From Zero

From Zero
TANGGUNG JAWAB



Arashi sudah mempersiapkan senjata nya,walau tidak dia bawa secara langsung,tapi jubah yang di pakai arashi bukanlah jubah biasa,jubah itu mempunyai kemampuan tahan terhadap serangan elemen terutama api,dan bisa menyimpan berbagai barang dan senjata(tentu dengan kuantitas yang terbatas).begitu juga dengan Alice,namun Alice tidak mempersiapkan banyak hal dia hanya meminjam tiga belati yang ingin di bawa dan di simpan di balik kaos kaki panjang yang dia kenakan,belati belati ini memiliki sarung nya masing masing.sementara Sinar berdiam diri menatap lemari baju,dia hanya berdiri memandangi sesuatu benda,benda yang menurutnya sangat amat pentinf bagi nya,yaitu pedang ayahnya,pedangnya sangat unik,dengan pemisah antara gagang dan pedang berbentuk bintang enam sudut,pedang itu memiliki panjanh bilah berkisar 75 cm,dengan gagang sepanjang 20 cm.


segera Sinar menyarungkan pedangnya dan mengikat di pinggang bagian belakangnya,tidak lupa dia membawa jubah untuk menyembunyikan identitas dirinya.


tugas ini cukup penting mengingat yang mereka kawal adalah anak seorang pedagang besar,kejahatan seperti penculikan untuk meminta uang tebusan cukup sering terjadi ,rata rata orang kaya menyewa tentara bayaran atau pemburu hadiah untuk mengawal mereka.anak pedagang ini akan di bawa ke rumah orang tuanya di sebelah utara pulau,perjalanan yang cukup jauh di tempuh mereka,yang memulai perjalanan dari kota pusat,jaraknya sendiri antara kota utara dan kota pusat sekitar 100km,yang memakan perjalanan jika berjalan kaki sekitar 1-2 hari.


mereka pun berangkat menuju lokasi yang sudah di janjikan,Sinar mulai mengenakan masker pada wajahnya,sementara arashi dan alice hanya mengenakan jubah biasa,karena semua orang sudah tau siapa arashi dan alice,tidak dengan sinar,dia selalu melakukan persembunyian dan pelarian sepanjang hidupnya bersama Arashi.


"kita akan jalan kaki dari sini,sinar tetap berada dalam kereta bersama anak itu,sementara alice ikuti secara sembunyi,aku akan menjadi umpan di bagian depan kuda,posisi ku akan berada bersama kursir yang menarik kuda" Arashi menjelaskan rencana mereka dengan seksama sambil menggambar di tanah dengan ranting pohon kecil.


"baiklah ini strategi yang biasa,tp kenapa kak sinar berada di dalam dan kamu di...oh ya aku mengerti mengerti" ucap alice sambil menepuk tangannya kecil.


"kamu ingin melindungi nya,manis sekali" bisik Alice ke telinga Arashi.


"apa...apa yang dia bisikkan" Sinar penasaran.


"hohoo tidak ada" Alice tertawa kecil.


"kita pergi,Alice jangan memaksakan diri,jika terjadi sesuatu atau munculnya musuh,beritahu aku atau prajurit sekitar"


"di mengerti pak"


mereka pum segera berangkat menuju lokasi itu,butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke lokasi yang sudah di janjikan,berlari bukanlah hal yang bagus mengingat akan membuat kecurigaan jika ada orang yang melihat mereka pergi terlalu terburu buru.


di sisi lain,para prajurit sedang menyiapkan kereta kuda yanh akan di gunakan untuk mengantar anak bos pedagang itu,prajurit saling membahu membawa peralatan senjata yang akan di gunakan,ada yang bawa panah pedang tombak dan palu besar.sekitar 30 prajurit siap mengawal anak pedagang itu menuju lokasi tujuan.


"dimana para tentara bayaran yang kalian janjikan,apakah mereka terlambat?" tanya prajurit yang berpangkat jendral di sana.


"menurut elang yang kami kirim,mereka akan berada di sini sebentar lagi"


elang di sini biasa untuk inteljen udara,mereka di latih dengan sihir untuk bisa berbagi penglihatan antara elang dan pengguna elang.


"kau yakin kalau itu mereka?"


"ya pak,saya yakin karena ada Alice bersama mereka"


"oh jadi Alice meminta bantuan,tidak heran karena yang kita kawal adalah anak pedagang besar,huh orang tua mana yang rela membiarkan anaknya pergi melintasi tanah seluas ini hanya untuk menemui mereka di seberang sana di pulau yang berbahaya ini" ucap jendral prajurit itu sambil menyarungkan pedangnya


"ya sudah,tunggu para tentara bayaran di depan gerbang kota,kita akan berangkat sebentar lagi"


"baik pak"


di satu sisi,Arashi,Sinar dan Alice berjalan menyusuri tanah tandus menuju Kota Pusat,tanah lapang yang hanya di tumbuhi oleh pohon pohon yang sudah mati kekeringan.


"kakak gugup?sepertinya ini misi pertama kakak?" tanya alice yang mendekati Sinar


"sedikit,,," sambil mencubit jarinya seolah mencubit sebutir beras.


"akan ku lindungi kakak,tenang saja,hehehe"


"te...terimakasih"


Arashi hanya berdiam sambil terus memandang kedepan,sesosok prajurit pun tampak di depan gerbang sambil melambaikan tangannya ke atas dari kejauhan.mereka pun mendekati prajurit itu dan menyapanya.


