Games In Home

Games In Home
Smart



Seulgi rasa hidup di lingkungan Amerika bersama Eunwoo bukanlah hidup yang buruk. Eunwoo dan Jimin tidaklah berbeda, mereka memiliki sifat yang sama dan watak yang sama dalam merawat dan mendidik anak. Peraturan dan kasih sayangnya hampir semuanya sama. Yang berbeda hanyalah orangnya serta perasaan cinta yang sudah terjalin.


Seulgi tidak berhenti memikirkan kekasihnya yang jauh, apakah dia baik-baik saja? Apa dia merindukan Seulgi juga? Apa dia sudah punya kekasih baru?. Seulgi sudah berusaha menghubungi Jimin melalui sosial media yang dipunyai Jimin, tapi Seulgi sudah tau Jimin itu sibuk dan tidak terlalu suka bermain sosial media. Akun yang Seulgi hubungi saja sudah tidak aktif sejak tahun lalu.


Sudah sebulan rupanya Jimin memalui hari-harinya tanpa Seulgi. Tidak ada kekawatiran di benak Jimin selama Seulgi berada di pelukan Eunwoo, temannya itu pasti menjaga Seulgi dengan baik apalagi Seulgi adalah anak kandungnya, sangat tidak mungkin untuk Eunwoo melukai Seulgi. Hati Jimin dipenuhi rasa rindu, rindu akan gadisnya yang selalu membuatkan dirinya sarapan, selalu memeluknya selalu menemaninya dalam keadaan apa saja.


Jimin sudah mencari semua data-data Seulgi, tapi nihil tidak satupun Jimin temukan bahkan nama Ryu Seulgi sudah tidak terdaftar lagi. Setelah memutar otaknya Jimin mencoba mencari Bae Irene, dan Song Eunwoo tetap saja nama-nama itu sudah tidak ada.


Eunwoo itu pintar sejak lahir, Eunwoo mengganti data-datanya, membuat nama baru dan identitas baru untuk Irene, Seulgi dan dirinya. Eunwoo memikirkan semuanya sudah sejak awal mereka pergi, pria itu memiliki pemikiran yang jauh ke depan sehingga tak satupun yang akan menemukan mereka di sini. Tapi Eunwoo tidak mengecualikan Yeri yang tau akan posisi rumah ini. Eunwoo sudah memikirkan hal itu sebelumnya, Eunwoo sangat tau otak pendek Yeri tidak akan berpikir panjang untuk memikirkan rumah ini, Eunwoo sangat tau seberapa rendahnya otak Yeri. Jika dihitung-hitung Eunwoo sangat merindukan Yeri tapi mau bagaimana lagi, luka yang Yeri buat sangatlah dalam.


"Krystal kenapa kau begitu cantik?" Goda seorang pria dengan beraninya menyolek dagu sang manis. "Krystal mau berkencan denganku?"


"Maaf bukankah kita baru mengenal?" Pria yang diketahui bernama Xeno itu tak henti-hentinya berbicara walaupun lawan bicaranya hanya membaca buku tanpa memperhatikannya. Tangan Xeno sedikit terulur ingin mengusap rambut gadis yang ia sukai itu, tapi sebuah tangan menampis lengannya denga kasar.


"Jangan berpikiran untuk menyentuh saudaraku"


"Floryn? Jadi benar kalian bersaudara? Kalian sama-sama cantik" ujar seseorang yang tak tau datangnya dari mana. Seulgi tidak suka ketika ia harus disapa dengan nama Floryn dan berpura-pura memanggil Irene dengan nama Krystal. Seulgi rasa Eunwoo sedikit berlebihan. "Ayo Krystal kita pergi" Seulgi menarik Irene untuk keluar dari kelas ini, kualiah untuk hari ini sudah selesai dan Seulgi merasa sangat muak dengan teman-teman baru di universitas ini.


"Rene, kau kira kekasihku akan mencari penggantiku tidak?" Tiba-tiba Seulgi bertanya membuat Irene sedikit tersedak kopi yang sedang ia minum. "Kekasih? Kau tidak pernah bercerita kau memiliki kekasih" Seulgi menarik nafasnya dalam, haruskah ia memberi tau Irene tengang hubungannya dengan Jimin? Tapi apa tanggapan Irene nantinya jika tau Seulgi memikat hati ayahnya sendiri.


