
Pagi cerah yang amat menyilaukan,embun pagi sangat tebal membasahi tanaman di pulau itu,kabut pagi terasa tebal seperti awan jatuh menimpa pulau,terdapat burung burung kecil mulai berkicau keluar dari goa dan lubang pepohonan,ternak ternak mulai di lepas dan pengembala mulai menaiki kuda nya,pemandangan yang sangat damai yang terlihat pada pagi hari.
Sinar memulai pagi nya dengan membuat secangkir kopi untuk Suaminya,dia menyiapkan roti untuk sarapan pagi,Sinar belum pernah sebahagia ini,sebelumnya hidup nya selalu dalam pelarian bersama Arashi,pindah dari satu tempat ke tempat lain tiap hari nya,namun sekarang mereka membangun rumah dan tempat tinggal bersama,dia sudah menikahi Arashi selama 60 tahun selama itu mereka berpindah pindah tempat,menjadi putri terakhir dari seorang Dragon dan Arashi orang yang di percaya Dragon untuk menjaga putri nya.
Tentu Sinar tidak lupa dengan jati dirinya dan tugas yang di berikan oleh ayahnya,perang berkepanjangan di masa lalu menyebabkan banyak penduduk di pulau itu merasa kehilangan anggota keluarga dan harta bendanya,namun perang sekarang sudah usai,perang panjang selama 500 tahun.mengingat pulau ini sangat aman berada di atas,perang yang terjadi melibatkan prajurit Eragon dan Dragon,Eragon memiliki kekuatan yang sangat unik yang di dapat dari Benda Itu,Benda Itu memiliki pengatahuan yang sangat besar,benar benar benda misterius yang dapat mengubah manusia,Pengetahuan yang di berikan Benda Itu memberi seseorang pengetahuan akan kekuatan yang di dapat nya.
Arashi mulai bangun dari tidurnya dan segera mengenakan jubah nya,Arashi selalu memakai jubahnya saat akan pergi,karena jubah itu bukan jubah biasa.
segera dia melangkah keluar menuju ruang depan untuk menemui Sinar.
"oh sudah bangun,aku sudah menyiapkan kopi dan sarapan di meja"
"hmm terimakasih"
mereka duduk berdua saling menatap sambil arashi meminum kopi
"boleh ku tanya sesuatu?"
"apa?"
"ada apa dengan temanmu kemarin,entah kenapa pikirannya di penuhi dendam dan amarah yang amat dalam,lalu lehernya seperti ada bekas terbakar"
"maksudmu alice?"
"ya dia,aku bisa merasakannya saat dia mencium pipiku"
"apa dia benci pada ku,atau aku ada salah pada nya?tapi aku baru saja bertemu dia kemarin"
"aku tidak suka membicarakan orang lain"
"yap,aku hampir di bunuh dan di paksa secara bersamaan oleh 7 orang asing pada masa lalu"
tiba tiba saja Alice muncul di belakang Sinar tanpa dia sadari.
sontak Sinar kaget akan kehadirannya tapi tidak dengan Arashi,dia tampak biasa aja dan seperti mengetahui kalau alice akan datang.
"bagaimana kamu bisa tahu lokasi ini?"
tanya sinar sambil mengelus dada
"anggap aja aku tahu begitu saja"
"kamu mendengar apa yang ku katakan tadi?"
"yap,sangat jelas dan lengkap,gak apa aku sudah melupakan kejadian itu"
"..." Sinar hanya terdiam karena merasa bersalah.
"akan ku beri tahu sesuatu,saat aku hampir di bunuh oleh orang orang brengsek itu,Arashi tiba tiba datang dan menebas tangan mereka dalam sekejap,benar benar pemandangan yang indah pada waktu itu"
"baiklah" Sinar memandangi Arashi karena dia bisa membayangkan apa yang terjadi waktu itu.
"ada apa kemari?" tanya Arashi
"aku minta bantuan padamu"
"hei,kak Sinar,boleh ku pinjam Arashi mu sebentar?"
"haa ada apa?"
