
500 Tahun berlalu,pulau melayang itu terasingkan dari dunia luar,tidak ada yang tau keberadaanya.Pulau itu juga sudah di penuhi penduduk,pulau itu melayang di atas lautan,jarak antara lautan dan bagian bawah pulau adalah 700M,sementara tinggi pulau itu berada di ketinggian 5 KM,udara sangat tipis dan dingin.
pada bagian kanan pulau terdapat pegunungan Es bersalju sementara di bagian tengah adalah tempat yang cukup subur.
Di sebuah persawahan yang subur,para petani di sini menggunakan kekuatan dan ramuan yang mereka buat agar padi dan makanan di sini bisa tetap subur dan bisa di konsumsi.
Seorang pengembara dengan mengenakan jubah coklat yang panjang hingga kaki,dengan mengenakan tudung,berjalan perlahan di daerah persawahan.
"Nak,siapa kamu...aku belum pernah melihatmu di sekitar sini,apa kamu pendatang atau..."sapa seorang petani tua.
Pria berjubah itu tidak menjawab dan tetap berjalan sambil mengabaikan petani itu.Pria itu berhenti dan membalas sapaan petani itu
"Maaf,saya seorang pendatang...saya ingin bertanya ke pada anda"
"oh silahkan nak.."
"Apa anda pernah melihat Gadis berambut merah panjang dengan tahi lalat di bawah bibir nya?"
petani itu berpikir sejenak dan mengingat orang orang yang pernah dia lihat di sekitar desa nya.
"sepertinya tidak ada nak...tapi kakek pernah mendengar ada seorang wanita yang bisa terbang di desa Pohon".
"Trimakasih atas informasi nya"
Pria itu membungkuk dan melanjutkan perjalanannya.
sementara itu di lain tempat ada sebuah desa kecil yang letaknya tidak jauh dari persawahan,anak anak di desa ini bermain ria sambil berlari membawa bunga bewarna ungu.
Sedang asyiknya berlari salah satu anak itu menabrak Pria berjubah armor lengkap dengan pedang di pinggang yang berdiri di depannya.
"Aduh..duh"
pria itu lantas menoleh ke belakang
"anak kecil hati hati kalau berlari,kau tidak ingin aku melepas pedang dari sarung ini kan?" tanya pria itu dengan nada menakuti
"Maafkan aku...aku tidak sengaja"
anak itu segera pergi berlari menjauhi pria itu.
"cih...dasar anak anak,bermain begitu santainya tanpa peduli dengan masalah yang akan di hadapi jika dewasa nanti" eluh pria itu.
"Nak Rasyid,kemari sini kami lagi memanggang ayam" Pinta seorang nenek nenek tua yang memanggil ke pria itu.
pria itu bernama Rasyid,seorang penjaga di desa tersebut.
"Terimakasih nek...aku akan segera ke sana"
saat rasyid hendak melangkahkan kakinya,dia tersentak karena merasa ada bahaya mendekat,segera rasyid menoleh kebelakang dan melihat sesosok pria berjubah lagi berjalan ingin memasuki desa nya.
Rasyid pun mendekati pria itu dengan tangan sebelah kanan yang bersiap menghunus pedangnya.
"kau yang di sana,berhenti" teriak Rasyid
pria berjubah itu berhenti dan membuka penutup kepalanya.
"Mau kemana kau?"
"aku hanya berjalan ingin melewati desa ini"
"Hoo seorang pengelana ya,apa yang kau inginkan?tidak ada apa apa di desa ini,segera pergi sana!"
"sebelum aku pergi,aku ingin bertanya satu hal"
"hmm...." Rasyid memiringkan kepalanya
"apa kau pernah melihat gadis berambut merah dengan tahi lalat di bawah bibirnya?"
"kenapa tanya begitu?apakah dia buronan?" tanya Rasyid penasaran
"hanya kenalan lama,belum lama ini dia telah menghilang"
"tidak,aku tid-" belum sempat Rasyid menyelesaikan kata katanya,seorang anak kecil langsung memotong omongan Rasyid
"kakak cantik itu ya,Tadi pagi dia berada di sini,mungkin sekarang lagi di bukit mengambil tanaman obat"
"ANAK INI..." Rasyid geram dalam hati
Terpancar aura merah dari tubuh Pria berjubah itu dan segera pergi dengan kecepatan yang di luar nalar manusia.
"KENAPA KAU DI SINI,JANGAN PERNAH BERBICARA DENGAN ORANG ASING" Bentak Rasyid
"Tapi dia mencari kenalannya yang hilangkan?"
"AARRGGGG..."
segera Rasyid berlari menuju tempat gadis itu
Pria itu terus menelusuri bukit di sekitar desa itu dengan kecepatan tinggi namun belum menemukannya.
sementara Rasyid yang tahu benar lokasi itu segera menemui Gadis itu
"Hah hah..." Rasyid yang kelelahan karena berlari menaiki bukit segera memanggil gadis itu.
"SINAR..."
