
Hutan di pulau terbang ini juga cukup banyak dan sangat luas,kebanyakan hutan tidak dapat di tinggali karena jauh dari kota dan sangat sepi yang menjadikan hutan di sini berbahaya untuk di tinggali.
Tapi sebisa mungkin Sinar dan Arashi harus tetap menjauhkan diri dari keramaian kota dan tetap bersembunyi,hidup berdua di hutan bukanlah keinginan mereka namun mereka tidak punya pilihan lain karena ada yang harus mereka jaga dan mereka jauhkan dari banyak orang.
Arashi membangun dan membuat pondasi rumah mereka di bantu oleh Sinar,mereka saling bahu membahu memotong dan menyusun kayu untuk di jadikan Rumah,tentu hal ini bukanlah hal yang sulit di lakukan mengingat mereka bukanlah manusia biasa pada umumnya.
tenaga mereka berdua cukup kuat dan kemampuan berpedang arashi yang amat tajam dalam membelah kayu dan pohon.tetap saja mereka juga butuh gergaji untuk memotong pohon pohon yang tidak terlalu besar.
"cukup melelahkan,tapi sepertinya semua akan terbayar,benarkan?" ucap sinar sambil mengelap keringat dari dahi nya.
"haa...setidaknya kita akan aman di sini" jawab arashi
"tolong bantu aku mengangkat pohon itu" pinta sinar sambil menunjuk pohon yang besar yang sudah tua.
"baik"
pengerjaan rumah itu memakan waktu 3 hari,mereka bekerja tanpa lelah namun tetap beristirahat pada malam hari nya.bukan rumah yang besar,hanya rumah kecil minimalis dengan 1 pintu di depan 1 jendela di bagian depan,1 kamar tidur,ruang tamu berukuran sedang dan dapur.
mereka menempatkan perabotan di tempat seharusnya,dengan menggabungkan tempat makan dan ruang tamu.
"huh selesai akhirnya" puas sinar.
"tunggu di sini,aku akan mengambil air di sungai" ucap arashi.
malam telah tiba suasana di pulau benar benar menjadi sangat amat dingin,ternak-ternak dan hewan peliharaan di masukkan ke dalam kandang kandang mereka,tak ada hewan ternak dan hewan peliharaan yang berada di luar,semua kandang dan rumah mulai di tutup rapat,perapian di nyalakan untuk memperhangat,tentu lampu yang di gunakan di sini juga sangat unik,mereka menggunakan batu unik yang bercahaya cukup terang yang di masukkan ke dalam wadah kaca untuk penerangan.
saat malam tiba adalah hari yang sangat berbahaya bagi warga sipil yang tidak mempunyai kemampuan membela diri,karena banyak bandit dan penjahat berkeliaran pada malam hari,prajurit segera di tempatkan di penjagaan pos masing masing untuk keamanan,walaupun sudah terdapat prajurit untuk mengamankan,bukan berarti daerah ini aman,karena semakin luas kota/desa semakin banyak tempat kosong yang sulit di jangkau oleh prajurit untuk di aman kan.
banyak terjadi pencopetan,pembunuhan dan pemerkosaan di sekitar daerah yang tidak dapat terjangkau prajurit,banyaknya warga miskin dan kekurangan yang menjadikan meningkatnya tingkat kejahatan di sebuah kota besar,tidak terkecuali di kota pusat,namun ada saja pahlawan yang tidak di ketahui bersembunyi di balik bayang untuk memburu para penjahat penjahat ini,dan biasanya mereka melakukan ini untuk menangkap penjahat yang akan di tukarkan oleh uang, hasil uang ini di dapat dari buronan yang di cari dengan poster di tempel di hampir tiap sudut kota.
buronan yang di tangkap biasanya akan di jual menjadi budak ataupun di jadikan bahan percobaan,tapi ada lagi yang menjual organ mereka untuk di perjual belikan di pasar gelap,beberapa orang mempunyai kemampuan untuk melayang di udara,rata rata mereka di jual ke daerah manusia seperti eropa,afrika dan amerika.penjualan ini telah terjadi lama pada tahun sekarang,karena rata rata penjahat yang di jual tidak ada yang memperdulikan mereka.perjalanan yang di tempuh para penjual budak juga cukup panjang yang melewati samudra pasifik karena pulau terbang adalah pulau yang belum terjamah dunia luar,tidak ada yang tahu letaknya karena berada di atas dan lokasi di antara samudra pasifik,yang menjadikan pulau ini terasingkan.sedikit orang yang bisa menguasai kemampuan melayang di udara menjadikan kebanyakan penduduk di sini tidak bisa pergi keluar pulau.
