
Ini adalah pusat perdagangan di pulau terbang,pusat perdagangan ini berada di tengah tengah pulau,tempat yang sangat ramai setiap hari nya karena semua pedagang dan pelancong melalui jalur kota ini untuk melanjutkan perjalanan dalam mencari peristirahatan.Mata uang yang mereka gunakan berupa koin,ada 3 jenis mata koin, yang pertama koin perunggu,koin perak dan koin emas.
1 koin emas sama dengan 100 koin perunggu,begitupun 1 koin perak sama dengan 10 koin perunggu.banyak barang yang di jual di pasar ini,mulai dari makanan,baju,senjata,kuda,domba dan lain lain.
namun di kota yang ramai seperti ini tentu ada sisi gelap dari kota pusat ini,seperti pemburu hadiah,pembunuh bayaran,dan pencuri.
Pulau terbang memiliki banyak kota dan desa kecil.biasa kota di pimpin oleh seorang yang di panggil KETUA,sementara desa hanya kepala desa,Pulau ini tidak memiliki sistem politik yang besar,hanya sistem perdagangan yang harga di kendalikan oleh kota Pusat.
"kamu yakin kita aman di sini?" tanya sinar sambil memeluk tangan Arashi.
"jangan khawatir"ucap Arashi dengan nada tenang.
mereka berdua lagi berada di Kota pusat untuk berbelanja.
"jadi apa saja yang ingin di beli?" tanya Arashi
"Hmm...tentu saja perabotan rumah,meja,kursi,kasur,lalu..."
"kasur untuk berdua?"potong Arashi
"A...Apa maksudmu,ten...tentu saja ya" Ucap sinar malu
"Halo paman yang tampan dan juga kakak yang cantik ini,silahkan di lihat barang dagangan saya,haa saya tau paman dan kakak ini lagi membina rumah tangga bukan?saya ada masukkan untuk hal itu"
"waw...kamu hebat paman,bagaimana bisa tahu?" tanya Sinar dengan wajah gembira
"HOOHOO,tentu saja aku sudah sering kawin cerai kawin cerai,hufft hahaha,,,aku bohong kerja ku hanya bekerja di toko ini dan sering melihat para pasangan mampir membeli barang di sini,ku harap aku akan menemukan pasangan segera" jawab pedagang itu dengan wajah suram
"ohh...hehehe maaf"
"tidak apa nyonya,silahkan mari di lihat lihat dulu,jika ada pertanyaan tanyakan saja sama saya"
"tapi jangan tanya soal jodoh" kata pedagang itu murung lagi
"ba...baik" jawab sinar heran.
sembari sinar melihat lihat ke kiri dan ke kanan,banyak sekali furnitur dengan desain yang bagus yang membuat dia kebingungan
"bantu aku memilih,jangan hanya berdiri di sana"pinta sinar
"seperti apa ?"tanya Arashi
Setelah berada di toko selama hampir satu jam,mereka pun selesai membeli dan memesan kereta kuda untuk membawa barang belanjanya.
sinar pun puas dan tersenyum sembari melihat barang belanjaanya yang cukup banyak
"sudah selesai,mari kita pulang"
tanpa mereka sadari ada orang yang mengikuti mereka sedari tadi.
mereka berdua pun berjalan sambil menarik kereta kuda dan pasar itu sangat ramai,hingga Sinar tanpa sengaja menabrak orang yang mengikuti mereka
'BRUK'
"aww" ucap sinar kaget
"kau kan..." ucap arashi kaget melihat orang misterius itu
"lama tidak jumpa Arashi" ucap orang misterius itu yang ternyata seorang wanita muda berambut pirang
"kenapa di sini?" tanya Arashi
"ouh tidak ada hanya berkeliling lalu aku melihatmu jalan sama seorang wanita,ini istrimu?" tanya gadis pirang itu.
"ya"
"wow gila cantik banget,gak ku sangka secantik ini,ya aku tahu kau sering menceritakanny tapi gak ku sangka secantik ini,dan rambutnya..." gadis misterius itu membelai rambut sinar dan menciumnya
"benar benar harum dan lembut"
sinar pun merasa risih sembari menatap tajam ke Arashi
"HAAA??" Sinar heran dan kaget
"kita pindah ke tempat yang nyaman untuk berbincang oke,di sini terlalu ramai" ucap alice
mereka pun pindah ke tempat makan di Kota itu
"jadi bagaimana kalian bisa bertemu?" tanya alice
"tunggu biar aku yang bertanya duluan,bagaimana kalian bisa bertemu?" tanya sinar heran
"Arashi bekerja di tempatku bersama tentara bayaran lainnya dan kami bertemu" jawab alice sambil meminum minuman.
"Tentara Bayaran? kamu gak pernah cerita Arashi"
" .... " Arashi terdiam sambil meneguk minuman
"oooh,jadi dia belum cerita,oops...tapi jangan khawatir sinar,dia selalu menjaga perasaanya untukmu kok"
"hmm" sinar menatap tajam ke Arashi
"ada urusan apa?" tanya Arashi
"kau tau kita sudah jadi rekan cukup lama,dan kau sudah membantu keluarga ku dulu,aku cuma mau menginfokan padamu kalau mereka sudah bergerak"
"Siapa?"
"Pemburu hadiah,aku melihat mereka berkumpul di lapangan dekat Kota Hujan,mereka mengincarmu. aku bahkan bingung kenapa mereka bisa tahu kalau kau sudah berkeluarga"
"apa maksudnya arashi?"tanya sinar bingung
"dalam hal ini hanya aku yang tahu kalau Arashi sudah memiliki Istri,Arashi dan aku sudah menjaga rahasia ini lama Karena dia pasti tahu kalau cepat atau lambat kepalanya akan di incar"
"bagaimana bisa kalau begitu,apa kamu memberi tahu nya soal itu?"tanya Sinar ketakutan ke Arashi
"tidak,tidak ada yang tahu soal itu,tapi soal keabadian ku,ku rasa mereka pasti menyadarinya"
"Arashi kalau kau butuh bantuan ku,aku akan membantumu,kau sudah membantu keluarga ku mungkin sekarang waktu yang tepat untuk membalasnya,tentu tanpa bayaran aku tidak perlu bayaran kalau hanya untuk membantumu,kecuali bisa..." Alice menatap ke arah Sinar
"apa...?"tanya sinar penasaran
"menciummu kakak sinar"
"apaa,gak gak,aku gak seperti itu,gak gak gak"
"oh ayolah,cantik banget loh kakak ini sekali saja"
alice mencubit pipi sinar dengan geram
"Arashi..." ucap sinar minta pertolongan.
"jangan bercanda alice"
"hmmm baiklah,,,aku akan membantumu tetap jangan khawatir,saat kak sinar tertidur dia pasti gak kerasa,hehehe"
"haaa"wajah sinar memerah
dengan cepat Alice mencium pipi sinar yang membuat wajahnya memerah.
"bbbbbbbbb" sinar gemetatan
"baiklah aku pergi dulu" alice berdiri dan menuju pintu keluar toko "oh iya arashi,kau menjadi tumpul semakin lama,tapi tenang saja,gak ada yang mengikuti ku di sekitar sini,kalian aman,dadah" alice melambaikan tangannya dan pergi.
"kita juga harus pergi" ucap Arashi sembari meletakkan koin di atas meja.
"bbbbbb baikkk" ucap sinar yang masih gemetaran dengan mata ketakutan
mereka pun meninggalkan tempat makan dan segera pergi.