From Hate to Love

From Hate to Love
Bagaimana bisa aku dijodohkan dengannya



SEBELUMNYA*


"Kamu bakalan kita jodohin sama anaknya sahabat papa"ucap Raka


(RAKA FARZAN NADEAN Ayah Raihan)


Seketika Raihan yg sedang makan pun berhenti dan menatap orang tuanya dengan tatapan dingin


......................


"papa mau *jodohin aku" tanya Raihan dengan datar


"iya kita mau jodohin kamu,papa tau kalo kamu masih muda dan masih sekolah tp mamah yakin kamu pasti bisa menjadi kepala rumah tangga yg baik dan membimbing istri dan anak kamu,kamu laki-laki yang tangguh dan mandiri kami yakin kamu bisa"ujar Raka pada Raihan


"mamah mohon kamu terima ya perjodohan ini,kita kan gk pernah minta apapun dari kamu tp sekarang kita cuma minta ini aja mamah mohon kamu terima ya" ucap Zella membujuk Raihan


"tp mah,bahkan aku aja gk tau siapa perempuan yg dijodohin sama aku bahkan kenal pun nggk"ujar Raihan


"kamu tenang aja dia orangnya baik kok"ucap Zella


"kamu tenang aja Rai perempuan yg papa jodohin sama kamu itu satu sekolah sama kamu"ucap Raka


"hah maksud papa"tanya Raka,entah pertanyaan itu memang dia tidak mengerti atau mungkin bagaimana


"Dia sekolah di SMA yg sama kayak kamu nih kamu liat,namanya RAISA EVATANIA ALBINO dia anaknya saahabat papa dan mamah yaitu Albi dan Raina cantik kan Rai"ucap Raka panjang×lebar hhaha, sembari menunjukkan foto Raisa kepada Raihan


Raihan yg menerima foto itu pun sedikit terkejut karna wanita yg akan dijodohkan dengannya itu adalah perempuan yg sering dia hukum


"papa beneran mau jodohin aku sama dia"tanya Raihan sekali lagi


"iya papa mau jodohin kamu sama dia,gimana menurut kamu"tanya Raka


"Aku gk mau pa,papa tau gk sih Raisa itu siswi yg sering aku hukum karma sering telat"jelas Raihan dengan nada yg datar


"ya maka dari itu,dengan kamu menjadi suaminya kamu harus rubah dia jadi perempuan yg baik"ucap Zella


"tp walaupun telat papa mau tanya" Raka


"apa" ucap Raihan,saat ini Raihan berbicara dengan nada dingin pada kedua orangtuanya


"walaupun Raisa sering telat apa dia pernah menyakiti orang lain atau berbuat kekacauan"tanya Raka


"Yang aku tau sih gk pernah tapi kalo kekacauan itu pernah, bukan dia yg jahat tp dia menolong dan membela orang yg benar namun tindakannya aja yg salah"ujar Raihan menjelaskan


"nahh berarti Raisa itu anak yg baik walaupun dia seperti itu" ujar Raka pada anak semata wayangnya itu


"Raihan percaya deh sama mamah dan papa,semua pilihan orang tua itu gk ada yg salah,kita cuma pingin kebahagiaan kamu" ujar Zella


"Tp Rai gk suka sama dia"ujar Raihan


"Kalo masalah suka atau cinta itu bisa datang belakangan setelah kita bersama,cinta dan sayang akan tumbuh dengan sendirinya secara perlahan"ucap Zella


"Apa kamu tau,papa sama mamah juga menikah karna dijodohkan" sahut Raka


Raihan pun hanya diam tapi wajahnya meminta penjelasan


"kamu tau,,dulu mamah kamu itu nolak banget nikah sama papa sampe nangis-nangis karna gk mau" ucap Raka sembari melirik kearah istrinya


"itu kan dulu pa sekarang kan beda"ujar Zella


"tp setelah kita nikah walaupun itu karna terpaksa lama-lama kita saling mencintai dan akhirnya hilanglah kata penolakan itu"ucap Raka sembari terkekeh


"saat itu mamah dapat pelajaran bahwa dalam rumah tangga itu harus saling terbuka atau saling mempercayai dan jangan ada hal yg disembunyikan jika tidak saling mempercayai itu akan sulit"ujar Zella


"maka dari itu kita sebagai laki-laki harus sabar, contohnya seperti papa dan hasil dari kesabaran papa ya lahirlah kamu Rai hhaha"ucap Raka dengan kekehan dan mendapatkan cubitan dilengan dari Zella sedangkan Raihan hanya geleng-geleng kepala saja melihatnya


