From Hate to Love

From Hate to Love
Bunuh diri?!?



SEBELUMNYA*


"Jelasin semuanya"tegas Raihan


****************


"Kita ngobrolnya ditaman belakang aja ya biar yang lain gak pada keganggu"ucap Bella dan diangguki oleh yang lain


Mereka pun pergi ketaman belakang sekolah


................


Ditaman


"Lo duduk disitu"ucap Raihan menyuruh Raisa duduk di kursi yang ada disana karna sedari tadi Raisa hanya diam


Raisa pun menurut dan duduk di kursi ditemani Vina yang duduk disebelahnya


"Sekarang jelasin"tegas Raihan


Bella dan Sania pun melirik kearah Raisa,Raisa mengerti bahwa mereka meminta izin ia pun menganggukkan kepalanya menyetujui


"Jadi gini.."ucap Bella menjeda ucapannya menarik nafas


"Kita udah bersahabat dari kecil,Dulu kita pergi kemanapun selalu ber-enam"ucap Bella kembali menarik nafas untuk melanjutkan ceritanya


"Semua yang kita lakuin selalu ber-enam bahkan dari mulai berangkat sekolah,pulang sekolah,ngerjain tugas,main,kadang saling nginep dirumah kita dan kalian tau gak siapa aja 6 orang itu"ucapan Bella berhenti dan dilanjutkan oleh Sania


"6 orang Itu kita,gue Bella Raisa Vina Laura dan Sesil"ucap Sania dengan kepala yang menunduk sedangkan Vina dan Raisa hanya bisa diam bahkan air mata mereka berempat kini sudah mengalir ke pipi mereka


"Dulu kita selalu bareng bahkan dulu yang paling Deket diantara kita itu Raisa dan Laura"ucap Sania melirik kearah Raisa , Raihan dan yang lainnya pun menatap kearah Raisa yang sedang dipeluk oleh Vina


"Terus kenapa kalian jadi bermusuhan kalo dulu saling menyayangi"tanya Candra


"Itu- itu karna gue hikss,gue penyebabnya hikss, gue emang gak layak untuk dibilang sahabat,karna gue persahabatan kita hancur hikss hikss maafin gue hikss"tangis Raisa kembali pecah dan langsung dipeluk erat oleh Vina


"Lo gak salah sa,itu udah takdir"ucap Vina berusaha menenangkan Raisa walau dirinya pun menangisssss


"Emang Raisa ngelakuin apa,terus sekarang Sesil dimana"tanya Kevin bingung


"Sesil hikss.. Sesil.. dia hikss.. dia udah meninggal hikss hikss"ucap Sania terbata-bata lalu menangis dan langsung dipeluk oleh Bella


Raihan, Kevin, dan Candra pun terkejut dan sekarang mereka mengerti kenapa 4 gadis itu menangis namun mereka masih bingung apa hubungannya kematian Sesil dengan Raisa begitu juga Laura yang berubah


"Kalo boleh tau,Sesil meninggal karna apa"tanya Raihan hati-hati


Pertanyaan Raihan sungguh membuat Raisa makin merasa bersalah dan tambah menangis


"Itu karna gue hikss gue yang buat sahabat gue gak ada hikss gue emang pantes disebut pembunuh hikss Lo pembunuh sa Lo pembunuh hikss.."ucap Raisa menangis kencang sembari memukul-mukul dadanya


Raihan yang melihat itu pun langsung memeluk Raisa erat


"Lo nggak salah sa,jangan salahin diri Lo sendiri hikss"ucap Bella


"Nggak!,ini salah gue hiks gak seharusnya gue ada diantara kalian hikss kalo gue gaada pasti kalian masih bareng sama Sesil dan Laura hikss"tangis Raisa dia kembali ingin memukul dadanya namun dicegah oleh Raihan


"Jangan nyakitin diri Lo sendiri"ucap Raihan mempererat pelukannya


"Lo gak pantes sama gue Rai hikss,Lo orang yang baik sedangkan gue,gue itu pembunuh hikss,Lo jangan mau dijodohin sama pembunuh Rai hikss"Raisa menangis kencang dipelukan Raihan