"Aku ingin meminta bantuannya untuk mengawal anak bos pedagang di kota pusat,dia bersama ku dan para prajurit kota"
"tapi..."
"tenang,aku akan memberimu rambutku,jika terjadi sesuatu putuskan rambutku dan aku akan segera berteleportasi ke tempat mu" ucap Alice sambil melingkarkan tangan kirinya ke bahu sinar
"bukan itu maksudku"
"tenang kak,Arashi orang yang sangat kuat kami hanya mengawalnya sehari,setelah dia sampai ke kota Tanah Tinggi,kami akan segera pulang"
"tidak,aku ikut"
"kak serius?aku sih gak apa makin banyak orang makin bagus,tapi apa kakak bisa bertarung?"
"jangan remehkan aku,Darah Malaikat mengalir di nadiku"
"Malaikat?bwah,apanya?hahaha kakak ada ada saja" Alice tertawa sambil memegang perutnya
"dia tidak tahu,sudahlah kapan kita akan pergi?" ucap arashi
"sebentar lagi,lebih baik kau bersiap siap dulu Arashi"
"aku akan mengumpulkan senjata"
Arashi pergi untuk mengumpulkan senjata yang akan dia bawa,tentu senjata senjata ini tidak perlu dia gendong atau di bawa.
"Akhirnya kita berdua saja kak"
"haha...ya"
"kamu mau menceritakannya?"
"hmmm,,,mungkin sedikit,setidaknya mungkin bisa meringkan beban ku sedikit"
"ya ceritakan saja"
Alice menceritakan masa lalu nya kepada Sinar,yang membuat sinar benar benar kaget.cerita nya memang cukup panjang namun Sinar benar benar mendengarkan apa yang Alice ceritakan
3 tahun lalu tepatnya saat Sinar masih berusia 14 tahun,Desa nya di serang oleh bandit bandit,prajurit yang menjaga desa itu di bunuh dan warga di sana banyak yang di siksa,harta benda mereka di ambil,para pria di bunuh dan sebagian di jual sebagai budak,para wanita mereka di perkosa dan anak anak mereka di perjual belikan.beda nasib dengan Alice,Alice yang baru berusia 14 tahun di paksa menjadi anggota mereka,dia di paksa untuk mencuri,menjarah dan mengumpulkan informasi dari berbagai desa/kota yang dia masuki.anak yang masih 14 tahun di paksa melakukan tindak kejahatan,Alice hanya mencoba bertahan hidup sebisa mungkin,dia menyesali apa yang di perbuatnya namun dia tidak bisa berbuat banyak,pada suatu hari,Alice memberi informasi palsu kepada para bandit,saat para bandit ingin menjarah suatu desa,desa itu sudah kosong,Alice sudah memberi tahu penduduk desa untuk segera pergi karena akan ada bandit yang datang.pemimpin bandit itu pun murka dan marah yang mengetahui kalau desa itu sudah kosong.Segera rambut Alice di jambak dan dia di lempar ke tanah.
"aku sudah memberi mu makan,tempat tinggal,melindungi mu dari para orang orang biadab ini,dan kau berani menipuku"
Alice hanya tertunduk diam sambil memegang kepalanya,Ketua bandit itu segera menghantamkan kayu berukuran lengan orang dewasa yang di pegangnya ke kepala Alice yang membuat kepalanya berdarah,Alice menangis kesakitan sambil memegang kepalanya.