"pagi om prajurit,siap berangkat?" tanya Alice.


"sebentar lagi,kalian tepat waktu ku kira bakalan terlambat" jawab prajurit itu.


"oh Arashi,tak ku sangka kau akan ikut juga,ya silahkan silahkan,gunakan waktumu"


mereka bergegas ke arah kereta untuk bersiap mengawal anak pedagang tersebut,mereka mulai mengatur posisi yang sudah di rencanakan sebelumnya,Alice mulai mengikat teropong di pinggangnya dan ke dua pedang di pasang di pinggang belakangnya.


"Sinar segera masuk kereta,awasi Tuan muda ini"


"baiklah,tapi kenapa aku harus di dalam?"


"harus ada yang mengawasi nya secara langsung"


sinar pun memasuki kereta dan melihat anak pedagang itu yang sedang duduk diam seperti anak TK yang lagi di disiplin kan.anak itu sendiri berumur 11 tahun yang masih sangat muda.


sinar pun duduk di depan Anak itu sambil mengepal erat kedua tangannya di pahanya,sinar merasa gugup karena belum pernah ikut dalam pekerjaan seperti ini.


"kakak,apa kakak akan menjaga ku?" tanya anak itu dengan nada suara pelan.


"iya tenang saja kakak akan menjaga mu"


salah satu prajurit bersiap menaiki kereta kuda dan mereka pun berangkat,arashi duduk di samping kursir yang sedang mengendarai kuda,sementara prajurit yang lain mengikuti di sekeliling mereka sambil berjalan kaki,4 prajurit lain menaiki kuda di belakang sementara 2 prajurit yang lain berada di depan.


perjalanan pun di mulai dengan cukup santai mereka berjalan melalui keramaian kota dan sampai melewati gerbang kota,Alice sendiri mulai bergerak dan mengintai duluan,dia bergerak duluan sebelum kereta kuda mereka berangkat,alice memastikan jika di sekeliling mereka aman tidak ada yang mengikuti.


mereka sudah berjalan lebih dari 15km yang memakan waktu hampir 4 jam,arashi mulai turun dari kereta kuda dan ikut berjalan bersama pasukan,dia mulai mencari tempat yang cocok untuk istirahat karena hari sudah hampir gelap,matahari sudab hampir menampakkan cahaya oren menandakan hampir terbenam,tentu saat matahari akan tenggelam pulau itu akan tertutupi bayangan nya sendiri karena berada di atas laut.


sekarang matahari sudah hampir tenggelam,jendral prajurit memutuskan untuk istirahat dan melanjutkan perjalan saat pagi tiba,tentu hal ini harus di lakukan karena saat prajurit mulai kelelahan dan mengantuk,saat itu mereka akan mudah di serang di malam hari.tentu hal ini akan memperlambat mereka untuk sampai ketujuan,tapi mereka memilih untuk bermain aman agar tidak terjadi sesuatu yang berbahaya di perjalanan.


beberapa dari mereka membuat panas buatan,mereka memanaskan batu dan mengumpulkannya,walaupun tidak seberapa hangat setidaknya ada dari pada tidak sama sekali,jika membuat api unggun itu sama saja dengan mengundang para bandit,cuaca di sini sangatlh dingin namun bisa di atasi dengan batu ini,batu ini sendiri seperti batu spesial yang bisa menghangatkan,namun batu ini juga mudah terbakar seperti batu bara,ini adalah tambang penghasilan terbesar pulau ini selain emas dan perak.


para prajurit mulai membuat sistem jaga nya masing masing,sementara Alice yang berada di posisi paling depan sedang membuat tendanya sendiri,memang cukup beresiko tapi Alice memiliki kemampuan penyamaran dan deteksi paling kuat di pulau ini,tidak heran dia di pilih untuk berada di garis depan.


"sudah siap waktunya tidur sebentar" Alice menata tempat tidurnya yang berubah selimut tebal dan bantal kain di dalam tendanya tidak lupa dia memasang benang perangkap agar bisa mendeteksi getaran jika ada orang atau hewan buas yang melewati benang perangkap itu.


malam pun tiba,hari dimana para penjahat melancarkan aksinya semua prajurit yang lagi dalam sift jaga memulai mengamati keadaan sekitar,udara berhembus dingin,awan mulai menutupi bulan,suasana mulai sunyi,hanya terdengar hembusan angin malam.


sementara itu di dalam kereta sinar terlihat melamun,dia hanya memandangi Arashi dari balik jendela kereta kuda.


"apa yang kak lamunkan?"


"..."


sinar tidak menjawab pertanyaan anak itu,seperti sinar tidak mendengar sama sekali pertanyaanya.anak itu mendekati jendela sinar dan ikut melihat apa yang di lihat sinar.


"ada apa dengan pria itu kak?"


sontak sinar kaget karena anak itu sekarang berada di dekatnya.


"haa haaa...enggak ada,enggak ada" sinar mulai kebingungan karena dia sadar kalau yang dia lakukan hanya melamun.


"hmmm" anak itu kembali ke tempat duduknya dan mulai membaringkan badannya di kursi kereta.


"kamu tidur saja,aku akan menjagamu" kata sinar dengan gugup.


"baiklah kak"


("Arashi,apa rencanamu untuk kedepannya nanti") sinar bergumam dalam pikirannya dan terus memandangi Arashi.