
Suasana di rumah kecil itu terasa hening,mereka berdua terdiam saling menundukkan kepala,hal yang benar benar tidak bisa di bayangkan oleh Sinar,sesekali Sinar melirik ke arah Alice yang sedang tertunduk kepalanya,Sinar berusaha memilih kata kata yang tidak melukai perasaan Alice,tapi dia tidak menemukan sepatah katapun yang bisa terucap,Sinar mendengarkan ceritanya sampai benar benar tidak percaya kalau manusia bisa melakukan hal itu,selama hidupnya Sinar hanya berdiam di kastil Dragon tanpa pernah melihat dunia luar pada masa peperangan,tentu dia kaget dengan apa yang di ceritakan Alice.
"tenang saja,aku sudah gak apa sekarang kak"
alice memecah kesunyian,sambil tersenyum membuat wajah imut seolah olah tidak terjadi apa apa membuat Sinar yang melihatnya terasa benci dan muak,muak kalau Alice berusaha menyembunyikan perasaan aslinya,benci kalau hal yang sudah terjadi padanya seperti hal yang bisa dia lupakan begitu saja,sinar bisa mengetahui seseorang berbohong atau tidak,mendengar Alice menceritakan hal itu,dia tahu kalau cerita Alice benar adanya.
Sinar mengepal erat tangannya sambil menahan tinjunya,sambil menggigit kecil bibirnya sendiri,segera Sinar berdiri dan mendekati Alice.
Sinar pun memeluk Alice yang lagi duduk dengan sangat erat,dia tahu walaupun 3 tahun lebih sudah berlalu untuk seorang gadis itu bukan waktu yang cukup lama untuk menghilangkan tragedi yang dia alami.
"oi oi kak,ada apa ini,hehehe...nanti ku cium loh"
alice kaget dengan nada mengancam
"kamu aman di sini,kami berdua akan melindungi mu,aku memang tampak lemah,tapi sebenarnya aku benar benar kuat" ucap Sinar mencoba menenangkan Alice.
"tidak apa kok...lagian...se...semuanya sudah ber...lalu" ucap Alice terbata bata.
keheningan mulai menyelimuti lagi di rumah itu,Sinar memeluknya dengan sangat erat,Alice pun membalas pelukannya dengan meraih pundak sinar.
"Aku telah gagal jadi perempuan,aku selalu ingin mengakhiri hidupku,luka luka ini tidak bisa hilang begitu saja,aku hanya ingin hidup normal tapi sudah tidak bisa lagi" alice menangis yang juga membuat sinar menangis.
sementara Arashi berdiri di balik pintu dan bersandar di sana.
di sisi lain,para warga mulai berkumpul di sebuah stadiun yang cukup megah,stadiun ini biasa di gunakan untuk adu kekuatan dan ketangkasan,mereka akan bertarung untuk saling merebutkan beberapa koin emas di sana.peraturannya simpel,yang menyerah atau tidak bisa bertarung lagi di anggap kalah,tentu terkadang pembunuhan terjadi di stadiun ini,namun banyak orang yang menyaksikan dan berjudi di stadiun ini,stadiun ini di miliki oleh seorang bangsawan tua bernama Jade.Latar belakang dari Jade sendiri masih misteri,orang orang menjulukinya Emas Tua,karena dia orang terkaya di pulau ini,dia juga orang yang menjual para budak ke luar pulau.
para penonton berteriak di stadiun,mereka bersorak menunggu dan ingin menyaksikan pertarungan di sana,tentu siapapun boleh mendaftarkan diri untuk ikut dalam turnamen,mereka yang hadir untuk menonton di wajibkan membayar uang masuk sebesar 10 koin perunggu,tentu banyak para bangsawan dan orang orang kaya hadir di turnamen itu.turnamen ini pun di selenggarakan setiap 1 bulan sekali,yang menjadikan tempat ini sangat ramai,luas nya sama seperti lapangan bola sepak di masa kita sekarang ini,dengan bisa di duduki sekitar 10ribu penonton,penduduk pulau terbang itu sendiri bekisar 300 ribu penduduk,karena angka kematian di pulau ini sangat tinggi mengingat belum ada nya sistem pemerintahan yang kuat,yang menjadikan pulau ini seperti di huni oleh orang orang kejam.
