kalau kamu tersesat atau ketinggalan dari anggota lain nya.
Kamu tertawa canggung "Sebenarnya- aku sedang mencari sesuatu yang ketinggalan."
"Dan belum ketemu juga." Pikirmu untuk menyambung jawaban mu itu. Tidak mungkin kan, kamu meminta bantuan atau bertanya pada nya
"Mau ku bantu?"
"Eh? --- K-kau mau membantu ku?"
Shinsuke menganggukkan kepalanya.
****
Sebuah kejutan yang kamu alami sekarang, kamu belum menemukan sepatu pemuda orange dari tim mu.
Manik mu sempat menilik, menatap seorang pemuda dengan paras tampan nya, memiliki ekspresi lugu namun tegas itu. Kita Shinsuke menawarkan bantuan nya untuk mencari sepatu Hinata yang awalnya sempat kamu ragu akan tawarannya tadi.
Tahu kalau Shinsuke menghampiri mu habis bertanya pada seorang wanita paruh baya, kamu semakin merunduk.
"Kau sudah menghubungi mereka?"
Kamu mengangguk. "Sudah. Aku juga sudah meminta mereka untuk pulang ke hotel, bagaimana tadi?"
Shinsuke mendengus pelan, kepala nya ia angkat untuk melihat keramaian dari dalam stadion. Bagimu itu tampak menggemaskan. "Bagaimana dengan tempat informasi? Kau sudah melapor?" Tanya balik Shinsuke.
Sudah, mereka nanti akan melihat nya di CCTV." Ujar mu tersenyum tipis. Kecanggungan terjadi antara kalian
Dalam keramaian , canggung seperti ini cukup lucu juga. Kamu tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini.
Dibantu oleh tim lawan untuk mencari sepatu raksasa kecil Karasuno, refleks kamu menahan tawa didepan seorang Shinsuke.
Shinsuke yang memperhatikan mu bertanya bingung "Ada apa?"
"T-tidak ada! Ah iya, kau tidak bersama dengan anggota lain? Maksudku, mereka bisa saja mencari mu bukan?"
Diam. Tampak ada jeda untuk menjawab pertanyaan mu.
Tunggu -- pertanyaan mu tadi sepertinya agak menyinggung perasaan Shinsuke, sebuah kesalahan lagi kamu perbuat pada Inarizaki.
Melihat ekspresi nya agak berbeda, kamu mendekat untuk menatapnya lamat, meneliti dan membaca ekspresi datar nan lugu seorang Shinsuke ternyata agak sulit juga.
Shinsuke menoleh, menoleh padamu yang tampaknya ia sadar jika gadis karasuno ini sedang menatapnya.
"Nama mu. Siapa nama mu? Kita belum kenalan." Ujar nya, dalam pandangannya kamu salah tingkah untuk kedua kali nya karena terkangkap basah.
Spontan kamu langsung menjawab "[Full Name]!! Mohon bantuannya!" Ditambah kamu membungkuk.
"Kita Shinsuke, jangan formal seperti itu. Soal pertanyaan mu tadi, aku sudah menghubungi mereka jadi tidak perlu khawatir."
"B-baik!!"
Mau dibilang begitu juga tetap saja kamu gugup menjawab nya.
"Mau mencari nya lagi?" Tanya Shinsuke kembali, kamu mengangguk setuju.
"Kau mau kemana?" Tanya Shinsuke.
Saat tahu ternyata sepatu Hinata yang kalian cari dibawa oleh seseorang anak kecil ketika melihat nya di CCTV, kamu berniat untuk mencari sang anak kecil tersebut.
Namun sebelum pertanyaan dari Shinsuke membuat mu berhenti. "Mencari anak kecil itu, sepertinya belum jauh kalau dilihat di CCTV jadi aku --"
Ucapan mu berhenti. Tangan mu tidak tahu kapan sudah di pegang oleh pemuda berambut kelam ini.
"Kita akan mencari nya bersama." Kata nya.