"Hahaha, lain kali aku akan memberitau siapa kekasi...."


"Wah wah wah, dalam satu bulan kita bersama Papa rasa Papa sudah sering melarang kalian menjalin kisah cinta"


"Oh ayolah Pa, kau ini seperti tidak pernah muda. Ingat sekarang kita tinggal di Los Angeles, negara ini bebas. Bahkan negara kita juga adalah negara bebas" cetus Irene.


"Bukankah Papa pernah bercerita perjuangan Papa mendapatkan Mama, dan jangan lupakan Papa mengejarnya disaat duduk di bangku sekolah" Seulgi ikut andil, tidak ada rasa canggung lagi di antara Eunwoo dan Seulgi sekarang.


Seulgi mengehembus nafasnya kasar, ucapan Eunwoo membuat Seulgi jadi mengingat Jimin. Pria yang sangat ia rindukan itu sangat sering berdialog demikian. Eunwoo selalu mampu membuat Seulgi teringat dan merasa selalu bersama Jimin.


Ceklek


Pintu kamar Seulgi dibuka tanpa ada persetujuan dari pemilik kamar. Eunwoo masuk melihat gadis kecilnya sedang termenung memandang luar jendela. "Kekasihmu ada di luar" ujar Eunwoo datar. Seulgi menoleh ini berita yang tepat sekali, saat ini Seulgi memang sedang memikirkan kekasihnya Ryu Jimin. "Kekasih? Daddy Jimin di luar?". Eunwoo menyeringit bingung, apa maksud Seulgi tadi? Eunwoo menyebutkan kekasih Seulgi bukan Jimin. "Jimin itu kekasihmu? Tapi di bawah kalau tidak salah namanya Franco"


Sial, Seulgi merutuki dirinya. Jika Eunwoo tau Seulgi adalah kekasih Jimin bisa saja Eunwoo akan membunuh Jimin sekarang juga dan tidak membiarkan Seulgi bertemu Jimin barang sekalipun. Seulgi jengah dengan pria brengsek yang selalu mengikutinya, rupanya pria itu sangat berani untuk mendatangi rumahnya, lihat saja akan kubuat kau hancur di saat pulang, monolog Seulgi di dalam hatinya.


Seulgi mau tidak mau turun dari lantai dua menuju ruang tamu yang sudah diduduki Franco. Tidak, bukan hanya Franco tapi di sana juga terdapat Xeno. "Kebutalan kalian berdua datang bersamaan. Kemarilah Floryn, Krystal"


Dia kira dia siapa mengajak Seulgi dan Irene duduk bersama, bukankah ini rumah Seulgi.


"Papa kemarilah" sahut Irene memanggil Eunwoo yang masih dengan wajah datarnya. Untuk kali ini Eunwoo memperbolehkan keduanya tapi tidak dengan besok. "Akh paman perkenalkan namaku Xeno" Xeno mengulurkan tangannya berniat berjabat tangan, Eunwoo tak berniat memandang tangan itu hanya menatap tajam ke depan. "Cha Eun Woo" Nama Eunwoo tidak jauh berubah.


Seulgi semakin naik pitam ketika mereka semakin semangat berpura-pura menjadi kekasih Seulgi dan Irene. Bahkan Faranco dengan beraninya merangkul pundak Seulgi. Kebetulan sofa di rumah ini kecil hanya muat dua orang berhadapan mengharuskan Seulgi merelakan tubuhnya terduduk di sebelah Franco yang rela berbagi kursi lebih tepatnya terpaksa.


"Floryn, duduk di pangkuanku saja" Seulgi senang akhirnya Eunwoo angkat bicara, sebentar lagi Seulgi akan membuat senyum mereka dengan tangisan. "Papa mereka berbohong kami sama sekali tidak menginginkan mereka" ujar Seulgi mengedipkan matanya menghadap Irene.


"Papa mereka juga selalu menganggu kami di kelas, mereka bahkan berani menyentuh tanganku" Dua pria itu tersenyum kikuk melihat keadaan yang mulai memanas.


"Tanganmu? Baiklah aku akan membuat tangannya patah"


Berakhirlah Franco dan Xeno pulang dengan tubuh lebam, Eunwoo tidak akan pernah berbohong dengan ucapannya apalagi menyangkut kehormatan putri-putrinya. Tidak akan ia biarkan seincipun seseorang menyentuh anaknya.