
Aletta tengah berada di pelukan suaminya, keduanya kini berbaring di ranjang sembari mencari kehangatan. Keduanya tampak menatap langit-langit kamar, tak terdengar suara apapun kecuali deru nafas keduanya.
"Kenapa Kak Xyan ingin membuat mas hancur? Memangnya, apa salah mas?" Tanya Aletta sembari mendongakkan wajahnya.
"Aku juga tidak paham, alasan apa yang membuatnya begitu membenciku. Kami bersahabat sejak kami duduk di kelas menengah pertama. Xyan, dia orang yang baik. Dia sering membantuku di saat aku ...