From Zero

From Zero
Satu Tujuan



Sinar sangat sibuk dengan pengerjaan pembuatan obat yang di lakukannya,dia meminta bantuan para penduduk untuk membantu nya,Dia mondar mandir kesana kemari,Suasana di desa itu sangat sibuk karena pengerjaan obat yang di lakukan.


sementara itu Arashi duduk di atas batu untuk menunggu Sinar menyelesaikan obat obatannya,Rasyid pun datang menghampiri Arashi


"Hei maaf soal tadi,aku menusuk mu"


"Pedang mu tajam,tapi tidak dengan kemampuanmu"


Rasyid pun geram dan terlihat wajahnya memerah karena amarah yang dia tahan


"Kau juga cukup tajam,tapi bukan karena aura mu,melainkan Lidahmu" balas Rasyid


"oh mau ronde ke2?"


"kau mau melanjutkannya,oke"


"JANGAN BERISIK"


Sinar berteriak kencang


"Jangan ada perkelahian,banyak anak anak di sini" pinta sinar


"huh" cuek Arashi


"jadi bagaimana kau bertemu dengannya,mau menceritakanny?"


tanya Rasyid


"Tidak,tak ada yang perlu ku ceritakan"


"ya sudah" Rasyid pun meninggalkan Arashi seorang diri


waktu sudah mulai gelap,obat yang di buat pun sudah selesai


Sinar beranjak keluar dari rumah dan menatap ke Arashi yang sedang duduk di atas batu


"Hei" Sapa sinar


"Sudah selesai?"


"Sudah,akan ku berikan padamu nanti,terlalu banyak orang di sini,mereka takkan sanggup melihat benda itu"


"kita pergi kalau begitu,tak ada lagi yang bisa kamu kerjakan di sini"


"ya kau benar,aku minta maaf,tak seharusnya aku mengambilnya dari mu" ucap sinar dengan nada lembut


"boleh ku tanya satu hal?"


"apa?"sinar penasaran


"Kenapa kau sekarang begitu peduli dengan anak anak?"


sinar pun mendekati Arashi dan duduk di sebelah arashi,sambil menyandarkan kepalanya ke atas bahu Arashi.


"aku tak seharusnya mengambil benda ini dan lari dari mu,aku hanya takut"


"...."


"Kau tahu kalau kau adalah manusia dengan keabadian yang murni seperti ayahku dan aku adalah manusia abadi dari pemberian ayahku,maksudku aku tahu aku akan bisa menemanimu sampai akhir,bahkan selamanya tapi..."


"apa..?" tanya Arashi membalas tatapan mata sinar.


"Karena ibuku seorang manusia biasa,dan ayahku adalah manusia yang abadi,jadi gen keabadian itu tidak menurun dari aku ke ayahku,dan aku tidak mendapatkan keabadian aku,aku tahu kalau aku adalah keturunan terakhir dari ayahku,jadi sebelum ayahku meninggal karena mungkin telah lelah hidup di dunia ini,dia pun memberikan keabadiannya kepada ku,jadi keabadian ku ini tidak bisa di wariskan melalui keturunan"


"kenapa kamu menceritakan hal ini?" Tanya arashi penasaran


jantung sinar berdegup kencang ingin mengatakannya


"Sayang,sepertinya kamu tidak bisa menolak lagi untuk menjadi seorang Ayah" ucap sinar sambil mengusap perutnya


Arashi kaget dan tidak bisa berkata apapun,dia hanya terdiam menghadap ke langit malam,langit yang di penuhi bintang bintang terang.


Sinar pun menangis tersedu sedu


"ja...jangan khawatir,saat...umurnya beranjak 20 tahun,aku akan memberi keabadian ku ini kepadanya,jadi kau tetap akan mengawasi nya menggantikan ku"


"mungkin ini takdir tuhan kepada kita,atau hukuman untuk kita,makluk abadi yang menolak kematian" ucap sinar dengan isak tangis


Arashi merangkulkan tangannya ke pundak sinar sambil memeluknya


"tidak...kamu gak bisa,,,aku sudah tahu kalau keabadian mu itu murni,xaverus mengatakannya kalau kamu sudah hidup ribuan tahun,mungkin puluhan ribu...kamu emang tidak bisa mati"


"aku ingin bisa hidup bertiga,seperti manusia...pada umumnya,tapi permintaan seperti itu sangatlah sulit"


"aku akan mencari cara"


"tapi aku ingin minta satu hal padamu"


"..."arashi terdiam sejenak


"jika aku sudah berikan benda ini,berjanjilah padaku,berhentilh membunuh orang,hiduplah dengan damai bersamaku"


suasana jadi hening seketika,angin malam berhembus dingin di daerah itu,burung khas daerah itu mulai berkicau di malam hari tanda sudah tengah malam,bulan pun terlihat jelas dengan warna biru terang di dampingi bintang bintang.


