
Apakah angsa dan burung gagak itu masih bisa terbang denvan sayap yang rapuh?
...Sugawara Koushi X Ballerina Readers...
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...
"Baik, hari ini akan diumumkan penari yang akan berpartisipasi dalam pertunjukkan bulan depan."
Seorang wanita instruktur tari itu mulai membacakan nama-nama yang lolos seleksi. Mereka yang terpanggil tentu sangat bahagia. Sementara yang belum terpanggil merasa gugup, termasuk dirimu.
Kamu duduk di antara puluhan gadis ballerina yang juga mengharapkan namanya dipanggil itu. Jelas, siapa pun pasti ingin ikut berpartisipasi dalam pertunjukkan budaya terbesar se-Prefektur.
Apalagi dirimu, sebagai siswa di tahun terakhir pasti berharap dapat tampil sebelum lulus. Namun, kemungkinan buruk tak dapat dielak. Dari puluhan peserta yang ada hanya dipilih sekitar dua puluh orang. Dan...
"Baik lah, itu saja yang dianggap mampu untuk ikut tampil. Mohon persiapkan diri, tema pertunjukkan kita nanti adalah Swan Lake. Sekian...."
Pada akhirnya, namamu tidak akan pernah dipanggil.
.... ☪︎ ☁︎. . ✰ .· ☁︎ . ✧ ....
Kamu duduk di bangku taman, menghadap cahaya matahari terbenam yang terpantul pada air danau. Kamu lesu, murung dan kehilangan semangat setelah mendengar hasil seleksi barusan.
Ternyata...aku memang payah, ya...
Kamu memejamkan mata, mencoba untuk menenangkan diri. Tiba-tiba..
"(Name)!" panggil seseorang.
Kamu refleks menoleh ke belakang, tampak seorang pria dengan jersey hitam datang menghampirimu.
"Koushi-kun?"
Dia, Sugawara Koushi, setter tim voli SMA Karasuno. Pria berambut abu-abu terang itu langsung mengambil posisi duduk di sampingmu.
"Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?" tanyamu.
"Jelas aku tahu. Lagi pula, tempat mana lagi yang akan kau tuju saat sedang depresi."
"A-aku tidak depresi, tuh."
"Bohong."
"Beneran-"
"Mematikan ponsel seharian, hanya akan kau lakukan saat sedang murung, kan?"
"I-itu...karena beterai ponselku habis."
"Setahuku, kau bukan orang yang suka membiarkan baterai ponsel sampai habis."
Kamu bungkam, tak bisa berkata kata lagi. Kenyataannya Suga memang mengerti banyak hal tentangmu.
Kamu menunduk, meremas rok seragammu. Tak lama kemudian bulir air mata itu lolos membasahi pipimu. Kamu menangis tersedu-sedu. Suga menatapmu iba, tangannya secara otomatis menarik kepalamu ke dalam pelukannya. Merengkuhmu, mengelus rambutmu sambil menenangkan.
"Koushi-kun, bagaimana ini...hiks...aku-tidak pernah punya kesempatan untuk tampil, hiks...aku memang payah," ucapmu sambil terisak.
"Sssh...jangan bicara seperti itu. (Name) sama sekali tidak payah. Kau itu orang yang hebat," tutur Suga, dagunya diletakkan dipuncak kepalamu.
"Tapi Kana-chan yang baru kelas satu sudah terpilih jadi penari utama. Sedangkan aku malah belum pernah tampil sejak kelas satu. Kenapa? Kenapa aku tidak sehebat dia?" protesmu.
Siapa pun tidak akan tahan, saat ada seorang junior yang baru namun sudah ditunjuk untuk menepati posisi yang kamu inginkan.
Suga sendiri juga merasakannya. Saat adik kelasnya yang jenius itu mengambil posisi sebagai pemain reguler sementara dirinya sebagai pemain cadangan. Rasanya menyakitkan.
"Aku mengerti perasaanmu, (Name)."
Aku sangat mengerti, batin Suga.
"Padahal, aku sudah berlatih keras selama ini. Ternyata itu masih belum cukup. Kenapa?"
"(Name)...kalau kau sudah berlatih keras sementara temanmu masih lebih hebat, itu artinya usahamu belum sebesar usahanya."
Kamu menghentikan tangismu kemudian mendongak. Suga tampak tersenyum sambil mengelus surai panjangmu.
