HAIKYUU X READER~ ONESHOTS

HAIKYUU X READER~ ONESHOTS
[MIYA ATSUMU]




**Ini requestnya aku buatin, aku buat 2 chapter yg Atsumu sendiri sama Osamu sendiri.


Moga suka ya ・ᴗ・


...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆**...


Hari ini langit musim semi tampak cantik, cuacanya cerah. Banyak orang sedang berjalan jalan menikmati indahnya bunga sakura-hanami. Kamu pun tak mau kalah, dan memanfaatkan momen ini untuk menggambar sketsa pemandangan outdoor seperti yang biasa kamu lakukan.


Ya, kamu orang yang suka menggambar, bahkan mengikuti klub seni di sekolahmu.


Kamu duduk di bangku panjang taman kota, mengarahkan pensilmu ke depan, menutup sebelah mata, seolah sedang mengukur jarak pemandangan sebelum akhirnya mulai menggoreskan pensil di atas kertas.


Kamu asyik menggambar, sambil menikmati indahnya bunga sakura di tengah suhu udara yang terasa semakin menghangat. Saking asyiknya, kamu tak sadar ada seorang pria bertubuh tinggi menghampirimu.


"Hmm...sketsa, ya," gumam pelan seseorang.


Kamu menjerit kaget, menoleh ke arahnya. Matamu membulat saat tahu siapa yang berdiri dengan seragam SMA Inarizaki itu.


'Argh! Kenapa senpai ini bisa ada di sini, sih?' batinmu kesal.


Pria berambut kuning keemasan itu tersenyum ke arahmu. Dia lah Miya Atsumu, sang setter nomor satu yang popularitasnya bak idola. Pada umumnya, para gadis akan langsung terpesona.


"Nee, gambarmu bagus, ya. Bisa kau gambar aku juga?" pintanya dengan ramah.


Alih-alih merasa berdebar, kamu justru memasang wajah datar.


"Maaf, senpai. Aku tidak punya waktu untuk itu," tolakmu, sambil memasukkan kembali peralatan menggambar ke dalam tas.


Atsumu merasa tertohok, berusaha tetap tersenyum walaupun dalam hati ia mengamuk. "Begitu, ya. Maaf kalau sudah mengganggumu."


"Tidak masalah juga. Permisi," pamitmu meninggalkannya lebih dulu.


Setelah kamu berjalan cukup jauh, Atsumu langsung berdecak kesal. Menghentakkan kakinya di lantai semen sambil mengumpat.


"Sialan! berani-beraninya dia menolakku!" decih Atsumu.


Osamu yang dari tadi berdiri tak jauh dari sana mulai bertepuk tangan. "Wah, ini rekor baru. Penolakan pertama dari aksi Tsumu di waktu Hanami," ejek Osamu.


"Oy! Apa maksudmu, huh?"


"Bukan apa-apa." Osamu langsung mencengkeram kerah belakang jaket Atsumu lalu menariknya, "ayo! Sekarang waktunya pulang!"


"Tung-tunggu dulu! Aku masih mau keliling-keliling!" teriak Atsumu.


"Berhenti lah bersikap kekanakan seperti itu, atau kau akan jomblo selamanya."


"Apa katamu!!!"


Dan berakhirlah dua anak kembar itu adu mulut di tengah keramaian kota.


...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...


Apa aktingku kemarin sudah bagus?


Kamu bergumam pelan, sambil menyiapkan steger kanvas untuk kegiatan klub hari ini.


Sementara otakmu tak bisa berhenti memikirkan kejadian kemarin, saat Atsumu tiba-tiba menghampirimu dan memulai percakapan denganmu. Sungguh tidak terduga.


Kamu malah semakin frustasi saat memikirkannya.


Tidak lama kemudian, pintu ruang klub dibuka, sosok gadis yang menjadi ketua klub itu memasuki ruangan dengan senyum sumringah. "Semuanya, aku punya berita bagus untuk kalian!"


Semua anggota klub tampak penasaran dan saling berbisik bisik.


"Hari ini kita akan menggambar objek manusia. Dan...yang akan menjadi model spesial hari ini adalah..." ketua klub menjeda kalimatnya, suasana berubah hening.


Terdengar suara tapak kaki seseorang memasuki ruangan, semua mata langsung tertuju padanya.


"Miya Atsumu!" lanjut ketua klub.


"Uwaaah!!!" para gadis langsung bersorak senang. Atsumu tersenyum sambil melambai ke arah mereka.


Sedangkan kamu malah berdiri mematung, dengan wajah pucat dan ekspresi tegang.


"Perkenalkan namaku Miya Atsumu, dari kelas 2-4. Yoroshikune..."


"Yoroshiku onegaishimasu!"


Semua anggota sudah siap, duduk di depan kanvas masing-masing. Rasanya kamu ingin membolos saja, tapi tidak bisa. Mengingat kamu sudah izin dua kali dalam seminggu ini.


"Oke, sepertinya semua sudah siap sekarang." ketua klub mulai bersuara lagi, "Kalau begitu mari kita mulai!"


Kegiatan klub pun dimulai. Atsumu melakukan beberapa pose yang diminta para anggota untuk digambar. Selama lima belas menit sekali, ia diberi waktu untuk beristirahat dan merenggangkan ototnya. Lalu mulai berpose lagi setelah lima menit.