"Lo jangan ngomong gitu sa"ucap Raihan memeluk erat Raisa


"Maaf kita gak bisa nerusin nyeritainnya,rasanya sakit banget kalo inget kenangan itu"ucap Sania


"Gue juga gak mau Raisa kayak dulu lagi,kita udah seneng sama Raisa yang sekarang kita gak mau dia berubah lagi, gue trauma"ucap Bella


Ucapan Bella membuat Raihan dan kedua sahabatnya menatap Bella dan Sania meminta penjelasan


"Emang Raisa kenapa"tanya Candra


"Sejak saat itu Raisa syok,dia stress berat,selalu merasa bersalah dan Laura juga ngejauh"ucap Bella


"Kalo kita ceritain itu semua,gue takut kalo Raisa bakal stress lagi, gue gak mau"ucap Vina menatap Raisa yang sudah berantakan


"Sa liat gue"ucap Raihan memegang kedua pundak Raisa


"nggak gue pembunuh,gue pembunuh,Raisa pembunuh hhaha pembunuh"ucap Raisa mengacak-acak rambutnya sembari berteriak dan mengacuhkan ucapan Raihan


"Hey,sa Raisa"ucap Raihan memegang kedua pipi Raisa


"Jangan deket-deket sama gue,kalian harus ngejauh dari gue"ucap Raisa melepaskan tangan Raihan


"Raisa,hey sadar,dengerin gue,Lo gak salah,itu udah takdir,kita gak bisa mengubah takdir"ucap Raihan memeluk Raisa membuat Raisa terdiam


"Sa gue mohon Lo jangan gini lagi gue gak sanggup sa"ucap Bella


"Itulah kenapa kita biarin Raisa yang terlambat,gak ngerjain tugas dan lain-lain karna menurut kita yang terpenting adalah dia yang ceria"ucap Vina


Raihan pun terdiam mendengar semua ucapan Vina Sania dan Bella , sekarang dia tau kenapa Raisa begitu dan orang tuanya membiarkannya begini


"apa pernah terjadi sesuatu pas Raisa begitu"tanya Kevin iba


"Itu sering hikss"ucap Sania menatap Raisa yang kini mulai tenang


"Raisa gak mau makan,dia jadi pendiam,dan Raisa selalu mencoba bunuh diri"ucap Vina


"Bunuh diri"kaget Raihan,Candra,dan Kevin


"Iya,Raisa selalu mencoba bunuh diri kalo liat benda tajam,jadi kita selalu bergantian buat jagain dia dan menjauhi dari barang-barang tajam,bahkan balkon kamar selalu kita kunci"jelas Bella


"Itu berapa lama,gak kebayang gue"ucap Candra


"Itu sekitar 1 tahun 2 bulan,dan kita bersyukur banget berkat kesabaran kita akhirnya Raisa mau berubah"ucap Bella


"Dan sekarang kita gak mau itu terjadi lagi"ucap Sania


"Gu-e mo-hon stop ja-ngan lanjut-in ceri-tanya,gu-e gak kuat hikss,gue janji kalo Wak-tunya ud-ah tepat gu-e bakal cer-itain semuan-nya"ucap Raisa terbata-bata karna masih menangis dan melepas pelukan Raihan


"Oke,sekarang Lo tenangin diri dulu,dan nanti pulang sekolah Lo pulang bareng gue jangan kamana-mana"ucap Raihan diangguki oleh Raisa


"Senyum dong sa"ucap Sania mencoba menghibur Raisa


Raisa pun tersenyum walau terpaksa,dia tidak mau melihat temannya sedih


"Nah gitu dong,ini baru Raisa yang gue kenal"ucap Vina


"Maafin gue ya,selama ini udah ngerepotin kalian"ucap Raisa sambil menunduk


"Nggak kok Lo gak ngerepotin kita,kita seneng banget bisa bantuin elo"ucap Sania


"Kita harus bahagia,yang penting kita selalu bersama dan jangan sampai salah satu dari kita ada yang pisah lagi,gue gak mau kehilangan salah satu dari kalian lagi,gue udah anggap kalian keluarga,janji ya jangan pernah ninggalin"ucap Bella menyodorkan jari kelingkingnya