"jadi,kamu kabur untuk itu?"


"hmm,aku berjanji"


di dalam sebuah rumah rasyid dan istrinya melihat Arashi dan sinar dari jendela


"yah,siapa pria bersama Sinar itu?"tanya seorang wanita yang merupakan istri dari Rasyid.


"Sinar bilang,dia itu suaminya"


"ooh,cocok ya mereka berdua,tapi sepertinya mereka mengalami masa sulit"


Rasyid pun tersenyum


Keesokan paginya Sinar dan Arashi sudah tidak ada di desa itu,mereka sudah pergi meninggalkan desa tersebut.


di sebuah hutan,arashi dan sinar sedang berjalan menelusuri nya


"jadi dimana kita akan membangun tempat tinggal?"


tanya arashi


"hmm,,,ku rasa di tempat yang jauh dari keramaian,setidaknya kita bisa hidup damai di sana"


"damai ya" ucap Arashi menghela napasnya


"mau di beri nama apa anak ini?" tanya arashi


"hmm...sebentar ku pikir dulu,gimana kalau perempuan Jasmine,kalau laki laki Ryu"


"Naga ya..."


"hehehe" sinar tertawa kecil


Di tempat yang jauh banyak para pria berkumpul untuk merencanakan sesuatu,masing masing dari mereka memegang senjata tajam di tangannya,ada yang membawa 2 pedang yang di sangkutkan di pinggangnya dan kapak besar di bawa di bagian punggungnya,suasana begitu riyuh dan ramai,sekitar 300 orang berkumpul di satu tempat untuk memulai rencana mereka.


mereka membangun panggung yang setinggi 2 meter dan lebar 10 meter dengan tangga di belakangnya untuk naik ke panggung tersebut,panggung itu terbuat dari kayu yang kokoh,tampak 2 orang pria berdiri di bagian kiri dan kanan panggung memegang pedang besar yang mereka tegakkan.


'Tap tap' suara langkah kaki yang sedang menaiki tangga terdengar,tampak sosok yang akan muncul dari panggung perlahan terlihat,orang orang yang riyuh dan ramai perlahan lahan terdiam dan melihat sosok pria di atas panggung,dia mengenakan pakaian yang tidak ada di jaman itu,menggunakan penutup kepala dengan celana panjangnya,dan wajahnya di tutupi topeng dengan warna di sebelah kanan putih dan sebelah kiri hitam,yang hanya menampakkan bagian matanya.


"HADIRIN SEKALIAN,SAYA MINTA PERHATIANNYA SEBENTAR"


teriak orang itu dengan lantang,para orang yang berkumpul segera melihat ke panggung semua,bahkan ada yang berdesak desakan hanya untuk melihat pria itu


"PERKENALKAN NAMA KU CROW,TERIMAKASIH UNTUK KALIAN TELAH HADIR HARI INI,AKU TAHU DI ANTARA KALIAN ADA YANG LAGI KESUSAHAN,BAHKAN SEKARANG MENGALAMI MASA MASA SULIT"


Para hadirin itu mulai teriak bersemangat menjawab pernyataan pria tsb.


"DI SINI AKU AKAN MEMBERI SOLUSI TENTANG MASALAH YANG KALIAN HADAPI,AKU TAHU JIKA BISNIS DAN KERJA KERAS KALIAN TELAH DI HANCURKAN OLEH SATU ORANG,DIA MEMBUNUH,DAN MERAMPAS HAK KALIAN,DAN AKU TAHU JIKA KALIAN BERADA PADA GOLONGAN DAN KELOMPOK YANG SAMA"


pria itu mulai mengangkat tangannya dan berteriak


"JADI MARI KITA SATUKAN KEKUATAN KITA UNTUK MENGHANCURKAN ORANG TERSEBUT"


"WAAAAAAAAA" para pria yang hadir di sana teriak sekencang kencangnya


"Dan ini cukup mudah,kalian hanya harus membunuh dan menghancurkan harapan orang itu,tidak perlu takut,bagi siapapun yang bisa membunuh PRIA itu,akan ku beri dengan sekantung koin emas,kalian tidak perlu takut ini hanya bonus,tentu kalian akan mendapatkan emas dari hasil yang kalian capai"


para orang yang hadir di sana mulai menggenggam erat pedangnya dan bersemangat akan sayembara tersebut.


"MISI KITA HANYA ADA SATU...."


"HANCURKAN ARASHI"