From Zero

From Zero
MALAM



Ini adalah kastil Dragon,kastil yang di bangun semasa perang 500 tahun,Kastil ini berada di ujung sebelah Timur pulau terbang,kastil di sini cukup megah dan besar,dan tiang penyangga bewarna emas dan dinding bewarna merah,jika di lihat di jaman modern kita sekarang ini,seperti kastil di negara cina sana.gerbang di kastil ini memiliki pintu besi yang memiliki tinggi 10meter,dengan gagang pintu berlapis berlian,namun tidak ada bandit atau pencuri yang berani menginjakkan kaki di kastil ini,kastil ini sudah di tinggalkan lama setelah perang berakhir,tak ada prajurit yang berjaga,hanya tumpukkan kertas yang berserak di balik gerbang kastil.


Crow datang turun dengan perlahan dari atas,dia hanya melihat kiri dan ke kanan kastil namun tidak ada siapapun di sana,saat dia hendak menaiki tangga di kastil itu,dia melihat sesosok pria tua menggunakan tongkat di atas tangga.


"jadi kau bisa melewati penghalang yang ku buat?segera pergi dari sini dan akan ku lupakan kejadian ini" kata pria tua itu.


"aku tahu siapa kau,kau Xaverus bukan,tak ku sangka kau masih hidup,apa kau berhasil mendapatkan keabadiannya?" tanya crow pria bertopeng itu


"kau tahu sesuatu tentang itu,ku rasa kau bukan orang sembarangan,bisa merusak penghalang yang ku buat di sini"


"hmm..." crow tampak tersanjung walaupun wajahnya tidak nampak karena berada di balik topeng.


"apa urusan mu kemari?mau harta,berlian,silahkan ambil sendiri dan pergi dari sini"


"ada satu hal yang ku inginkan,kau tahu soal inti Malaikat?"


"ooh inti malaikat ya,sudah lama aku tidak mendengar kata kata itu,apa kau juga punya keabadian?bagaimana kau tahu soal hal ini,prajurit yang bekerja di sini sudah lama mati dan pergi meninggalkan kastil ini"


"bukan,aku seorang peneliti,jadi aku cukup tahu soal masalah ini"


pria tua itu mulai menjatuhkan tongkatnya


"kurasa kau bukan peneliti biasa"


"serahkan saja inti Malaikatnya,dan aku akan pergi dengan damai"


Tiba tiba saja dari belakang pria itu meluncur bola api raksasa,yang menghancurkan tiang dan bangunan di kastil itu,tanpa basa basi bola api itu terbang ke arah Crow,yang membuat ledakan besar.


segera pria itu loncat ke arah asap bekas ledakan yang di buatnya,dan melancarkan bola api ke dua,


dari balik asap muncul Crow dengan baju yang sudah terkoyak koyak terkena ledekan bola api tadi,dia meloncat menghindari bola api ke dua dan...


BOOMB


ledakan ke dua terjadi yang membuat gerbang itu hancur berantakan.


Pria tua itu menepuk tangan kanannya ke tanah dan menarik nya ke atas sehingga menciptakan pedang dari tanah itu dan mempertajamnya.


"wah wah,apa apaan itu tadi,di usia mu yang sekarang kau cukup kuat juga".Crow mulai mengeluarkan Aura hitam dari sekililing tubuhnya,yang membuat tanah di sekitarnya tandus,pohon dan tumbuhan di sana layu.


"ku rasa dia tidak berbohong kalau kau sangat kuat,iya kan xaverus"


xaverus pria tua tadi mulai menyerang dia mengepalkan tangan kirinya dan menciptakan sebuah pedang berbentuk cahaya(seperti light saber di star wars).dia pun mengayunkan ke dua pedangnya ke arah Crow dan menghasilkan ledakan cahaya yang sangat amat terang seolah malam yang gelap di pulau itu seakan mengalami siang sementara.


ternyata Crow menahan serangannya dengan pedang yang entah dari mana dia munculkan,pedang itu berbentuk sama persis seperti pedang yang di gunakan Sinar.


"kau tahu pedang apa ini?" crow bertanya sambil menahan pedang xaverus dengan pedangnya.


mereka pun loncat saling menjauh untuk membuat jarak.


"dari mana kau dapat pedang itu?"


"terserah saja" pria tua itu mulai mengeluarkan aura keemasan dari sekeliling tubuhnya,benar benar aura yang sangat terang,tanah di injak nya mulai hancur,perlahan lahan kastil di belakang xaverus mulai bergetar seakan akan runtuh.


"wow wow,kau mengeluarkan aura segitu besarnya,hanya untukku?" tanya crow dengan nada sombongnya.