"Janji"mereka semua pun menautkan jadi kelingkingnya menjadi satu termasuk Raisa,dan setelah itu berpelukan


"Kalo gitu udah dong jangan nangis,nanti cantiknya ilang kalo nangis,anggap hari ini gak ada ya,kita harus bahagia"ucap Bella dan disenyumi oleh yang lain


"Ternyata sebesar itu rasa persahabatan mereka,gue tersentuh banget"ucap Kevin dengan suara yang kecil


"Tenang bro,Lo punya kita,Lo sama Raihan juga udah gue anggap keluarga"ucap Candra menepuk bahu Kevin sedangkan Raihan hanya berdiri melihat Raisa dan yang lain sambil tersenyum tipis


"Ternyata dibalik sifatnya yang begitu, dia punya sisi yang harus dijaga,gue janji bakal bahagiain Lo sebisa gue"batin Raihan


................


Semua siswa/siswi SMA BAKTI sudah pulang semua karna sudah bell pulang,dan saat ini Raihan,Raisa,Kevin,Candra sedang di parkiran sedangkan ketiga sahabat Raisa sudah dijemput


"Gue duluan ya Rai"ucap Kevin disusul Candra


Kini tinggal Raihan dan Raisa karna sekolah sudah sepi


"Sekarang kita ke butik"ucap Raihan mulai menyalakan motornya


"Hah ke butik,mau ngapain"tanya Raisa,kini sifatnya sudah kembali semula dan dia berusaha untuk melupakan kejadian tadi


"Mau beli baju kucing"ucap Raihan asal membuat Raisa kesal


"Cepetan naik"ucap Raihan


"Iya"ketus Raisa


Motor sudah jalan sekarang mereka sedang dijalan sembari sedikit mengobrol


"Mau beli gaun,Lo gak inget seminggu lagi ada acara"ucap Raihan


"Acara apaan"tanya Raisa


"Acara pernikahan kucing sama bebek"kesal Raihan


"Ihh yang bener,ehh ohh iya aduhh gue lupa hhehe maaf"ucap Raisa cengengesan


"Makanya harus pinter dong"ucap Raihan


"Gue udah pinter tau,buktinya gue masuk kelas IPS 2 berarti gue pinter"PD Raisa


"Lo IPS 2 gue IPA 1"ucap Raihan dengan nada mengejek


"Hmm serah Lo"ucap Raisa malas


................


Tak terasa kini mereka sudah sampai di butik tersebut dan sekarang sedang mengambil gaun yang sudah dipesan


"Silahkan nona,tuan mau beli apa,hari ini kami sedang mengadakan promo dibagian selatan karna sedang ada perayaan"ucap pelayan tersebut


"Tidak,kami ingin mengambil gaun yang sudah dipesan oleh mama"ucap Raihan datar membuat Raisa mencubit tangannya


"Awhh" ringkus Raihan memegangi tangannya yg di cubit


"Ohh maaf ya tuan,nona saya tidak tau kalo begitu pesanannya atas nama siapa ya"tanya pelayan tersebut


"Atas nama ibu grazella isyana dewi"ucap Raisa


"Ohh Bu zella,mari kesebelah sini"ucap pelayan tersebut


................