"ingat satu hal,akan ku beri kesempatan sekali lagi,selidiki desa di daerah ini,cari tahu jumlah prajuritnya,harta benda mereka dan segera beri tahu aku,jika kau mencoba kabur,aku akan bisa menemukanmu,karena aku sudah memasang segel pelacak di lehermu ini,jika kau mencoba kabur,akan ku beri kau ke orang orang ku ini pada malam hari"
Alice hanya terbaring kesakitan tanpa mengucap sepatah katapun
"ku harap itu artinya kau mengerti"
"cepat bangun,kita ke desa selanjutnya"
Alice pun segera pergi ke desa itu.saat Alice akan memasuki desa itu,para prajurit kaget akan keadaan alice dan segera membawanya ke Tabib di sana,Alice pun segera di rawat dan di obati,kepalanya di perban dengan kain yang membuatnya menutupi seluruh bagian atas kepalanya.pada saat malam hari,Alice mencari pisau di tempat tabib itu,dan membakar pisau itu dengan obor yang menerangi tempat itu,Alice berusaha menghapus segel pelacak itu dari lehernya
sakit yang dia rasakan bukan main,namun alice menahan suaranya agar tidak membuat heboh di rumah sakit itu,dia berkeringat sangat amat banyak dan menangis akan keadaannya,tentu hal itu bukan rencana yang bagus,tapi Alice harus bertahan dari rasa sakitnya.untuk anak gadis 14 tahun,itu bukanlah hal yang wajar di terima gadis seusia itu,lehernya mulai mengeluarkan sedikit darah,dan membuat sebagian lehernya melepuh karena panas yang di derita.setelah cukup lama mencoba menghapus segel itu,segel itu akhirnya terhapus dan alice menangis bahagia.dia senang sudah merasa terbebas dari bandit bandit itu dan berencana kabur dari sana,segel yang ada di dirinya sudah lenyap,dia pun membalut lehernya dengan kain untuk menutupi lukanya.
Tiba tiba saja terdengar jeritan dari salah satu warga,ya para bandit itu mulai menyerang.
Alice yang ketakutan dan bingung kenapa mereka memulai penyerangan tanpa menunggu informasi dari alice,segera alice kabur menuju bagian belakang rumah tabib,tapi dia tidak menemukan ada pintu atau jendela di sana,alice pun pergi lewat pintu depan dan segera melarikan diri.
para anak bayi menangis karena penyerangan itu,para wanita berteriak kesakitan karena kejadian yang di lihatnya,para pria mulai di penggal kepalanya dan anak anak mulai di bunuh di depan ibu mereka,pemandangan yang sangat buruk terjadi pada malam itu,rumah rumah yang selesai di jarah mulai di bakar,mereka membunuh semua anak anak ,wanita dan pria di desa itu,dan mencari Alice.
Saat alice berlari kencang salah satu bandit melihatnya dan segera melemparkan tombak ke arah alice,jarak antara bandit itu dan alice sangatlah jauh,namun tombak itu berhasil menggores kaki alice yang membuatnya tersungkur,alice menahan kesakitan sambil tetap mencoba berdiri sambil menyeret kakinya.
Alice memang berharap saat itu dia benar benar ingin mati.dia pun mengambil tombak itu dan ingin menusuk dirinya sendiri,saat alice hendak menusuk perutnya tiba tiba saja seseorang menarik bajunya dari belakang dan melemparnya,alice terlempar sangat keras yang membuatnya nengeluarkan darah dari mulutnya.
"mau kabur ya,kau sudah menghapus segel itu,kau kira aku tidak bisa merasakannya"
alice terbatuk batuk sambil memegang lengan kanannya yang kesakitan
"kau tahu hukuman yang pantas untuk pengkhianat sepertimu,akan ku buat kau berharap untuk mati,akan ku siksa lalu ku sembuhkan,ku hajar lalu ku sembuhkan,lagi dan lagi sampai kau berharap dan memohon untuk mati,tapi tentu saja aku takkan berikan kematian padamu,siangnya kau akan ku siksa,malamnya kau akan melayani kami,yap,kami semua" ucap pria itu dengan amarah sambil mencekik leher alice.
Alice mulai menangis dan terus menangis,bandit itu segera membawa alice dengan menjambak rambutnya dan menyeretnya ke tengah pasukan banditnya.
"karena kerja keras kalian,akan ku berikan anak ini untuk kalian,hadiah untuk kalian" ucap ketua bandit itu
"terimakasih bos,tapi kenapa tidak bos sembuhkan lukanya dulu?"
"tidak perlu,ini hukuman baginya,puaskan ***** kalian malam ini,kita sudah kaya,sekarang,dan ini juga hadiah untuk anak ini karena sudah membantu kita selama ini"
para bandit itu berteriak kegirangan dan mengangkat senjata mereka ke atas.
