
"AAAA!! POKOKNA MAU CEKOLAH! MAU CEKOLAH! MAU CEKOLAAAHH!!" Qiara merengek ingin sekolah, dia bahkan meloncat-loncat yang mana membuat Yovan dan Aletta panik.
"Iya ... iya ... ayo sekolah!" Putus Yovan, jantungnya hampir lepas saat melihat Qiara yang meloncat seperti tadi. Dia khawatir putrinya akan kembali terluka. Apalagi jahitan itu masih basah.
Aletta hanya bisa menggelengkan kepalanya, tingkah putrinya semakin hari semakin membuat kepalanya sakit. Semenjak a...