"ada mangsa,sepertinya seorang wanita dan dia membawa tas cukup berat"
"mari kita bantu dia"
sesosok wanita dengan membawa tas di sebelah bahu kirinya berjalan perlahan di daerah kosong di Kota Pusat.
"halo kak,mau saya bantu membawakan tas nya?sepertinya berat"
"tidak terimakasih,pergilah"
"oh ayolah kami hanya ingin membantu seorang wanita yang sedang kesusahan,iyakan teman"
"ya yaa,tentu saja" ucap salah satu pria dengan liur menjalar dari mulutnya
"tidak pergi saja menjauh dariku" wanita itu mulai gemetaran terutama nada suaranya.
"sudahlah nona,serahkan saja tas nya,aku lagi gak bernafsu mau melukaimu,serahkan dan kita akan pergi dengan tenang,kau selamat kami pun senang" kata pria yang berbadan besar yang menodongkan pedangnya ke perut wanita itu.
"kita rampas saja bos,sebelum kita rampas akan ku kuliti tubuhnya" ucap pria itu sambil membersihkan liur di mulutnya.
"ya sudah kau lakukan saja sesukamu aku lagi tak bernapsu,segera bunuh dia jika sudah selesai bersenang senang"
"baik bos akan ku lakukan,kemari nona muda aku akan memperlakukanmu dengan lembut"
pria itu menempelkan tangan kanannya ke bahu kiri wanita itu.
KRAK
Suara retakan terdengar dari tangan kanan pria itu,tangan pria itu di patahkan gadis itu dengan sekali serang yang menjadikan pria itu berteriak kesakitan.
segera wanita itu menendang pria itu dan pria itu terpental ke tiang penerang jalan yang mmebuat pria itu pingsan dengan mulut mengeluarkan darah.
"apa yang terjadi!!??" pria satu lagi kaget dengan apa yang di lihat.
"kemari om,akan ku beri pelajaran yang pantas di dapatkan oleh orang busuk seperti kalian"
ternyata gadis itu adalah Alice yang lagi berburu buronan.
pria itu segera melarikan diri,dia lari terbirit birit tanpa melihat kebelakang,saat lagi berlari badannya tersentak kedepan seperti ada sesuatu yang menarik kepalanya.
ya,gadis itu menarik rambut kepala pria itu yang membuat pria itu jatuh.segera Alice mengayunkan tinjunya dan menghajar pria itu terus menerus,pria itu terus meminta ampun dan meminta berhenti dan segera minta di serahkan ke pihak berwenang,tapi gadis itu terus memukuli wajahnya,Alice terus menyembuhkan luka pria itu segera sembuh Alice mulai memukulnya lagi dan lagi,semua itu berlangsung lama.Alice gakkan biarkan pria itu mati karena dia butuh uang dan ingin menjual pria itu,suara tulang pipi dan tulang rahang patah selalu terdengar dan selalu di sembuhkan oleh alice,darah berceceran terkena bajunya dan membuat alice tambah marah.
matahari sudah hampir terbit,pria itu tampak baik baik saja dari luka yang di terima karena sudah di sembuhkan,tetapi pria itu terkena dampak trouma yang parah,segera Alice membawa kedua pria itu ke pihak prajurit dengan menyeret mereka berdua.
"oh Alice,gimana kabarmu" ucap salah satu prajurit sambil melihat kedua pria yang di seretnya
"kau pukuli mereka?"
"ya,sepertinya anda sudah tahu pak" ucap alice
"aku sudah hafal dengan kelakuanmu,saat melihat mereka memang tampak baik baik saja,tapi..."
"sudah aku mau pergi,minta uang nya,om" ucap Alice dengan mata berbinar besar kearah prajurit itu
"hmm baiklah,kau menangkap tangkapan besar pagi ini,2 koin emas"
"aah baik banget om prajurit"
segera alice pergi sambil meloncat- loncat kecil.
"pak,siapa gadis itu?" prajurit kedua datang menghampiri dan bertanya.
"dia Alice,tapi di balik tingkah dan wajah imutnya,dia benar-benar psikopat,kemarin aku berharap dia mau menikahi anakku,tapi begitu mengetahui sifat aslinya,hmm"