"Sebelum mendapatkan apa yang kau inginkan, kau harus memantaskan diri untuk mendapatkan hal tersebut." tutur Sugawara memotivasi, "Yah, meskipun bicara begitu, aku sendiri tidak ada bedanya, sih." Sugawara terkekeh sambil garuk garuk kepala.
"Memantaskan?"
"Um, aku banyak belajar dari melihat juniorku. Dia itu seorang maniak voli, berlatih tanpa kenal lelah tiap hari. Nah, dari situ bisa membuktikan, bahwa dia memang pantas untuk mendapat posisi tersebut."
Sniff...
"Begitu, ya..."
"Iya. Nah, untuk sementara istirahatlah dulu. Nanti baru lah pikirkan apa yang tadi aku katakan." kata Suga, "Sekarang, ayo kita cari makan! Kau tidak akan bisa berfikir jika perutmu kosong, lho."
Kamu mengangguk lemah, lalu menuruti perkataannya. Kalian berdua pun mampir di salah satu kedai ramen untuk menyantap makan malam. Setelahnya Suga mengantarmu pulang.
Hari ini memang cukup buruk, tapi kamu tetap merasa beruntung. Setiap kali hatimu dirundung kesedihan, Suga selalu datang menghiburmu. Dia juga selalu memberi kata kata motivasi yang akan membangkitkanmu, padahal kamu tahu Suga sendiri bukan orang yang sekuat itu.
.... ☪︎ ☁︎. . ✰ .· ☁︎ . ✧ ....
"(Name)-senpai, tidak mau pulang?"
"Aku masih mau berlatih sedikit lagi."
"Kami duluan, ya..."
Para gadis itu melambai lalu pergi meninggalkanmu. Sambil pergi mereka saling berbisik, namun kamu mampu mendengarnya.
"Ssst... (Name)-senpai itu, padahal dia tidak tampil tapi kenapa harus berlatih sekeras itu?"
"Benar, tidak ada gunanya. Kesempatan terakhirnya juga sudah hilang."
"Kasihan sekali..."
Kamu menghela nafas sabar. Tidak ada gunanya menanggapi perkataan mereka. Sebab, kamu sudah membulatkan tekad untuk tidak menyerah sampai situ saja.
.... ☪︎ ☁︎. . ✰ .· ☁︎ . ✧ ....
"Maaf ya, Koushi-kun...sepertinya aku tidak bisa menonton pertandinganmu besok. Padahal aku sudah janji sebelumnya,"
"Tidak apa-apa, kok. Lagi pula kamu juga tidak menyangka kan? Kalau pertunjukkannya ditunda dan bertepatan dengan final inter high."
"Iya. Apalagi sensei meminta kami tetap membantu persiapannya walaupun tidak tampil."
"Iya, tidak apa-apa. Jadi bagaimana? Kau sudah membuat keputusan?"
"Um-aku akan berjuang sampai dianggap pantas untuk mendapatkannya." ucapmu dengan mata berapi-api.
Suga tersenyum sambil menepuk nepuk puncak kepalamu. "Bagus..." tuturnya.
"Ano... Koushi-kun..."
"Hm?"
Cup!
"E-eto..." Kamu tiba-tiba ikutan gugup, "Ga-ga-gan—batte."
Sugawara mematung sejenak, sementara kamu mengalihkan pandangan ke arah lain. Wajahmu sudah semerah tomat.
"Arigatou..." tutur Suga lalu memelukmu, "Ayo kita berjuang sama-sama! Kau terbang dengan sayapmu, aku akan terbang dengan sayapku."
Kamu tersenyum. simpul dan mengangguk. "Ha'i!!"
.... ☪︎ ☁︎. . ✰ .· ☁︎ . ✧ ....
Pertandingan final Inter-High musim semi, babak penyisihan tingkat Prefektur akan dimulai. Akademi Shiratorizawa melawan SMA Karasuno!
"(Name)!"
Kamu buru-buru mematikan ponselmu, meninggalkan siaran live streaming pertandingan tersebut.
"Iya, sensei?"
"Ganti pakaianmu!"
"Eh?"
Matamu tiba-tiba menangkap seorang gadis yang tengah dibawa tandu.
"Lho, Kana-chan?! Ada apa dengannya?" tanyamu khawatir.
"Sakit maag-nya kambuh, dia keras kepala tidak mau makan dari kemarin," jawab sensei, "Jadi kamu harus menggantikannya."
"Eh? Menggantikan posisi Kana-chan? Berarti...aku akan menjadi Odette?"
"Benar."
