
SEBELUMNYA*
"ehh Raisa kamu mau kan terima perjodohan sama anak mama"ucap Zella
...****************...
Disini Raisa belum sadar kalo ada Raihan disana
"Hah perjodohan,siapa yang mau dijodohin"tanya Raisa membuat Zella Raka dan Raihan mengetik kearah orang tua Raisa sedangkan Albi dan Raina hanya saling menatap
"kalian belum kasih tau Raisa"tanya Raka kepada kedua orangtuanya Raisa
"Belum,kita pingin dia tau langsung"ucap Raina
Raisa memang bandel tapi dia tetap bersikap baik kekeluarganya dan menghormati kepada yg lainnya
"kenapa sih,siapa yang mau dijodohin"tanya Raisa penasaran
"kakak yang mau dijodohin"jawab Raska membuat semuanya melihat kearahnya
Raisa pun berdiri
"ehh cil jangan asal ngomong Lo"tanya Raisa
"kalo kakak gak percaya yaudah"ujar Raska acuh tak acuh
Raisa pun menatap kedua orang tuanya meminta penjelasan
"iya,kamu bakal kita jodohin ke anaknya Tante Zella sama om Raka
"Whatt"kaget Raisa
"ayolah Bun jangan bercanda,jaman sekarang masa masih jodoh-jodohan sih aku kan bisa cari sendiri"ucap Raisa
"kita cuma pingin yang terbaik,percaya deh sama bunda"ucap Raisa
"please kamu terima ya sa Tante pingin banget punya mantu kayak kamu,Raihan juga udah setuju sama perjodohan ini jadi kamu terima ya"jelas Zella
"hah Raihan kok kayak gak asing"batin Raisa
"Raihan siapa tan"tanya Raisa
"Raihan anak Tante dia yang kita jodohin ke kamu nih anaknya"ujar Zella sembari menunjuk kearah Raihan
"Astagfirullah lu kayak jelangkung aja,sejak kapan Lo disitu"tanya Raisa saat melihat Raihan
"Raisa kamu gk boleh gitu"ucap Raina
"Raihan daritadi ada disitu, mata kamunya aja yang gak liat"ujar Albi
"tau nih kakak,kak Raihan tuh daritadi disitu masa gk lihat"protes Raska
Raisa masih saja bengong , otaknya masih berfikir
"Tunggu-tunggu,aku masih gk ngerti nih"Raisa melongo
"Raisa! kamu nih ya kenapa sih"sahut Raina
"tunggu,maksud bunda aku mau dijodohin sama ketos yang sering ngehukumn aku"tanya Raisa
"ehh gue ngehukum elo karna Lo yang buat kesalahan jangan nyalahin gue"ucap Raihan panjang lebar namun tetap dingin membuat Raisa melongo
"tunggu-tunggu, ini bener elo,sejak kapan Lo bisa ngomong panjang lebar gitu,kesurupan ya"tanya Raisa melongo sembari menatap kearah Raihan
"gue kira Lo es batu"cibir Raisa
Sedangkan keluarga mereka yang melihat itu tersenyum
"ehh udah-udah jangan berantem,jadi gimana kamu terima sa"tanya Raka
"Terima apa om"tanya Raisa
"Kamu tuh gimana sih sa, perjodohannya lah emang kamu kira apa"sahut Raina kesal karna putrinya sudah seperti orang bego yang linglung
"Hah terima,nggak! aku gk mau,mana mau aku sama orang kayak dia"ucap Raisa menolak
Raina pun pergi menghampiri putrinya
"kamu gk boleh gitu, Raihan itu anak baik, kamu terima ya sayang"bujuk Raina
"Tapi Bun aku juga kan masih sekolah"ujar Raisa
"kamu kan udah kelas 12 sebentar lagi juga lulus kan, pernikahan kamu juga bisa kita rahasiakan"ucap Raina
"kamu tenang aja sa,soal pernikahan itu urusan kita,lagipula sekolah itu punya om jadi tenang aja"ucap Raka
"tapi aku juga gk suka sama Raihan"ujar Raisa menunduk
"soal suka gak suka cinta gak cinta itu urusan belakangan,jalani aja dulu kalo cinta pasti bakal tumbuh dengan sendirinya,yakin dehh"jelas Raina sedangkan Raihan hanya menyimak saja
"Om sama Tante juga dulu dijodohin,bahkan dulu Tante juga sama kayak kamu yang nolak perjodohan tapi pas udah dijalani kita lama-lama saling mencintai dan sampai sekarang kita bahagia"ucap Zella
"tuh kamu denger,jadi kamu terima ya sa"ujar Raina sembari mengelus rambut panjang Raisa
Raisa pun berfikir dan menengok kearah Raihan yang juga sedang menatapnya dan kembali menatap bundanya
"hufhhh yaudah deh Raisa terima"ucap Raisa pasrah membuat semuanya tersenyum bahkan Raihan pun tanpa sadar tersenyum tipis sangat tipis sampai senyum itu tak tetlihat
"Alhamdulillah makasih Raisa,Tante seneng banget"ucap Zella dan hanya dibalas senyuman oleh Raisa
"yes akhirnya kak Raihan bakal jadi kakak ipar aku"sorak Raska
"kayaknya Lo seneng banget ya cil"ujar Raisa menatap tajam Raska
"Raisa matanya dijaga"ucap Raina yang melihat tatapan Raisa ke Raska membuat Raisa menatap kearahnya
"Bunda pas hamilnya gimana sih kok bisa punya anak kayak dia"ucap Raisa sembari menatap Raska dengan tatapan mengejek
"Mending aku daripada kakak"sahut Raska
"hei udah-udah jangan berantem,kalian kalo ketemu begini terus,mimpi apa aku bisa punya anak kayak kalian"ucap Albi sembari memijit pelipisnya
"mimpi indah"ucap Raisa dan Raska berbarengan
"Kompak juga ya kalian"sahut Raina
"ihh apaan si"ucap Raisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*****HALO KAKAK-KAKAK TERIMA KASIH UDAH MAU BACA KARYA PERTAMAKU TOLONG DUKUNG AKU YA KAK KARNA AKU MASIH PEMULA, LIKE DAN VOTE YA KAK BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUATNYA DAN TOLONG KOMENTAR YA KAK KARNA AKU BUTUH PENERANGAN DARI KALIAN,KALO AKU ADA SALAH DALAM PENULISAN KATA ATAU MUNGKIN TYPO😅 DAN HAL LAIN TOLONG MAKLUM KAN KARNA AKU BARU PEMULA...
SEKALI LAGI TERIMAKASIH 😊🙏🏻*****