"bukan untukmu"


"oh...oke,terkadang aku senang punya kutukan di dalam jiwa ku"


sementara Crow mulai mengeluarkan Aura gelap,gelap sangat gelap,aura nya cukup besar,tanah tanah di dalam radius 2 km mulai tandus,angin mulai berhembus kencang,crow pun mengarahkan tangan kanannya ke atas,dan menghasilkan pusaran awan gelap,seolah olah badai akan turun malam ini,bulan mulai tertutup gelapnya awan,petir mulai menyambar di sekitar crow.


GOLDEN LIGHT


Xaverus tanpa basi-basi mengeluarkan jurus nya,pancaran cahaya mulai menyinari daerah itu dengan kilauan emas,tanpa crow sadari,di sebelah kirinya sudah ada setitik cahaya emas,semakin lama titik cahaya emas itu semakin terang


dan akhirnya terjadi ledakan yang sangat besar.


ledakan itu mencapai tinggi 40 meter dengan radius 150 meter,membuat daerah di situ hancur lebur tidak bersisa.


namun ledakan itu belum cukup untuk mengalahkan crow,topeng crow mulai pecah di sebelah kanan,matanya mulai terlihat,dengan kecepatan luar biasa crow mencoba menebas xaverus dengan pedangnya,namun berhasil di hindari oleh xaverus,gelombang pedang itu membuat dataran di ujung pulau terbelah dan dataran itu jatuh kelaut di bawahnya,crow menebas lagi dengan mengarah ke bagian tubuh kiri xaverus,namun berhasil di tangkis oleh cahaya emas di kedua tangannya,terjadi gelombang kejut sangat kuat,dataran yang terkena gelombang kejut mendadak terbang dan hancur.


crow mulai mengarahkan telunjuknya ke arah xaverus dan membuat bola bewarna gelap,bola kecil itu pun melesat ke arah xaverus yang tadi nya menjauh dari crow.namun,bola itu berhasil di tepis dan memantul sangat jauh ke sebuah desa kecil yang berjarak 10KM dari sana,ledakan dari bola itu menghasilkan kawah selebar 1Km,para pengembara yang lagi berkemah di sekitar desa itu terkena dampak ledakan dan mati seketika dengan menyisahkan tulang belulang mereka yang terbakar.


("orang ini sangat berbahaya") gumam xaverus,


xaverus melerik ke sebelah kanannya dan melihat kalau tangan kanan yang menepis bola itu hancur tak bersisa,darah mulai bercucuran dari lengannya yang hancur.


"kau pikir kau tangguh ya,aku tahu kalau inti Malaikat itu berada pada tubuhmu,yang tadi hanya basa basi dariku"


cahaya emas di sekitar tubuh xaverus mulai meredup,dia pun turun secara perlahan lahan,tangan kirinya menahan darah yang mengalir dari tangan kanannya.


"huh...jadi ini akhirku,sepertinya kau takkan mendapatkan inti itu" kedua kaki nya mulai menginjak tanah.


"akan ku rebut secara paksa,ini akan sangat menyakitkan" perlahan lahan crow berjalan menuju xaverus yang terduduk menahan sakit tangan kanannya.


"takkan kau dapatkan inti ini" tangan kiri xaverus mulai bercahaya,dengan sangat cepat crow melesat ke arah crow,namun tangan kiri xaverus juga sangat cepat,xaverus mulai merobek tulang dada nya dan meraih jantungnya sendiri dengan sangat amat cepat,xaverus mengeluarkan jantungnya sendiri dengan urat dan pembuluh jantungnya masih tersambung di tubuh xaverus


"Siapapun yang mendapatkan ini,kau akan di anugrahi dengan kekuatan yang sangat besar"


xaverus mulai mengerahkan tangan kirinya ke atas dan meremas jantungnya sangat kuat,jantung itu pun pecah,dan cahaya putih keluar dari jantungnya,cahaya itu terpecah menjadi 9 titik cahaya dan melesat menjauh dengan kecepatan cahaya yang sangat cepat.


tangan kanan crow terlambat mendapatkan salah satu cahaya itu,perlahan lahan aura gelap di sekitar tubuhnya menghilang,awan yang menyelimuti langit juga mulai menghilang,bulan terang pun tampak terlihat dengan cahaya birunya.


"oh jadi begitu ya"


crow hanya bisa menatap ke atas langit gelap memandangi gelapnya malam.


xaverus pun mati dengan tangan dan tubuh bersimbah darah,crow hanya bisa berjalan lambat menjauhi tubuh xaverus yang telah mati.