"Uwaah, Atsumu-san tampan sekali."


"Tidak kusangka dia pandai menjadi model."


Atsumu tersenyum bangga mendengar bisik-bisik para anggota. Di tengah kegiatan berposenya ia melirik ke arahmu. Entah kenapa dia tertarik denganmu yang sedari tadi hanya diam dan fokus menggambar.


"Oke, selesai!!!"


"Otsukaresama deshita!"


Jam menunjukkan pukul lima sore. Anggota klub seni mulai berkemas lalu satu persatu pergi meninggalkan ruangan.


"Atsumu-san, terimakasih untuk hari ini. Aku sebagai ketua mewakili anggota untuk mengucapkan banyak terimakasih."


"Ah, iya bukan masalah. Lagi pula kita kan, sekelas."


"Iya juga, ya. Terus apa alasanmu tiba-tiba datang padaku lalu menawarkan diri untuk menjadi model?"


"Ssshhh! Jangan keras-keras, nanti kalau semua orang tahu dimana harga diriku?"


"Dasar Atsumu-san..." ujar ketua klub, "Yah, apa pun alasannya pokoknya aku sudah berterimakasih, lho, ya. Ja na...."


Atsumu memandang sekilas punggung teman sekelasnya itu, lalu menoleh ke arah ruang klub seni di belakang. Ia sedang menanti seseorang.


...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...


"Haaaaaahhh...."


Kamu menghela nafas panjang. Baru bisa menghirup udara bebas setelah cukup lama menahan nafas selama kegiatan klub barusan.


Ya, sebab itu adalah cara yang efektif untuk mengontrol ekspresimu.


"Woaaah!", Kamu memegangi dadamu, jantungmu berdegup kencang, kakimu terasa lemas. Kamu pun jongkok di depan deretan kanvas yang disandarkan di dinding


Tadi itu...dia keren sekali!


Kamu menutupi wajahmu yang memerah, menjerit agar suaranya tidak terdengar keras. Hatimu mau meledak rasanya, jika diingat lagi bagaimana Atsumu berpose keren dan kamu menggambarnya.


"Aku meleleh melihatnya..." gumammu pelan.


"Kau apa? Meleleh?"


"Uh?!"


Kamu terlonjak kaget sambil berteriak. Kamu berdiri, membalikkan badan. Tak menyangka ternyata orang yang kamu pikirkan tiba-tiba muncul di depan.


"S-s-s-senpai?!"


"Yo!" Atsumu tersenyum sambil melambai. "Kau, kenapa belum pulang?"


"A-a-aku...maksudku hari ini jadwalku membereskan ruang klub."


"Oh, begitu ya."


"Senpai sendiri, ke-kenapa masih ada disini? Bukannya tadi sudah pulang?"


"Aku balik lagi."


"Ke-kenapa? Apa ada barang milikmu yang ketinggalan?"


"Iya, ada."


Kamu menghela nafas sejenak. "Apa yang ketinggalan? Biar aku bantu carikan."


Atsumu menunjuk dirimu, "Kau."


"Eeehhh???!!!"


Atsumu tersenyum lalu maju selangkah demi selangkah mendekatimu. Kamu jadi gugup, refleks melangkah mundur. Hingga akhirnya tumit kakimu sudah menyentuh kanvas yang disusun di bawah. Kamu tidak bisa mundur lagi.


Atsumu langsung melingkarkan tangannya di pinggangmu. Kamu terkesiap, tubuhmu menengang, sementara wajahmu sudah semerah tomat. Apalagi saat jarak di antara kalian hanya terpaut 10 cm.


Atsumu mendekatkan wajahnya ke wajahmu. Semakin mendekat membuat jantungmu terpacu cepat. Kamu spontan menutup mata, menunggu 'sesuatu'. Namun untuk beberapa saat kamu tak merasakan apa-apa, kecuali suara bisikan di telingamu.


"(Name)-chan, kau ini tipe gadis Tsundere, ya." bisiknya pelan.


"Eh?!" Kamu membuka mata kembali, menatap sepasang manik coklat tua miliknya.


Atsumu tertawa kecil, tampak gemas melihat ekspresi imut yang kamu tunjukkan.


"Nee, (Name)-chan. Sampai kapan kau akan menutupi perasaanmu seperti itu?" tanya Atsumu membuatmu bungkam seketika, "Apa perlu aku yang mengatakannya lebih dulu?"


"Me-mengatakan apa?"


"Aku tertarik padamu..." Atsumu menjeda kalimatnya sejenak, "mungkin kah itu awal dari rasa suka?" lanjutnya.


Matamu membulat, pipimu semakin memerah. "Entah lah, aku rasa begitu." jawabmu pelan mengalihkan pandangan.


Atsumu tersenyum, menangkupkan tangannya di kedua pipimu. Sedetik kemudian, Atsumu mendaratkan bibirnya pada bibirmu. Mengecupnya lembut, membuat matamu membulat tak percaya.


Siapa sangka, kamu dengan semua kesederhanaanmu itu justru bisa menarik hati pria populer seperti Miya Atsumu.


Sungguh, kamu merasa sangat beruntung kala itu.


...END....