"oh tuan bertopeng,silahkan duduk di samping saya,saya tahu anda adalah orang penting mengingat anda bisa mengumpulkan puluhan,eh atau ratusan orang untuk ikut bersama anda menjadi bawahan anda" ucap jade dengan mengulurkan tangannya
mereka sendiri berada di kursi terbaik karena jade adalah pemilik stadiun ini,kursi yang di dapat seperti kursi VVIP yang kita tahu di masa sekarang ini,kursi yang berada di bagian atas penonton namun tidak terlalu di ujung stadiun,yang membuat dia dapat melihat jelas pemandangan pertarungan yang terjadi.
"apa yang anda inginkan di stadiun saya yang kecil ini?"
"kau terlalu merendah tuan jade,aku tahu betapa pentingnya orang sekaya dirimu ini"
"hohohoo,,,ada yang bisa saya bantu?"
"aku hanya ingin menonton dan mencari petarung kuat di stadiun mu ini"
"anda kekurangan orang,tidak mungkin anda kekurangan orang dengan jumlah bawahan sebanyak itu"
"kebanyakan orang orang ku hanya orang barbar yang bahkan tidak tahu cara bertarung,aku butuh orang yang mahir dalam pertarungan"
"oh,jadi kau ingin para petarungku bertarung dan ikut dalam pasukanmu,untuk apa kau mencari orang lagi?mau menaklukan kastil?"
"tidak tidak,itu hal yang terlalu mudah di lakukan kalau kau minta padaku"
"sombong juga anda"ucap jade dengan menarik jenggotnya yang panjang
"katakan,menurutmu apakah petarung mu bisa memenangkan petarungan ini dan mau bergabung dengan ku?"tanya pria bertopeng itu dengan melirik ke arah stadiun
"tergantung,petarungku bukan petarung sembarangan yang bisa di hancurkan begitu saja,aku menemukannya saat dia lagi kelaparan di dekat sungai hilir,dia ku latih dan sekarang dia menjadi sangat kuat"
"apakah mereka memeliki kekuatan seperti anugrah begitu?"
"sebagian punya tapi kebanyakan mereka hanya bertarung menggunakan pedang,kau tahu orang orang di pulau ini tidak banyak yang bisa mengolah kekuatan mereka,sebagian dari mereka akan hancur saat energi dalam tubuh mereka di buka,bahkan walau di buka sedikit,tubuh mereka akan meledak dan hancur lebur,tapi beberapa para pelayan ku yang bisa melayang pernah melihat orang di tanah eropa bisa mengendalikan kekuatan,aku juga penasaran bagaimana dia bisa menggunakan kekuatan,ku kira hanya bangsa kita,aneh bukan?"
"kau cukup banyak bicara juga,mungkin beberapa informasi kecil telah bocor dan pergi keluar pulau"
penonton tiba tiba bersorak saat dua petarung memasuki arena,arena itu hanya beralaskan tanah yang di penuhi senjata senjata,seperti tombak,palu,pedang,panah,tongkat,dll.
"ho ho ho,,,sebentar lagi mereka akan bertarung,baiklah MULAI PERTATUNGANNYA!!" jade berdiri dengan gembira dan mulai menepuk tangannya.
mereka hadir dari berbagai sudut pulau hanya untuk menyaksikan dua orang saling menghantam tubuh satu dengan yang lain.
petarungan sudah mencapai babak akhir,salah satu petarung berhasil mengalahkan petarung lainnya siap menghadapi petarung Jade.
petarung jade datang melewati pintu di bawah arena,dia bertubuh kekar dengan menggunakan helm dan membawa senjata kesukaannya yaitu kapak,kapak yang digunakan juga cukup besar yang jika menghantam seseorang,orang itu bakalan mati seketika.
"hohoho...ini dia yang aku tunggu tunggu,anda takkan menyesal menonton petarungan ini tuan bertopeng"
"Jade,boleh aku bertarung melawan mereka berdua?" tanya pria bertopeng itu dengan nada santai.
"kau yakin,maksudmu dua melawan satu?"
"iya seperti itu,aku tidak apa tidak di bayar jika menang"
"ternyata anda memang benar benar sombong,baiklah akan ku kabulkan permintaan anda"
jade pun berdiri dan mulai mengeraskan suaranya,tentu penonton mulai diam dan mendengarkan apa yang jade bicarakan walaupun suaranya tidak terdengar sampai ke semua penonton di stadiun itu.