"gimana, kamu mau kan,mau ya" tanya Zella membuat Raihan menghela nafas


"hufff...yaudah deh iya Raihan mau"pasrah Raihan


"yes makasih sayang"ucap Zella


"Jadi mulai sekarang kamu harus selalu jagain dan lindungi calon menantu papa sama Mama di sekolah atau bila perlu setiap saat"ucap Raka


"Tp pa emang Raisa mau ya sama Rai"tanya Raihan


"Besok kita akan kerumah dia sekalian mau lamar"ucap Raka


"Apa gk cepet banget"tanya Raihan


"Lebih cepat lebih baik sayang"ujar Zella


"hufff...yaudah deh terserah kalian aja,Raihan kekamar dulu ya ma pa"ujar Raihan dan diangguki oleh keduanya,ia pun langsung meninggalkan ruang makan dan pergi menuju kamarnya


...----------------...


Sampai kamar


Raihan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur


"aku harap ini menjadi yg terbaik untukku"lanjutnya


setelah itu Raihan pun tertidur


...****************...


Dikeluarga Albino


Semuanya telah selesai makan malam dan sudah berada dikamar masing-masing begitu juga dengan Raisa


"hmm waktunya gue bersihin diri cuci muka gosok gigi pakai scincare setelah itu tidur"ucapnya dan mulai memasuki kamar mandi


beberapa menit kemudian Raisa sudah siap tidur tapi entah kenapa dia tidak bisa tidur,akhirnya dia memutuskan untuk menonton drama


...----------------...


Dikamar Albi dan Raina


"Ayah yakin gk bakal kasih tau Raisa kalo dia bakal kita jodohin"tanya Raina pada suaminya yg masih fokus kearah laptop


"ayah pingin dia tau langsung nanti"ucap Albi tanpa mengalihkan sedikit pun tatapannya dari layar laptop


"tapi yah Raisa harus tau dong,kan dia yg bakal kita jodohin masa dia gk tau,kalo nanti dia nolak gimana"tanya Raina sekali lagi pada suaminya


"kalo nolak itu udah jadi tugas bunda buat menghibur dia hhehe"ucap Albi terkekeh tanpa rasa bersalah


"ihh ujung-ujungnya aku juga yg kena"ucap Raina


Albi pun menutup laptopnya dan berjalan kearah istrinya


"udah gk usah dipikirin, mending sekarang kita tidur,besok malam juga keluarga mereka bakal datang"


"hah kok kamu gk bilang ke aku"tanya Raina pada suaminya itu


"ini kan aku baru bilang ke kamu hhaha"ucap Albi tertawa


"ishhh nyebelin"ujar Raina menyebikan bibirnya lalu langsung merebahkan dirinya dikasur dan menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya dan tidur membelakangi suaminya


Albi pun langsung ikutan tidur disamping istrinya dan memeluknya dari belakang,tak lama dari itu ia pun tertidur


...****************...


pagi pun tiba


Hari ini tidak seperti hari kemarin,hari ini Raisa bangun pagi entahlah apa yg terjadi padanya sehingga bangun pagi


"GOOD MORNINGGG MY FAMILYY"ucapnya berteriak saat menuruni tangga


"kakak gk usah teriak-teriak,aku gk mau telingaku rusak"ucap Raska


"biarin wlekk"ucap Raisa meledek ke Raska


"sudah² ,, oh iya nanti malam akan ada tamu spesial yg datang kesini"ucap Albi


"tamu siapa yah"tanya Raisa


"itu sahabat ayah"ujarnya


"oo"jawab Raisa


"Yaudah ayo berangkat yah,udah siang nih"ucap Raisa padahal sekarang masih pukul 06.03 sedangkan jam masuk itu jam 07.00


"tumben-tumbenan kamu bangun pagi,biasanya selalu siang"ucap Raina


"heran aku,bangun pagi dikritik bangun siang juga di kritik haduhhh"ucap Raisa mendrama


"yaudah ayo berangkat"ucap ayah


Raisa dan Raska pun langsung pamit ke bunda dan masuk ke dalam mobil


...****************...


Sampai sekolah


"Belajar yg bener jangan main Mulu"ucap Albi diangguki oleh Raisa setelah itu melajukan mobilnya


Raisa pun masuk kedalam sekolah,terlihat banyak siswa/siswi yg heran karna tidak biasanya dia berangkat pagi bahkan Raihan yg sudah berada disekolah pun heran karna tidak biasanya Raisa berangkat pagi namun Raisa hanya menghiraukan saja semua tatapan orang-orang


Dikelas*


BRAKKK~


Pintu kelas di buka dengan sedikit kasar oleh Raisa


"HALLO GUYSSS RAISA BACK"ucap Raisa sambil berteriak membuat yg ada dikelas itu langsung menutup telinga*


...****************...