S


K


I


P


Sekarang mereka sedang diperjalanan pulang menuju kerumah Raisa, tadi setelah dari butik mereka mampir dulu ke restauran untuk makan dan setelah itu memutuskan untuk pulang


Sampai rumah


"Makasih"ucap Raisa sembari menenteng tas belanjaan


"Hmm"jawab Raihan


"Lo mau masuk dulu"tanya Raisa


"Nggk deh udah malem,gue balik ya"ucap Raihan diangguki oleh Raisa lalu melajukan motornya lalu Raisa pun masuk kedalam rumah


"Assalamu'alaikum yah Bun Raisa pulangg,how are you"ucap Raisa sedikit berteriak


"Gak usah teriak-teriak"ucap Raska


"ayah sama bunda kemana"tanya Raisa


"Udah tidur"ucap Raska


"Hah tidur perasaan masih jam segini"ucap Raisa


"Kakak tuh matanya kenapa sih,coba liat jam yang bener"ucap raska


Raisa pun kembali melihat jam, seketika matanya melebar melihat jam yang sudah menunjukan pukul 10.07,ternyata selama itu dia di butik


"Kalo gitu kakak keatas duluan,kamu cepet tidur matiin tv nya"ucap Raisa menaiki tangga menuju kamarnya


"Iya kakakku yang bawel"ucap Raska malas


................


Dikediaman keluarga Dean


Dikamar Raihan


Kini Raihan baru saja merebahkan Tubuhnya di kasur


"Hufhhh hari ini benar-benar melelahkan"ucap Raihan dengan mata terpejam


"Gue gak nyangka ternyata hidup Raisa rumit"ucap Raihan


"Gue emang dijodohin sama dia,tapi gue juga gak main-main nganggep perjodohan,gue bakal coba Nerima semuanya"ucap Raihan lalu memejamkan matanya kembali dan tak lama ia pun masuk kealam mimpi


................


Pagi hari


Kini terlihat seorang gadis yang sedang menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi,ia menghampiri meja makan yang sudah ada orangtuanya dan adiknya yang menunggu


"Pagi bunda,ayah, Raska"ucap Raisa


"Pagi,kamu mau kemana sa,udah rapi gini"tanya Raina sembari mengambil makanan untuknya dan juga suaminya


"Aku mau keluar bentar Bun"ucap Raisa mulai memakan makanannya


Bye the way kalo nanya kok Raisa gak sekolah?itu karena hari ini hari Minggu jadi sekolah libur


"Keluar kemana sa"tanya Albi yang sedang makan


"Ada deh yah"ujar Raisa sedangkan orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya


................


SKIP


Setelah selesai makan Raisa langsung pergi ke kamar untuk mengambil tas Selempangnya dan turun lagi kebawah


"Raisa berangkat ya Bun,yah"ucap Raisa menyalami tangan kedua orang tuanya


"Mau dianterin sama supir"tanya Albi


"Gak usah deh,Sasa pingin bawa sendiri"ucap Raisa


"Yaudah terserah kamu"ucap Albi


"Hati-hati dijalan sa,jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya"ucap Raina


"Iya Bun,Sasa berangkat ya, assalamuallaikum"ucap Raisa menutup pintu


Setelah diluar Raisa sudah melihat mobilnya yang siap dipakai karna tadi sebelumnya dia menyuruh satpam penjaga gerbang untuk menyiapkan mobilnya


"Pak bukain gerbangnya ya"ucap Raisa yang akan memasuki mobilnya


"Iya non"ujar pak satpam


Mobil Raisa mulai berjalan keluar dari rumahnya


"Hati-hati non"teriak pak satpam karna mobil Raisa mulai menjauh


"Iya pak"balas Raisa sedikit teriak


................


Kini Raisa sudah sampai ditempat tujuan,ia sedang duduk di pinggir sebuah danau yang pemandangan nya sangat bagus dan udaranya sejuk,Raisa pergi kesana karna ingin menenangkan dirinya dan sebenarnya tempat itu adalah tempat dimana dulu ia dan kelima sahabatnya bermain disana semasa SMP,Raisa pun menghela nafas mengingat kembali kenangan dahulu


"Hufhhh,gue kangen masa-masa dulu"ucapnya memandang sendu kearah depan


Terlintas beberapa memori kenangan dikepalanya


"Hhahaha ayo kejar gue hhahaha"


"Tempatnya bagus ya"


"Iya,bagus banget"


"Disini kita harus janji"


"Sahabat selamanya"


"Iya,jangan sampai kita pisah,janji ya"


"Janji"


"Hhahahhaha"