Kamu diam, menurut saja apa yang ia lakukan pada mu. Yang terpenting sekarang bagaimana –Menetralkan detak jantung mu yang entah kapan bisa jadi tidak beraturan seperti ini saat melakukan kontak fisik diantara kalian–
Menggelengkan kepala berusaha fokus dengan tujuan awalmu, sempat diam-diam kamu melirik tangan besar nya padahal bisa saja kamu menolak atau meminta nya untuk melepaskan tangan mu.
Tapi nama nya juga kamu gugup, salah tingkah dan juga malu. Semua nya tercampur aduk dalam satu.
"Itu sepatu nya."
Refleks kamu menoleh, kalian menghampiri anak kecil yang duduk disalah satu bangku kosong seperti menunggu seseorang.
Shinsuke berjongkok dihadapan anak kecil itu, mulai melakukan percakapan dengan anak laki-laki yang memegang sepatu Hinata.
Kamu hanya memperhatikan mereka, harus diakui kamu agak payah dalam membujuk anak kecil. Bahkan tidak butuh waktu lama, Shinsuke sudah memegang sepatu Hinata dan memberikannya pada mu.
Kamu berjongkok, tersenyum manis pada anak kecil tersebut. "Terimakasih banyak, Nee-san sangat bersyukur bisa bertemu dengan mu." Tangan mu mengelus rambutnya.
Tanpa disadari oleh mu, Shinsuke mengulum sebuah senyuman tipis.
*****
Kamu tidak hentinya tersenyum berbinar sepanjang jalan.
"Aku harus pergi sekarang."
Ya, sebelum kamu sadar bahwa sekarang kalian harus berpisah karena barang yang kamu cari sudah berada di tangan mu.
Berusaha untuk menganggukkan kepala. " Terimakasih Kita-san! Sungguh aku berhutang kebaikan padamu! Kalau saja, tidak ada dirimu mungkin aku sudah menyerah. Sekali lagi terimakasih banyak."
Kalian terdiam, berhenti untuk tidak melanjutkan langkah kalian. Kamu menatap nya dengan tatapan agak kecewa. Kecewa karena kenapa harus secepat ini, aneh sih perasaan mu yang tiba tiba berubah melankolis seperti sekarang.
Shinsuke menggelengkan kepala "Aku tidak banyak membantu. Aku hanya membantu mu di separuh jalan saja, sebaiknya kau pulang ke hotel kalian karena pasti mereka khawatir dan cemas pada mu. Dan bagaimana pun tidak baik seorang gadis sendirian saat pulang malam nanti."
Penjelasan panjang dari Shinsuke, tampak bagai seorang ibu dimata mu.
Kamu membungkukkan badan "Terimakasih banyak sekali lagi!! Kalau begitu — aku permisi pamit dulu!!"
Langkah mu mulai menjauh dari hadapan pemuda yang baru saja mampir dalam perasaan mu, tubuh mu membelakangi nya dan berlari semakin menjauh.
Shinsuke diam, menarik ujung bibir nya membuat senyuman sambil menatap punggung kecil mu.
"Sampai bertemu lagi [Name]."
****
Omake
"[Name] chan!!! Akhirnya kau pulang juga!! Kami sangat mengkhawatirkan mu!!"
"[Name] san! Aku benar-benar mengkhawatirkan mu!"
Tahu siapa yang paling heboh saat kamu sudah berada di hotel?
Ya. Hinata dan Nishinoya
"Syukurlah kau kembali [Name]." Sahut Shimizu Kiyoko, sang manager kelas 3 itu.
Kamu tertawa melihat kehebohan nya "Maaf aku membuat kalian khawatir.Tadi ada sedikit masalah, Ini sepatu mu Hinata." Kamu memberikannya pada raksasa kecil tersebut.
Tampak raut binar dan bahagia terpatri diwajahnya "Terimakasih banyak [Name]-san!! Maaf aku sangat merepotkan mu!"
Kamu menggelengkan kepala "Tidak apa Hinata, justru – aku yang harus berterimakasih pada mu." Ujar mu sambil tersenyum dan berjalan menuju kamar mu.
Meninggalkan kebingungan pada anggota karasuno lainnya.
**End
Next Sugawara Koushi**.