"perhatian semuanya,TEMANKU INI INGIN BERTARUNG DUA LAWAN SATU MELAWAN DUA PETARUNGKU,DAN UNTUK KALIAN BERDUA HARUS BEKERJA SAMA MENGALAHKANNYA,JIKA DIA KALAH,MASING-MASING DARI KALIAN BERDUA AKAN KU BERI 10 KOIN EMAS"
penonton mulai riuh dan bersorak saat mendengar hadiahnya,tentu 10 koin emas itu jumlah yang sangat banyak.
pria bertopeng itu pun turun dari stadiun dan pergi melewati pintu bawah arena,dia tidak mau loncat dan mendarat seperti layaknya superhero di komik komik jaman sekarang ini.
penonton mulai menghina dan melempari pria bertopeng itu dengan serpihan batu yang ada di kursi penonton itu.
"PETARUNGAN DI MULAI"
"Kau akan menyesali ini kawan,akan ku buat kau menangis" kata pria besar yang membawa kapak
"bsrsiap lah " pria satu lagi yang bertubuh sedang membawa dua pedang di kedua tangannya.
"setidaknya ini pemanasan ku sebelum menghancurkan Arashi" pria bertopeng itu mulai melepas bajunya,yang membuat bajunya tergantung di celananya.
mereka berdua mulai menyerang hampir bersamaan,namun pria bertopeng itu hanya menghindar,pria itu mengayunkan kapaknya dari sebelah kanan dan di hindari dengan meloncat salto oleh pria bertopeng itu.pria satu lagi melempari nya dengan pedangnya namun tanpa di sangka,pria bertopeng itu menangkapnya pas di gagang pedang itu.
tanpa pikir panjang pria besar itu mengambil 3 tombak yang ada di arena itu dan melemparnya ke atas,saat ke tiga tombak itu sejajar dengan bahu pria besar itu,pria itu memukul tombak itu dengan bagian belakang kapaknya yang tumpul.
tombak itu terbang dengan kecepatan tinggi,dengan sigap dan cepat,pria bertopeng itu menepis dan memukul ke tiga tombak itu dengan pedang yang di pegangnya,kecepatan yang sangat luar biasa di tunjukkan pria bertopeng itu.
pria satu lagi mulai menyerang dari jarak dekat dan menebas pria bertopeng itu dengan pedangnya,dia ingin menebas leher pria itu namun pedangnya berhasil di hindari,giliran pria bertopeng itu menendang dada pria itu dengan amat keras.
pria itu terhempas sampai menghancurkan dinding arena yang membuat pria itu mati seketika.
Jade yang melihat kejadian itu mulai berkeringat dan bersemangat,para penonton mulai terdiam dan duduk dengan tenang seperti lagi menyaksikan orang berpidato di arena itu, mereka tahu kalau mereka lagi menyaksikan petarungan yang berat sebelah.
pria bertopeng itu melempar kebelakang pedangnya dan mulai memasang kuda kuda,sekarang pria bertopeng itu hanya menggunakan tangan kosong.
tidak sudi di remehkan,pria besar itu mengambil kapak satu lagi dan memegang dua kapak.
dia pun melempar kapak dari tangan kirinya dan berlari untuk mengayunkan kapak di tangan kanannya,pria bertopeng itu juga ikut berlari menuju kapak yang di lempar nya.
kapak itu berhasil di hindari namun menggores topeng pria itu,kapak itupun tertancap kuat di dinding arena yang membuat retakan cukup besar.
sekarang mereka akan saling menghantam satu sama lain,dan tiba tiba saja pergerakan pria besar itu terhenti,mulutnya mengeluarkan darah cukup banyak,matanya mulai melirik ke arah tubuhnya,dan benar saja,tangan pria bertopeng itu berhasil menembus tubuhnya,segera pria bertopeng itu menusukkan tangan satunya lagi ke tubuh pria besar itu,dan merobeknya yang membuat badan pria itu terbelah menjadi dua bagian atas dan bawah.
para penonton mulai ketakutan dengan apa yang mereka lihat,karena ini baru pertama bagi mereka malihat kejadian yang tidak masuk akal ini.
Jade juga merasakan ketakutan dan segera berlari dari kursi nya dan memanggil keenam pengawalnya.
"ahh apa aku terlalu berlebihan".