Tanpa sadar air mata Raisa sudah menetes mengingat semua kenangan itu


"SESILLLL... LAURAAA... GUE KANGEN SAMA KALIANN"teriak Raisa


"maafin gue,karna gue kalian jadi begini hikss"tangis Raisa


"SESILLLL MAAFIN GUE,KENAPA LO HARUS NYELAMATIN GUE,KENAPA GAK GUE AJA YANG MATI,KENAPAA"teriak Raisa kembali untung saja tempat itu sepi jadi tidak ada yang tau


"kalian sahabat yang paling berarti buat gue,gue gak sanggup hikss hikss"tangis Raisa


"gue pingin kayak dulu lagi,kita bareng lagi,kita udah janji hikss"ucap Raisa


"LAURAAA MAAFIN GUE,GUR TAU GUE SALAH,MAAFIN GUE hikss"teriak Raisa


"GUE GAK SANGGUP MUSUHAN SAMA ELO,GUE PINGIN KAYAK DULU LAGI,tapi itu gak mungkin"teriak Raisa dengan suara yang tambah mengecil


Raisa menghapus air matanya dan menarik nafas kembali


"Gue kangen kalian semua,kangen kebersamaan kita"ucapnya lirih


"Andai waktu bisa diputar kembali,biar gue aja yang begitu,kenapa Lo rela nyelamatin gue sil"lirih Raisa


Sedangkan disisi lain tak jauh dari Raisa ada seorang gadis yang melihat itu semua dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya,dia terus menatap Raisa dengan air mata yang menetes,orang tersebut adalah Laura..


Sebenarnya Laura juga sering pergi kesini untuk mengingat kenangan-kenangan kebersamaan mereka dulu,dia juga sering menangis disini meluapkan semuanya,tapi itu semua tidak ada yang mengetahuinya kecuali dirinya sendiri


"Hikss,,hikss,,gue juga kangen sama kalian semua,,gue emang bodoh udah nyia-nyiain sahabat kayak kalian,gue pingin bareng lagi sama kalian,tapi itu juga salah Lo sa,Lo yang buat pertemanan kita hancur,sesil meninggal itu semua karna Lo,gue terpaksa ngelakuin ini"batin Laura,lalu dia pun menghapus air matanya dan pergi meninggalkan tempat itu


Kembali ke Raisa_


Sekarang Raisa sudah mulai tenang,dan dia pun memutuskan untuk pulang kerumah


"Baiklah,kalo itu mau Lo,gue juga bakal anggap Lo sebagai musuh gue Ra,tapi jauh didalam hati gue Lo tetap teman gue Ra gak akan berubah"batin Raisa lalu ia pergi meninggalkan tempat tmenuju mobilnya


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Maaf ya untuk cerita masalalunya Raisa dan kelima sahabatnya masih author rahasiain tapi di part ini udah sedikit cukup dijelaskan ya kenapa mereka bermusuhan,dan cerita selengkapnya nanti itu akan dibahas di part yang ada konfliknya,dan kebenaran akan terungkap semua😁🙏🏻


Sejujurnya author udah pusing gimana kelanjutan alur ceritanya karna kadang suka lupa🤦🏻‍♀️maaf juga kalo ceritanya kurang mendalami dan juga dipart kali ini sedikit lebay,sebenarnya author juga agak gak suka sama kata "hiks" karna aneh aja gitu,tp yaudahlah dinyamanin aja😊


Like,komen,vote, favorit ya kakak-kakak😊


*****HALO KAKAK-KAKAK TERIMA KASIH UDAH MAU BACA KARYA PERTAMAKU TOLONG DUKUNG AKU YA KAK KARNA AKU MASIH PEMULA, LIKE DAN VOTE YA KAK BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUATNYA DAN TOLONG KOMENTAR YA KAK KARNA AKU BUTUH PENERANGAN DARI KALIAN,KALO AKU ADA SALAH DALAM PENULISAN KATA ATAU MUNGKIN TYPO😅 DAN HAL LAIN TOLONG MAKLUM KAN