"aah...Pak Rasyid,kenapa ngos ngosan begitu?"
tanya gadis itu yang bernama Sinar
"berhenti memanggil ku pak,aku baru berumur 27 tahun"
"fufufu" tertawa kecil Sinar
"Cepat segera pergi dari sini,Ada orang asing mencari mu"
"Orang asing?seperti apa dia"
"Dia berambut merah,bermata Biru dengan menggunakan jubah besar,Aura yang di miliki benar2 berbahaya,kau harus segera pergi"
"siapa katamu...?"tanya Rasyid
"aaa...tidak ada,tapi gimana anak anak,tanaman obat nya baru mau saya bawa"
"kesampingkan dulu itu,kau harus segera pergi dari sini,aku akan memperlambatnya"
"Ketemu...."
Suara pria itu yang sudah berada tepat di belakang Rasyid dan Sinar
"mundur Sinar,segera pergi dari sini"
"kembalikan benda itu kepada ku,sinar" Arashi yang berwajah geram dengan aura merah mulai menekan daerah di sekitar sana.
"kembalikan?kau mencuri sesuatu darinya?" tanya rasyid yang sudah mengeluarkan senjatanya.
Sinar segera memasang kuda kuda untuk siap bertarung
"Aku tidak memiliki apa yang kau inginkan segera pergi dari sini" teriak Sinar
"kau mau dengan cara sulit ya"
"Pak Rasyid,alihkan dia saya akan membantu anda" bisik Sinar.
"apa yang mau kau lakukan,jangan gegabah,segera pergi sana"
perbukitan di daerah sini di penuhi dengan tanaman dan bunga bunga yang lebat,dan tidak ada pepohonan yang menjadikan perbukitan di sini cukup terbuka
"Percaya padaku" Sinar mengedipkan matanya ke Rasyid
"Huh...Istriku akan menampar ku jika aku membuatmu terluka"
"Hahaha,,,aku ingin melihatnya" tawa Sinar
"Baiklah,bersiap sinar"
Rayid segera berlari melemparkan pedangnya
Arashi menghindari lemparan pedang itu dengan mudahnya
segera Rasyid membentuk segel jurus dari telapak tanganya
dan muncul pedang lainnya.
Rasyid pun menembakan pedang dari telapak tangannya.
Arashi menghindari ke kiri dan ke kanan,saat arashi hendak mendekati Rasyid,tanpa ia sadari pedang yang sudah di lemparkan itu kembali ke arah Rasyid
yang membuat Salah satu pedangnya mengenai Jantung Arashi
"KENA KAU" TERIAK RASYID
segera Sinar datang mengeluarkan Jurus dengan lingkaran sihir berbentuk segitiga ke arah Arashi yang sudah tertunduk
"Maaf Arashi,aku harus menyegelmu"
Arashi pun tersegel di sebuah ruangan Cahaya berbentuk piramid
"haah,kita bisa mengalahkannya,ku kira dia bakalan nenyeramkan dengan aura seperti itu"
Rasyid mendekati ruangan segel itu dan melihat,pedang yang tertancap di tubuh Arashi meleleh,dan luka yang terkena serangan tadi menutup dengan sempurna.
mata Rasyid terbelalak karena kaget dengan apa yang di lihatnya.
"kok...Kok bisa,sebenarnya apa dia?"
"dia..." sinat terdiam dan menoleh ke arah Arashi yang sedang tertunduk menatap Sinar.
"sebaiknya kita kembali ke desa,aku akan membuat obat2an lalu pergi dari sini"
"baik kalau begitu"ucap Rasyid.
mereka pun meninggalkan Arashi seorang diri dengan segel di sekelilingnya.
Dalam perjalanan pulang Sinar pun menceritakan siapa itu Arashi ke pada Rasyid,Rasyid cukup kaget dengan apa yang di dengarnya.
"kita harus segera bergegas pak"
"ya aku tahu,tapi aku masih penasaran,ada hubungan apa anatara kau dan pria itu?" tanya Rasyid sambil berlari bersama Sinar
"Dia..." Sinar sedikit ragu
"Dia suamiku"
Rasyid pun terkaget dan terjatuh ke persawahan,dengan di penuhi lumpur Rasyid pun bangun "Suami? orang seperti dia?"
wajah sinar memerah
"Ceritanya panjang,hehehe"
DUAAR
suara ledakan dari arah bukit terdengar cukup kencang,yang membuat penduduk desa di sekitar sana keluar dari rumah mereka.
"kurasa dia berhasil menghancurkan segelku" Ucap sinar dengan menajamkan mata
Rasyid melihat ke atas dan menyaksikan bola api cukup besar terbang di atas mereka dan bola api itu jatuh di depan mereka berdua.
saat asap mulai menipis setelah jatuh nya bola api itu,ternyata dia adalah arashi yang barusan turun di hadapan mereka.
"Kembalikan" ucap Arashi
"Baik baik,akan ku kembalikan,tapi biarkan aku membuat obat untuk anak anak di desa ini" Ucap sinar dengan mengarahkan tangan kanannya ke arah Arashi seperti meminta untuk 'tunggu dulu'
"baiklah" ucap Arashi pelan