"ingat,jangan sampai anak ini mati,aku belum selesai dengannya"
para bandit itu mulai mendekati Alice dan mulai merobek bajunya,dan memulai aksi bejad mereka
7 orang memperkosa alice satu persatu,mereka tertawa melihat kejadian ini dan sesekali mereka meninju wajah alice sampai berdarah.kejadian ini terjadi sampai semalaman.
Tiba tiba saja sesosok pria berjubah datang dan menebas tangan mereka sekaligus,mereka para bandit berteriak kesakitan dan kaget karena kejadian itu terjadi begitu cepat.kedua tangan para bandit itu terjatuh secara bersamaan yang membuatnya mengeluarkan darah yang banyak,ketua bandit itu kaget dan segera bangun dari kursi di tendanya.pria itu adalah Arashi,para bandit yang tangannya putus itu mulai terbaring di tanah dan arashi segera memotong kaki mereka semua.
ketua bandit itu kaget dan segera mengeluarkan pedangnya,Arashi dengan cepatnya menebas dengan pedangnya ke arah ketua bandit itu namun di tangkis oleh pedang bandit itu,tangan bandit itu sampai kesemutan menahan tebasan pedang yang di terima pedangnya.
ketua bandit itu memasang kuda kuda dan berniat menyerang balik Arashi.
tanpa dia sadari,belati yang cukup panjang terbang ke arah ketua bandit itu dan menusuk pahanya,hal ini membuat ketua bandit itu berlutut menggunakan lutut kanannya.dia pun mencabut dan melempar belati itu.
belati kedua dan ketiga terbang ke arahnya lagi,belati kedua berhasil dia tepis dengan pedangnya namun belati ketiga berhasil mengenai pergelangan tangan kanannya,ini membuat ketua bandit itu tidak bisa memegangi pedangnya dengan benar,dan memegang pedangnya dengan tangan kirinya.sambil berlutut ketua bandit itu memandang Arashi.
"kau mau koin,emas,perhiasaan,akan ku beri apa saja kau,tapi jangan bunuh aku,akan ku jadikan kau wakilku,dan kita akan menguasai pulau ini bersama"
Arashi memandangi ketua bandit itu dengan mata jijik seolah memandangi sampah yang sudah lama tidak di bersihkan.
segera Arashi mengeluarkan pedang dari balik jubahnya,pedang itu bersinar,mengeluarkan cahaya putih terang,Arashi pun menebas kepala bandit itu dan menangkapnya.
ternyata bandit itu belum mati dan masih hidup,dia benar benar seperti menjadi gila dengan apa yang di lihatnya.Arashi meletakkan kepalanya di depan badannya yang mulai roboh.mata bandit itu terbelalak dan dia mulai berteriak.
"tenang kau akan mati saat matahari mulai menyinari kepalamu,tak ada kekuatan apapun yang bisa menyambungkan kepalamu,badanmu sudah mati hanya kepalamu yang masih hidup"
segera Arashi menggendong Alice di pelukannya,Alice mulai meronta dan berteriak.dia menendang dan meninju Arashi dengan sisa tenaganya,wajah nya lebam dengan bibir pecah dan kepalanya mengeluarkan darah,tubuhnya benar benar kotor,luka lebam yang di terima juga nampak jelas di perut dan dada nya,Arashi pun tetap menggendongnya dan memberikan selimut panjang yang dia temukan di desa yang di penuhi api itu.
"tenang,kau sudah aman,mereka sudah tidak bisa lagi menyakitimu"
ucap arashi pelan,alice pun melihat para bandit itu 7 orang dari mereka kehilangan tangan dan kakinya,sementara ketua bandit itu menangis sekencang kencangnya karena melihat tubuhnya sendiri.
alice pun menangis sekencang kencangnya,dia merasa lega semua hal buruk yang dia alami saat ini telah berakhir.mereka pun pergi meninggalkan bandit bandit yang sekarat itu.