"Sensei, tidak adil!" tiba-tiba salah satu penari protes, "(Name) bahkan tidak lolos seleksi, tapi kenapa dia malah ditunjuk sebagai pemeran utama?"
"Hasil seleksi itu kan, satu bulan yang lalu." sergah sensei, "Setelah seleksi itu, aku lihat (Name) masih sering latihan. Tidak menutup kemungkinan bahwa kemampuannya sudah meningkat, bukan?"
"Tapi sensei—"
"Jika kalian mau protes, seharusnya kalian memantaskan diri lebih dari yang (Name) lakukan!" tukas sensei.
Ah! Jadi ini yang dimaksud Koushi kun waktu itu?
"(Name), segera lah bersiap." perintah sensei, "Kita hanya punya waktu satu jam. Luangkan tiga puluh menit untuk latihan bersama penari yang lain."
"Ba-baik!"
.... ☪︎ ☁︎. . ✰ .· ☁︎ . ✧ ....
Bugh!
"Nice receive!"
Di sendai gymnasium, pertandingan sengit masih berlangsung. Dua set sudah dilewati, hasilnya seri. Di set terakhir ini, masing-masing tim memaksimalkan semua kemampuan mereka untuk memenangkan pertandingan.
"Suga!"
"Iya, pelatih?"
"Gantikan Kageyama!"
"Eh?"
"Kondisinya sedang tidak baik, blocker lawan terus menekannya dari tadi. Jika diteruskan, kita bisa kecolongan di set terakhir. Sekarang giliranmu, bermain lah!"
Sugawara melongo tidak percaya.
"Ada apa? Kau tidak mau—"
"Akan kulakukan!!!" seru Sugawara berapi-api. Pelatih Ukai tersenyum puas melihat semangatnya.
Yah, Kenyataannya, Sugawara memang sudah menantikan kesempatan itu.
.... ☪︎ ☁︎. . ✰ .· ☁︎ . ✧ ....
Kamu berlari-lari, tak mempedulikan orang-orang yang menatapmu heran.
Gaun putih dan hiasan bulu di kepala yang kamu kenakan itu jelas menarik perhatian mereka. Kamu tampak seperti putri angsa. Setelah selesai tampil di pertunjukkan tadi, kamu buru buru pergi tanpa mengganti pakaianmu.
Semoga pertandingannya belum selesai, batinmu.
Kamu memasuki gedung olahraga. Dari sana kamu sudah mendengar hymne diputar, menandakan pertandingan sudah usai. Lalu bagaimana hasilnya?
Sorak sorai terdengar memecah seisi gedung. Kamu yang baru sampai di tribun itu menatap ke sisi lapangan.
Ah!
"Selamat untuk SMA Karasuno, yang akan mewakili Miyagi ke Kejuaraan Nasional musim semi!"
Kamu melihatnya, anak-anak voli itu tampak bersuka cita merayakan kemenangan mereka. Termasuk Sugawara, yang disebut-sebut sebagai pahlawan yang memberikan toss untuk pencetak poin terakhir.
Matamu berkaca-kaca, merasa terharu. "Koushi-kun!!!" teriakmu dari atas.
Sugawara spontan menoleh. Dilihatnya kamu dengan pakaian ballerina nan cantik itu.
"(Name)?" Sugawara membulatkan mata, takjub. "Dia...benar-benar tampil!" gumamnya.
"Are? Siapa ballerina cantik itu?" Tanaka dan Nishinoya ikut terpesona.
"Dia..." Suga menoleh ke arah teman-temannya, "Pacarku."
"Heeeeeeeh???!!!"
Kamu buru-buru turun ke bawah dan berlari menghampiri Sugawara. "Koushi-kun!" teriakmu.
Kamu berlari melompat ke arahnya. Suga langsung menangkapmu, memelukmu erat. Kalian berdua tertawa bahagia.
Sungguh, tingkah kalian membuat anak-anak yang lain jadi iri melihatnya.
"(Name), selamat! Kau akhirnya bisa tampil!" ujar Sugawara ikut bahagia.
"Iya! Koushi-kun, ini berkat perkataanmu."
"Kerja bagus, (Name)!"
"Selamat juga atas kemenanganmu, Koushi-kun!!"
Dan akhirnya..... Angsa dan burung gagak itu memantaskan diri dan terbang dengan sayap mereka masing - masing.
...End....
...❅。°❆· 。*.❅· °。·❆...
*Next Kunimi Akira.