
"Buka." Qiara menyodorkan sebungkus permen yang baru dia dapat dari sang kakek.
Yovan pun membukanya, dia tak ingin Qiara rewel saat masih berada di rumah sakit. Keduanya kini sedang berada di dalam ruangan dokter anak yang menangani Qiara. Terlihat, dokter muda itu sedang memperhatikan sebuah kertas yang ada di hadapannya.
"Tuan, begini ...,"
Dokter muda itu tersenyum, "Rafael, panggil saja saya Rafael." Balas Dokter Rafael.
Yovan tersenyum singkat, "Jadi bagaimana?" Tanya Yovan ...